Anda di halaman 1dari 16

PKRS PENATALAKSANAAN PASIEN STROKE DENGAN KONSTIPASI

DI RUANG SERUNI (STROKE) RSUD DR.SOETOMO SURABAYA

KELOMPOK X

DISUSUN OLEH :
RONALD REYNALDO C.KONTJO
ROSMA
NI MADE SINTIAWATI
MERCY FRANSISKA DOMU
SARLOTA TULAK

BEKERJA SAMA DENGAN TIM PKRS RUANG SERUNI


IRNA MEDIK RSUD DR.SOETOMO SURABAYA

AKADEMI KEPERAWATAN BALA KESELAMATAN PALU


TAHUN 2014

SATUAN ACARA PENYULUHAN

A. Latar belakang
Stroke merupakan suatu kondisi ketika peredaran darah yang menuju ke otak terganggu
dan secara tiba-tiba, Hal ini dapat menyebabkan reaksi biokimia yg merusak atau mematikan
sel-sel saraf dalam otak, Sehingga jaringan yang dikendalikan oleh otak ikut terganggu.
Penyebab penyakit stroke bermacam-macam seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes
mellitus, hiperklesterolemia, obesitas dan merokok.
Pada pasien stroke memiliki tirah baring lama dan yang kurang minum air ataupun yang
kurang makan sayur dan buah-buahan karena terjadi gangguan pada system saraf dan gerak
akan mengakibatkan konstipasi. Seluruh pasien stroke yang memiliki tirah baring lama dan
yang kurang minum air ataupun yang kurang makan sayur dan buah-buahan beresiko
mengalami konstipasi. Penyuluhan mengenai penatalaksanaan konstipasi sangat diperlukan
bagi keluarga yang mendampingi pasien selama dirawat baik dirumah sakit maupun dirumah.
Oleh karena itu, solusi konstipasi yang terjadi pada pasien stroke dengan memakan
makanan yang berserat tinggi serta minum air secukupnya dan olahraga secara teratur untuk
menangani konstipasi pada pasien stroke.
B. Judul
Penyuluhan tentang penatalaksaan pasien stroke dengan konstipasi
C. Sasaran
Keluarga pasien di Ruang Seruni (stroke) RSUD Dr.Soetomo
D. Tujuan
1. Tujuan Intruksional Umum (TIU)
Setelah dilakukan penyuluhan, keluarga diharapkan dapat memahami tentang
penatalaksanaan pasien stroke dengan konstipasi
2. Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah penyuluhan 1 x 30 menit, keluarga diharapkan mampu :

a) Menyebutkan tentang pengertian konstipasi


b) Menyebutkan tentang penyebab konstipasi
c) Menyebutkan tentang tanda dan gejala konstipasi
d) Menyebutkan tentang komplikasi konstipasi
e) Menyebutkan tentang penatalaksanaan konstipasi
f) Menyebutkan tentang pencegahan konstipasi
g) Menyebutkan tentang penanganan dan pengobatan konstipasi

E. Materi Penyuluhan
Materi tentang konstipasi
1. Pengertian Konstipasi
2. Penyebab Konstipasi
3. Tanda dan Gejala konstipasi
4. Komplikasi Konstipasi
5. Penatalaksanaan Konstipasi
6. Pencegahan Konstipasi
7. Penanganan dan pengobatan Konstipasi

F. Metode
1. Metode yang digunakan adalah ceramah dan Tanya jawab yang dilakukan di ruang
pertemuan seruni (stroke) RSUD Dr.Soetomo Surabaya. Penyuluhan dilakukan oleh
mahasiswa DIII Akademi Keperawatan Bala Keselamatan Palu. Waktu penyuluhan
adalah jam 10.00-11.00 WIB.
2. Pengorganisasian
Pembimbing klinik

: Upit Natalina S.Kep,NS.

