Anda di halaman 1dari 28

I.

Lokasi Praktikum : Kamar Mandi Kampus Kesehatan Lingkungan Surabaya

II.

Tanggal dan waktu : Jumat, 06 September 2013 Pukul 10.53 WIB

III. Tujuan Praktikum :


1. Mahasiswa dapat mengetahui macam-macam ekosistem
2. Mahasisiwa dapat mengetahui susunan boitik dan abiotik di suatu
ekosistem
3. Mahasiswa dapat mengetahui interaksi antara komponen biotik dan
abiotik

IV. Dasar Teori


Pengertian Ekosistem
Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara unsur-unsur hayati
dengan nonhayati yang membentuk sistem ekologi atau tingkatan
organisasi kehidupan yang mencakup organisme dan lingkungan tak
hidup, dimana kedua komponen tersebut saling mempengaruhi dan
berinteraksi. Pada ekosistem, setiap organisme mempunyai suatu peranan,
ada yang berperan sebagai produsen, konsumen ataupun dekomposer.
Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki
penyusun yang beragam. Ekosistem terbentuk oleh komponen hidup ,dan
tidak hidup di suatu tempat serta Kehadiran, kelimpahan dan penyebaran
suatu spesies dalam ekosistem ditentukan oleh tingkat ketersediaan
sumber daya serta kondisi faktor kimiawi dan fisis yang harus berada
dalam kisaran yang dapat ditoleransi oleh spesies tersebut, inilah yang
disebut dengan hukum toleransi. Misalnya: Panda memiliki toleransi yang
luas terhadap suhu, namun memiliki toleransi yang sempit terhadap
makanannya, yaitu bambu.Dengan demikian, panda dapat hidup di
ekosistem dengan kondisi apapun asalkan dalam ekosistem tersebut
terdapat bambu sebagai sumber makanannya. Berbeda dengan makhluk

hidup yang lain, manusia dapat memperlebar kisaran toleransinya karena


kemampuannya

untuk

berpikir,

mengembangkan

teknologi

dan

memanipulasi alam.
Ekosistem merupakan sistem terbuka, yaitu sistem yang mempunyai satu
atau lebih masukan (input) dan keluaran (output). Masukan dan keluaran
itu dapat berupa energi, materi atau makhluk hidup. Ekosistem merupakan
satuan fungsional dasar dalam ekologi.
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan
timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan
menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling
memengaruhi. Matahari sebagai sumber energi yang ada.
Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersamasama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan
beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga
memengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup. Pengertian ini
didasarkan

pada

Hipotesis

Gaia,

yaitu:

organisme,

khususnyamikroorganisme, bersama-sama dengan lingkungan fisik


menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga keadaan di bumi cocok
untuk kehidupan. Hal ini mengarah pada kenyataan bahwa kandungan
kimia atmosfer dan bumi sangat

terkendali

dan

sangat

berbeda

dengan planet lain dalam tata surya.


Kehadiran, kelimpahan dan penyebaran suatu spesies dalam ekosistem
ditentukan oleh tingkat ketersediaan sumber daya serta kondisi faktor
kimiawi dan fisis yang harus berada dalam kisaran yang dapat ditoleransi
oleh spesies tersebut, inilah yang disebut dengan hukum toleransi.
Misalnya: Panda memiliki toleransi yang luas terhadap suhu, namun
memiliki toleransi yang sempit terhadap makanannya, yaitu bambu.
Dengan demikian, panda dapat hidup di ekosistem dengan kondisi apapun
asalkan dalam ekosistem tersebut terdapat bambu sebagai sumber

makanannya. Berbeda dengan makhluk hidup yang lain, manusia dapat


memperlebar kisaran toleransinya karena kemampuannya untuk berpikir,
mengembangkan teknologi dan memanipulasi alam.
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan
timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa
dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara
segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.
Macam-macam Ekosistem
Berdasarkan proses terbentuknya, ekosistem ada dua macam, yaitu
ekosistem alami dan ekosistem buatan.
Ekosistem alami. Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk
secara alami, tanpa adanya campur tangan manusia.
Ekosistem buatan. Ekosistem buatan adalah ekosistem yang sengaja
dibuat oleh manusia.
Berdasarkan habitatnya, ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat
dan ekosistem perairan.
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa
daratan. Contoh Ekosistem darat (alami maupun buatan) adalah :
Ekosistem hutan, Ekositem taman, Ekosistem kebun dan Ekosistem
pekarangan.
Ekosistem darat yang mencakup daerah yang luas disebut Bioma.
Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya). Ekosistem darat
dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu sebagai berikut:
a. Bioma

gurun

Beberapa Bioma gurun terdapat di daerah tropika (sepanjang garis


balik) yang berbatasan dengan padang rumput. Ciri-ciri bioma gurun
adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun). Suhu siang hari
tinggi (bisa mencapai 45C) sehingga penguapan juga tinggi, sedangkan

malam hari suhu sangat rendah (bisa mencapai 0C). Perbedaan suhu
antara siang dan malam sangat besar. Tumbuhan semusim yang terdapat
di gurun berukuran kecil. Selain itu, di gurun dijumpai pula tumbuhan
menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan
memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air.
Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, ular, kadal, katak, dan
kalajengking.
b. Bioma padang

rumput

Bioma ini terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke


subtropik. Ciri-cirinya adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per
tahun dan hujan turun tidak teratur. Porositas (peresapan air) tinggi dan
drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan
terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan.
Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah,
jerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular.
c. Bioma hutan

basah

Bioma hutan basah terdapat di daerah tropika dan subtropik. Ciricirinya adalah, curah hujan 200-225 cm per tahun. Species pepohonan
relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya
tergantung letak geografisnya. Tinggi pohon utama antara 20-40 m,
cabang-cabang pohon tinngi dan berdaun lebat hingga membentuk
tudung (kanopi). Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro
(iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme). Daerah tudung
cukup mendapat sinar matahari. Variasi suhu dan kelembapan
tinggi/besar; suhu sepanjang hari sekitar 25C. Dalam hutan basah
tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan), kaktus, dan
anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi
hutan, harimau, dan burung hantu.
d. Bioma hutan

gugur

Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang, Ciricirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Terdapat di daerah
yang mengalami empat musim (dingin, semi, panas, dan gugur). Jenis

pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewannya antara lain
rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa
luwak).
e. Bioma taiga

