Anda di halaman 1dari 5

ISAAC NEWTON DAN PEMIKIRANNYA

13 Mei 2013 pukul 22:15

ISAAC NEWTON
DAN PEMIKIRANNYA
BY : Ricky RIchard Sehajun

Riwayat Hidup
Isaac Newton dilahirkan pada 25 Desember 1642 di Woolsthorpe-Lincolnshire. Ayahnya juga
bernama Isaac Newton, yang meninggal tiga bulan sebelum kelahiran Newton. Dua tahun
kemudian ibunya, Hannah Ayscough menikah dengan lelaki lain dan meninggalkan Newton dengan
neneknya. Newton merupakan anak yang terpintar di sekolahnya.
Newton mengenyam pendidikan di sekolah The Kings School yang terletak di Grantham. Bulan
Juni tahun 1661, Newton diterima di Trinity College Universitas Cambrige sebagai mahasiswa yang
belajar sambil bekerja. Tahun 1703 diangkat menjadi Presiden Royal Society. Newton tinggal di
Cranbury Park sampai pada wafatnya tahun 1727[1].
Beberapa Filosof yang Berkaitan dengan Isac Newton
Logika berpikir Newton dipengaruhi oleh Filosof Inggris Francis Bacon dan Filosof Perancis
Rene Descartes. Newton juga memiliki hubungan dekat dengan matematikawan Swiss Nicolas Fatio
de Duillier, Fisika Modern Galileo Galilei, Astronom Copernicus, Gottfried Leibniz yang juga pernah
berperkara dengan Newton. Tycho Brahe seorang pengamat tentang perubahan dan kedudukan
planet terhadap matahari dan Astronom Johannes Kepler[2].
Beberapa Karya Newton[3]
Method of Fluxions (1671), De Motu Corporum (1684), Philosophi Naturalis Principia
Mathematica (1687),Opticks (1704) Reports as Master of the Mint (1701-1725), Arithmetica
Universalis (1707), An Historical Account of Two Notable Corruptions of Scripture(1754)
Panorama Pemikiran Isaac Newton
Newton memandang alam semesta sebagai tatanan yang sempurna. Alam memiliki hukum-hukum
dan ukuran tertentu yang tidak bisa diubah. Alam digambarkan sebagaiMesin Raksasa, sedangkan
apa yang terjadi di bumi dan langit, diyakini olehnya memiliki sebab-sebab dalam alam dan dapat
diketahui secara pasti[4]. Newton, dan para ilmuwan sesudahnya, berhasil membebaskan manusia
dari kepercayaan terhadap kekuatan magis alam gaib, sekaligus memenjara manusia dalam
belenggu keyakinan terhadap kekuatanmagis sains. Dalam keyakinan baru ini perhitungan yang
tepat dan canggih secara matematis, dipercaya dapat memberikan kebahagiaan kepada manusia,
sekaligus bisa membuat manusia memiliki pengetahuan tentang hakekat terakhir kehidupan. Dalam
alam pikiran Newton segala sesuatu hanya tunduk pada hukum gerakan dan gravitasi. Alam hanya
terdiri dari kekuatan material yang buta. Perbuatan manusia yang lahir dari kesadaran dan
pikirannya dengan sendirinya direduksi menjadi materi bergerak yang disebabkan kekuatan buta[5].

