Anda di halaman 1dari 51

Pembimbing :

Prof .dr. Djoko Simbardjo, Sp . OT


Laporan kasus
Fraktur os Tibia Proximal

Case File_Case File_Case File_Case File


Bedah RSIJ Cempaka Putih
Bangsal Marwah Atas
Sabtu, 19 April 2014

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

Identitas Pasien

Nama
Umur
Jenis kelamin
Alamat
Pendidikan
Pekerjaan
Agama
Suku
Tanggal masuk
Nama RM
Bangsal

: Ny. S
: 41 Tahun
: Perempuan
: Jl. Cempaka Baru Kec. Kemayoran
: SMA
: Ibu Rumah Tangga
: Islam
: Jawa
: 24 Februari 2014
: 00 82 85 77
: Marwah Atas
LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

AUTOANAMNESIS : 25 Februari 2014

KU : Nyeri dan sulit menggerakkan


tungkai sebelah kiri setelah
terjatuh dari motor.
KT : Bengkak pada tungkai bawah sebelah
kiri
LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

R. TERAPI

Riwayat Perjalanan Penyakit


Pasien Masuk Rumah Sakit
24 Feb 14

Wanita Usia 41 tahun

Pasien lutut
mengaku
tidak
terdapat
Pasien mengaku
kirinya
mengalami
luka robek
atauke
luka
terbuka
di
benturan
karena
terjatuh
aspal

Pasien
dan
tertiban
merasakan
kakinya tidak
Pasien mengalami
kaki
kiri.
motornnya.
membaik dan semakin sakit jika
kecelakaan motor
dan
Pusing lututnya
[-]
Pasien
mengeluh
bengkak
digerakkan
dan sulitdan kesulitan dalam
terjatuh tertimpa
motornya.

Muntah
[
]
berdiri.
berdiri , dan juga saat berjalan.
Posisi pasienuntuk
terjatuh
Mual [ lutut
- ] sebelah
Setelahterjatuh
kiri
Dan
terasa
datang
sakit
ke RSIJ Cempaka Putih
kesebelahkiri.
BAK & tetapi
BAB normal
jika
digerakkan,
masih dapat
untuk
digerakkan.
memeriksakan
Tungkai kirinya tertiban
Pasien mengalami benturan kepala , tetapi pasien
motor.
menggunakan Helm.

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

Anamnesa (alloanamnesa)
RPD

Riwayat trauma sebelumnya disangkal

RPK

Darah tinggi disangkal


Kencing manis disangkal
Penyakit jantung koroner disangkal

Riwayat
Pengobatan

Belum berobat ke dokter saat terjatuh dari motor, pasien


langsung menuju IGD RSIJ Cempaka Putih saat terjatuh
dari motor.

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

Anamnesa (alloanamnesa)
R. Operasi
R.Alergi

Pasien tidak
sebelumnya.

pernah

mendapat

tindakan

operasi

Pasien mengaku tidak memiliki alergi terhadap makanan,


minuman dan obat-obatan

Riwayat

Psikososial

Pasien mengaku tidak meminum Alkohol.


Pasien mengaku tidak menggunakan Narkoba.

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

PEMERIKSAAN
FISIK

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

PRIMARY SURVEY
Airway

CLEAR

Breathing
Circulation
Disability

RR = 20x / menit

TD = 120/80 mmHg
Nadi = 84x / menit
GCS = E4 M6 V5 = 15
Pupil Isokor [+/+]
Refleks Cahaya [+/+]

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

STATUS LOKALIS
REGIO TIBIA PROXIMAL DEXTRA
LOOK

FEEL

MOVE

Tidak tampak robek dan deformitas


Tampak hematom [swelling & kemerahan]

Teraba hematom [+],


Hematom teraba hangat / kalor [+],
Nyeri tekan setempat [+]
Akral teraba hangat [+], CRT < 2
Pulsasi arteri dorsalis pedis [+]

Nyeri gerak aktif & pasif terbatas


Nyeri saat digerakkan [+]
LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

STATUS GENERALIS
OS tampak sakit sedang

Composmentis

Kesadaran
umum

Kesadaran

Tanda Vital
DI BANGSAL MARWAH ATAS

Suhu

360 C

Nadi

80 x/ menit, pulsasi
reguler & kuat angkat

Pernapasan
TD

20 x/menit, reguler
120/80 mmHg
LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

STATUS GENERALIS
kepala

Bentuk normochepal
Rambut : Hitam, terdistribusi merata.
Tidak ada bekas luka .

Leher

Kaku kuduk [-]


Krepitasi [-]
Pembesaran Kelenjar Getah Bening [-]

Mata

Cekung (-/-), Edema palpebra (-/-), konjungtiva anemis (-/-),


sklera ikterik (-/-), reflek cahaya (+/+), alis mata madarosis(-/).

