Anda di halaman 1dari 27

A.

TEORI TEKTONIK LEMPENG


Teori Tektonik Lempeng berasal dari Hipotesis Pergeseran Benua
(continental drift) yang dikemukakan Alfred Wegener tahun 1912 dan
dikembangkan lagi dalam bukunya The Origin of Continents and Oceans terbitan
tahun 1915. Ia mengemukakan bahwa benua-benua yang sekarang ada dulu adalah
satu bentang muka yang bergerak menjauh sehingga melepaskan benua-benua
tersebut dari inti bumi seperti bongkahan es dari granit yang bermassa jenis
rendah yang mengambang di atas lautan basal yang lebih padat.
Namun, tanpa adanya bukti terperinci dan perhitungan gaya-gaya yang
dilibatkan, teori ini dipinggirkan. Mungkin saja bumi memiliki kerak yang padat
dan inti yang cair, tetapi tampaknya tetap saja tidak mungkin bahwa bagianbagian kerak tersebut dapat bergerak gerak. Di kemudian hari, dibuktikanlah teori
yang dikemukakan geolog Inggris Arthur Holmes tahun 1920 bahwa tautan
bagian-bagian kerak ini kemungkinan ada di bawah laut. Terbukti juga teorinya
bahwa arus konveksi di dalam mantel bumi adalah kekuatan penggeraknya.
Teori lempeng tektonik diyakini oleh banyak ahli sebagai teori yang
menerangkan proses dinamika bumi, antara lain gempa bumi dan pembentukan
jalur pegunungan. Menurut teori ini kulit bumi (kerak bumi) yang disebut litosfer
terdiri dari lempengan yang mengambang di atas lapisan yang lebih padat yang
disebut astenosfer. Ada dua jenis kerak bumi, yaitu kerak samudra dan kerak
benua. Kerak samudra tersusun atas batuan yang bersifat basa, sedangkan kerak
benua tersusun atas batuan yang bersifat asam.

Teori tektonika Lempeng adalah teori dalam bidang geologi yang


dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan
skala besar yang dilakukan oleh litosfer Bumi. Teori ini telah mencakup dan juga
menggantikan teori pergeseran benua yang lebih dahulu dikemukakan pada awal
abad ke-20 dan konsep seafloor spreading yang dikembangkan pada tahun 1960an.
1. Tinjauan Tektonik Dunia
Tektonik lempeng adalah Suatu teori yang menerangkan proses
dinamika Bumi tentang pembentukan jalur pegunungan, jalur gunungapi, jalur
Gempabumi dan cekungan endapan di muka bumi yang diakibatkan oleh
pergerakan Lempeng. Deformasi aktif dan sesar geser ini menyebabkan
terbentuknya lempeng-lempeng pada kulit bumi. Ada tujuh lempeng besar
utama dan bumi juga tersusun atas lempeng-lempeng taktonik yang berukuran
kecil atau lempeng minor.
7 Lempeng Utama yaitu:
1. Lempeng Pasific (Pasific Plate), Ini merupakan Lempeng Samudera yang
meliputi Seluruh Samudera Pasifik.
2. Lempeng Eurasia (Eurasian Plate), Lempeng ini merupakan lempeng
benua, meliputi Asia dan Eropa.
3. Lempeng

India-Australia

(Indian-Australian

Plate), Lempeng

ini

merupakan lempeng benua meliputi Australia (tergabung dengan Lempeng


India antara 50 sampai 55 juta tahun yang lalu).
4. Lempeng Afrika (African Plate),Ini merupakan lempeng benua, meliputi
seluruh Afrika.
5. Lempeng Amerika Utara (North American Plate), Lempeng ini merupakan
lempeng benua, meliputi Amerika Utara dan Siberia timur laut.
6. Lempeng Amerika Selatan (South American Plate), Ini merupakan
lempeng benua yang meliputi Amerika Utara.

7. Antartika (Antartic Plate), Lempeng ini merupakan lempeng benua yang


meliputi seluruh Antartika.

Beberapa Lempeng Minor yaitu:

