Anda di halaman 1dari 22

Ringkasan Materi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe GI

(Group Investigation)
Secara umum perencanaan pengorganisasian kelas dengan menggunakan teknik
kooperatif GI adalah kelompok dibentuk oleh siswa itu sendiri dengan beranggotakan 26 orang, tiap kelompok bebas memilih sub topik dari keseluruhan unit materi (pokok
bahasan) yang akan diajarkan, dan kemudian membuat atau menghasilkan laporan
kelompok. Model pembelajaran tipe GI (group investigation) merupakan pembelajaran
yang melibatkan aktivitas siswa dan tentu akan membangkitkan semangat serta motivasi
siswa untuk belajar. GI (group investigation) merupakan salah satu bentuk metode
pembelajaran kooperatif yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk
mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan
yang tersedia, misalnya dari buku pelajaran atau siswa dapat mencari melalui internet.
Group investigation

merupakan salah satu metode pembelajaran yang bersifat

demokrasi karena siswa menjadi aktif belajar dan melatih kemandirian siswa dalam
belajar.
Pengembangan belajar kooperatif GI didasarkan atas suatu premis bahwa proses
belajar di sekolah menyangkut kawasan dalam domain sosial dan intelektual, dan proses
yang terjadi merupakan penggabungan kedua domain tersebut (slavin, 1995a). Oleh
karena itu group investigation tidak dapat diimplementasikan ke dalam lingkungan
pendidikan yang tidak bisa mendukung terjadinya dialog interpersonal (atau tidak
mengacu pada dimensi sosial-afektif pembelajaran) interaksi dan komunikasi yang
bersifat kooperatif diantara siswa dalam satu kelas dapat dicapai dengan baik, jika
pembelajaran dilakukan lewat kelompok-kelompok belajar kecil.
Dalam pelaksanaan model pembelajaran tipe GI guru berperan sebagai narasumber
dan fasilitator. Guru tersebut berkeliling diantara kelompok-kelompok yang ada untuk
melihat bahwa mereka bisa mengelola tugasnya, dan membantu setiap kesulitan yang
mereka hadapi dalam interaksi kelompok, termasuk masalah dalam kinerja terhadap
tugas-tugas khusus yang berkaitan dengan proyek pembelajaran. Sedangkan siswa
berperan lebih aktif dalam menelaah sumber-sumber informasi yang dibantu oleh guru
sebagai penuntun dan pengklarifikasi.
Berdasarkan pendapat Slavin (2010) dan Huda (2011), maka dapat dikaji
langkah-langkah pembelajaran menggunakan Group Investigation terdiri dari:

Guru menyampaikan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai

Guru melakukan kegiatan apersepsi/mengidentifikasi topik

Mengidentifikasi topik dan mengatur murid kedalam kelompok/Grouping

Merencanakan tugas yang akan dipelajari/Planning

Melaksanakan investigasi/Investigation

Menyiapkan laporan akhir/Organizing

Mempresentasikan laporan akhir/Presenting.

Guru melakukan konfirmasi tentang informasi dari masing-masing


kelompok guna mengecek/memastikan kebenarannya.

Guru mengadakan evaluasi untuk mengetahui tercapai atau tidaknya tujuan


pembelajaran.

Adapun fungsi dari model pembelajaran kooperatif tipe group investigasi, yaitu:
(1) untuk mengembangkan kreatifitas siswa, baik secara perorangan maupun kelompok,
(2) meningkatkan peluang keberhasilan dalam memecahkan suatu masalah.

Referensi:
Rusman.2010. Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers
Dwi Asviati.2013. Pengarug Netode Group Investigasi terhadap hasil belajar siswa.
Dapat diakses pada repository.library.uksw.edu/bitstream.pdf diakses pada tanggal 23
Desember 2013

DESAIN PEMBELAJARAN

I. Identitas Mata Pelajaran

II.

Jenjang

: SMA

Kelas/Semester

: XI IPA/1

Mata Pelajaran

: Kimia

Topik

: Kesetimbangan Kimia

Alokasi waktu

: 8 x 45 menit

Standar Kopetensi
Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktor-faktor yang
mempengaruhinya, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan
industri.

III.

Kompetensi Dasar
Menjelaskan kesetimbangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran
arah kesetimbangan dengan melakukan percobaan.