Bioma taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di


pegunungan daerah tropik. Ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin
rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies
seperti konifer, pinus, dap sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah
sedikit sekali. Hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan
burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.
f.

Bioma tundra
Bioma tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam
lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi.
Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan
yang dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim,
tumbuhan

kayu

yang

pendek,

dan

rumput.

Pada

umumnya,

tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin. Hewan


yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada
musim panas, semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap memiliki
rambut atau bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa kutub, beruang
kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.
Ekosistem perairan ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa air.
Contoh ekosistem perairan (alami maupun buatan) yaitu :
a. Ekosistem laut
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang
tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik,
karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut
sekitar 25C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi. Batas antara
lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian
bawah disebut daerah termoklin. Di daerah dingin, suhu air laut merata
sehingga air dapat bercampur, maka daerah permukaan laut tetap subur
dan banyak plankton serta ikan. Gerakan air dari pantai ke tengah

menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya, sehingga


memungkinkan terbentuknya rantai makanan yang berlangsung balk.
Habitat laut dapat dibedakan berdasarkan kedalamannya dan wilayah
permukaannya secara horizontal.
b.

Ekosistem pantai
Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut,

dan daerah pasang surut. Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian
pasang surut laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi
struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras. Daerah paling
atas pantai hanya terendam saat pasang naik tinggi. Daerah ini dihuni
oleh beberapa jenis ganggang, moluska, dan remis yang menjadi
konsumsi bagi kepiting dan burung pantai. Daerah tengah pantai
terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah. Daerah ini dihuni oleh
ganggang, porifera, anemon laut, remis dan kerang, siput herbivora dan
karnivora, kepiting, landak laut, bintang laut, dan ikan-ikan kecil. Daerah
pantai terdalam terendam saat air pasang maupun surut. Daerah ini
dihuni oleh beragam invertebrata dan ikan serta rumput laut.
c. Ekosistem estuaria
Estuaria (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut.
Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau
rawa garam. Salinitas air berubah secara bertahap mulai dari daerah air
tawar ke laut. Salinitas ini juga dipengaruhi oleh siklus harian dengan
pasang surut airnya. Nutrien dari sungai memperkaya daerah estuari.
Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa
garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain
berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan. Bahkan ada beberapa
invertebrata laut dan ikan laut yang menjadikan estuari sebagai tempat
kawin atau bermigrasi untuk menuju habitat air tawar. Estuari juga
merupakan tempat mencari makan bagi vertebrata semi air, yaitu unggas
air.

d. Ekosistem trumbu karang

Ekosistem terumbu karang adalah salah satu ekosistem khas


pesisir tropis yang memiliki berbagai fungsi penting, baik secara
ekologis maupun ekonomis. Fungsi ekologis tersebut adalah penyedia
nutrien bagi biota perairan, pelindung fisik, tempat pemilahan biota
perairan, tempat bermain, dan asuhan bagi berbagai biota. Di samping
fungsi ekologis, terumbu karang juga menghasilkan berbagai produk
yang mempunyai nilai ekonomi penting seperti berbagai jenis ikan
karang, udang karang, alga, teripang, dan kerang mutiara. Pada tahun
1996 diperkirakan luas terumbu karang di perairan Bintan adalah
16.860,5 hektar. Pengamatan di lapangan atas terumbu karang yang
dilakukan di sekitar perairan Pantai Trikora, di pesisir timur Pulau Bintan,
memperlihatkan bahwa kondisi terumbu karang pada lokasi tersebut
telah mengalami kerusakan. Hal ini dilihat dari tutupan karang hidup
yang rendah serta banyaknya ditemukan karang mati. Banyaknya karang
mati yang ditemukan diduga disebabkan oleh berbagai kegiatan
pembangunan yang berlangsung di wilayah pesisir timur Pulau Bintan.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengaruh kegiatan pembangunan
pada ekosistem terumbu karang cukup besar, meliputi perusakan karang
secara langsung melalui ledakan bom maupun penambangan karang,
pencemaran dari berbagai kegiatan di sepanjang pesisir, dan sedimentasi
yang dapat meningkatkan kekeruhan perairan dan menghambat
pertumbuhan

karang,

bahkan

mematikan

terumbu

karang.

Namunberdasarkan pengamatan dalam kurun waktu tahun 2000-2006,

kegiatan pembangunan yang pengaruhnya paling besar pada ekosistem


terumbu karang adalah kegiatan pembukaan lahan.
e. Ekosistem air tawar
Ekosistem air tawar adalah suatu bentuk menyeluruh atau tatanan
yang ada didalam air tawar dan sekitarnya yang terdiri dari makhluk
hidup didalam air tersebut dan lingkungan air tawar itu sendiri.
Ekosistem air tawar akan saling mempengaruhi antara satu komponen
dengan komponen lainnya.
Berbagai faktor lingkungan terpenting yang bekerja dalam ekosistem
perairan. Factor-faktor tersebut adalah:
1.