Moderator

: Mercy Fransiska Domu

Penyaji

: Rosma

Observer & Notulen

: Ni Made Sintiawati

Fasilitator

: Ronald Reynaldo C.Kontjo & Sarlota Tulak

G. Pelaksanaan
Tahap dan

Penyuluh

Peserta

Pelaksana

Waktu
Pendahuluan
5 menit

Pembukaan :
1. Mengucapkan salam dan
perkenalan diri
2. Menjelaskan kontrak
waktu dan mekanisme
penyuluhan

1. Menjawab salam dan


memfokuskan perhatian
pada penyuluh
2. Mendengarkan kontrak
kegiatan penyuluhan
3. Mendengarkan tujuan

3. Menjelaskan tujuan dari

dari penyuluhan

kegiatan penyuluhan

4. Mendengarkan topic

4. Menyebutkan materi
penyuluhan yang akan
diberikan
5. Membagikan soal pre test

Moderator

materi yang akan


disampaikan
5. Peserta mengerjakan
soal pre test

dan memberi kesempatan


peserta untuk mengerjakan
Kegiatan inti 1. Menjelaskan tentang
20 menit

1. Peserta mendengarkan

pengertian, penyebab,

penjelasan tentang

Tanda dan gejala,

pengertian, penyebab,

komplikasi,

tanda dan gejala,

penatalaksanaan,

komplikasi,

pencegahan, penanganan

penatalaksanaan,

dan pengobatan

pencegahan,

konstipasi

penanganan dan

Penyaji

pengobatan konstipasi

Penutup

Evaluasi :

10 menit

1. Memberikan kesempatan

1. Peserta mengajukan
pertanyaan tentang

untuk peserta

materi penyuluhan yang

mengajukan pertanyaan

telah disampaikan

2. Menjawab pertanyaan
yang diajukan oleh

2. Mendengarkan jawaban
dari penyaji

Moderator

peserta

3. Peserta menjawab

3. Menanyakan kembali

pertanyaan yang

materi yang disampaikan


4. Menyimpulkan materi

diberikan penyuluh
4. Peserta mendengarkan

yang telah disampaikan

kesimpulan materi yang

5. Membagikan soal post


test dan memberi

disampaikan
5. Peserta mengerjakan

kesempatan peserta untuk


mengerjakan

soal post test


6. Peserta penyuluhan

6. Membagikan leaflet

menerima leaflet

kepada peserta

tentang materi

penyuluhan

penyuluhan

7. Menutup kegiatan

7. Menjawab salam

penyuluhan dengan

penutup

memberikan salam
penutup

H. Sarana
Sarana yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan tentang penatalaksanaan pasien stroke
dengan konstipasi adalah LCD proyektor dan leaflet.

I. Evaluasi
1. Evaluasi isi
a. Seluruh materi tersampaikan kepada peserta penyuluhan
2. Evaluasi proses
a. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
b. Peserta mendengarkan dan memperhatikan materi penyuluhan
c. Pelaksanaan kegiatan sesuai rundown
d. Pengorganisasian berjalan sesuai dengan job description
3. Evaluasi hasil
a. 90 % peserta hadir mengikuti penyuluhan
b. Peserta mengikuti kegiatan penyuluhan sesuai dengan mekanisme yang dilaksanakan
c. Ada peningkatan skor post test

Jumlah Jawaban Benar Secara Keseluruhan x 100 %


Jumlah Peserta

MATERI PKRS
PENATALAKSANAAN PASIEN STROKE DENGAN KONSTIPASI

A. Pengertian
Konstipasi adalah kelainan pada sistem pencernaan di mana seorang manusia (atau
hewan) mengalami pengerasan feses yang sulit untuk dibuang yang dapat menyebabkan
kesakitan hebat pada penderitanya. Konstipasi dapat disebabkan oleh pola makan, hormon,
akibat samping obat-obatan, dan juga karena kelainan anatomis. Konstipasi juga dapat di
artikan masalah pada pencernaan yang umum terjadi. Pada orang dengan konstipasi sering
mengalami sensasi pergerakan pada usus dan sulit buang air besar. Orang yang buang air
besar lebih sedikit dari tiga kali seminggu dengan tinja yang cenderung kering ada
kemungkinan mengalami konstipasi. Konstipasi hebat di sebut juga Obstipasi.