IV.

Indikator
Menjelaskan kesetimbangan dinamis
Memberikan contoh keadaan kesetimbangan dinamis dalam kehidupan seharihari.
Menentukan tetapan kesetimbangan dari reaksi kesetimbangan.
Mengamati faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan dengan melakukan
percobaan di laboratorium.
Meramalkan arah pergeseran kesetimbangan dengan menggunakan Asas Le
Chatelier.

V.

Tujuan
1. Siswa dapat menjelaskan kesetimbangan dinamis melalui diskusi kelas maupun
kelompok.
2. Siswa dapat memberikan contoh keadaan kesetimbangan dinamis dalam
kehidupan sehari-hari melalui diskusi kelas maupun kelompok.
3. Siswa dapat mentukan tetapan kesetimbangan dari reaksi kesetimbangan melalui
diskusi kelas maupun kelompok.

4. Siswa dapat mengamati faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan


berdasarkan percobaan di laboratorium melalui praktikum, dan diskusi kelas
maupun kelompok.
5. Siswa dapat meramalkan arah pergeseran kesetimbangan dengan menggunakan
Asas Le Chatelier melalui praktikum, dan diskusi kelas maupun kelompok.

VI.

Diskripsi Materi
A. Kesetimbanga Dinamis
Reaksi kimia secara garis besar ada dua macam, yaitu:
1. Reaksi berkesudahan (irreversible) yaitu reaksi yang hanya berlangsung satu
arah.
Contoh: pembakaran metana berlangsung dalam satu arah. Persamaan
reaksinya:
CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) + 2H2O(g)
Jika hasil reaksi {CO2(g) + 2H2O(g)} direaksikan lagi, tidak akan membentuk
pereaksi kembali {CH4(g) + 2O2(g)}, tetapi menjadi H2CO3. Kenyataan ini
menunjukkan bahwa reaksi di atas adalah reaksi satu arah atau reaksi yang tidak
dapat dibalik (irreversible).
2. Reaksi dapat balik (reversible) yaitu reaksi yang dapat berlangsung dua arah
Contoh: jika gas N2 dan gas H2 direaksikan dalam reaktor tertutup akan
terbentuk gas NH3. Persamaannya:
N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)
Gas NH3 yang terbentuk dapat diuraikan kembali membentuk pereaksi.
Persamaannya:
2NH3(g) N2(g) + 3H2(g)
Reaksi semacam ini menunjukkan bahwa reaksi dapat dibalik (reversible) atau
reaksi dua arah.
Suatu reaksi dapat digolongkan ke dalam reaksi kesetimbangan dinamis jika

reaksi yang dapat dibalik berlangsung dengan kecepatan yang sama, baik kecepatan ke
arah hasil reaksi maupun kecepatan ke arah pereaksi tidak bergantung pada waktu.
Adapun ciri-ciri kesetimbangan dinamis adalah sebagai berikut:
-

Reaksi berlangsung terus-menerus dengan arah yang berlawanan.

Terjadi pada ruang tertutup, suhu, dan tekanan tetap.

Laju reaksi ke arah hasil reaksi dan ke arah pereaksi sama.

Setiap komponen tetap ada.

Tidak terjadi perubahan makroskopis, yaitu perubahan yang dapat diukur atau
dilihat, tetapi perubahan mikroskopis (perubahan tingkat partikel) tetap
berlangsung.
Dalam sistem kesetimbangan dinamis, reaksi yang menuju hasil reaksi dan