1. Lempeng Nasca (Nasca plate), diapit oleh Pacific Plate, Cocos Plate,
South American Plate, Antartic Plate.
2. Lempeng Arab (Arabian Plate), diapit oleh oleh African Plate, Iranian
Plate dan Turkish Plate
3. Lempeng Karibia (Caribian Plate), diapit oleh South American Plate,
North American Plate dan Cocos Plate
4. Lempeng Philippines (Phillippines Plate), diapit oleh Pacific Plate, Indian
Australian Plate dan Eurasian Plate .
5. Lempeng Scotia (Scotia Plate), Lempeng ini terletak di antara Antartica
plate dan South American Plate .
6. Lempeng Cocos (Cocosa Plate), diapit oleh Nazca Plate, Rivera Plat,
Caribbean Plate dan North American Plate.
Teori lempeng tektonik dikemukakan oleh ahli geofisika Inggris, Mc
Kenzie dan Robert Parker (1967). Kedua ahli itu menjadikan teori-teori
sebelumnya sebagai satu kesatuan konsep yang lebih sempurna sehingga
diterima oleh para ahli geologi. Kerak bumi menutupi seluruh permukaan
bumi. Namun, akibat adanya aliran panas yang mengalir di astenosfer
menyebabkan kerak bumi pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
Bagian-bagian itulah yang disebut lempeng kerak bumi (lempeng tektonik).
Aliran panas tersebut untuk selanjutnya menjadi sumber kekuatan terjadinya
pergerakan lempeng. Lempeng tektonik; merupakan dasar dari terbangunnya
system kejadian gempa bumi, peristiwa gunung berapi, pemunculan gunung
api bawah laut, dan peristiwa geologi lainnya.

Teori Tektonik Lempeng (Plate Tectonic) juga suatu teori dalam bidang
geologi yang menjelaskan tentang sifat-sifat bumi yang mobil/dinamis karena
adanya gaya endogen dari dalam bumi. Teori ini dikembangkan untuk
memberikan penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar
yang dilakukan oleh litosfer bumi. Teori ini menggantikan teori lama yaitu:
Teori Continental Drift yang lebih dahulu dikemukakan pada pertengahan
pertama abad ke 20 dan konsep Seafloor Spreading yang dikembangkan pada
tahun 1960 an. Menurut Teori Lempeng Tektonik, lapisan terluar bumi
terbuat dari suatu lempengan tipis dan keras yang masing-masing saling
bergerak relatif terhadap yang lain. Gerakan ini terjadi secara terus-menerus
sejak bumi ini tercipta hingga sekarang.
Teori Lempeng Tektonik muncul sejak tahun 1960-an, dan hingga kini
teori ini telah berhasil menjelaskan berbagai peristiwa geologis, seperti gempa
bumi, tsunami, dan meletusnya gunung berapi, juga tentang bagaimana
terbentuknya gunung, benua, dan samudra. Lempeng tektonik terbentuk oleh
kerak benua (continental crust) ataupun kerak samudra (oceanic crust), dan
lapisan batuan teratas dari mantel bumi (earths mantle). Kerak benua dan
kerak samudra, beserta lapisan teratas mantel ini dinamakan litosfer yang
terpecah ke dalam beberapa lempeng tektonik yang saling bersinggungan satu
dengan lainnya. Kepadatan material pada kerak samudra lebih tinggi dibanding
kepadatan pada kerak benua. Demikian pula, elemen-elemen zat pada kerak
samudra (mafik) lebih berat dibanding elemen-elemen pada kerak benua
(felsik). Di bawah litosfer terdapat lapisan batuan cair yang dinamakan

astenosfer. Karena suhu dan tekanan di lapisan astenosfer ini sangat tinggi,
batu-batuan di lapisan ini bergerak mengalir seperti cairan (fluid).
Pergerakan lempeng tektonik dibedakan menjadi tiga macam, yaitu
pergerakan lempeng yang saling mendekat, saling menjauh, dan saling melewati.
a. Pergerakan Lempeng Saling Menjauhi (Divergen)
Pergerakan lempeng yang saling menjauh akan menyebabkan penipisan
dan peregangan kerak bumi hingga terjadi aktivitas keluarnya material baru
yang membentuk jalur vulkanisme. Meskipun saling menjauh, kedua lempeng
ini tidak terpisah karena di belakang masing-masing lempeng terbentuk kerak
lempeng yang baru. Proses ini berlangsung secara kontinu. Ada 2 (dua) macam
kejadian lempeng divergen, bisa terjadi antara 2 (dua) lapisan oceanic
asthenosphere yang bertemu pada lantai dasar samudera sehingga terbentuk
muka laut yang baru. Tempat pertemuan dua batas lempeng dengan tipe
Lempeng divergen biasa disebut seafloor spreading atau spreading centre.
Contohnya terdapat pada pertemuan antara lempeng Amerika Utara dan
lempeng Eurasia di Samuera Antartika, sedangkan tipe lempeng divergen yang
terjadi antara dua lempeng benua menyebebkan terjadinya rekahan yang cukup
besar pada daratan dan rekahan itu menjadi terus meluas setiap tahunnya,
sebagai contoh yang terjadi di Afrika Timur yang dikenal sebagai Great Rift
Valley.
b. Pergerakan Lempeng Saling Mendekati (Konvergen)
Pergerakan Lempeng kovergen yaitu daerah pertemuan lempeng yang
bergerak saling mendekati sampai akhirnya bertumbukan hingga menyebabkan
salah satu dari lempeng akan tersubduksi ke dalam mantel dan mengakibatkan
berkurangnya area dari lempeng tersebut.Ada 3 model dari tipe lempeng
konvergen, yaitu :