B. Penyebab
Konstipasi dibagi menjadi dua jenis, yakni konstipasi primer dan sekunder. Konstipasi
primer merupakan konstipasi fungsional atau tidak ditemukannya kelainan organik di dalam
tubuh setelah dilakukannya pemeriksaan. Sedangkan konstipasi sekunder biasanya
disebabkan penyakit lain. Kebanyakan orang mengira kurang serat sebagai penyebab utama
konstipasi. Padahal ada banyak pemicu sembelit, mulai dari gaya hidup, obat-obatan, sampai
komplikasi penyakit. Berikut beberapa di antaranya.

1. Kurang cairan
Kurang mengonsumsi cairan bisa menyebabkan tinja menjadi keras sehingga sulit
dikeluarkan. Minumlah sedikitnya 8 gelas cairan sehari.

2. Cokelat
Ada beberapa studi yang mengaitkan antara cokelat dengan terjadinya sembelit meski
pada beberapa orang konsumsi cokelat justru membantu melancarkan BAB. Bila Anda
termasuk penggemar cokelat, Anda bisa mulai menguranginya.

3. Kehamilan dan persalinan

Konstipasi termasuk masalah yang sering dikeluhkan ibu hamil. Biasanya kondisi ini
masih akan terus berlanjut pasca persalinan. Gangguan BAB ini terjadi karena
melemahnya otot-otot perut atau efek samping dari obat pereda nyeri.

4. Terlalu banyak makan daging


Pola makan yang rendah serat dan tinggi lemak seperti daging, telur atau keju bisa
membuat proses pencernaan menjadi lebih lambat. Karena itu penuhi pula kebutuhan
tubuh akan serat dengan mengonsumsi cukup sayuran dan buah.

5. Vitamin
Vitamin secara umum tidak akan menyebabkan konstipasi, tetapi beberapa jenis
komponen seperti kalsium dan zat besi bisa jadi pemicu terrjadinya konstipasi.

6. Pereda nyeri dan antidepresan


Penelitian menunjukkan, orang yang sering mengalami sembelit kebanyakan adalah
pengguna obat pereda nyeri dalam jangka panjang

7. Hipotiroid
Hipotiroid atau tidak aktifnya kelenjar tiroid akan memperlambat proses metabolik tubuh
dan usus. Tidak semua penderita hipotiroid akan mengalami konstipasi namun biasanya
dokter akan meminta pasien konstipasi kronik untuk mengecek kadar tiroidnya.

8. Diabetes
Diabetes yang tidak dikendalikan bisa menyebab kerusakan saraf yang berpengaruh pada
kemampuan tubuh mencerna makanan.

9. Kurang olahraga
Gaya hidup kurang tang bergerak juga bisa memicu konstipasi. Lakukan aktivitas fisik
minimal 30 menit setiap hari.

Sejumlah faktor yang menyebabkan antara lain :

Kekurangan cairan atau dehidrasi

Kekurangan serat pada makan

Perubahan gaya hidup atau rutinitas, termasuk hamil, penuaan

Sering menggunakan atau penyalahgunaan obat nyeri

Masalah pada usus besar dan dubur, seperti penyumbatan pada usus

Kerusakan pada kulit dubur dan ambeien

Hilangnya kadar garam di dalam tubuh karena muntah atau diare

Cedera saraf spinalis yang mempengaruhi system saraf otonom

Kondisi dinding usus yang tidak memiliki saraf

C. Tanda dan gejala


Tanda dan gejala konstipasi antara lain:

Buang air besar lebih sedikit dari tiga kali seminggu

Sulit buang air besar

Tekanan pada perut yang menyiksa saat terjadinya pergerakan pada usus

Perasaan terjadi penyumbatan pada dubur

Perasaan tidak selesai setelah buang air besar

D. Komplikasi
Konstipasi yang berlangsung lama dapat menyebabkan komplikasi berikut ini :

Hemoroid,

Prolapse rektum,

Fisura ani (luka/lecet pada anus)

Megakolon

E. Penatalaksanaan
Konstipasi atau sembelit merupakan gangguan pencernaan yang sering dialami oleh
sebagian besar orang dan dapat menghambat aktivitas sehari-hari yang dapat juga
mempengaruhi kualitas hidup serta dapat bertambah parah di kemudian hari.