reaksi yang menuju pereaksi berlangsung secara bersamaan dengan laju yang sama
sehingga konsentrasi masing-masing zat dalam sistem kesetimbangan tidak berubah.
Kesetimbangan kimia dikatakan dinamis sebab secara molekuler (mikroskopik) zat-zat
tersebut berubah setiap saat, tetapi secara keseluruhan (makroskopik) tidak ada
perubahan sifat fisik, baik wujud maupun konsentrasi masing-masing zat.
Keadaan kesetimbangan dinamis dapat dianalogikan sebagai seseorang yang
berjalan di eskalator, tetapi arahnya berlawanan dengan arah eskalator. Eskalator
bergerak ke bawah dan orang tersebut bergerak ke atas dengan kecepatan yang sama.
Akibatnya, orang tersebut seperti berjalan ditempat. Secara makroskopik, kedudukan
orang tersebut tidak berubah sebab tidak bergeser dari posisinya, tetapi secara
mikroskopik terjadi perubahan terus menerus, seperti ditunjukkan oleh gerakan
eskalator yang diimbangi oleh gerakan orang tersebut dengan kecepatan yang sama.
B. Tetapan Kesetimbangan
Menurut Cato Guldberg dan Waage, pada suhu tetap, harga tetapan kesetimbangan
akan tetap. Hukum Cato Guldberg dan Waage berbunyi: Dalam keadaan
kesetimbangan pada suhu tetap, maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dibagi
dengan hasil kali konsentrasi pereaksi yang sisa dimana masing-masing konsentrasi itu
dipangkatkan dengan koefisien reaksinya adalah tetap.
-

Tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi


Tetapan kesetimbangan ini dinyatakan dengan notasi Kc, yaitu hasil kali
konsentrasi zat-zat pereaksi, setelah dipangkatkan koefisiennya pada reaksi yang
bersangkutan.
Contoh untuk reaksi kesetimbangan:
mA(g) + nB(g) pC(g) + qD(g)
[C]p [D]q
Kc = ----------5

[A]m [B]n
-

Tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan


Tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan dinyatakan dengan notasi Kp, yaitu
hasil kali tekanan parsial gas-gas hasil reaksi dibagi hasil kali tekanan parsial
gas-gas pereaksi, setelah masing-masing dipangkatkan dengan koefisiennya
dalam persamaan reaksi yang bersangkutan.
Contoh untuk reaksi kesetimbangan:
mA(g) + nB(g) pC(g) + qD(g)
[C]p [D]q
K=

[A]m[B]n

Tetapan kesetimbangan untuk reaksi heterogen


Untuk reaksi kesetimbangan yang melibatkan zat-zat yang berbeda wujudnya,
untuk menyatakan tetapan kesetimbangan, yang dimasukkan hanya berwujud
larutan (aq) dan gas (g), karena konsentrasi zat padat (s), dan cairan (l) relatif
tidak berubah.
Contoh untuk reaks:
CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g)
Kc = [CO2]

C. Hubungan Kc dengan Kp
Tekanan parsial gas bergantung pada konsentrasi. Dari persamaan gas ideal:
PV = n.R.T atau P = n/v.R.T
n/v = konsentrasi (C)
maka P = C.R.T
sehingga diperoleh hubungan:
Kp = Kc(RT)n
Keterangan:
R= tetapan gas = 0,0821 atm.mol-1.K-1
n = koefisien produk reaktan

D. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesetimbangan

Asas Le Chatelier menyatakan: bila pada sistem kesetimbangan diadakan aksi,


maka sistem akan mengadakan reaksi sedemikian rupa, sehingga pengaruh aksi itu
menjadi sekecil-kecilnya. Perubahan dari keadaan kesetimbangan semula ke keadaan
kesetimbangan yang baru akibat adanya aksi atau pengaruh dari luar itu dikenal dengan
pergeseran kesetimbangan (Martin S. Silberberg, 2000). Faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi pergeseran kesetimbangan adalah:
1. Perubahan konsentrasi salah satu zat
Apabila dalam kesetimbangan homogen, konsentrasi salah satu zat diperbesar,
maka kesetimbangan akan bergeser ke arah yang berlawanan dari zat tersebut.
Sebaliknya, jika konsentrasi salah satu zat diperkecil, maka kesetimbangan akan
bergeser ke pihak zat tersebut. Bila zat diencerkan dengan menambahkan air
pada sistem, maka kesetimbangan bergeser pada jumlah molekul terbanyak.
2. Perubahan volume dan tekanan
Jika dalam suatu sistem kesetimbangan dilakukan aksi yang menyebabkan
perubahan volume (persamaan dengan perubahan tekanan), maka dalam sistem
akan mengadakan reaksi berupa pergeseran kesetimbangan sebagai berikut:
-

Jika tekanan diperbesar (volume diperkecil), maka kesetimbangan akan


bergeser ke arah jumlah koefisien reaksi kecil.

