Anda di halaman 1dari 24

TEKNIK PEMERIKSAAN

RADIOGRAFI THORAX PADA IBU


HAMIL
DENGAN INDIKASI PRE
EKLAMSIA BERAT
DI INSTALASI RADIOLOGI
RSUD WALUYO JATI KAB.
AUDREY
DEVINA
B.
PROBOLINGGO

1211041005

1.1. Latar Belakang


Radiologi adalah salah satu penunjang
medis yang berperan dalam penegakan
diagnosa. Radiografi thorax adalah salah satu
teknik

pemeriksaan

yang

cukup

sering

dilaksanakan. Teknik pemeriksaan thorax


pada ibu hamil memerlukan persiapan untuk
melindungi janin dari bahaya radiasi.

1.2. Rumusan Masalah


Bagaimanakah teknik pemeriksaan thorax pada ibu

hamil dengan diagnosa

Pre Eklamsia Berat di

Instalasi Radiologi RSUD Waluyo Jati ?


Aspek apa saja yang perlu diperhatikan dalam

teknik pemeriksaan pada ibu hamil?

1.3. Tujuan
Penulis

ingin menjelaskan bagaimana prosedur

pemeriksaan thorax pada ibu hamil dengan indikasi

PEB yang biasa dilakukan di RSUD Waluyo Jati.


Untuk

mengetahui aspek apa saja yang perlu

diperhatikan dalam teknik pemeriksaan pada ibu


hamil.

1.4. Manfaat
Bagi Penulis

Menambah pengetahuan tentang pemeriksaan radiografi thorax


khususnya pada diagnosa PEB dan melatih dalam pembuatan Laporan
Kasus yang berkaitan dengan tugas tugas profesionalisme.
Bagi Rumah Sakit

Sebagai masukan radiografer, radiolog, dan pihak yang terkait


dalam melakukan pemeriksaan thorax khususnya pada diagnosa PEB.

Bagi Politeknik Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi

Menambah khasanah ilmu teknik radiografi khususnya kasus PEB.

1.5. Metode Penulisan


Observasi

Penulis melakukan pengamatan secara langsung di


Instalasi Radiologi RSUD Waluyo Jati KraksaanKabupaten Probolinggo
Studi Pustaka
Penulis membaca berbagai literatur yang berkaitan
dengan kasus yang diambil.

2.1. Anatomi dan Fisiologi


Thorax
Thorax

adalah daerah pada


tubuh yang dibatasi diantara leher
dan abdomen. Terdiri dari rangka
dan rongga thorax.
Rangka thorax dibentuk oleh os
vertebrae, os costae, dan os
sternum.
Rongga thorax terdiri 2 bagian
utama yaitu paru-paru dan
mediastinum.
Mediastinum adalah rongga di
antara paru-paru kanan dan kiri
yang berisi jantung, aorta, dan
arteri besar, pembuluh darah vena
besar, trakea, kelenjar timus,
saraf, jaringan ikat, kelenjar getah
bening dan salurannya.

Fisiologi Thorax
Melindungi organ yang ada di bagian dalam thorax yaitu: organ

respirasi, sirkulasi dan saluran pencernaan


Sebagai tempat melekatnya otot-otot pernapasan sehingga thorax

dapat mengembangkan saat inspirasi dan mengempis saat ekspirasi


Tempat melekatnya otot-otot anggota gerak atas (upper extremitas)

yang berfungsi saat mengangkat, menarik, dan mendorong bersamaan

dengan usaha inspirasi dan ekspirasi

Sistem Kardiovaskular
Sistem
kardiovaskuler
merupakan organ sirkulasi
darah yang terdiri dari
jantung, komponen darah
dan pembuluh darah yang
berfungsi memberikan dan
mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi keseluruh
jaringan tubuh yang di
perlukan dalam proses
metabolisme tubuh.

2.2. Pengertian Kehamilan


Kehamilan adalah kondisi dimana seorang wanita
memiliki janin yang sedang tumbuh di dalam tubuhnya.
Kehamilan perlu dijaga karena resiko kehamilan bersifat
dinamis

2.3. Pre

Eklamsia
Preeklampsia merupakan sindrom spesifik kehamilan berupa
berkurangnya
perfusi organ akibat
vasospasme dan aktivitas endotel, yang
ditandai dengan peningkatan
tekanan
da-rah dan proteinuria .

Preeklampsia berat, bila disertai


keadaan sebagai berikut :
a) Tekanan darah 160/110 mmHg
atau lebih
b) Proteinuria 5 gr atau lebih
perliter dalam 24 jam
c) Oligouri, yaitu jumlah urine
kurang dari 500 cc per 24 jam.
d) Adanya gangguan serebral,
gangguan penglihatan, dan rasa
nyeri di epigastrium.
e) Terdapat edema paru dan
sianosis
f) Trombositopenig (gangguan
fungsi hati)
g) Pertumbuhan janin
terhambat.

2.4. Teknik Pemeriksaan Thorax


AP
1.
2.

1.
2.
3.
4.

Posisi pasien: supine


Posisi obyek: MSP
tubuh sejajar MSP meja
pemeriksaan, batas atas 3-5
cm di atas shoulder, shoulder
simetris dan expose pada
waktu inspirasi penuh.
CR : tegak lurus
CP : vertebra thoracal VII
FFD: 100 cm
Kaset: 35x35

7. Kriteria radiograf:
Tampak gambaran thorax AP
Batas atas apex paru
Batas bawah sinus
costophrenicus
Dinding lateral tidak terpotong
Columna VT terlihat sampai
ruas ke empat
Diafragma mencapai iga IX
belakang
Tampak bayangan bronchus
Marker R/L dan identitas pasien
Foto simetris

2.5. Proteksi Radiasi

Masyarakat
umum
Pasien

Pekerja
Radiasi

Nilai batas dosis radiasi untuk masyarakat umum adalah 5


mSv/tahun atau 1/10 dari pekerja radiasi.
Nilai batas dosis untuk penyinaran lokal adalah 50 mSv (5
rem) / tahun selain lensa mata 15 mSv (1,5 rem) / tahun.