Pertemuan antara lempeng samudera dengan lempeng samudera yang


mengakibatkan salah satu lempeng akan tersubduksi ke arah mantel sehingga
pada daerah pertemuan tersebut akan terbentuk daerah kepulauan yang terdiri
dari gunung-gunung laut dan pertemuan lempeng yang seperti ini biasanya

terjadi daerah laut dalam dengan kedalaman lebih dari 11000 meter,
contohnya adalah rangkaian kepulauan yang dipenuhi gunung api sepanjang

Mariana Trench di bagian barat Samudera Pasifik.


Model yang kedua dari tipe lempeng kovergen adalah pertemuan antara
lempeng samudera dengan lempeng benua yang mengakibatkan lempeng
samudera tersubduksi ke arah mantel dan menyebabkan terbentuknya
gunung-gunung api aktif di daratan benua. Pada daerah tipe konvergen seperti
ini yang memiliki aktivitas seismik yang cukup tinggi, bahkan kebanyakan
gelombang Tsunami yang terjadi akibat aktivitas seismik pada tipe ini yang
ditimbulkan dari gempa-gempa besar yang dapat memicu terjadinya Tsunami.
Contoh tipe ini terdapat di daerah zona penyusupan di sepanjang pantai barat

sumatera dan di sepanjang pantai selatan Jawa.


Model terakhir dari tipe ini adalah pertemuan antara lempeng benua dengan
lempeng benua yang mengakibatkan terjadinya lipatan yang semakin lama
areanya semakin luas dan semakin tinggi, sebagai contoh adalah

pembentukan pegunungan Himalaya dan daerah dataran tinggi Tibet.


c. Pergerakan lempeng saling melewati (Transform)
Pergerakan lempeng yang saling melewati terjadi karena gerak lempeng
sejajar dengan arah yang berlawanan sepanjang perbatasan antarlempeng. Pada
pergerakan ini kedua perbatasan lempeng hanya bergesekan. Oleh karena itu,
tidak terjadi penambahan atau pengurangan luas permukaan. Namun, gesekan
antarlempeng ini kadang-kadang dengan kekuatan dan tegangan yang besar
sehingga dapat menimbulkan gempa yang besar. Pada tipe ini tidak ada
pembentukan lapisan asthenosphere baru atau terjadinya penyusupan yang
dilakukan oleh salah satu lempeng terhadap lainnya, contohnya adalah yang
terjadi antara lempeng samudera dengan lempeng samudera yang disebabkan
karena patahnya jalur seafloor spreading yang mengakibatkan terbentuknya
tipe ini, daerahnya biasa disebut sebagai Mid-Ocean Ridges, sedangkan
pertemuan antara lempeng benua dengan lempeng benua untuk tipe ini terjadi
akibat pergeseran dua buah lapisan secara horisontal yang muncul hingga
permukaan, contohnya adalah yang terjadi pada patahan San Andreas di
California.

Berlandaskan pada teori lempeng tektonik, kerak bumi terpecah-pecah


menjadi lempengan-lempengan yang mengapung di atas lapisan yang lebih cair.
Lempeng tektonik tebalnya dapat mencapai 80 km, tetapi ada juga yang lebih tipis
dengan luas yang beragam. Jika lempeng-lempeng tersebut bergerak saling
bertumbukan, maka akan terjadi penunjaman. Sesuai dengan hukum fisika
sederhana, lempengan yang berat jenis atau massanya lebih besar akan menunjam
dan menyusup ke bawah lempeng yang lebih ringan. Pergerakan lempeng tektonik
tersebut sangat lambat, yaitu antara 1 dan 10 cm per tahun. Namun, pergerakan
yang sangat lambat tersebut ternyata mengumpulkan energi yang sangat kuat
secara pelan-pelan di kedalaman sekitar 80 km. Apabila tekanan dan regangan
tumbukan lempeng mencapai titik jenuh, biasanya akan terjadi gerakan lempeng
tektonik secara tiba-tiba. Gerakan tersebut menimbulkan getaran di muka bumi
yang disebut gempa.