Gas terlarut

5.

Suhu

2.

Salinitas

6.

Cahaya

3.

Kepekatan

7.

Arus air

4.

Warna dan kebeningan

Perairan tawar kebanyakan berupa perairan pedalaman. Susunan dan


kadar garam terlarutnya relative rendah atau dapat diabaikan. Ekosistem
perairan tawar dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu air tawar mengalir
(lotik) dan ait tawar diam (lentik). Air tawar mengalir terdiri dari air
bergerak yang mengalir terus-menerus kearah tertentu, termasuk semua
sungai dan aliran dengan segala ukuran. Sedangkan periaran tawar lentik
terdediri dari air tergenang, seperti danau, kolam, dan rawa.
Perairan Lotik
Perairan mengalir mempunyai corak tertentu yang secara jelas
membedakannya dengan perairan tergenang. Sejumlah tumbuhan
terdapat terbatas pada air yang mengalir. Tumbuhan tersebut mencakup
spesies ganggang merah dan paku air. Ada juga tumbuhan bunga yang
khas pada air mengalir, yang secara tertaur berkembang biak dengan biji.
Hewan air mengalir mencakup siput air tawar, hydroid, lintah, dah larva
lalat hitam. Beberapa corak penting pada habitat air mengalir atau tepian
air, dapat dijelaskan dalam suatu perbandingan dengan keadaan air
tergenang.

Pada air mengalir, alirannya sering bergolak-galik, tetapi dalam air


tergenag alirannya, kalau ada, sangat lamban.
Dalam air mengalir pelapisan sangat jarang terjadi.
Hubungan antara kepekatan air dan suhu tak bersangkut paut
karena arus yang bergolak.
Pada air mengalir jarang terjadi deoksigenasi. Tetapi pada air
tergenang adalah laziim terjadi.
Penumpukan gas seperti karbondioksida dan hidrogensulfida pada
air mengalir sangat kecil atau minimum.
Tumbuhan mengakar tak banyak ditemukan di dalam air mengalir
karena terganggu oleh penghanyutan.
Plankton tak dapat berkembang subur dalam air mengalir.
Plankton yang lazim ditemukan adalah diatom dan rotifer.

Perairan lentik
Tubuh air tawar tergenag yang besar tidak terpengaruh oleh perubahan
besar dalam suhu. Air tawar tergenang terdiri dari tiga jenis berdasarkan
keadaan haranya, yaitu Oligotrofik : yang miskin hara dan humus.
Distrofik : yang miskin hara tetapi kaya humus. Eutrofik : yang airnya
kaya hara dan humus.
Komponen

biotik

dalam

ekosistem

perairan

tawar

Tumbuhan air tawar dapat dibagi menjadi empat, yaitu:


Jenis tumbuhan merapung. Mencakup ganggung apung renik
Lemna, Wolfia, Salvinia, tumbuhan selada air, dan eceng gondok.

Jenis daun merapung. Tumbuhan ini berakar tetapi tangkai


daunnya memanjang sampai ke permukaan air. Contohnya seperti
teratai.
Jenis timbul. Tumbuhan ini berakar, sebagian batang mencuat ke
atas air. Misalnya, Thypa dan Phragmites.
Jenis terendam. Jenis ini merupakan yang paling khas, seperti
Cerathopyllum demersum, Myriophyllum, maupun spesies Chara.
Ciri-ciri Ekosistem Air Tawar
Ekosistem air tawar memiliki beberapa karakteristik, seperti variasi suhu
yang perubahannya tidak menyolok, tumbuhan yang dominannya alga,
dan keadaan lingkungannya dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.
Karateristik ekosistem air tawar lainnya seperti tumbuhan rendah bersel
satu mempunyai dinding sel yang kuat, sedang tumbuhan tingkat tinggi
mempunyai akar sulur untuk melekat pada bagian dasar perairan,
misalkan teratai, kangkung, ganggang biru dan ganggang hijau.
Sedangkan, karakteristik hewannya memiliki ciri-ciri mengeluarkan air
berlebih, garam diabsorpsi (diserap) melalui insang secara aktif dan
sedikit minum, air masuk dalam tubuh secara osmosis. Ekosistem air
tawar dibagi menjadi dua, yaitu lotik dan lentik. Ekosistem air tawar
lotik merupakan perairan berarus, contohnya adalah sungai. Adapun
ekosistem air tawar lentik memiliki ciri airnya tidak berarus. Contoh
perairan lentik adalah danau. Danau memiliki tiga wilayah horizontal,
yaitu zona limnetik, zona litoral, dan zona profundal. Zona limnetik
adalah wilayah perairan yang masih bisa di tembus oleh cahaya matahari.
Di zona ini banyak didominasi oleh zooplankton dan nekton. Zona litoral
merupakan wilayah tepi pada danau dan sungai. Organisme yang hidup
di dalamnya adalah katak, serangga, dan Hydrilla. Adapun zona
profundal adalah daerah dasar pada suatu danau atau kolam. Organisme
yang hidup di dalamnya adalah dekomposer. Habitat air tawar
merupakan perantara habitat laut dan habitat darat. Komponen yang

10

terdapat dalam ekosistem air tawar dapat dibedakan menjadi :


Berdasarkan cara memperoleh energi (makanan)
Komponen autotrof

: tumbuhan air, ganggang dan lumut.

Komponen heterotrof

: ikan, kepiting, katak, dll.