Jika tekanan diperkecil (volume diperbesar), maka kesetimbangan akan


bergeser ke arah jumlah koefisien reaksi besar.

3. Perubahan suhu
Menurut Vant Hoff:
-

Bila pada kesetimbangan suhu dinaikkan, maka kesetimbangan reaksi akan


bergeser ke arah yang membutuhkan kalor (ke arah reaksi endoterm).

Bila pada sistem kesetimbangan suhu diturunkan, maka kesetimbangan


reaksi akan bergeser ke arah yang membebaskan kalor (ke arah reaksi
eksoterm).

Contoh:
2NO(g) + O2(g) 2NO2(g)

H = -216 kJ

(reaksi ke kanan eksoterm)


Reaksi ke kanan eksoterm berarti reaksi ke kiri endoterm.

Jika pada reaksi kesetimbangan tersebut suhu dinaikkan, maka


kesetimbangan akan bergeser ke kiri (ke arah endoterm atau yang
membutuhkan kalor)

Jika pada reaksi kesetimbangn tersebut suhu diturunkan, maka


kesetimbangan akan bergeser ke kanan (ke arah eksoterm).

4. Pengaruh katalisator terhadap kesetimbangan


Fungsi katalistor dalam reaksi kesetimbangan adalah mempercepat tercapainya
kesetimbangan dan tidak merubah letak kesetimbangan (harga tetapan
kesetimbangan Kc tetap). Hal ini disebabkan katalisator mempercepat reaksi ke
kanan dan ke kiri sama besar.
VII.

Sumber Belajar
Sumber belajar yang digunakan antara lain:
1. Buku kimia SMA kelas XI semester 2 karya Yayan Sunarya, dkk
2. Alat dan bahan praktikum yang diperlukan

VIII.

Model Pembelajaran
Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kooperatif tipe GI
(Group Investigation).

IX.

Langkah-Langkah Pengajaran
Kegiatan

Kegiatan Guru

Alokasi
Waktu

Awal

- Guru mengabsen dan mengkondisikan kelas.

5 menit

- Guru menyampaikan tujuan pelajaran yang akan 5 menit


dicapai dan menekankan pentingnya mempelajari
materi kesetimbangan kimia.
- Memotivasi siswa belajar.
Inti

5 menit

1. Guru menyampaikan topik yang akan dibahas, 20 menit


yaitu kesetimbangan kimia dan mengatur murid
ke dalam kelompok/Grouping
Pada

tahap

ini,

siswa

bergabung

dalam

kelompoknya yang dibentuk secara heterogen


(baik

itu

dari

jenis

akademik, dan etnik).

kelamin,

kemampuan
20 menit

2. Merencanakan

tugas

yang

akan

dipelajari/Planning
a. Masing-masing kelompok berdiskusi tentang 10 menit
hal apa yang ingin mereka ketahui terkait
dengan pelajaran kesetimbangan kimia.
b. Setiap kelompok berkoordinasi mengenai
pembagian tugas masing-masing anggota
kelompoknya.
3. Melaksanakan investigasi/Investigation

20 menit

Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah:


a. Guru mengarahkan siswa mencari data yang
berkaitan dengan kesetimbangan kimia pada
sumber belajar seperti buku, dan bisa
menanyakan pada guru jika ada hal-hal yang
kurang dimengerti dan Siswa mengumpulkan 80 menit
informasi dari sumber yang telah diarahkan
guru.
b. Siswa mendata informasi.
Ditahap ini siswa melakukan pengamatan
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi
pergeseran kesetimbangan (lampiran 1, 2 dan
3),

serta

mengumpulkan

data

dari

pengamatan. Dalam kegiatan ini para anggota


kelompok berkontribusi/berpartisipasi untuk
usaha yang dilakukan kelompoknya serta
selama proses siswa bertukar pendapat dan 10 menit
berdiskusi.
4. Menyiapkan

laporan

akhir

hasil 30 menit

pengamat/Organizing
Tahapan yang terdapat dalam tahap ini yaitu:

60 menit

a. Mengorganisasi/menata data yang diperoleh


melalui kegiatan investigasi

b. Menulis hasil pengamatan


5.