Newton memulai peziarahan ilmu pengetahunnnya dengan mempertanyakan apa yang di lihatnya :
Mengapa planet bergerak mengitari matahari ? Mengapa satelit tidak jatuh ke permukaan bumi ?
Mengapa buah apel selalu jatuh ke permukan bumi? Partikel-partikel apakah yang membentuk
cahaya.? Peziarahan ilmu pengetahuan Isaac Newton, di dahului dengan bertanya tentang asal
muasal dari segala yang dilihatnya. Dia termasuk filosof yang berhaluan Empirish.
Teleskop dan Optic
Newton mengubah pola pikir manusia tentang cahaya. Newton dengan sangat hati-hati
menganalisa tentang akibat-akibat hukum pemantulan dan pembiasan cahaya. Dalam analisisnya,
Newton menemukan fakta bahwa cahaya tak lain merupakan campuran semua warna yang
terkandung dalam pelangi. Newton menemukan teori tentang spektrum warna ketika melakukan
percobaan dengan melewati cahaya putih pada sebuah prisma. Dia menganggap cahaya terbuat
dari partikel-partikel (corpuscles) yang sangat halus, bahwa materi biasa terdiri dari partikel yang
lebih kasar, dan berspekulasi bahwa melalui sejenis transmutasi alkimia. Alkimia bermaksud
protosains yang menggabungkan unsur-unsur kimia, fisika, astrologi, seni, semiotika, metalurgi,
kedokteran, mistisisme dan agama. Mungkinkah benda kasar dan cahaya dapat berubah dari satu
bentuk ke bentuk yang lain, mungkinkah benda-benda menerima aktivitasnya dari partikel cahaya
yang memasuki komposisinya? Newton percaya, cahaya merupakan kumpulan dari partikelpartikel. Bersumbar pada refleksinya tentang cahaya, maka pada tahun 1668, Newton merancang
dan membuat teropong refleksi yang pertama. Teropong tersebut di gunakan dalam riset ilmu
pengetahuanya mengenai bintang-bintang dan pelanet-pelanet di angkasa. Penemuan teropong ini
juga bersamaan dengan penemuan di bidang Optik yang kemudian dipersembahkannya kepada
lembaga peneliti kerajaan Inggris.
.Penemuan Newton mengenai teropong merombak pendangan seluruh pendapat filosof
sebelumnya tentang ilmu astronomi.
Hukum Gravitasi Newton
Dalam buku Philosophiae Naturalis Principia Mathematica, Newton menjelaskan teori gravitasi
berdasarkan hukum gerak yang ditemukannya. Mengapa benda selalu bergerak jatuh ke bawah?
Misalkan: Anda mengengam sebuah batu, lalu dilepaskan. Batu pasti segera jatuh ke permukaan
bumi. Pertanyaannya adalah mengapa batu tersebut selalu jatuh ke bawah menuju ke permukaan
bumi atau mengapa tidak bergerak ke atas atau mengapa tidak tetap diam ditempatnya? Dengan
menerapkan cara pendekatan pemikiran rasional, Aristoteles menjelaskan Bila dua benda yang
beratnya tak sama, dilepaskan pada saat dan dari ketinggian yang sama, maka benda yang lebih
berat akan terlebih dahulu menyentuh tanah. Ternyata penalaran Aristotelian ini dirombak oleh
Newton. Newton mengatakan dua benda yang terpisah oleh jarak tertentu cenderung tarik-menarik
dengan gaya (atau kekuatan) alamiah yang sebanding dengan massa (atau ukuran kepadatan atau
berat) masing-masing benda dan juga berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara
keduanya. Gaya atau kekuatan tarikan Bumi pada batu itu sebagaimana dinyatakan oleh hukum di
atas disebut gaya berat atau gaya gravitasi atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan berat
batu. Sebaliknya pun berlaku. Bumi ditarik oleh batu kecil itu dengan gaya atau kekuatan yang sama
besar. Di sini jarak antara batu dan Bumi dihitung dari batu ke pusat Bumi yang berada sekitar 3.670
kilometer di bawah permukaan Bumi[6].