Berdasarkan kebiasaan hidup, organisme air tawar dibedakan sebagai


berikut.
Plankton, terdiri alas fitoplankton dan zooplankton; biasanya
melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti gerak aliran air.
Nekton, hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan.
Neuston, organisme yang mengapung atau berenang di permukaan
air atau bertempat pada permukaan air, misalnya serangga air.
Perifiton, merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat pada
tumbuhan atau benda lain, misalnya siput.
Bentos, hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada
endapan. Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak bebas,
misalnya cacing dan remis.
Ekosistem air tawar digolongkan menjadi air tenang dan air mengalir.
Ekosistem air tenang meliputi danau dan rawa, sedangkan ekosistem air
mengalir adalah sungai.
a. Danau
Daerah yang dapat ditembus cahaya matahari sehingga terjadi
fotosintesis disebut daerah fotik. Daerah yang tidak tertembus cahaya
matahari disebut daerah afotik. Di danau juga terdapat daerah
perubahan temperatur yang drastis atau termoklin. Termoklin
memisahkan daerah yang hangat di atas dengan daerah dingin di
dasar. Komunitas tumbuhan dan hewan tersebar di danau sesuai
dengan kedalaman dan jaraknya dari tepi. Berdasarkan hal tersebut
danau dibagi menjadi 4 daerah sebagai berikut.
1) Daerah litoral

11

Daerah ini merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari menembus


dengan optimal. Komunitas organisme sangat beragam termasuk
jenis-jenis ganggang yang melekat (khususnya diatom), berbagai
siput dan remis, serangga, crustacea, ikan, amfibi, reptilia air dan
semi air seperti kura-kura dan ular, itik dan angsa, dan beberapa
mamalia yang sering mencari makan di danau.
2) Daerah limnetik
Daerah ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan
masih dapat ditembus sinar matahari. Daerah ini dihuni oleh
berbagai organisme, di antaranya fitoplankton, termasuk ganggang
dan sianobakteri, zooplankton yang sebagian besar termasuk
Rotifera dan udang.
3) Daerah profundal
Daerah ini merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik danau.
Daerah ini dihuni oleh cacing dan mikroba.
4) Daerah bentik
Daerah ini merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos
dan sisa-sisa organisme mati.
Danau juga dapat dikelompokkan berdasarkan produksi materi
organiknya, yaitu sebagai berikut.
Danau oligotropik
Oligotropik merupakan sebutan untuk danau yang dalam dan
kekurangan makanan, karena fitoplankton di daerah limnetik
tidak produktif. Ciri-cirinya, airnya jernih sekali, dihuni oleh
sedikit organisme, dan di dasar air banyak terdapat oksigen
sepanjang tahun.
Danau eutropik

12

Eutropik merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya


akan kandungan makanan, karena fitoplankton sangat produktif.
Ciri-cirinya adalah airnya keruh, terdapat bermacam-macam
organisme, dan oksigen terdapat di daerah profundal.

b. Sungai
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai
dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan.
Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada
air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis
lintang.Komunitas yang berada di sungai berbeda dengan danau. Air
sungai yang mengalir deras tidak mendukung keberadaan komunitas
plankton untuk berdiam diri, karena akan terbawa arus. Sebagai
gantinya terjadi fotosintesis dari ganggang yang melekat dan
tanaman berakar, sehingga dapat mendukung rantai makanan.
Komposisi komunitas hewan juga berbeda antara sungai, anak sungai,
dan hilir. Di anak sungai sering dijumpai makhluk air tawar. Di hilir
sering dijumpai ikan gurami. Beberapa sungai besar dihuni oleh
berbagai kurakura dan ular. Khusus sungai di daerah tropis, dihuni
oleh buaya dan lumba-lumba. Organisme sungai dapat bertahan tidak
terbawa arus karena mengalami adaptasi evolusioner. Misalnya
bertubuh tipis dorsoventral dan dapat melekat pada batu.
Komponen-komponen Ekosistem
Ekosistem alami dan ekosistem buatan dibentuk oleh dua komponen,
yaitu komponen biotik dan komponen abiotik.
Komponen biotik. Komponen biotic dari sutu ekosistem terdiri dari
semua makhluk hidup yang berada dalam suatu ekosistem, misalnya:
manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Komponen biotic
sangat beraneka ragam. Setiap komponen memiliki peranan tertentu yang

13

membuat kehidupan dalam ekosistem tersebut seimbang. Peranan itu


berkaitan dengan cara makhluk hidup memenuhi kebutuhan makanannya.
Berdasarkan peranannya dalam ekosistem, komponen-komponen biotic
dapat dikelompokkkan menjadi tiga, yaitu Produsen (penghasil),
Konsumen (pemakai), dan Dekomposer (pengurai).
Produsen. Produsen (penghasil) dalam pengertian biologi adalah
makhluk hidup yang mampu menghasilkan makanannya sendiri. Dari
berbagai macam makhluk hidup, hanya tumbuhan berklorofil yang
mampu membuat makanan sendiri. Melalui prosese fotosintesis terjadi
perubahan dari air, karbon dioksida, dan zat-zat mineral menjadi
karbohidrat dan oksigen. Fotosintesis terjadi dengan bantuan cahaya
matahari. Oleh karena itu, tumbuhan berklorofil disebut produsen.
Di dalam ekosistem perairan, baik ekosistem air tawar maupun ekosistem
laut, yang menjadi produsen utama adalah fitoplankton. Fitoplankton
adalah tumbuhan berklorofil yang ukurannya sangat kecil dan melayanglayang di dalam air. Pada umumnya, fitoplankton merupakan golongan
ganggang bersel satu.
Konsumen. Konsumen (pemakai) dalam pengertian biologi adalah
makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanannya sendiri. Hewan
dan manusia tidak mampu membuat makanannya sendiri, tetapi
menggunakan bahan yang dihasilkan oleh produsen. Jadi hewan dan
manusia tergantung pada produsen baik secara langsung maupun secara
tidak langsung. Makhluk hidup yang secara langsung tergantung pada
produsen adalah hewan pemakan tumbuhan. Makhluk hidup yang secara
tidak langsung tergantung pada produsen adalah hewan pemakan daging
atau hewan lain. Hewan dan manusia memakan tumbuhan atau hewan lain.
Oleh karena itu, hewan dan manusia disebut konsumen.
Hewan yang secara langsung memakan tumbuhan disebut konsumen
tingkat I. Hewan yang