Jika lempeng tektonik saling memisah, maka terjadi aktivitas magmatis


yang mengakibatkan penambahan landas samudra. Di daerah pemisahan tersebut
terdapat rekahan-rekahan yang menjadi jalan untuk keluarnya cairan dari dalam
bumi. Cairan yang keluar dari dalam bumi tersebut kemudian mendingin menjadi
batuan basalt. Banyaknya basalt yang terus terbentuk mendorong lempeng
tektonik ke arah yang saling berlawanan. Akibatnya, lempeng tektonik terpisah
dengan jarak yang makin jauh.
Pada setiap daerah penunjaman, kira-kira pada kedalaman 150 km, terjadi
pelelehan batuan yang disebut pelelehan sebagian (partial melting). Pelelehan
terjadi karena adanya gesekan batuan dengan massa yang sangat padat dan berat
secara terus menerus. Melalui rekahan atau celah yang ada, lelehan tersebut akan
menyusup dan berusaha menembus kerak bumi. Jika lelehan tersebut berhasil
menembus kerak bumi berarti di tempat tersbut muncul gunung api. Oleh karena
itu, dapat diketahui bahwa gunung api dapat muncul di daerah terjadinya gesekan
lempeng tektonik.
Zona subduksi lempeng tektonik yang terkenal berada di Sirkum Pasifik.
Kawasan ini dikenal dengan sebutan lingkaaran api Pacific (Ring of Fire) karena
di sepanjang kawasan ini muncul serangkaian gunung api. Lingkaran api Pasifik
membentang di antara subduksi dan pemisahan lempeng Pasifik dengan lempenglempeng India-Australia, Eurasia, dan Amerika Utara, serta tumbukan lempeng
Nazca dengan lempeng Amerika Selatan.

Zona lingkaran api Pasifik ini sangat luas, yaitu membentang mulai dari
pantai barat Amerika Selatan, berlanjut ke pantai barat Amerika Utara, melingkar
ke Kanada, semenanjung Kamchatka, Kepulauan Jepang, Indonesia, Selandia
Baru, dan Kepulauan Pasifik Selatan.
Selain menjadi tempat munculnya gunung api, zona subduksi di lingkaran
api Pasifik juga merupakan tempat terjadinya gempa bumi. Menurut United State
Geological Survey (USGS), sekitar 90% gempa bumi di dunia terjadi di sepanjang
jalur lingkaran api Pasifik. Gempa bumi yang terjadi di lingkaran api Pasifik lebih
sering diakibatkan oleh gerakan lempeng tektonik daripada aktivitas gunung
apinya.
Pada awalnya hanya terbentuk satu benua besar yang disebut Pangaea dan
dikelilingi satu samudera Panthalassa. Sekitar 200 juta tahun yang lalu benua ini
terbelah menjadi dua yakni Gondwanaland dan Laurasia. Gondwanaland
kemudian terbelah membentuk benua afrika, antartika, australia, Amerika Selatan,
dan sub benua India.
Sedangkan Laurasia terbelah menjadi Eurasia dan Amerika Utara. Pada
saat benua ini terbelah-belah beberapa samudera baru muncul di sela-selanya.
Diperlukan waktu berjuta-juta tahun untuk membentuk posisi daratan yang seperti
sekarang ini.Pada awalnya hanya terbentuk satu benua besar yang disebut Pangaea
dan dikelilingi satu samudera Panthalassa. Sekitar 200 juta tahun yang lalu benua

ini terbelah menjadi dua yakni Gondwanaland dan Laurasia. Gondwanaland


kemudian terbelah membentuk benua afrika, antartika, australia, Amerika Selatan,
dan sub benua India.
Sedangkan Laurasia terbelah menjadi Eurasia dan Amerika Utara. Pada
saat benua ini terbelah-belah beberapa samudera baru muncul di sela-selanya.
Diperlukan waktu berjuta-juta tahun untuk membentuk posisi daratan yang seperti
sekarang ini.

2. Teori Gempabumi
Gempabumi merupakan peristiwa alamiah yang tidak dapat dipisahkan
dengan fenomena-fenomena alamiah lainya terutama aktivitas gunung berapi
(vulkanic). Kedua fenomena ini berkaitan erat dengan proses- proses internal yang
terjadi dalam bumi. Secara fisis fenomena ini merupakan peristiwa pelepasan
energi yang dikumpulkan sebelum akibat tegangan yang bekerja di dalam bumi.
Energi yang dilepaskan pada saat terjadi nya gempabumi dapat berupa deformasi,
energi gelombang atau energienergi lainya.
Energi deformasi yang dilepaskan suatu gempa bumi dapat dilihat dari
bentuk topografi suatu daerah.Perubahan bentuk ini dapt dilihat dari bentuk
topografi suatu daerah. Perubahan bentuk ini di sebabkan oleh pergeseran
pergeseran lempeng tektonik (tektonik plates) atau dapat juga disebabkan aktivitas
gunung berapi serta menuasia yang menyebabkan naik turunya lapisan bumi.
Studi yang mendalam tentang proses gempa bumi disertai analisanalisis catatan
penyabaran daerah gempa menunjukan bahwa energi gelombang yang
dipancarkan oleh suatu gempa akan menjalar dan menggetarkan medium elastik
yang dilewatinya.
Besar kecilnya akibat yang dirasakan karena gempa bumi berkorelasi
fositif dengan jarak suatu daerah dengan hiposenter suatu gempa. Hiposenter
adalah lokasi nyata terjadinya gempa bumi sedangkan episenter adalah proyeksi
hiposenter di permungkaan bumi (guttenber, 1954)
Jenis Gempabumi
Gempabumi merupakan fenomena alam yang bersifat merusak dan
menimbulkan bencana dapat digolongkan menjadi empat jenis, yait
a. Gempabumi Vulkanik ( Gunung Api )
Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa
terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi
maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan

terjadinya gempabumi. Gempabumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung


api tersebut.
b. Gempabumi Tektonik
Gempabumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu
pergeseran lempeng lempeng tektonik mempunyai kekuatan dari yang sangat
kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan
kerusakan atau bencana alam dibumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu
menjalar keseluruh bagian bumi.
c. Gempabumi Runtuhan
Gempabumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada
daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.
B.

TENAGA PEMBENTUK MUKA BUMI


Bentuk permukaan bumi yang kita huni tidak rata. Kenyataannya

permukaan bumi ada yang cembung ada yang cekung. Bentuk cembung dapat
berupa bukit, gunung, maupun pegunungan. Sedangkan bentuk cekung dapat
berupa lembah, danau, maupun lautan.
Bentuk-bentuk permukaan bumi terbentuk lewat proses pembentukan dan
perombakan permukaan bumi yang berlangsung cukup lama. Perubahan
permukaan bumi terjadi oleh tenaga geologi yang terdiri dari tenaga endogen dan
tenaga eksogen.

Tenaga Pembentuk Muka Bumi

1. Tenaga Endogen

Tenaga Endogen juga bisa disebut juga tenaga tektonik. Tenaga


Endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Tenaga Endogen terdiri
dari proses diatropisme dan proses vulkanisme. Tenaga Endogen sering
menekan di sekitar lapisan-lapisan batuan pembentuk kulit bumi (litosfer).
a. Proses Diastropisme

Proses Diastropisme adalah proses strutual yang mengakibatkan terjadinya


lipatan dan patahan tanpa dipengaruhi magma tapi tenaga dari dalam bumi.

b. Proses lipatan
Jika tenaga endogen yang menekan litosfer arahnya mendatar dan
bertumpukan yang mengakibatkan permukaan bum melipat menyebabkan
terbentuknya puncak dan lembah. Bentuk permukaan bumi dari hasil proses ini
ada dua, yaitu puncak lipatan (antiklin) dan lembah lipatan (sinklin).

c. Proses Patahan

Proses datropisme juga dapat menyababkan truktur lapisan-lapian


batuan retak-retak dan patah. Lapiasan batuan yang mengalami proses patahan
ada yang mengalami pemerosotan yang membentuk lemdh patahan dan ada
yang terangkat membentuk puck patahan. Lembah patahan disebut slenk atau
graben sedangkan puncak patahan dinamakan horst.

d. Vulkanisme

Tenaga tektonik dapat mengakibatkan gejala vulaknisme. Gejala


vulkanisme berhubungan dengan aktivtas keluarnya magma di gunungapi. Proses
keluarnya magma ke permukaan bumi disebut erupsi gunungapi. Proses
vulkanisme terjadi karena adanya magma yang keluar dari zona tumbukan
antarlampang. Beberapa gunugapi ditemukan berada di tengah lempeng yang
disebsbkan oleh tersumbatnya panas di kerak bumi gejala ini disebut titik panas
(hotspot).Para ilmuan menduga aliaran magma mendesak keluar membakar kerak
bumi dan melutus di permukaan.
Bentuk-bentuk Gunung Api

gambar gunung api maar


Keuntungan adanya Gunungapi:
a.

Abu vulkanis yang dikeluarkan gunung api saat terjadi erupsi (letusan) dapat
menyuburkan tanah pertanian karena banyak mengandung unsur hara

b.

tanaman.
Material yang dikeluarkan gunung api saat terjadi letusan yang berupa pasir,
kerikil, batu-batu besar, kesemuanya merupakan mineral industri yang dapat

c.

digunakan untuk bahan bangunan.


Gunung api terbentuk dari keluarnya magma dari dalam bumi. Magma yang
menuju permukaan bumi tersebut banyak membawa mineral logam, dan
barang tambang lainnya. Oleh karena itu di daerah pegunungan dan gunung

d.

api banyak ditemukan bahan tambang.


Adanya gunung api yang tinggi menyebabkan terjadinya hujan orografis,

e.

sehingga daerah itu menjadi daerah yang banyak hujan.


Daerah yang bergunung api biasanya merupakan daerah tinggi, sehingga
dapat dimanfaatkan sebagai daerah hutan, perkebunan, dan daerah pariwisata.