Mempresentasikan

laporan

akhir

hasil

pengamatan/Presenting
a. Setiap kelompok mempresentasikan hasil
penelitian
b. Presentasi dilakukan secara klasikal
Salah satu kelompok menyajikan, kelompok 30 menit
lain

mengamati,

mengajukan

mengklarifikasi,

pertanyaan

atau

dan

tanggapan

sehingga semua siswa dapat mendengarkan 50 menit


penjelasan materi dari kelompok lain yang
berbeda materi dengan kelompoknya.
c. Guru melakukan konfirmasi tentang informasi
dari

masing-masing

kelompok

guna

mengecek/ memastikan kebenarannya.


6. Guru mengadakan evaluasi (lampiran 4) untuk
mengetahui

tercapai

atau

tidaknya

tujuan

pembelajaran.
Akhir

Guru memberikan penghargaan kepada masing- 5 menit


masing kelompok yang telah presentasi.

X.

Guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari

5 menit

Penilaian dan Evaluasi


1. Penilaian
a. Jenis penilaian
- Kognitif: pengetahuan siswa tentang kesetimbangan kimia.
- Afektif: sikap siswa saat menyajikan hasil percobaan.
- Psikomotor: ketrampilan siswa dalam melakukan percobaan.
b. Bentuk penilaian
-

Test (tes evaluasi tentang kesetimbangan kimia)

10

Nontest (melakukan percobaan dan presentasi hasil percobaan serta kinerja


dalam diskusi kelompok)

2. Evaluasi
Sistem evaluasi dan nilai akhir.
Perbandingan bobot nilai kognitif, nilai afektif diambil dari nilai kelompok, dan
nilai psikomotor diambil dari nilai kelompok adalah 5 : 2,5 : 2,5
Nilai Akhir = (50% x nilai kognitif) + (25% x nilai afektif) + (25% x nilai
psikomotor)
KKM = 75
XI.

Referensi
Surnarya, Yayan dkk. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia Kelas XI. Jakarta :
Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Utami, Budi dkk. 2009. Kimia untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta : Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

11

Lampiran 1
Pengaruh Konsentrasi terhadap Kesetimbangan
I.

Tujuan
Mengamati

pengaruh

perubahan

konsentrasi

terhadap

pergeseran

kesetimbangan.
II.

Alat dan Bahan


Alat:
-

Tabung reaksi

Pipet tetes

Rak tabung reaksi

Gelas kimia

Batang pengaduk

Bahan:

III.

Aquades

Larutan FeCl3 1 M

Larutan KSCN 1 M

Kristal Na2HPO4

Cara Kerja
1. Isi gelas kimia dengan 50 mL aquades.
2. Dengan pipet tetes , tambahkan 4 tetes dengan larutan FeCl3 1 M dan 4 tetes
larutan KSCN 1 M ke dalam gelas kimia berisi aquades. Aduk hingga
warnanya homogen.
3. Sediakan 5 tabung. Isi kelima tabung reaksi dengan larutan dari gelas kimia
yang sama banyak. Tabung diberi label dengan angka 1, 2, 3, 4, dan 5.
4. Tabung reaksi 1 digunakan sebagai pembanding warna larutan.
5. Tambahkan 1 tetes larutan FeCl3 1 M ke dalam tabung reaksi 2.
6. Tambahkan 1 tetes larutan KSCN 1 M ke dalam tabung reaksi 3.
7. Tambahkan kristal Na2HPO4 ke dalam tabung reaksi IV.
8. Tambahkan aquades pada tabung reaksi 5, simpan bersama tabung reaksi 1
untuk subbab berikutnya.
9. Bandingkan warna larutan pada tabung reaksi 2, 3, dan 4 dengan warna
larutan pada tabung reaksi 1. Cata hasil pengamatan anda.

12

IV.

Hasil Pengamatan
No.

Perlakuan

Warna hasil pengamatan

Tabung
Reaksi
1

+ 1 tetes larutan FeCl3 1 M

-----------------

+ 1 tetes larutan KSCN 1 M

+ kristal Na2HPO4

---------------------------------

V.