memakan hewan pemakan tumbuhan disebut

14

konsumen tingkat II. Hewan yang memakan konsumen tingkat II disebut


konsumen tingakat III.
Pengurai

(dekomposer). Pengurai adalah makhluk hidup yang

menguraiakan zat-zat yang terkandung dalam sampah dan sisa-sisa


makhluk hidup yang telah mati. Pada hewan dan tumbuhan yang mati,
tumbuh bakteri, jamur, atau mikroorganisme lainnya yang bersifat
saprofit. Makhluk saprofit merupakan makhluk hidup yang hidup pada
sampah atau sisa makhluk hidup lainnya.
Perubahan komponen biotik. Dalam suatu ekosistem, jumlah masingmasing komponen biotik (produsen, konsumen, dan pengurai) selalu
mengalami perubahan yang teratur sehingga perbandinagannya selalu
tetap. Artinya, perubahan jumlah produsen akan diikuti oleh perubahan
jumlah konsumen tingkat I, konsumen tingkat II, konsumen tingkat III
dan seterusnya. Perubahan komponen-komponen biotik yang terjadi pada
ekosistem selalu seimbang dan terjadi secara alamiah. Keseimbangan
ekosistem terjaga karena adanya proses makan-dimakan.
Komponen abiotik. Komponen abiotik pada suatu ekosistem terdiri dari
semua benda tak hidup yang ada di sekitar makhluk hidup. Misalanya: air,
tanah, udara, cahaya matahari, suhu, dan kelembaban.
Air. Air merupakan zat mutlak sebagai pelarut zat-zat yang dibutuhkan
oleh makhluk hidup. Air juga berperan sebagai habitat dari berbagai
makhluk hidup dalam ekosistem perairan. Pada ekosistem darat, air
merupakan zat yang menentukan kelembaban udara dan memiliki
pengaruh yang besar pada kehidupan makhluk hidup di darat.
Tanah. Tanah dalam ekosistem berperan sebagai temapat hidup berbagai
makhluk hidup, yaitu manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme.
Tanah juag merupakan sumber zat-zat hara (bahan-bahan mineral) bagi
sebagian besar tumbuhan. Tanah yang kaya zat-zat mineral menyababkan
tumbuhan dapat tumbuh dengan subur. Sebaliknya, tanah yang kurang
zat-zat mineral dapat menyebabkan pertumbuhan tumbuhan terganggu.

15

Udara. Udara terdiri dari beberapa macam gas, antara lain oksigen dan
karbon dioksida. Oksigen diperlukan oleh makhluk hidup untuk bernapas.
Karbon diokasida merupakan zat yang dibutuhkan oleh tumbuahn hijau
(berklorofil) untuk fotosintesis. Karbon dioksida yang terlarut dalam air
dibutuhkan oleh fitoplankton untuk fotosintesis.
Cahaya Matahari. Cahaya matahari merupakan sumber tenaga (energi)
bagi makhluk hidup di bumi. Tumbuhan hijau akan menyerap energy
matahari melalui klorofil pada daun dan menggunakannya untuk proses
fotosintesis. Pada proses fotosintesis, bahan baku yang berasal dari karbon
dioksida dan air akan menghasilakn zat gula (glukosa) yang kemudian
diubah menjadi zat pati. Zat pati yang dihasilkan disimpan dalam tubuh
tumbuahan, misalanya pada akar, batang, dan daun. Energi yang
terkandung dalam tumbuahan itu akan menjadi sumber energi bagi
makhluk hidup lain yang memakannya.
Suhu. Suhu lingkungan sangat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup.
Misalnya, tumbuhan tertentu hanya dapat hidup pada suhu tertentu. Inilah
sebabnya tumbuhan yang biasanya tumbuh di dareh panas (bersuhu tinggi)
akan mati atau terhambat pertumbuhannya bila di tanam di daerah dingin
(bersuhu rendah), dan sebaliknya.
Kelembaban. Sampai batas-batas tertentu, tanah dan udara yang lembab
berpengaruh baik terhadap pertumbuahn tumbuahn. Pada golongan hewan
tertentu,

kelembaban

udara

juga

sangat

berpengaruh

terhadap

kehidupannya.
Interaksi Dalam Ekosistem
Pola-pola interaksi dalam ekosistem melibatkan faktor biotik dan abiotik
melalui rantai makanan, aliran energi, dan daur biogeokimia yang
berlangsung baik pada tingkat individu, populasi, maupun komunitas.
Aliran energi adalah rangkaian urutan pemindahan energi dari satu bentuk
ke bentuk energi yang lain. Proses ini dimulai dari sinar matahari,
produsen, konsumen pertama hingga terakhir, dan dekomposer (pengurai).

