Anda di halaman 1dari 42

Kelompok 2

Oleh
Miftahul Khairat Sukma
Utama Swandaru Islami
Balthazar Isra
Suryananda Padmadinata
Ramaditya Putra
Yusuf Abiyoga Prasetia Wicaksana

Channel ?

Duplexing Method

Spesifikasi GSM

Sumber: http://technocell.wordpress.com/2007/09/11/berkenalan-dengan-gsm/

GSM ARFCN (Absolute Radio


Frequency Channel Numbers)

21/11/2014

Sumber: http://www.rfcafe.com/references/electrical/gsm-specs.htm

21/11/2014

GSM Air Interface


FDMA
124 ARFCN dengan 200 KHz space
Uplink dan downlink terpisah

TDMA
8 time slot per frekuensi

KONSEP KANAL PADA GSM


1. Kanal Fisik :
Satu TimeSlot (TS) frame TDMA merupakan satu kanal fisik.
Setiap Carrier RF terdiri dari 8 TS (CH 0 7)

2. Kanal Logic :
Kanal Trafik (TCH) dapat membawa suara atau data untuk layanan
komunikasi.
TCH dibagi dalam 2 jenis :
- full rate channel dengan bit rate 13 Kbps
- halfKONSEP
rate channel
dengan bit
rate 6,5
Kbps.
KANAL
PADA
GSM
Kanal Kontrol digunakan untuk keperluan Signalling.
Kanal terdiri dari 2 jenis, yaitu:
Kanal Logic ditumpangkan pada kanal fisik

TDMA

FDMA & TDMA

GSM Frame structure

GSM Channel

Logical Channel

Control Channel

Control Channel (CCH)


Broadcast Channel (BCH), bersifat broadcast
ke semua MS (TS0)
Common Control Channel (CCCH), bersifat
dipergunakan bersamaan oleh MS (TS0)
Dedicated Control Channel (DCCH), bersifat
dipergunakan oleh MS yang sudah ditentukan
(selain TS0).

Control Channel

Broadcast Control Channel (BCH)


FCCH (Frequency Correction Channel)
Arah Downlink
Point to Multipoint
Sinkronisasi frekuensi MS

SCH (Synchronization Channel)


Arah Downlink
Point to Multipoint
Sinkronisasi frame
Info BSIC (Base Station Identity Code)

BCCH (Broadcast Control Channel)

Arah Downlink
Point to multipoint
Info LAI (Location Area Identity)
Info power output maksimum MS
Info BCCH carrier sel yang berdekatan, keperluan
handover

FCCH, SCH dan BCCH dipancarkan secara terus


menerus
Pembacaan harus dilakukan tiap kali MS pindah
sel

Control Channel

Common Control Channel (CCCH)


PCH (Paging Channel)
Arah downlink
Point to Multipoint
Paging message (IMSI/TMSI)

RACH (Random Access Channel)


Uplink
Point to point
MS call set up

AGCH (Access Grant Channel)

Downlink
Jawaban dari RACH
Point to point
Menyediakan kanal signalling (SDCCH)

PCH, RACH, dan AGCH dipancarkan tergantung permintaan

Control Channel

SDDCH (Stand Alone Dedicated Control Channel)

Arah DL & UL
Point to point
Call Setup
Authentication
Location Updating
Kirim short messege dan Cell broadcast (ditunjukan
untuk semua MS di cell)
Menyediakan TCH

SACCH (Slow Associated Control Channel)

DL & UL
Point to point
UL : MS measurement data
DL : MS power output; Timing advance
Trafic voice mode

FACCH (Fast Associated Control Channel)


DL & UL
Point to point
Digunakan pada waktu Handover, menggunakan kanal traffik yang
kosong
Stealing mode (pengganti sementara TCH, mencari kanal suara
diunakan untuk handover

Pada saat HO, TCH digantikan dengan FACCH untuk meminta HO

GSM Analogy

GSM Analogy

Burst
Format informasi yang ditransmisikan selama
satu time slot TDMA
Normal Burst
Frequency Correction Burst
Synchronization Burst
Access Burst
Dummy Burst

Frequency Correction Burst


Memancarkan FCCH
Berisi unmodulated carrier berupa gelombang
sinus murni
Berisi bit-bit yang seluruhnya berpolarisasi 0

Synchronisation Burst
Memancarkan SCH
Berisi nomor frame TDMA
Membawa Base Station Identification Code
(BSIC)

Normal Burst
Membawa seluruh Logical Channel
TCH, SDCCH, BCCH, PCH, AGCH, SACCH dan
FACCH

Access Burst
Memancarkan RACH arah uplink
Timing Advance (TA) untuk mengukur jarak
antara MS yang dipakai untuk menentukan
Time Delay

Dummy Burst
Merupakan bit-bit tambahan
Tidak berisi informasi apapun
Formatnya sama dengan format pada Normal
Burst

Burst Format

JUMLAH FREKUENSI YANG DIMILIKI MASING-MASING OPERATOR DI


INDONESIA

21/11/2014

Link Budgeting?

Parameter yang mempengaruhi


kondisi geografi/kanal wireless

Lingkungan Propagasi
Rugi-rugi Propagasi
Fading
Noise

NLOS Propagation
Perhitungan loss propagasinya dapat dilihat pada rumus
dibawah:
Lpropagasi = Ldo + 10 n log 10 (d/d0) + Lf + Lh + s (dB)

Dimana :
Ldo = free path loss di d0
d0 = 100 m (jarak referensi)
n = path loss exponent
d = jarak base station dan subscriber station (m)
Lf = faktor koreksi frekuensi
Lh = faktor koreksi tinggi antenna penerima
S = shadow fading komponen
Dimana :h = tinggi antena penerima
2mh8m

dimana : hb =tinggi base station 10 m hb


80 m a,b,c = konstanta yang menunjukkan
kategori terrain

LOS Propagation
Besarnya redaman ruang bebas adalah :
Lp= FSL = 32,45 + 20 log f (MHz) + 20 log d (km)

dimana :
f = frekuensi operasi (MHz)
d = jarak antara pengirim dan penerima (km)

Perhitungan EIRP (Effective Isotropic


Radiated Power)
EIRP = Ptx + Gtx Ltx
dimana :
PTX = daya pancar (dBm)
GTX = penguatan antena pemancar (dB)
LTX = rugi-rugi pada pemancar (dB)

Perhitungan RSL (Receive Signal Level)


RSL = EIRP Lpropagasi + GRX LRX

dimana :
EIRP = Effective Isotropic Radiated
Power (dBm)
Lpropagasi = rugi-rugi gelombang saat
berpropagasi (dB)
GRX = penguatan antena penerima (dB)
LRX = rugi-rugi saluran penerima (dB)

Terima Kasih