Melindungi gonad pasien


Memimalisir radiasi dengan pembatasan kolimasi dan
memposisikan dengan benar agar tidak mengulang

Menggunakan APD
Nilai batas dosis pekerja radiasi adalah 50 mSv/tahun atau ( 5
rem) / tahun.

2.6. Besaran dan Satuan Radiasi

Satuan untuk
paparan
radiasi

menunjukkan besarnya intensitas sinar-X atau sinar


gamma yang dapat menghasilkan ionisasi di udara dengan
Satuan R (Rontgen).
Belum bisa digunakan untuk mengetahui besarnya
paparan pada medium/jaringan.

Satuan dosis
absorbsi
medium

merupakan ukuran banyaknya energi yang diberikan oleh


radiasi pengion kepada medium. Satuan Rad.
Satuan SI adalah Gray (Gy). I Gy= 100 Rad, 1 R=0,00869 Gy

Satuan dosis
ekuivalen

berkaitan dengan pengaruh radiasi terhadap tubuh


manusia dengan satuan Rem.
Satuan SI adalah Sievert (Sv).
Dosis Ekivalen=Dosis serap (Gy) x Q

3.1. Profil Kasus


Nama
: Ny Y.
Umur
: 28 thn.
Alamat
:Banyuanyar
Keterangan Klinis
:
Hamil 9 bulan dengan
Pre Eklamsia Berat
(PEB).

3.2. Pembahasan Kasus


Prosedur pemeriksaan
meliputi:
Dalam kasus ini, prosedur
pemeriksaan
diagnostik
Persiapan Alat.
menggunakan Proyeksi AP
Persiapan Pasien
dalam pemeriksaan thorax.
Pelaksanaan Pemeriksaan
Pemeriksaan radiografi thorax ini dilakukan untuk
mendiagnosa penyakit yang
diderita akibat PEB serta
membahas kesesuaian pemeriksaan di lapangan dengan
teori yang ada.

Persiapan Alat:
Pesawat sinar-X.
Kaset ukuran 35x35cm.
Marker R dan L.
Prosesing Film
Stasionary Grid.
Printing Nama.
Apron

Persiapan Pasien

Persiapan khusus pada


pemeriksaan Thorax untuk ibu hamil adalah
menutup perut ibu hamil
khususnya pada daerah
serviks, dengan menggunakan apron ,hal ini
bertujuan untuk melindungi janin dari efek
radiasi.

Hasil Radiograf

Hasil Bacaan Dokter

Pemeriksaan thorax AP pada ibu hamil di RSUD

Waluyo Jati Kraksaan pada kasus PEB, memerlukan


persiapan yaitu menutupi perut pasien dengan apron
untuk melindungi janin dari efek radiasi. Serta
memerlukan tindakan segera dan proyeksi yang
dipergunakan adalah AP supine. Hal ini dilakukan
melihat kondisi pasien yang kurang kooperatif dan
demi kenyamanan pasien.

Aspek yang perlu diperhatikan pada pemeriksaan ibu hamil adalah

:
Usia kehamilan
2 minggu pertama kehamilan paparan radiasi <0,1 Gy dapat
menyebabkan abortus maupun cacat bawaan.
Minggu ke-3 hingga minggu ke-8 kehamilan, merupakan fase
pembentukan organ pada janin, sehingga paparan radiasi sebesar
0,05-0,5 Gy dapat menyebabkan abortus maupun cacat bawaan.
Kelainan yang ditimbulkan tergantung pada sistem organ yang
sedang dibentuk pada saat terjadinya radiasi.
Minggu ke-8 hingga minggu ke-15 kehamilan, merupakan fase
pembentukan sistem saraf pusat pada janin. Sehingga apabila
terjadi paparan radiasi sebesar 0,05-0,5 Gy pada fase ini, dapat
mempengaruhi kecerdasan (tingkat intelektual) janin.
Setelah minggu ke-16, janin menjadi lebih kebal terhadap paparan
radiasi, tetapi tetap tidak boleh melebihi dosis sebesar >0,5 Gy .

Proteksi Radiasi
Proteksi radiasi yang dilakukan adalah dengan

menutupi perut ibu khususnya pada daerah serviks


(rahim) menggunakan apron untuk melindungi janin
dari efek radiasi.

5.1. Kesimpulan
Teknik pemeriksaan radiograf thorax DI INSTALASI
RADIOLOGI RSUD WALUYO JATI KAB. PROBOLINGGO
menggunakan proyeksi AP demi kenyamanan pasien.
Usia kehamilan yang aman untuk pemeriksaan thorax AP
adalah > 16 minggu.
Pemeriksaan Thorax AP aman bagi ibu hamil karena tidak
melebihi nilai batas dosis yang ditentukan BAPETEN .
Pasien harus menggunakan apron pada perut untuk
melindungi janin dari efek radiasi.

5.2. Saran
Sebaiknya,sebelum dilakukan pemeriksaan radiologi
pada ibu hamil, radiografer harus terlebih dahulu
menanyakan berapa usia kandungan ibu.
Untuk senantiasa mengutamakan proteksi radiasi baik
dalam ruangan, pada pasien, keluarga pasien, petugas
radiologi maupun lingkungan di sekitarnya.
Dalam berkomunikasi dengan pasien seharusnya lebih
ditingkatkan,agar dalam melakukan pemeriksaan
berjalan dengan lancar