Kerugian adanya Gunungapi:


a. Gunung api pada waktu meletus mengeluarkan lava pijar dan sangat
berbahaya.
b. Gunung api yang meletus juga mengeluarkan gas yang sangat panas, yang
juga bergerak menuruni lereng. Contoh awan panas dari G. Merapi di Jawa
Tengah.
c. Pada saat terjadi letusan, lava pijar akan bercampur dengan air yang terdapat
di danau kawah, dan membentuk lahar panas, yang sangat berbahaya. Contoh
lahar panas dari G. Kelud (Jawa Timur).
d. Lava yang menumpuk di puncak gunung akan hanyut dan turun ke bawah
bersama air hujan sebagai lahar dingin. Wujud lahar dingin ini berupa aliran
batu, kerikil dan pasir yang jenuh air, meluncur ke bawah menuruni lereng.
e. Gunung api yang tinggi dan berderet dapat membentuk daerah bayangan
hujan. Daerah bayangan hujan ini curah hujannya sedikit dan bersifat lebih
kering. Contoh Lembah Palu, Sulawesi Tengah.
f. Letusan gunung api bawah laut dapat menyebabkan terjadinya gelombang
Tsunami, seperti tsunami di di Banten dan Lampung akibat letusan Gunung
Krakatau (1883).
g. Abu vulkanis di udara dari letusan gunung api dapat mengganggu
penerbangan dan dapat merusak tanaman.
2. Tenaga Eksogen
Tenaga eksogen yaitu tenaga yang berasal dari luar bumi. Sifat umum
tenaga eksogen adalah merombak bentuk permukaan bumi hasil bentukan dari
tenaga endogen. Bukit atau tebing yang terbentuk hasil tenaga endogen terkikis
oleh angin, sehingga dapat mengubah bentuk permukaan bumi.
Secara umum tenaga eksogen berasal dari 3 sumber, yaitu:

Atmosfer, yaitu perubahan suhu dan angin.


Air yaitu bisa berupa aliran air, siraman hujan, hempasan gelombang laut,

gletser, dan sebagainya.


Organisme yaitu berupa jasad renik, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia.
Di permukaan laut, bagian litosfer yang muncul akan mengalami

penggerusan oleh tenaga eksogen yaitu dengan jalan pelapukan, pengikisan dan
pengangkutan, serta sedimentasi. Misalnya di permukaan laut muncul bukit hasil

aktivitas tektonisme atau vulkanisme. Mula-mula bukit dihancurkannya melalui


tenaga pelapukan, kemudian puing-puing yang telah hancur diangkut oleh tenaga
air, angin, gletser atau dengan hanya grafitasi bumi. Hasil pengangkutan itu
kemudian diendapkan, ditimbun di bagian lain yang akhirnya membentuk
timbunan atau hamparan bantuan hancur dari yang kasar sampai yang halus.
Contoh lain dari tenaga eksogen adalah pengikisan pantai. Setiap saat air
laut menerjang pantai yang akibatnya tanah dan batuannya terkikis dan terbawa
oleh air. Tanah dan batuan yang dibawa air tersebut kemudian diendapkan dan
menyebabkan pantai menjadi dangkal. Di daerah pegunungan bisa juga ditemukan
sebuah bukit batu yang kian hari semakin kecil akibat tiupan angin.
a. Pelapukan
Pelpukan merupakan tenaga perombak (pengkikisan) oleh media penghancur.
Proses pelapukan dapat dikatakan sebagai proses penghancuran massa batuan
melalui media penghancuran, berupa:

Sinar matahari

Air

Gletser

Reaksi kimiawi

Kegiatan makhluk hidup (organisme)

Peroses pelapukan terbagi jadi tiga, yaitu :


1) Pelapukan Mekanik
Pelapukan mekanik (fisik) adalah proses pengkikisan dan penghancuran
bongkahan batu jadi bongkahan yang lebih kecil, tetapi tidak mengubah unsur
kimianya.Proses ini disebabkan oleh sinar matahari, perubahan suhu tiba-tiba, dan
pembekuan air pada celha batu.
2) Pelapukan Kimiawi
Pelapukan adalah penghcuran dan pengkikisan batuan dengan mengubah
susunan kimiaai batu yang terlapukkan. Jenis pelapukan kimiawi terdiridari dua
macam, yaitu proses oksidasi dan proses hidrolisis.
3) Pelapukan Organik