Hidung

pernapasan cuping hidung (-) , epitaksis (-), sekret (-),


deviasi septum (-).
LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

Telinga
Mulut

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

Normotia, serumen (-) , sekret (-),


bibir sianosis (-), lidah kotor (-), lidah tremor (-),
faring hiperemis (-), tonsil T1/T1, gigi geligi: normal

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

Pemeriksaan fisik Status generalis

Paru-paru

Jantung

I : pengembangan dada simetris, retraksi dada (-/-)


P : gerak dada simetris, vokal fremitus +/+
P : sonor pada kedua batas paru
A : vesikuler ka/ki, Rh (-)/(-), Wz (-)/(-)

I : iktus kordis tidak tampak


P : iktus kordis teraba di ICS 5 LMCS Sinistra
P : Batas atas : ICS III linea parasternalis sinistra
Batas kanan : ICS IV linea sternalis dextra
Batas kiri
: ICS V LMCS
A : bunyi jantung SI SII murni, regular, murmur (-),
gallop (-)

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

Pemeriksaan fisik Status generalis abdomen

Abdomen

I : Tanda inflamasi (-), datar (+), distensi (-), sikatrik (-),


massa (-)
A : Bising Usus 20x/menit
P : Defans muskular (-), nyeri tekan (-), tidak teraba
massa (-), hepar dan lien tidak teraba membesar.
P : Timpani diseluruh lapang abdomen

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

Ekstremitas Atas

I : kuning (-), petekie (-/-), sianosis (-/-), pucat(-/-)


P : akral hangat, RCT < 2 dtk, edema (-)/(-)

Ekstremitas Bawah

I : kuning (-), petekie (-/-), sianosis (-/-), pucat(-/-)


P : akral hangat, RCT < 2 dtk, edema (-)/(-)

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG


Laboratorium
Hematologi Lengkap
Hemoglobin

13,3

g/dL

13.2 17.3

16,04 []

ribu/L

3.80 10.60

Basofil

01

Eosinofil

24

Neutrofil
Batang

35

Neutrofil
Segmen

77

50 70

Jumlah Leukosit

Hitung jenis

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

Limfosit

L 20

25 40

Monosit

H9

28

LED

H 15

mm

0 10

Jumlah
Trombosit

363

ribu/L

150 440

Hematokrit

41

40 52

L 3.92

10

4,40 5,90

MCV

91

Fl

80 100

MCH

31

Pg

26 34

MCHC

34

g/dL

32 36

PT

10.1

Detik

9,8 12,6

APTT

35.0

Detik

31.0 47,0

GDS

84

g/dl

70 110 mg/dl

Eritrosit

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

SGOT

35

U/L

10 - 34

SGPT

47

U/L

9 43

Ureum

24

Mg/dL

10 50

Kreatinin

0.4

Mg/dL

< 1,4

Asam Urat

4,9

Mg/dL

3,0 7,0

Na

137

mEq/L

135 147

4.0

mEq/L

3,5 5,0

Cl

95

mEq/L

94 -111

Negatif

negatif

negatif

HbsAg

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG RADIOLOGI

Alignment dan Aposisi


(alignment dan aposisi os
tibia baik)

B
C
S

Bone (terdapat
diskontinuitas tulang
(fraktur) os Tibia
Proksimal dekstra, os
femur, patella dan fibula
baik
Cartilago (cartilago
intraartikuler baik)

Soft tissue (Baik)

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

RESUME
Seorang wanita berusia 41 tahun , Pasien mengalami kecelakaan
motor dan terjatuh tertimpa motornya, Posisi pasien terjatuh
kesebelah kiri, Tungkai kirinya tertimpa motor. Pasien mengaku
lutut kirinya mengalami benturan karena terjatuh ke aspal
,Pasien mengeluh lututnya bengkak dan sulit untuk berdiri.
Setelah terjatuh lutut sebelah kiri terasa sakit jika digerakkan,
tetapi masih dapat digerakkan. Pasien mengalami benturan
kepala , tetapi pasien menggunakan Helm.