Pertanyaan
1. Apakah warna larutan pembanding pada tabung reaksi 1?
2. Bagaimanakah warna larutan pada tabung 2 dibandingkan dengan warna
pembanding?
3. Bagaimanakah warna larutan pada tabung 3 dibandingkan dengan warna
pembanding?
4. Bagaimanakah warna larutan pada tabung 4 dibandingkan dengan warna
pembanding?
5. Apa maksud penambahan larutan FeCl3 1M pada tabung pada tabung reaksi
2? Jelaskan!
6. Apa maksud penambahan larutan KSCN 1M pada tabung reaksi 3? Jelaskan!
7. Apa maksud penambahan kristal Na2HPO4 pada tabung reaksi 2? Jelaskan!
8. Bagaimana persamaan reaksi kesetimbangan pada praktikum ini?
9. Buatlah kesimpulan dari percobaan yang dilakukan.
Tulis laporan anda dan presentasikan di kelas!

13

Lampiran 2
Pengaruh Perubahan Tekanan terhadap Pergeseran Kesetimbangan
I.

Tujuan
Mengamati pengaruh perubahan tekanan terhadap pergeseran kesetimbangan.

II.

Alat dan Bahan


Alat: alat suntik tebal tanpa jarum
Bahan: gas N2O4

III.

Cara Kerja
1. Masukkan gas N2O4 ke dalam alat suntik, agar terbentuk kesetimbangan
N2O4(g) 2NO2(g)!
2. Amati warna N2O4 dalam alat dan catat hasil pengamatan Anda!
3. Perbesar tekanan pada kesetimbangan dengan cara menekan alat suntik!
Amati perubahan warnanya dan catat hasilnya!
4. Perkecil tekanan pada kesetimbangan dengan cara menarik alat suntuik!
Amati perubahan yang terjadi dan catat hasilnya!

IV.

V.

Hasil pengamatan
No.

Perlakuan terhadap Kesetimbangan

Warna Hasil Pengamatan

1.

N2O4(g) 2NO2(g) sebelum ada

perlakuan

2.

Tekanan diperbesar

3.

Tekanan diperkecil

Pertanyaan
1. Apa warna zat pada kesetimbangan N2O4(g) 2NO2(g) ?
2. Bagaimana perubahan warna zat pada kesetimbangan saat tekanan
diperbesar atau diperkecil? Jelaskan alasannya!

Tulis kesimpulan pada praktikum ini!


Tuliskan laporan anda dan presentasikan di kelas.

14

Lampiran 3
Pengaruh Perubahan Suhu terhadap Kesetimbangan
I.

Tujuan
Mengamati pengaruh perubahan suhu terhadap pergeseran kesetimbangan

II.

Alat dan Bahan


Alat:
-

Tabung reaksi tertutup rapat yang berisi gas N2O4 sebanyak 3 buah

Pembakar spiritus

Kaki tiga dan asbes

Termometer

Gelas kimia

Sumbat

Bahan:

III.

Es

Air panas

Cara Kerja
1. Tabung reaksi tertutup rapat yang berisi gas N2O4 dan terbentuk
kesetimbangan N2O4(g) 2NO2(g), ditandai dengan perubahan warna dari
tidak berwarna menjadi merah kecoklatan.
2. Masukkan tabung reaksi berisi N2O4 ke dalam gelas kimia berisi es! Amati
perubahan warna yang terjadi.
3. Angkat tabung reaksi, angin-anginkan sebentar agar tabung agar reaksi pada
suhu kamar.
4. Selanjutnya, masukkan tabung reaksi berisi N2O4 ke dalam gelas kimia berisi
air panas dengan suhu 100oC! Amati perubahan warnanya!
5. Catat semua hasil pengamatan Anda!

IV.

Hasil Pengamatan
No.

Kesetimbangan

Perakuan

Hasil pengamatan

1.

N2O4(g) 2NO2(g)

2.

N2O4(g) 2NO2(g)

suhu diturunkan

3.

N2O4(g) 2NO2(g)

suhu dinaikkan

15

V.

Pertanyaan
1. Bagaimanakah pergeseran kesetimbangan saat suhu diturunkan? Jelaskan
alasannya!
2. Bagaimanakah pergeseran kesetimbangan saat suhu dinaikkan? Jelaskan
alasannya!
3. Apa kesimpulan praktikum ini?
Tulislah laporan hasil praktikum Anda dan presentasikan di kelas!