16

Pemindahan dan perubahan energi berlangsung di dalam rantai makanan


dan jaring-jaring makanan. Sedangkan daur biogeokimia adalah daur
unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik
dan kembali lagi ke abiotik. Yang termasuk daur biogeokimia antara lain
daur karbon, nitrogen, sulfur, dan fosfor.
Perubahan Ekosistem
Ekosistem sendiri tidaklah bersifat statis, melainkan selalu mengalami
perubahan. Keseimbangan lingkungan dapat berubah melalui proses alami
maupun karena campur tangan manusia. Pencemaran lingkungan adalah
salah satu faktor yang dapat mengganggu keseimbangan alam.
Pencemaran lingkungan disebabkan oleh bahan pencemar (polutan) yang
berasal dari berbagai sumber.
Menurut sumbernya, polutan dapat berasal dari buangan limbah industri,
sampah organik, limbah rumah tangga, dan limbah pertanian. Menurut
tempatnya, polusi dapat dibedakan menjadi polusi udara, polusi air, polusi
tanah, dan polusi suara. Sedangkan menurut jenis bahan pencemarnya,
pencemaran dapat dibedakan menjadi pencemaran kimiawi, fisik, dan
biologis.
Komponen lain yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem adalah
limbah. Limbah adalah sumber daya alam yang telah kehilangan
fungsinya. Keberadaan limbah di lingkungan harus ditangani secara tepat
karena selain berpotensi menjadi polutan, keberadaan limbah dapat
mengganggu

keindahan,

kenyamanan

dan

kesehatan.

Karena

keberadaannya yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem itulah


limbah harus ditangani secara bijak seperti dengan cara mengurangi
penggunaan barang tertentu (reduce), pemanfaatan kembali (reuse), dan
daur ulang (recycle).
Dampak Kegiatan Manusia terhadap Keseimbangan Ekosistem

17

Dalam menjalankan kehidupannya, manusia membutuhkan tiga hal pokok.


Kebutuhan pokok tersebut ialah sandang, pangan, dan papan. Semua
kebutuhan manusia tersebut tersedia di alam ini. Manusia dengan ilmu
yang dimilikinya, mengembangkan berbagai teknologi untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya. Akan tetapi, karena sifat dasar manusia yang tidak
pernah puas, banyak manusia yang mengolah alam dengan teknologi yang
dibuatnya, secara tidak terkendali. Manusia sering tidak memikirkan
dampak terhadap keseimbangan lingkungan dan apa yang terjadi di masa
depan. Berikut ini adalah beberapa aktivitas manusia yang dapat
mengubah keseimbangan lingkungan.
Penebangan hutan dan perburuan liar
Hutan merupakan paru-paru. Hutan merupakan tempat resapan serta
cadangan air tanah bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Selain itu,
hutan merupakan tempat tinggal dan tempat berlindung sebagian besar
makhluk hidup. Jika pohon-pohon di hutan ditebang untuk industri dan
pembukaan lahan pertanian secara liar dan berlebihan, akan berpengaruh
terhadap kehidupan yang ada sebelumnya. Daerah resapan air berkurang,
dan suplai oksigen berkurang merupakan akibat penebangan pohon.
Selain itu, hewan yang ada di dalam hutan akan kehilangan tempat tinggal
dan sumber makanan. Apalagi dengan perburuan liar terhadap hewan
hewan, akan semakin merusak lingkungan.
Kegiatan Pembangunan
Pembangunan jalan yang melewati hutan dapat merusak lingkungan.
Pohon-pohon yang menjadi tempat tinggal dan sumber makanan hewan
ditebang sehingga hewan tersebut terancam keberadaannya. Aktivitas ini
sangat mengganggu keseimbangan lingkungan. Daerah-daerah di sekitar
perbukitan

dapat

terkena

bencana,

seperti

banjir

dan

tanah

longsor.Pengeboran minyak dan penambangan mineral secara terbuka pun


akan menimbulkan kerusakan lingkungan. Akibat kegiatan tersebut cukup
sulit untuk ditanggulangi dan menyebabkan suatu daerah menjadi tidak

18

produktif. Pembangunan pabrik atau industri juga sangat mempengaruhi


lingkungan karena limbah pabrik dapat mencemari air dan tanah di sekitar
pabrik.
Pembuangan Limbah dan Sampah
Sebagian besar aktivitas yang dilakukan manusia pasti menghasilkan
sampah atau limbah. Mulai dari limbah rumah tangga, pertanian,
transportasi, sampai limbah industri.Plastik yang digunakan sebagai
pembungkus merupakan contoh limbah rumah tangga. Pestisida jika
digunakan berlebihan dapat menjadi limbah pertanian. Asap kendaraan
merupakan limbah transportasi. Adapun contoh limbah industri berupa
limbah cair dan asap.Sampah dan limbah tersebut ada yang mudah
diuraikan dan ada pula yang sulit diuraikan. Jika pengolahan sampah tidak
dilakukan dengan benar, yang terjadi adalah kerusakan lingkungan.
Apakah kamu pernah melihat sungai yang kotor dan bau? Hal itu
merupakan hasil pembuangan sampah dan limbah ke sungai. Akibatnya
adalah kerusakan lingkungan sungai dan akan membunuh makhluk hidup
yang ada di sungai.

Penggunaan pupuk dan pestisida secara belebihan


Pupuk buatan dan pestisida mengandung zat-zat kimia yang berbahaya.
Pupuk ditambahkan pada tanaman untuk menyediakan mineral-mineral
yang diperlukan tanaman. Pestisida digunakan untuk memberantas hama
dan penyakit yang menyerang tanaman. Penggunaan pestisida dan pupuk
buatan yang berlebihan menyebabkan pencemaran tanah dan air,
akibatnya beberapa makhluk hidup yang hidup di tanah dan di air akan
terbunuh. Bahkan penggunaan insektisida yang berlebihan juga membuat
serangga kebal terhadap isektisida tersebut sehinnga serangga makin sulit
untuk dibasmi.
V.

