Anda di halaman 1dari 18

TEKNIK OKULASI

JARINGAN TUMBUHAN
Oleh:
Siti Nur Hasanah (011)
Yohan Lestiana (020)
Alvionita (024)
Astriedianova P.A. (026)
Fauzia Budi Mariska (038)

Pendahuluan...
Cara perkembangbiakan pada tumbuhan,
dibedakan menjadi 2 yaitu:
1. Generatif: Perkembangbiakan seksual,
melibatkan sel kelamin jantan dan sel
kelamin betina. Misal: Pohon mangga
2. Vegetatif: Perkembangbiakan tanpa
melibatkan peleburan sel kelamin jantan
dan sel kelamin betina
a. Alami: Tanpa campur tangan
manusia/makhluk lain. Misal: Tunas, Umbi
batang, dll.
b. Buatan: Melibatkan manusia. Misal:
Cangkok, Okulasi, Stek.

Pengertian...

Okulasi = Budding = Menempel


Okulasi: Teknik perbaikan kualitas
tanaman secara vegetatif buatan yang
dilakukan dengan menempelkan mata
tunas dari tanaman yang unggul ke
batang tanaman lainnya.
Tujuan: Memperoleh bibit tanaman yang
lebih berkualitas (unggul).

Istilah-istilah dalam Okulasi...


1.

2.

3.
4.

5.

6.

Batang BawahHarus dari biji


Batang Atas (Entres)Tajuk tanaman yang
dikemudian hari akan menghasilkan mata
tunas
Kebun Entres Kebun penghasil mata
okulasi
Kayu OkulasiTunas muda dari pohon induk
yang memiliki mata tunas sebagai bahan
okulasi
Mata Tunas Terdapat di kulit pohon,
biasanya berupa: mata daun, mata sisik, dan
mata bunga
Perisai Bagian kayu okulasi yang diiris dan
akan ditempelkan

Faktor-faktor yang Mempengaruhi


Keberhasilan Okulasi....
1.

Faktor Lingkungan
a. Waktu Okulasi
b. Temperatur dan kelembaban
c. Cahaya

2.

Faktor Tanaman
a.
b.
c.
d.

3.

Kompatbilitas dan inkomtabilitas


Keadaan fisologi tanaman
Pengelupasan kulit kayu
Penyatuan kambium

Faktor Pelaksana
a. Keahlian
b. Kesempurnaan alat

Macam Cara Okulasi...


1.

2.
3.
4.

T-Okulasi
Okulasi Forkert
Okulasi Jendela
Okulasi Stempel

T-Okulasi...

T-budding adalah metode tercepat dari okulasi,


sehingga banyak digunakan dalam produksi
sejumlah besar tunas.
Caranya:
Membuat irisan melintang kurang lebih 1 cm dari
lingkaran batang. Dari pertengahan irisan melintang ini
kita buat irisan vertikal ke bawah (huruf T) atau ke atas (
huruf T terbalik). Panjang irisan vertikal lebih kurang
3cm. Kulit di kedua belah sisi irisan vertikal diangkat
dengan pisau.
Mengambil mata dengan cara menyayat atau bentuk
segiempat. Setelah kayu dilepaskan dari kulit mata,
maka mata ini segera disisipkan ke bawah kulit batang
pokok yang telah diiris tadi.

Okulasi Forkert....
Okulasi dengan cara Forkert biasanya memberi hasil
lebih baik dibanding dengan okulasi huruf T karena
kambium pada cara Forkert tidak rusak tergores
pisau, terutama di bagian tengah yang akan
ditempeli mata.
Caranya:
1. Pada batang pokok , kita buat irisan melintang
sepanjang 1 cm, dari ujung irisan melintang ini
kita buat irisan vertikal yang tegak lurus ke arah
bawah. Panjang irisan lebih kurang 3cm.
2. Dengan menggunakan sudip pelan-pelan irisan
ini kita buka. Cara membuka irisan ini dimulai
dari atas lalu di tarik ke bawah. Agar kambium
tidak mengering maka irisan yang telah kita
buka tadi kita tutup kembali. Untuk menjaga
supaya irisan tidak membuka kembali maka
perlu diikat seperlunya.