16

Lampiran 4
Tes Evaluasi
Nama

: ____________________

Kelas/No Absen

: ____________________

Kelompok asal

: ____________________

Kerjakan soal-soal berikut dengan benar!


1. Bagaimanakah pengaruh penambahan H2(g) ke dalam campuran kesetimbangan
bervolume tetap dari N2(g), H2(g), dan NH3(g) ?
Persamaan reaksi: N2(g)+ 3H2(g) 2NH3(g)
2. Ditentukan reaksi kesetimbangan:
N2O4(g) 2NO2(g)

H = +58 kJ

Kearah mana kesetimbangan akan bergeser jika suhu dinaikkan?


3. Ditentukan reaksi kesetimbangan:
4NH3(g)+ 5O2(g) 4NO(g)+ 6H2O(g)
Ke arah mana kesetimbangan bergeser jika tekanan diperbesar?
4. Tentukan harga Kc dari reaksi kesetimbangan PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g), jika
diketahui data konsentrasi zat-zat pada kesetimbangan sebagai berikut.
No.

[PCl5] (M)

[PCl3] (M)

[Cl2] (M)

1.

0,010

0,15

0,37

2.

0,085

0,99

0,47

3.

1,000

3,68

1,50

5. Ke dalam bejana yang volumnya 1 mL dimasukkan 1 mol gas CO dan 1 mol uap
H2O. Setelah sistem mencapai kesetimbangan menurut persamaan reaksi:
CO(g) + H2O(g) CO2(g) + H2(g), ternyata terdapat 0,25 mol gas CO2.
Tentukan harga konstanta kesetimbangan Kc!

Kunci Jawaban:
1. Peningkatan konsentrasi H2(g) mengakibatkan kesetimbangan bergeser ke
kanan. Tetapi hanya sebagian dari H2(g) yang ditambahkan terpakai dalam
reaksi ini. Pada waktu kesetimbangan tercapai kembali, H2(g) yang ada tetap
lebih banyak dibandingkan semula. Jumlah NH3(g) juga lebih banyak, tetapi

17

jumlah N2(g) lebih sedikit karena terpakai bersama-sama dengan H2(g) untuk
bereaksik ke kanan.
Kriteria

Tidak menjawan skornya 0

penilaian:

Menjawab tetapi semua salah nilainya 1

Hanya benar dalam menentukan arah pergeseran kesetimbanga


skornya 3

Benar semua skornya 5

2. Kenaikan suhu menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah reaksi endoterm.


Pada reaksi kesetimbangan tersebut reaksi kimia bergeser kekanan.
Kriteria

Tidak menjawan skornya 0

penilaian:

Menjawab tetapi semua salah nilainya 1

Benar semua skornya 5

3. Kesetimbangan akan bergeser kekiri karena jumlah koefisien di ruas kiri lebih
kecil dibandingkan jumlah koefisien di ruas kanan.

4.

Kriteria

Tidak menjawan skornya 0

penilaian:

Menjawab tetapi semua salah nilainya 1

Benar semua skornya 5

Kc =

[PCl3] [Cl2]
[PCl5]
(0,15) (0,37)

Kc =

(0,01)
(0,99) (0,47)

Kc =

(0,01)
(3,68) (1,50)

Kc =

(1,00)

= 5,55 ............(1)
= 5,47 ............(2)
= 5,51 ............(3)

Kc rata-rata = 5,51
Kriteria

Tidak menjawan skornya 0

penilaian:

Menjawab tetapi semua salah nilainya 1

Hanya benar dalam menghitung konsentrasi skornya 3

Benar

menghitung

konsentrasi

dan

menulis

tetapan

kesetimbanngan skornya 7

18

Benar semua skornya 10

5. Persamaan reaksi: CO(g) + H2O(g) CO2(g) + H2(g)


Persamaan reaksi

CO(g)

H2O(g)

CO2(g)

+ H2(g)

1 mol.L-1

Keadaan awal

1 mol.L-1
-1

Bereaksi

0,25 mol.L

0,25 mol.L-1

0,25 mol.L-1

0,25 mol.L-1

0,25 mol.L-1

-1

0,25 mol.L

Hasil Reaksi
Sisa

0,75 mol.L-1

0,75 mol.L-1

Keadaan setimbang

0,75 mol.L-1

0,75 mol.L-1

[CO2] [H2]
Kc
Kc= =
[CO] [CO]
(0,25)(0,25)
Kc =

(0,75)(0,75)