PEMBAHASAN

19

Ekosistem Air Tawar

Pengertian Ekosistem Air Tawar


Salah satu jenis ekosistem yang penting untuk dicermati adalah
ekosistem air tawar. Secara umum, ekosistem tersebut masuk ke dalam
kelompok ekosistem alamiah dan lebih spesifik lagi dikelompokkan ke
dalam ekosistem akuatik atau air.
Ekosistem air tawar adalah suatu bentuk menyeluruh atau tatanan
yang ada didalam air tawar dan sekitarnya yang terdiri dari makhluk
hidup didalam air tersebut dan lingkungan air tawar itu sendiri.
Ekosistem air tawar akan saling mempengaruhi antara satu komponen
dengan komponen lainnya.
Ekosistem air tawar ini memiliki ciri-ciri tertentu antara lain:
1. Pada wilayah tersebut tidak terdapat variasi suhu yang mencolok.
2. Kecenderungan penetrasi terhadap cahaya sangat kurang yang
dipengaruhi oleh cuaca juga iklim.
3. Tumbuhan yang banyak dijumpai pada ekosistem yang satu ini
adalah jenis ganggang.
4. Organisme yang hidup di dalam ekosistem ini umumnya telah
mengalami fase adaptasi.

20

5. Kadar garam sangat rendah bahkan jauh lebih rendah jika


dibandingkan kadar garam pada protoplasma organisme air.
6. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme
yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.
Organisme pada Ekosistem Air Tawar
Organisme pada ekosistem air tawar dapat dikelompokan berdasarkan
berbagai segi yaitu :
Berdasarkan cara memperoleh makanan atau energi
1. Organisme autotrof, adalah organisme yang dapat mensintesis zat
makanan sendiri. Yang termasuk kelompok ini adalah tumbuhan
hijau. Organisme ini merupakan produsen pada ekosistem air
tawar.
2. Fagotrof dan saprotrof, merupakan konsumen dalam ekosistem air
tawar. Fagotrof adalah pemekan organism lain, sedangkan
saprotrof adalah pemekan sampah atau sisa organisme lain.
Berdasarkan kebiasaan hidupnya dalam air
1. Plankton terdiri atas fitoplankton dan zooplankton. Kelompok ini
meliputi organisme yang bergerak pasif dan berpindah tempat
karena pengaruh arus air.
2. Nekton adalah hewan yang bergerak aktif berenang kian kemari,
misalnya ikan dan katak.
3. Neuston meliputi hewan yang beristirahat dan yang mengapung di
permukaan air, misalnya serangga air.
4. Perifiton adalah hewan atau tumbuhan yang melekat/bergantung
pada batang, akar, daun, atau pada permukaan benda lain,
misalnya keong.

21

5. Bentos adalah hewan atau tumbuhan yang hidup di dasar atau


hidup pada endapan. Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak
bebas, misalnya cacing dan remis.

Berdasarkan fungsinya
1. Produsen, terdiri atas golongan alga misalnya alga biru dan alga
hijau. Disamping itu, banyak pula tumbuhan Spermatophyta,
misalnya teratai, enceng gondok, dan genjer.
2. Konsumen, meliputi serangga air, ikan, udang, siput air, dan
hewan lainnya.
3. Dekomposer atau

pengurai,

terdiri

atas

bakteri

dan

mikroorganisme lain.
Adaptasi organisme air tawar adalah sebagai berikut.
Adaptasi tumbuhan
Tumbuhan yang hidup di air tawar biasanya bersel satu dan
dinding selnya kuat seperti beberapa alga biru dan alga hijau. Air masuk
ke dalam sel hingga maksimum dan akan berhenti sendiri. Tumbuhan
tingkat tinggi, seperti teratai (Nymphaea gigantea), mempunyai akar
jangkar (akar sulur). Hewan dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat
air, tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis lingkungan atau
isotonis.

Adaptasi hewan
Ekosistem air tawar dihuni oleh nekton. Nekton merupakan hewan
yang bergerak aktif dengan menggunakan otot yang kuat. Hewan tingkat
tinggi yang hidup di ekosistem air tawar, misalnya ikan, dalam
mengatasi perbedaan tekanan osmosis melakukan osmoregulasi untuk
memelihara keseimbangan air dalam tubuhnya melalui sistem ekskresi,
insang, dan pencernaan.

22

Pembagian Ekosistem Air Tawar

Secara umum, ekosistem air tawar dibagi ke dalam dua bagian yakni:
1.Ekosistem lentik atau air tenang.
2.Ekosistem air yang mengalir atau lotik.
Ekosistem Lentik

Ekosistem air tenang ini mencakup beberapa ekosistem antara lain danau
dan juga rawa. Untuk danau sendiri, kembali dibagi ke dalam 4 wilayah
yakni:
1. Wilayah Litoral. Titik ini adalah wilayah danau yang dangkal dimana
cahaya menembus kedalaman air secara optimal. Suhu airnya
lumayan hangat sebab berdekatan dengan tepi danau. Pada wilayah
ini diketemukan tumbuhan air dengan akar dimana bagian daunnya
mencuat ke permukaan air.
2. Wilayah Limnetik. Adalah wilayah danau yang agak jauh dari tepi
danau namun airnya masih bisa ditembus oleh cahaya matahari.
Wilayah danau yang satu ini banyak dihuni oleh fitoplankton juga
ganggang dan cynobakteri.