Lanjutan Okulasi Forkert....


Mata tunas diambil dengan cara sayatan atau irisan
segiempat. Besarnya kulit mata ini harus lebih kecil
daripada irisan yang telah kita buat. Bila ukuran kulit
mata sama atau lebih besar dariada irisan yang telah
kita buat maka kita akan mengalami kesulitan untuk
menempelkan kulit mata dan akibatnya okulasi akan
gagal.
5. Kulit mata yang telah dilepas kayunya, di dalamnya
ada kambiumnya dan diluar ada matanya,
ditempelkan pada irisan batang pokok yang telah kita
buka lebar-lebar.
6. Setelah kambium menempel pada kambium batang
pokok, maka kulit irisan batang pokok ditutup
kembali.
7. Dalam waktu 2-3 minggu kemudian ikatan dibuka.
Bila matanya masih hijau berarti ada harapan okulasi
akan jadi. Kemudian kulit yang menutup mata
dipotong di bawah mata supaya tunas dapat tumbuh
4.

Okulasi Jendela....

Pelaksanaan okulasi jendela memerlukan waktu yang agak lama


dan rumit. Pada lidah kulit yang telah dibuat, harus dibuat lubang.
Lubang tersebut nantinya digunakan untuk tempat mata, dengan
demikian mata tidak akan tertutup oleh lidah atau kulit batang
pokok.
Caranya:
1.
Kita buat lebih dulu irisan pada batang pokok. Untuk
membuat irisan ini ada dua cara. Pertama, pada ketinggian
kira-kira 15 cm dari permukaan tanah dibuat dua buah irisan
vertikal yang arahnya ke atas. Jarak antara dua irisan ini
1,25 cm, kemudian kedua irisan ini bertemu kira-kira pada
ketinggian 21 cm dari permukaan tanah. Cara kedua, kirakira 21 cm dari permukaan tanah kita buat irisan tegak lurus
ke arah bawah sepanjang 5 cm.
2.
Dengan pelan-pelan kita angkat irisan ini dengan sudip atau
pisau, sehingga terbentuk lidah. Lidah ini isa berbentuk
lancip atau rata pada ujungnya bergantung pada cara yang
kita pilih.
3.
Di tengah-tengah lidah itu kita buat lubang berbentuk
segiempat dengan panjang 0,9 cm dan lebarnya 0,6 cm.

Lanjutan Okulasi Jendela....


4.

5.

Kita siapkan kulit pohon yang ada


matanya yang panjangnya 4,5 cm dan
lebarnya 1 cm. Mata kita tempelkan
pada kayu batang pokok sehingga
kambiumnya bertemu dan diusahakan
mata terletak tepat pada lubang lidah
bila nanti ditutupkan. Dengan demikian
kulit lidah akan menutupi kulit mata dan
kambium benar-benar menempel rata.
Luka bekas irisan ditutup dengan lilin
atau parafin, kemudian diikat dengan tali
plastik dengan sistem ikatan genting
yaitu dari bawah ke atas.

Okulasi Stempel....

Cara okulasi ini lebih menguntungkan


dibanding menggunakan pisau okulasi
karena harga alat lebih murah, bahkan
dapat dibuat sendiri. Cara kerjanya lebih
cepat, tingkat keberhasilan lebih tinggi, dan
biaya produksi lebih rendah.
Caranya:
1. Pisau ditancapkan pada kulit batang
pokok tempat okulasi. Posisi pisau
mula-mula miring, lalu semua mata
pisau dirapatkan sambil ditekan.
Dengan pelan- pelan pisau diangkat,
maka kulit batang pokok ini akan
terikut dan kulit ini kita buang.