Kc = 1/9
Kriteria

Tidak menjawan skornya 0

penilaian:

Menjawab tetapi semua salah nilainya 1

Hanya benar dalam menghitung jumlah mol sisa skornya 3

Benar menghitung menghitung jumlah mol sisa, jumlah mol


keadaan setimbang skornya 7

Benar menghitung menghitung jumlah mol sisa, jumlah mol


keadaan setimbang dan menulis tetapan kesetimbanngan
skornya 10

Skor Total: 35

19

Lampiran 5
Rubrik Penilaian Afektif
Nama Kelompok

:................

Petunjuk:
Berilah tanda cek () pada kolom skor sesuai sikap yang ditampilkan oleh peserta didik
berdasarkan kriteria penilaian yang ditetapkan!
No.

Aspek Pengamatan

Skor
1

1.

Mampu mempresentasikan hasil percobaan di depan kelas

2.

Mampu membuat keputusan dengan cepat

3.

Berani berpendapat atau menjawab pertanyaan tanpa ragu-

ragu
4.

Menggunakan bahasa yang sopan saat presentasi

Kriteria penilaian:
1. Berani presentasi di depan kelas
4 = semua anggota kelompok mampu mempresentasikan hasil percobaan di
depan kelas
3 = hanya satu anggota kelompok yang tidak mampu mempresentasikan hasil
percobaan di depan kelas
2 = hanya satu anggota kelompok yang mampu mempresentasikan hasil
percobaan di depan kelas
1 = semua anggota kelompok yang tidak mampu mempresentasikan hasil
percobaan di depan kelas
2. Mampu membuat keputusan dengan cepat
4 = membuat keputusan dengan cepat dan tepat
3 = membuat keputusan dengan waktu yang lama dan tepat
2 = membuat keputusan dengan cepat tetapi tidak tepat
1 = membuat keputusan dengan waktu yang lama dan tidak tepat
3. Berani berpendapat atau menjawab pertanyaan tanpa ragu-ragu
4 = Berani berpendapat atau menjawab pertanyaan tanpa ragu-ragu dan benar

20

3 = Berani berpendapat atau menjawab pertanyaan tanpa ragu-ragu dan salah


2 = Berani berpendapat atau menjawab pertanyaan dengan ragu-ragu dan benar
1 = Berani berpendapat atau menjawab pertanyaan dengan ragu-ragu dan salah
4. Menggunakan bahasa yang sopan saat presentasi
4 = semua anggota kelompok menggunakan bahasa yang sopan saat presentasi
3 = hanya satu anggota kelompok tidak menggunakan bahasa yang sopan saat
presentasi
2 = hanya satu anggota kelompok menggunakan bahasa yang sopan saat
presentasi
1 = semua anggota kelompok tidak menggunakan bahasa yang sopan saat
presentasi

Petunjuk Penskoran:
Skor total = 16

21

Lampiran 6
Rubrik Penilaian Psikomotor
Nama Kelompok

: .............................

Berikanlah tanda centang () pada pilihan Ya dan Tidak berdasarkan skor afektif yang
diperoleh siswa!
No.

Aspek/Kinerja yang Diharapkan

Penilaian
Ya

1.

Mengambil bahan dengan rapi, tidak berceceran

2.

Mengambil bahan praktikum sesuai kebutuuhan

3.

Menggunakan alat dengan benar

4.

Menggunakan alat dan bahan sesuai prosedur praktikum

5.

Terlibat secara aktif dalam kegiatan praktikum

6.

Mengamati hasil praktikum secara cermat

7.

Menafsirkan hasil pengamatan dengan benar

8.

Membuat kesimpulan sesuai dengan hasil praktikum

9.

Membersihkan alat yang telah dipakai

Ya

= Apabila siswa menunjukkan perbuatan sesuai aspek pengamatan

Tidak

Tidak = Apabila siswa tidak menunjukkan perbuatan yang tidak sesuai dengan aspek
pengamatan.
Petunjuk penskoran:
Jawaban Ya diberi skor 1, dan jawaban Tidak diberi skor 0.
Skor total = 9

22