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

PRIMARY SURVEY
Airway

CLEAR

Breathing
Circulation
Disability

RR = 20x / menit

TD = 120/80 mmHg
Nadi = 84x / menit
GCS = E4 M6 V5 = 15
Pupil Isokor [+/+]
Refleks Cahaya [+/+]

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

STATUS LOKALIS

REGIO TIBIA PROXIMAL DEXTRA


LOOK

FEEL

MOVE

Tidak tampak robek dan deformitas


Tampak hematom [swelling & kemerahan]

Teraba hematom [+],


Hematom teraba hangat / kalor [+],
Nyeri tekan setempat [+]
Akral teraba hangat [+], CRT < 2
Pulsasi arteri dorsalis pedis [+]

Nyeri gerak aktif & pasif terbatas


Nyeri saat digerakkan [+]
LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

STATUS GENERALIS
OS tampak sakit sedang

Composmentis

Kesadaran
umum

Kesadaran

Tanda Vital
DI BANGSAL MARWAH ATAS

Suhu

360 C

Nadi

80 x/ menit, pulsasi
reguler & kuat angkat

Pernapasan
TD

20 x/menit, reguler
120/80 mmHg
LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

STATUS GENERALIS
kepala

Bentuk normochepal
Rambut : Hitam, terdistribusi merata.
Tidak ada bekas luka .

Leher

Kaku kuduk [-]


Krepitasi [-]
Pembesaran Kelenjar Getah Bening [-]

Mata

Cekung (-/-), Edema palpebra (-/-), konjungtiva anemis (-/-),


sklera ikterik (-/-), reflek cahaya (+/+), alis mata madarosis(-/).

Hidung

pernapasan cuping hidung (-) , epitaksis (-), sekret (-),


deviasi septum (-).
LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

Telinga
Mulut

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

Normotia, serumen (-) , sekret (-),


bibir sianosis (-), lidah kotor (-), lidah tremor (-),
faring hiperemis (-), tonsil T1/T1, gigi geligi: normal

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

Pemeriksaan fisik Status generalis

Paru-paru

Jantung

I : pengembangan dada simetris, retraksi dada (-/-)


P : gerak dada simetris, vokal fremitus +/+
P : sonor pada kedua batas paru
A : vesikuler ka/ki, Rh (-)/(-), Wz (-)/(-)

I : iktus kordis tidak tampak


P : iktus kordis teraba di ICS 5 LMCS Sinistra
P : Batas atas : ICS III linea parasternalis sinistra
Batas kanan : ICS IV linea sternalis dextra
Batas kiri
: ICS V LMCS
A : bunyi jantung SI SII murni, regular, murmur (-),
gallop (-)

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

Pemeriksaan fisik Status generalis abdomen

Abdomen

I : Tanda inflamasi (-), datar (+), distensi (-), sikatrik (-),


massa (-)
A : Bising Usus 20x/menit
P : Defans muskular (-), nyeri tekan (-), tidak teraba
massa (-), hepar dan lien tidak teraba membesar.
P : Timpani diseluruh lapang abdomen

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

Ekstremitas Atas

I : kuning (-), petekie (-/-), sianosis (-/-), pucat(-/-)


P : akral hangat, RCT < 2 dtk, edema (-)/(-)

Ekstremitas Bawah

I : kuning (-), petekie (-/-), sianosis (-/-), pucat(-/-)


P : akral hangat, RCT < 2 dtk, edema (-)/(-)

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG


Laboratorium
Hematologi Lengkap
16,04 []

ribu/L

3.80 10.60

Limfosit

L 20

25 40

Monosit

H9

28

LED

H 15

mm

0 10

L 3.92

10

4,40 5,90

SGOT

35

U/L

10 - 34

SGPT

47

U/L

9 43

Jumlah Leukosit

Eritrosit

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG RADIOLOGI

Alignment dan Aposisi


(alignment dan aposisi os
tibia baik)

B
C
S

Bone (terdapat
diskontinuitas tulang
(fraktur) os Tibia
Proksimal dekstra, os
femur, patella dan fibula
baik
Cartilago (cartilago
intraartikuler baik)

Soft tissue (Baik)

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

Dari hasil anamnesa ,pemeriksaan fisik & pem. Penunjang


didapatkan :

Diagnosa Kerja :
Closed Fracture Tibia Plateau sinistra Schatzker I
Berdasarkan AO surgery reference : PURE SPLIT FRACTURE LATERAL

PLATEU SCHATZKER I

Differential Diagnosis :

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

Penatalaksanaan

IVFD
Analgetik, Antibiotik, ATS
Immobilisasi Fraktur Tibia Proksimal
Rencana Operatif

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

Rencana Pembedahan/Operatif
Jenis Tindakan Bedah :
ORIF SCREW [ Open Reduction and Internal Fixation ]

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

a. Pure
lateralsplit
plateau
split fracture
(41-B1)
fixed with
lag screws only,
Pure
fractures
(41-B1)
maymay
be be
treated
by immediate
provided
there isfixation.
good boneInquality.
lag screw
order to ascertain anatomical

reduction, arthroscopic control may be useful [22]. Two

b. Two 6.5 mm cancellous bone screws may be inserted percutaneously with or


large cancellous bone screws with washers are used for
without arthroscopic control of the reduction. A third cortex lag screw may be
fixation.
A third
screwatwith
washer
is recommended in
applied
in a buttress
function
the tipa of
the fragment.

an antiglide position.