Pelapukan organik dihasilkan oleh aktifitas makhluk hidup, seperti pelapukan


oleh akar tanaman (lumut dan paku-pakuan) dan aktivitas haewn (cacing tanah
dan serangga)
.
b. Erosi

gambar erosi oleh angin

erosi oleh air

gua dalam tanah akibat erosi


Erosi seperti pelapukan adalah tenaga perombak (pengkikisan). Tapi yang
membedakan erosi dengan pelapukan adalah erosi adalah pengkikisan oleh media
yang bergerak, seperti air sungai, angin, gelombang laut, atau gletser. Erosi
dibedakan oleh jenis tenaga perombaknya yaitu :Erosi air, Erosi angin (deflasi),
Erosi gelombang laut (abarasi / erosi marin ), Erosi gletser (glasial).
Bentuk-bentuk Permukaan Bumi Akibat Erosi. Pengikisan oleh Air dapat
Mengakibatkan:
1. Tebing sungai semakin dalam.
2. Lembah semakin curam.
3. Pembentukan gua.
4. Memperbesar badan sungai.
Erosi angin biasanya terjadi di gurun. Bentuk permukaan bumi yang terbentuk
antara lain:
1. Batu jamur.
2. Ngarai
Abrasi biasanya terjadi di pantai, membentuk:
1. Dinding pantai yang curam.
2. relung ( lekukan pada dinding tebing).
3. gua pantai.

4. batu layar
C. CINCIN API (RING OF FIRE)

Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik (bahasa Inggris: Ring of Fire)
adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang
mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan
mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai
sabuk gempa Pasifik.Cincin Api Pasifik (Ring Of Fire) adalah area dimana terdapat
banyak sekali terjadi gempa dan letusan gunung berapi di dalam area Samudera
Pasifik. Dalam bentuk seperti tapal kuda dengan panjang 40.000 km, itu dikaitkan
dengan palung samudera, vulkanik busur, dan sabuk vulkanik dan pergerakan
lempeng yang terjadi terus menerus serta berdekatan. Cincin Api memiliki 452
gunung berapi dan merupakan rumah bagi lebih dari 75% gunung berapi aktif dan
tidak aktif di dunia. Kadang-kadang disebut circum-Pacific belt atau circum-Pacific
seismic belt.
Cincin Api adalah akibat langsung dari lempeng tektonik dan pergerakan
serta tabrakan dari lempeng kerak. Bagian timur cincin adalah hasil dari Lempeng
Nazca dan Lempeng Cocos menjadi sub bagian di bawah bergerak ke arah barat
Lempeng Amerika Selatan. Sebagian dari Lempeng Pasifik bersama dengan lempeng
Juan de Fuca kecil sedang sub bagian di bawah Lempeng Amerika Utara. Sepanjang

bagian utara dengan lempeng Pasifik bergerak ke arah barat laut sedang sub bagian
Kepulauan Aleut di bawah busur. Lebih ke barat lagi lempeng Pasifik sedang sub
bagian sepanjang sabuk Semenanjung Kamchatka di selatan melewati Jepang.
Bagian selatan lebih kompleks dengan sejumlah kecil lempeng tektonik bertabrakan
dengan lempeng Pasifik dari Kepulauan Mariana, Filipina, Bougainville, Tonga, dan
Selandia Baru. Indonesia terletak di antara Cincin Api sepanjang kepulauan timur
laut berbatasan langsung dengan New Guinea dan di sepanjang sabuk Alpide selatan
dan barat dari Sumatera, Jawa, Bali, Flores, dan Timor. Yang terkenal dan sangat
aktif zona Patahan San Andreas di California adalah sebuah kesalahan yang
mengubah offset sebagian dari Pasifik Timur Naik barat daya di bawah Amerika
Serikat dan Meksiko. Gerakan kesalahan kecil menghasilkan banyak gempa bumi,
pada beberapa kali sehari, yang kebanyakan terlalu kecil untuk dirasakan. Queen
Charlotte Fault aktif di pantai barat Ratu Charlotte Islands, British Columbia,
Kanada, telah menghasilkan tiga gempa bumi besar pada abad ke-20: 7 besaran
peristiwa pada tahun 1929, yang berkekuatan 8,1 terjadi pada tahun 1949 (terbesar di
Kanada tercatat gempa bumi) dan 7,4 besaran pada tahun 1970.
Daerah cakupan
Beberapa daratan dan lautan yang membentuk Lingkaran Api Pasifik (dari arah
barat daya, berlawanan arah jarum jam) :

* Selandia Baru

* Palung Kermadec
* Palung Tonga
* Palung Bougainville
* Indonesia
* Gunung Merapi
* Filipina
* Palung Filipina
* Palung Yap
* Palung Mariana
* Palung Izu Bonin
* Palung Ryukyu
* Jepang
* Gunung Fuji
* Palung Jepang
* Palung Kurile
* Kamchatka
* Kepulauan Aleutia
* Palung Aleutia
* American cordillera
* Alaska
* Pacific Coast Range
* British Columbia
* Barisan Pegunungan Cascade
* Gunung St. Helens
* California
* Meksiko
* Palung Amerika Tengah
* Guatemala
* Nikaragua
* Kolombia
* Ekuador