Newton menjelaskan tentang teori gerak dan berperan penting dalam merumuskan gerakan
melingkar dari hukum Kepler. Hukum Kepler berbunyi : Setiap planet bergerak dengan lintasan
elips, Matahari berada di salah satu fokusnya. Luas daerah yang disapu pada selang waktu yang
sama akan selalu sama. Perioda kuadrat suatu planet berbanding dengan pangkat tiga jarak rataratanya dari Matahari[7]. Newton mengembangkan hukum Kepler dengan mengemukakan
pendapat bahwa suatu orbit gerakan melingkar tidak harus selalu berbentuk lingkaran sempurna
seperti elipse, hiperbola dan parabola. Newton juga mengembangkan hukum tentang pendinginan
yang di dapatkan dari teori binomial, dan menemukan sebuah prinsip momentum dan angular
momentum. Newton berpendapat bahwa perubahan temperatur akibat pertukaran panas seperti
pada calorimeter adalah berbanding lurus dengan waktu. Bila temperatur sistem lebih tinggi
daripada temperatur sekitarnya, maka akan terjadi pendinginan pada sistem atau penurunan
temperatur dan demikian pun sebaliknya.
Penemuan Newton yang terpenting adalah di bidang mekanika. Galileo sebagai penemu pertama
hukum gerak mengatakan tentang gerak suatu obyek, tanpa dipengaruhi oleh kekuatan luar. Pada
dasarnya segala apa yang ada (obyek) bergerak oleh karena kekuatan dari luar. Namun pertanyaan
mendasarnya adalah bagaimana cara kerja hingga terjadi perubahan dan pergerakan suatu obyek?
Persoalan ini, ditemukan jawabannya oleh Newton dalam hukum geraknya yang kedua. Hukum
kedua tersebut dianggap sebagai dasar hukum fisika klasik. Hukum kedua secara matematik
dijabarkan dengan persamaan F = m.a, mengemukakan bahwa akselerasi obyek adalah sama
dengan gaya netto dibagi massa benda. Terhadap kedua hukum itu Newton menambah hukum
ketiganya tentang gerak dan penemuannya tentang kaidah ilmiah hukum gaya berat universal.
Beberapa perangkat hukum ini, jika digabungkan akan membentuk suatu kesatuan sistem yang
berlaku buat seluruh makro sistem mekanika, mulai dari pergoyangan pendulum hingga gerak
planet-planet dalam orbitnya mengelilingi matahari yang dapat diawasi dan gerak-geriknya dapat
diramalkan. Newton tidak cuma menetapkan hukum-hukum mekanika, tetapi dia sendiri juga
menggunakan alat perhitungan matematik, dan menunjukkan bahwa rumus-rumus fundamental ini
dapat dipergunakan untuk mengetahui segala masalah mengenai gerak gravitasi. Adapun bunyi
hukum Gravitasi Universal Newton adalah
Semua partikel di alam semesta menarik semua partikel lain dengan gaya yang berbanding
lurus dengan hasil kali massa partikel-partikel tersebut dan berbanding terbalik dengan
kuadrat jarak antara partikel-partikel tersebut[8].
Secara matematis, besar gaya gravitasi antara partikel dapat ditulis sbb :
Fg adalah besar gaya gravitasi pada salah satu partikel, m1 dan m2 adalah massa kedua
partikel, r adalah jarak antara kedua partikel. G adalah konstanta universal yang diperoleh dari hasil
pengukuran secara eksperimen. Nilai G yang diakui adalah
Penalaran teori Newton tentang hukum gaya berat dan hukum gerak, kemudian dipergunakan
untuk memperkirakan secara tepat gerakan-gerakan planet-planet seputar tata surya. Persoalan
utama dalam mempelajari gerak-gerik astronomi adalah bagaimana memperkirakan posisi yang
tepat gerakan bintang-bintang, planet-planet serta satelit-satelit? Newton menjelaskan bahwa jika
planet-planet selalu berada pada orbitnya, maka pasti ada gaya gravitasi yang bekerja antara
matahari dan planet serta gaya gravitasi antar planet-planet yangt satu dengan yang lainya,
sehingga benda langit tersebut tetap berada pada orbitnya masing-masing. Lebih lanjut Newton