1. Penanganan konstipasi pada pasien stroke di rumah sakit

Merubah posisi pasien setiap 2 jam dengan posisi miring kanan , terlentang atau
miring kiri

Memberikan minum air secukupnya kurang lebih 2 liter/hari pada pasien sadar,
pada pasien tidak sadar harus sesuai instruksi dokter

Memakan makanan yang diberikan yang kaya serat seperti sayuran dan buahbuahan yang diberikan oleh rumah sakit

Memberikan obat sesuai dengan resep dokter

2. Penanganan konstipasi pada pasien stroke di rumah


Penanganan konstipasi pada pasien stroke di rumah harus diberikan oleh keluarga atau
orang terdekat.

Memberikan minum ekstra 2-4 gelas air, gunakan air hangat terutama di pagi hari

Memberikan makanan yang berserat tinggi seperti apel, pisang, alpukat, papaya,
jambu biji merah, jagung, kentang dan sayuran seperti bayam.

Memberikan susu dapat dicoba untuk meningkatkan pergerakan usus.

Jangan menggunakan obat pencahar dengan sembarang tanpa konsultasi dengan


dokter.

Olahraga secara teratur untuk meningkatkan rangsangan di system pencernaan


terutama usus untuk melancarkan buang air besar.

F. Pencegahan

Makan makanan kaya serat

Batasi makanan rendah serat

Minum yang cukup

Rutin berolahraga

Tidak menunda ketika ingin buang air besar

Berhati-hati dalam memilih obat pencahar komplikasi

G. Penanganan dan Pengobatan


Tahap awal penanganan konstipasi yang ringan adalah dengan perubahan pola hidup.
Sebagian besar kasus konstipasi dapat membaik dengan perubahan pola hidup seperti diet
tinggi serat dan olah raga. Apabila tidak membaik dengan perubahan pola hidup maka

diperlukan pengobatan. Terapi konstipasi bersifat jangka panjang. Apabila buang air besar
dapat kembali normal maka pola hidup sehat harus dilanjutkan untuk mencegah berulangnya
konstipasi.

Terapi Diet dan Perubahan Pola Hidup


Berikut ini adalah beberapa tips diet dan pola hidup sehat yang dapat mengurangi
konstipasi Diet tinggi serat. Diet dengan jumlah serat minimal 20-35 gram sehari
dapat membantu melunakkan tinja dan mengurangi konstipasi

Olah raga teratur


Aktivitas fisik dapat membantu menstimulasi aktivitas saluran pencernaan kita. Olah
raga yang teratur dapat membantu mengatasi susah buang air besar. Sebaliknya
sedentary life atau kurang aktivitas meningkatkan risiko susah buang air besar.

Biasakan ke toilet setiap pagi


Cobalah membiasakan diri duduk di toilet setiap pagi, terutama setelah sarapan pagi,
selama 10-15 menit. Cara tersebut perlu anda coba meskipun anda belum ingin buang
air besar. Dan jangan mengabaikan rasa/sensasi ingin buang air besar.