23

3. Wilayah Profundal. Merupakan wilayah danau dengan tingkat


kedalaman yang tinggi dan biasa disebut wilayah afotik. Wilayah ini
banyak dihuni cacing juga beragam jenis mikroba.
4. Wilayah bentik. Daerah ini berada di titik paling dasar dari danau dan
di tempat ini terdapat beragam bentos juga sisaorganisme-organisme
yang telah mati.

Ekosistem Lotik

Yakni ekosistem air tawar yang airnya mengalir. Salah satu contoh
ekosistem ini adalah sungai. Sungai sendiri diartikan sebagai suatu badan
air dimana air tersebut mengalir ke suatu titik yang lebih rendah. Air
pada sungai mengandung sedikit makanan dan sedimen. Aliran air pada
sungai membuat komposisi oksigen di dalam airnya lebih tinggi.
Organisme yang mendiami sungai sedikit terbatas jika dibandingkan
dengan danau. Hal ini disebabkan oleh airnya yang mengalir sehingga
menyulitkan organisme semacam plankton untuk berdiam diri di
dalamnya. Sungai sendiri dibagi ke dalam 3 wilayah yakni sungai, anak
sungai dan wilayah hilir. Masing-masing area ini dihuni oleh jenis ikan
yang berbeda. Misalnya saja pada anak sungai dijumpai ikan air tawar,
sedangkan pada hilir sering dijumpai ikan lele juga ikan gurame. Untuk
sungai dengan ukuran yang besar bisa juga ditemukan adanya buaya, ular
juga kura-kura.
Saling Ketergantungan antara komponen biotik dan komponen abiotik

24

Pengaruh air terhadap makhluk hidup. Air sangat berguna bagi makhluk
hidup. Pada ekosistem ini air berfungsi sebagai tempat hidup atau
berkembangbiak makhluk hidup di dalamnya. Air juga sangat
dibutuhkan oleh manusia dan hewan untuk minum dsb.
Saling Ketergantungan antara produsen, konsumen dan pengurai.
Dalam ekosistem ini terdapat makhluk hidup sangat kecil yang disebut
plankton. Plankton ada yang berklorofil dehingga dapat berfotodintesis
seperti tumbuhan. Plankton inilah yang berperan sebagai produsen
utama dan disebut fitoplankton. Fitoplankton akan dimakan oleh
zooplankton dan ikan-ikan herbivore (konsumen tingkat pertama).
Sementara itu, zooplankton dan ikan-ikan herbivore akan dimakan oleh
ikan-ikan karnivora (konsumen tingkat kedua), dan seterusnya. Ikanikan yang mati akan diuraikan oleh pengurai. Sehingga membentuk
rantai makanan.

25

VI.

HASIL PRAKTIKUM
Praktikum dilakukan di salah satu Kamar Mandi Kampus Kesehatan
Lingkunagn Surabaya. Pada hari Jumat, 06 September 2013 pada Pukul
10.53 WIB. Dengan sampel Air tawar yang ada di bak mandi.
Berikut adalah bukti praktikum yang dilakukan:

Data Yang di dapatkan :


1. Suhu : 29o C
2. pH : 7
3. Komponen Biotik
Jentik nyamuk
Lumut
Organisme yang berukuran mikroskopis (tetapi dalam praktikum ini
tidak diteliti lebih lanjut)
4. Komponen abiotik
Udara
Pasir
Penyinaran matahari yang cukup baik melalui ventilasi

VII.

KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah dilakukan kita dapat mengetahui
macam-macam ekosistem di lingkunagn sekitar kita. Terutama untuk
ekosistem air tawar, karena praktikum ini mengenai ekosistem air tawar.

26

Dan juga dalam kehidupan sehari-hari kita banyak membutuhkan air


tawar.
Dapat mengetahui komponen-komponen biotik dan abiotik dalam
ekosistem air tawar serta interaksi antara komponen-komponen tersebut.

VIII.

SARAN
Demi kelestarian ekosistem air tawar sebaiknya kita selalu
menjaga kebersihan. Karena air tawar termasuk kebutuhan yang sangat
penting dalam kehidupan kita. Jika sampai air tersebut tercemar maka kita
akan sulit mendapatkan air bersih dan juga akan mempengaruhi
komponen-komponen yang ada di dalamnya, misalnya ikan-ikan akan
mati jika air tersebut tercemar limbah.

Jika salah satu komponen

terganggu maka komponen-komponen yang lain juga akan terganggu


karena antara komponen yang satu dengan lainnya saling berhubunagn
erat. Karena itu penting sekali menjaga kelestarian ekosistem air tawar ini.

27

IX.

DAFTAR PUSTAKA
Anggun, narulita. 2012.Organisme pada Ekosistem air
tawar.http://narulitanggun.blogspot.com/2012/10/organisme-pada-ekosistemair-tawar.html?m=1 tanggal 30 Oktober 2012

Anonim A.2008.Ekosistem
Darat.http://sumbermakalah.blogspot.com/2008/12ekosistem-darat.html?m=1
tanggal 29 Desember 2008
Anonim B. 2013.Mengenal Ekosistem Air Tawar. http://ekosistemekologi.bolgspot.com/2013/02/mengenal-ekosistem-air-tawar.html?m=1
Budi Astutik, Ririn. 2012.Makalah Ekosistem.
http://riensetiawan.wordpress.com/2012/12/11/makalah-ekosistem/ tanggal
11 Desember 2012

Lutfi, Mikrajiddin dan Saktiyono. 2007. IPA TERPADU SMP dan


MTS.Jakarta: Penerbit Erlangga.
Siska.2013. Makalah ekologi dan ekosistem.
http://siskamelani.blogspot.com/2013/05/makalah-ekologi-danekosistem.html?m=1 tanggal 05 Mei 2013

28