Sumber : T.P Ruedi, R.E. Buckley,C.G.Moran [AO Principles of Fracture Management]


LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia ProximalUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

LAPORAN PEMBEDAHAN
Jenis Tindakan Bedah :
Di Fiksasi dan antisepsis daerah operasi.
Insisi lateral approach proximal lateral tibia
Identifikasi , tampak fraktur pada tibia
Reduksi dan fikasasi dengan screw dash washer
Lokasi dijahit
Operasi selesai

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia Proximal


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

Tinjauan Pustaka

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

TIBIAL FRACTURES

Most common long bone fracture


492.000 fracture yearly
Average 7.4 day hospital stay
100.000 non unions per year

Sumber : Orthopaedia Trauma Association


LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia ProximalUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

DEMOGRAPHICS

1 % of all fractures
8 % of all fractures in the elderly
Lateral plateau involved 55-70%
Medial plateau invoved 10-20%
Both involved 10-30%

Sumber : Sports Medicine Consults


LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia ProximalUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

T YPES
Articular (Hohl and Moores classification)
Plateau fracture
Fracture Dislocation

Nonarticular

Sumber : Orthopaedia Trauma Association


LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia ProximalUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

T YPES PL ATEAU FRACTURE

Minimally
displaced

Total condylar
depression

Local
compression

Split
compression

Bicondylar fracture
Sumber : Orthopaedia Trauma Association

LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia ProximalUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

FRACTURE DISLOCATION
Split fracture
Entire condyle fracture
Rim avulsion fracture (involves lateral condyle, associated with
capsular tears and vascular injuries)
Tim compression type (unstable associated with avulsion of
cruciates)
Four part fracture (unstable with collateral avulsed and
neurovascular injuries)

Sumber : Orthopaedia Trauma Association


LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia ProximalUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

Mechanism of Injury
Can have both shear and compressive forces
Valgus or varus force Split
Axial load
depression
Combine force
split/depression (80%)

Higher velocity (bumper fracture) leads to an


increase
Comminution
Displacement
Soft tissue injury
Sumber : Orthopaedia Trauma Association
LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia ProximalUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

Evaluation
Trauma Evalution

ABCs
Associated Injuries

Evaluation of Limb

Gentle exam for knee stability


Observation of soft tissues
Neurovascualar evaluation
Evaluate for compartmental syndrome

Imaging Evaluation
Sumber : Browner and Jupiter, Skeletal Trauma, 3rd Ed.
LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia ProximalUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

Physical Examination
Neurological Exam
Peroneal nerve sepecially with valgus force
R/O compartment syndrome with severe injuries

Vascular Exam
Palpable pulses do not exclude injury

Sumber : Orthopaedia Trauma Association


LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia ProximalUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

Physical Examination
Soft Tissue Assesment
Tscherne & Goetzen (Closed Injury)
Gustillo & Anderson (Open Injury)

Sumber : Orthopaedia Trauma Association


LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia ProximalUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

T SCHERNE & G OETZEN


C L O S E D F R A C T U R E D C L A S S I F I C AT I O N

Grade 0
Minimal soft tissue injury
Simple fracture pattern
Grade 1
Superficial abrasion
Mild to moderate fracture pattern
Grade 2
Deep abrasion
Imoending compartment syndrome
Severe fracture pattern
Grade 3
Extensive
Severe fracture pattern
+/- vascular Injury
Sumber : Orthopaedia Trauma Association
LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia ProximalUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

IDENTITAS

ANAMNESIS

RESUME

DIAGNOSIS

PERTANYAAN

DAFTAR PUSTAKA

PEMERIKSAAN FISIK
R. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
R. TERAPI

G USTILLO- A NDERSON
O P E N F R A C T U R E C L A S S I F I C AT I O N
Grade I Wound < 1 cm
Grade II Wound 1 10 cm
Grade III Wound > 10 cm

Sumber : Orthopaedia Trauma Association


LAPORAN KASUS , Fraktur os Tibia ProximalUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

Daftar pustaka

Mahummad A., 2008., Benigna Prostate Hiperplasia.,


http://ababar.blogspot .com/2008/12/benigna-prostatehyperplasia.html., 3 Maret 2009
Purnomo, Basuki B. Hiperplasia prostat dalam: Dasar
dasar urologi., Edisi ke 2. Jakarta: Sagung Seto. 2003. p.
69 85
Sjamsuhidayat R, Wim de Jong. Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi
2. Jakarta : EGC, 2004. pp. 782-786

Wass
Terima kasih