LEMBAR OBSERVASI PELAKSANAAN PENYULUHAN

PENATALAKSANAAN PASIEN STROKE DENGAN KONSTIPASI DI RUANG


SERUNI (STROKE) RSUD DR.SOETOMO SURABAYA

KEGIATAN MAHASISWA
Pembukaan :

KET

KEGIATAN PESERTA

KET

1. Menjawab salam dan

1. Mengucapkan salam dan

memfokuskan perhatian pada

perkenalan diri

penyuluh

2. Menjelaskan kontrak waktu dan


mekanisme penyuluhan

2. Mendengarkan kontrak waktu


kegiatan penyuluhan

3. Menjelaskan tujuan dari kegiatan


penyuluhan

3. Mendengarkan tujuan dari


penyuluhan

4. Menyebutkan materi penyuluhan


yang akan diberikan

4. Mendengarkan topic materi


yang akan disampaikan

1. Menjelaskan tentang pengertian,

1. Peserta mendengarkan

penyebab, tanda dan gejala,

penjelasan tentang pengertian,

komplikasi, penatalaksanaan,

penyebab, tanda dan gejala,

pencegahan, penanganan dan

komplikasi, penatalaksanaan,

pengobatan konstipasi

pencegahan, penanganan dan

2. Memberikan kesempatan untuk


peserta mengajukan pertanyaan
3. Menjawab pertanyaan yang
diajukan oleh peserta

pengobatan konstipasi
2. Peserta mengajukan pertanyaan
tentang materi penyuluhan yang
telah disampaikan
3. Mendengarkan jawaban dari
penyaji

Evaluasi :

1. Peserta menjawab pertanyaan

1. Menanyakan kembali materi yang


disampaikan

2. Peserta

2. Menyimpulkan materi yang telah


disampaikan

kesempatan

untuk mengerjakan

kesimpulan

mendengarkan
materi

yang

disampaikan

3. Membagikan soal post test dan


memberi

yang diberikan penyuluh

peserta

3. Peserta mengerjakan soal post


test
4. Peserta penyuluhan menerima

4. Membagikan

leaflet

kepada

peserta penyuluhan
5. Menutup
dengan

kegiatan

leaflet

tentang

materi

penyuluhan
penyuluhan

memberikan

5. Menjawab salam penutup

salam

penutup

Catatan :

DAFTAR HADIR PESERTA PENYULUHAN


PENATALAKSANAAN PASIEN STROKE DENGAN KONSTIPASI DI RUANG SERUNI
(STROKE) RSUD DR.SOETOMO SURABAYA

NO.

NAMA PESERTA

ALAMAT

TTD

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

DAFTAR PERTANYAAN PENYULUHAN


PENATALAKSANAAN PASIEN STROKE DENGAN KOSNTIPASI DI RUANG SERUNI
(STROKE) RSUD DR.SOETOMO

20 NOVEMBER 2014
NO

NAMA

PERTANYAAN

SOAL PRE TEST DAN POST TEST


Berilah tanda silang (X) pada pilihan ganda sesuai jawaban menurut anda !

JAWABAN

1. Apa yang dimaksud dengan konstipasi ?


a. kelainan pada sistem pencernaan di mana seorang manusia mengalami pengerasan
feses yang sulit untuk dibuang yang dapat menyebabkan kesakitan hebat pada
penderitanya
b. gangguan pada system saraf sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan anggota tubuh
c. keadaan dimana seseorang buang air besar terus-menerus dengan tekstur feses cair
2. Salah satu penyebab terjadinya konstipasi adalah
a. Kurangnya makan makanan yang berserat tinggi
b. Olahraga secara rutin
c. Kelebihan minum air
3. Tanda awal terjadi konstipasi adalah.
a. Buang air besar lebih sedikit dari tiga kali seminggu
b. Buang air besar berlebihan sampai 3-4 kali sehari
c. Buang air besar dengan tekstur feses cair
4. Olahraga secara rutin dapat melancarkan buang air besar karena adanya.
a. Stimulus atau rangsangan yang diterima system pencernaan
b. Keringat yang berlebihan
c. Istirahat setelah berolahraga
5. Salah satu penanganan pasien stroke dengan konstipasi di rumah adalah
a. Memberikan obat pencahar tanpa resep atau tanpa konsultasi ke dokter
b. Membiarkan penderita untuk melakukan aktivitas secara mandiri
c. Memberikan makanan yang berserat tinggi seperti apel, pisang, alpukat, papaya,
jambu biji merah, jagung, kentang dan sayuran seperti bayam.