menyatakan bahwa jika gaya gravitasi bekerja antara bumi dan benda-benda di permukaan bumi,
serta antara matahari dan planet-planet maka mengapa gaya gravitasi tidak bekerja pada semua
benda ? Mengapa bulan selalu berada dalam orbitnya yang hampir berupa lingkaran ketika
mengitari bumi. Jika gravitasi bekerja di puncak pohon apel, bahkan di puncak gunung, maka
mungkin saja gravitasi bekerja sampai ke bulan. Dengan penalaran bahwa gravitasi bumi yang
menahan bulan pada orbitnya, Newton mengembangkan teori gravitasi yang sekarang diwariskan
kepada kita.
Newton memperjelas pandangan heliosentrisnya tentang tata surya, yang dikembangkan dalam
bentuk lebih modern, karena pada pertengahan 1680-an dia sudah mengakui Matahari tidak tepat
berada di pusat gravitasi tata surya. Bagi Newton, titik pusat matahari atau benda langit lainnya tidak
dapat dianggap diam, namun seharusnya titik pusat gravitasi bersama Bumi, matahari dan planetplanetlah yang harus disebut sebagai Pusat Dunia, dan pusat gravitasi ini diam atau bergerak
beraturan dalam garis lurus. Newton mengadopsi pandangan alternatif "tidak bergerak" dengan
memperhatikan pandangan umum bahwa pusatnya, di manapun itu, tidak bergerak.
Pengakuan Akan Allah
Ketika Newton sedang menyelidiki gerakan planet, dengan jelas dia merasakan bimbingan
tangan Tuhan. Dia menulis, Sistem matahari, planet, dan komet yang begitu indah, hanya bisa
berasal dari pemikiran dan kekuasaan suatu hakikat yang cerdas. Hakikat ini menguasai semua hal.
Tuhan dari semuanya. Pencobaan adalah obat yang diberikan oleh Dokter kita yang maha murah
dan arif, karena kita memang memerlukannya; Dia sendiri yang menjatahkan, seberapa sering dan
seberapa berat pencobaan itu sesuai kebutuhan kita. Semua temuan saya adalah jawaban atas doa
saya[9]. Mari kita memercayai kepiawaian-Nya dan berterima kasih untuk resep yang diberikan.
Newton menulis Refleksi Alkitabiah antara lain berjudul Chronology of Ancient
Kingdoms danObservations Upon the Prophecies of Daniel. Newton mengasihi Allah dan
memercayai firman Allah. Dia menulis, Saya sangat percaya bahwa Alkitab adalah firman Allah,
yang ditulis oleh orang-orang yang memperoleh wahyu[10]. Saya mempelajari Alkitab setiap hari.
Dia juga menulis, Ateisme sangat tidak masuk akal. Ketika saya mengamati tata surya, saya melihat
bumi berada pada jarak yang ideal dari matahari sehingga menerima panas dan cahaya dalam
jumlah yang ideal pula. Ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Peziarahan akalbudi Newton
berakhir dengan sebuah pengakuan akan Allah.

[1] William Benton, Ensyclopedia Britannica. Vol,16 (England; London, 1964), hlm. 362.
[2] http://en.wikipedia.org/wiki/Isaac_Newton, di akses 28 September 2012, pkl. 20.30
[3] Ibid.,

[4] Christopher Cullen, Astronomy and mathematics in ancient cina: The Zhou bi suan jing(Cambrige
University Press. New York 1996), hlm. 10-11
[5] http://gayatriwedotami.wordpress.com/2011/06/04/krisis-manusia-modern/ di akses 28
September 2012, pkl. 20.30
[6] Sir David Brewster, K.H. Memoirs Of The Life, Writings, And Discoveries Of Sir Isaac Newton.
Vol. II, (New York : Cambrige University Press, 1991), hlm 17.
[7] http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Gerakan_Planet_Kepler, di akses 28 September 2012, pkl.
20.30
[8] Michael Douglas, Strings and Geometry : Clay Mathematics Proccedings vol. 3 , (United
Kingdom: Isaac Newton Institute Cambridge, 2002), hlm. 328-329.
[9] D.C.C. Watson, Myths and Miracles - A New Approach to Genesis 1-11, Creation Science
Foundation Ltd., (Queensland, Australia: Acacia Ridge, 1988), hlm. 112.
[10] Bdk. Ann Lamont, Para Ilmuwan Mempercayai Ilahi, (Jakarta ; Yayasan Komunikasi Bina
Kasih/OMF, 1999), hlm. 45 58.