* Peru
* Palung Peru-Chili Trench
Sekitar 90% dari gempa bumi yang terjadi dan 81% dari gempa bumi
terbesar terjadi di sepanjang Cincin Api ini. Daerah gempa berikutnya (56% dari
seluruh gempa dan 17% dari gempa terbesar) adalah sabuk Alpide yang membentang
dari Jawa ke Sumatra, Himalaya, Mediterania hingga ke Atlantika. Berikutnya adalah
Mid-Atlantic Ridge, sabuk ketiga tempat sering terjadinya gempa.

Dari sebanyak 129 gunung api di Indonesia atau 13 persen dari seluruh
gunung api di dunia, terbentang dari pulau Sumatera menyusuri pulau Jawa
kemudian menyeberang ke Bali, Nusa Tenggara hingga bagian timur Maluku dan
berbelok ke utara pulau Sulawesi.
Atau melingkari Kepulauan Indonesia sehingga dikenal dengan sebutan
lingkaran api (The Ring of Fire) Indonesia, atau jalur tektonik Indonesia, tegas
Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi, Dr Surono, Senin
(25/2).
Banyaknya gunung api di Indonesia, karena negara kepulauan ini tercabikcabik oleh keberadaan pusat hiruk-pikuk tiga lempeng tektonik (tectonic plate),
yang saling bertabrakan, katanya.Masing-masing lempeng Eurasia, lempeng Indo-

Australia dan lempeng Pasifik, tumbukan ketiga lempeng tersebut pada akhirnya
membentuk rangkaian gunung api di Indonesia.
Dijelaskan, kawasan ini menjadi arena benturan antara lempeng IndoAustralia yang bergerak ke utara terhadap lempeng Pasifik yang relatif bergerak
ke arah barat. Sehingga kepulauan Indonesia dihimpit oleh dua pergerakan, terdiri
ke utara dan ke barat dengan kecepatan berkisar 4-6 cm per tahun, maka lempeng
yang berbenturan tersebut menunjang tepat di bawah kepulauan Indonesia dan
memberi peluang kepada magma merayap naik, persis diatas Nusantara dan
membentuk banyak pulau.
Di bagian utara terdapat lempeng yang ketiga, lempeng Eurasia yang
menahan himpitan tersebut sehingga Nusantara berada dalam lingkaran
pertarungan tiga lempeng besar dunia. Akibat benturan ketiga lempeng itu,
menyebabkan retaknya beberapa bagian pada kerak bumi, selain menimbulkan
panas yang memproduksi batuan cair (magma).
Melalui retakan-retakan yang terbentuk, sekaligus sebagai bidang lemah,
magma terdorong naik dan membentuk kerucut-kerucut gunungapi. Sementara itu,
zona subduksi yang terbentuk sangat luas dimulai dari sisi selatan barat pulau
Sumatera hingga sisi selatan pulau Jawa, zona tersebut berlanjut hingga Nusa
Tenggara yang memanjang dari barat ke timur.
Kemudian di bagian timur Nusantara jalurnya memutar dimulai dari laut
Banda di Maluku berputar ke utara memotong Sulawesi bagian utara, tegasnya.
Surono menyatakan, team-nya siap dan mampu menangani target letusan lima
gunung api di Indonesia setiap tahun.
Saat ini terdapat dua gunung api berstatus siaga, gunung api Krakatau di
Selat Sunda telah meletus sedangkan gunung api Lokon di Sulawesi terusmenerus mengeluarkan asap tebal.

Gunung berapi di Indonesia adalah yang terakftif diantara tempat lainnya


yang termasuk dalam Ring Api Pasifik. Mereka terbentuk dari daerah sub bagian
antara lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia. Beberapa dari gunung
berapi mencatatkan letusannya, misal, Krakatau yang meberikan efek global pada
1883, Danau Toba untuk letusan supervolcanic yang diperkirakan terjadi pada
74000SM yang bertanggung jawab atas 6 tahun musim dingin, dan Gunung
Tambora yang merupakan letusan tersadis yang tercatat dalam sejarah di tahun
1815.

Gunung berapi paling aktif adalah Kelud dan Merapi di Pulau Jawa yang
telah membunuh ribuan penduduk di sekitarnya. Sejak tahun 1000, Kelud telah
meletus 30 kali, dimana yang terbesar dengan skala 5 dalam Index Letusan
Gunung Berapi, di saat Merapi meletus lebih dari 80 kali. The International
Association of Volcanology and Chemistry menjulukki Merapi sebagai gunung
berapi 10 tahunan sejak 1995 atas tingginya aktifitas gunung berapi ini.