Lanjutan Okulasi Stempel....


Kita ambil mata, caranya sama dengan
pengambilan kulit pada batang pokok.
Mata beserta kulitnya yang menempel
pada pisau lalu kita angkat dengan kuku
ibu jari dan telunjuk.
3. Secara perlahan lahan mata ini kita
tempelkan pada lubang bulat yang telah
kita buat tadi, sehingga letaknya bisa
tepat benar.
4. Kemudian kita ikat dengan tali plastik
dari bawah ke atas (sistem genting).
2.

Cara Okulasi secara Umum...


Potong cabang tanaman induk yang akan diambil
mata tunasnya. Potonglah pada waktu pagi atau
sore hari, saat tumbuhan tidak melakukan proses
fotosintesis.
2. Daun yang ada di cabang tanaman yang telah
dipotong tadi sebaiknya dibuang. Sayat mata tunas
dari bawah ke atas dengan seksama. Sebaiknya
lebar sayatan tidak lebih dari 2 cm.
3. Sayat kulit cabang primer dan bagi menjadi dua,
setelah itu tempelkan mata tunas yang sudah
disiapkan.
4. Setelah mata tunas menempel, maka tutup dengan
sayatan cabang primer. Bungkus dengan plastik
khusus hingga rapat dari rah bawah hingga ke atas.
Proses ini penting untuk mencegah masuknya air
yang bisa menyebabkan pembusukan
1.

Keuntungan Okulasi....
1.

2.
3.

4.
5.
6.
7.

Dengan cara diokulasi dapat diperoleh


tanaman yang dengan produktifitas yang
tinggi.
Ada beberapa warna di satu pohon.
Tanaman memiliki sifat yang baru.
Pertumbuhan tanaman yang seragam.
Penyiapan benih relatif singkat.
Masa hidup dipembibitan pendek sehingga
penyediaan bahan tanaman lebih cepat.
Perakarannya tidak terganggu pada saat bibit
dipindahkan kelapangan.

Kelemahan Okulasi....
1. Terkadang suatu tanaman hasil okulasi ada
yang kurang normal terjadi karena tidak
adanya keserasian antara batang bawah
dengan batang atas (entres).
2. Perlu menggunakan tenaga ahli untuk
pengokulasian ini.
3. Bila salah satu syarat dalam kegiatan
pengokulasian tidak terpenuhi kemungkinan
kegiatan okulasi akan gagal atau mata
entres tidak tumbuh sangat besar.

Daftar Pustaka...
Anonym. TT. Okulasi, Cara Tepat Perbanyak Tanaman. Diunduh dari
http://carapedia.com/okulasi_tepat_perbanyak_tanaman_info3768.htm
l pada tanggal 20 Februari 2014.
Sepdian Luri A. 2009. Kultur Kalus. Diunduh dari http://kulturjaringan.blogspot.com/2009/08/kultur-kalus_15.html pada tanggal 21
Februari 2014.
Lewis, William J. 2008. Grafting and Budding: a Practical Guide for Fruit
and Nut Trees and Ornamentals. Sydney: Landlinks Press.
Ni Luh sudiani. 2013. Makalah Okulasi. Diunduh dari
http://luhsudiani.blogspot.com/2013/01/makalah-okulasi.html pada
tanggal 21 Februari 2014.
Teguh Yuono. 2012. Pengertian Okulasi. Diunduh dari
http://syarattumbuh.blogspot.com/2013/05/pengertian-okulasi.html
pada tanggal 20 Februari 2014.
Prasetyo Siagian. 2012. Okulasi. Diunduh dari
http://anakpintarunja.blogspot.com/2012/06/okulasi-1.html pada
tanggal 21 Februari 2014.
Djoehana Setyamidjaja. 1993. Karet, Budidaya dan Pengolahan.
Yogyakarta: Kanisius.