Anda di halaman 1dari 15

Motor Listrik AC

Berdasarkan karakteristik dari arus listrik yang mengalir, motor AC (Alternating Current,
Arus Bolak-balik) terdiri dari 2 jenis, yaitu Sinkron dan Induksi.
Induksi di bagi lagi menjadi 2 yaitu :

1. Motor listrik AC / arus bolak-balik 1 fasa


2. Motor listrik AC / arus bolak-balik 3 fasa

1. Motor AC Sinkron

Motor sinkron adalah motor AC yang bekerja pada kecepatan tetap pada sistim frekwensi
tertentu. Motor ini memerlukan arus searah (DC) untuk pembangkitan daya dan memiliki
torque awal yang rendah, dan oleh karena itu motor sinkron cocok untuk penggunaan awal
dengan beban rendah, seperti kompresor udara, perubahan frekwensi dan generator motor.
Motor sinkron mampu untuk memperbaiki faktor daya sistim, sehingga sering digunakan
pada sistim yang menggunakan banyak listrik.
Prinsip Kerja Motor AC Sinkron
Pada motor sinkron, suplai listrik bolak-balik (AC ) membangkitkan fluksi medan putar stator
(Bs) dan suplai listrik searah (DC) membangkitkan medan rotor (Bs). Rotor berputar karena
terjadi interaksi tarik-menarik antara medan putar stator dan medan rotor. Namun
dikarenakan tidak adanya torka-start pada rotor, maka motor sinkron membutuhkan primemover yang memutar rotor hingga kecepatan sinkron agar terjadi coupling antara medan
putar stator (Bs) dan medan rotor (Br)
Sebuah motor sinkron dapat dinyalakan oleh sebuah motor dc pada satu sumbu.Ketika motor
mencapai kecepatan sinkron, arus AC diberikan kepada belitan stator. Motor dc saat ini
berfungsi sebagai generator dc dan memberikan eksitasi medan dc kepada rotor. Beban
sekarang boleh diberikan kepada motor sinkron. Motor sinkron seringkali dinyalakan dengan
menggunakan belitan sangkar tupai (squirrel-cage) yang dipasang di hadapan kutub rotor.
Motor kemudian dinyalakan seperti halnya motor induksi hingga mencapai 95% kecepatan
sinkron, saat mana arus searah diberikan, dan motor mencapai sinkronisasi. Torque yang
diperlukan untuk menarik motor hingga mencapai sinkronisasi disebut pull-in torque.

Seperti diketahui, rotor motor sinkron terkunci dengan medan putar dan harus terus
beroperasi pada kecepatan sinkron untuk semua keadaan beban. Selama kondisi tanpa beban
(no-load), garis tengah kutub medan putar dan kutub medan dc berada dalam satu garis
(gambar dibawah bagian a). Seiring dengan pembebanan, ada pergeseran kutub rotor ke
belakang, relative terhadap kutub stator (gambar bagian b). Tidak ada perubahan kecepatan.
Sudut antara kutub rotor dan stator disebut sudut torque

Kontruksi Motor AC sinkron

Motor sinkron adalah motor ac yang memiliki kecepatan konstan, namun kecepatan dapat
diatur karena kecepatannya berbanding lurus dengan frekuensi. Motor sinkron secara khusus
sangat baik digunakan untuk kecepatan rendah. Kelebihan dari motor sinkron ini antara lain,
dapat dioperasikan pada faktor daya lagging maupun leading, tidak ada slip yang dapat
mengakibatkan adanya rugi-rugi daya sehingga motor ini memiliki efisiensi tinggi.
Sedangkan kelemahan dari motor sinkron adalah tidak mempunyai torka mula, sehingga
untuk starting diperlukan cara-cara tertentu. Bila metode starting telah dapat dikembangkan
kemudian hari, maka motor ini akan lebih unggul dibandingkan motor listrik yang lain.
Matematis Motor AC sinkron
Motor ini berputar pada kecepatan sinkron, yang diberikan oleh persamaan berikut:
Ns = 120 f / P
di mana :
Ns = kecepatan serempak, dalam rpm
F = frekuensi daya AC
p = jumlah kutup per lilitan phase
Slip dari motor AC dihitung dengan :

Di mana :
Nr

= Kecepatan putar, dalam rpm

= Slip normal, 0 sampai 1.

Proteksi Motor AC sinkron


Ada banyak metode kendali motor AC (motor induksi, motor sinkron) dengan kelebihan
dan kekurangannya. Namun secara umum metode ini dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Kendali Skalar (v/f Konstan)
2. Kendali Berorientasi Medan (Field Oriented Control, FOC)
3. Kendali Torsi Langsung (Direct Torque Control, DTC)
Karakteristik Motor AC sinkron

Gambar diatas memperlihatkan bahwa Torka adalah fungsi sin , dengan adalah
sudut daya. Pada motor sinkron nilai negatif dan nilainya positif pada generator sinkron.
Torka maksimum dicapai pada = +/- 90o. Jika melebihi batas itu, maka motor atau generator
akan kehilangan stabilitas dan sinkronisasi dan pada akhirnya akan berhenti.

Gambar Model Motor Sinkron (Model dan Diagram Fasor)

Pengaruh Penguatan Medan

Untuk membangkitkan fuksi dibutuhkan daya reaktif yang bersifat induktif.


Pada motor sinkron, ggm dibangkitkan arus medan (DC) pada belitan rotor. Jika arus
medan ini cukup, maka motor tidak membutuhkan suplai energi reaktif dari sisi stator
yang bersumber dari jaringan listrik. Sehingga motor bekerja dengan faktor daya = 1.
Jika penguatan arus medan kurang, maka motor sinkron akan menarik daya reaktif
yang bersifat induktif dari sisi stator. Sehingga motor bekerja dengan factor daya(pf)
terbelakang (lagging). Artinya motor menjadi pembangkit daya reaktif yang bersifat
induktif.
Kebalikannya jika kelebihan penguatan arus medan, maka motor sinkron akan
menarik daya reaktif yang bersifat kapasitif dari sisi stator. Sehingga motor bekerja
dengan factor daya (pf) mendahului (leading). Artinya motor menjadi pembangkit
daya reaktif yang bersifat kapasitif.

2. Motor AC - Induksi

A. Motor Listrik AC 1 Fasa


Motor AC Fasa Satu. Pada umumnya digunakan pada mesin produksi seperti
mesin bubut, mesin bor, dan sebagainya. Faktor yang menyebabkan hal tersebut
karena motor induksi memiliki beberapa kelebihan antara lain: harga lebih murah,
mudah dalam perawatan, konstruksi sederhana, tetapi motor induksi juga memiliki
kekurangan antara lain: motor induksi memiliki nilai slip (perbedaan kecepatan putar
medan stator terhadap kecepatan medan rotor) yang sangat besar, dan motor induksi
sulit dalam pengen-dalian kecepatan putarnya.
Pembahasan dalam artikel ini di titik beratkan pada motor listrik AC 1 fasa, yang terdiri dari:
Motor Kapasitor
Motor Shaded Pole
Motor Universal

Prinsip kerja Motor AC Satu Fasa

Motor AC satu fasa berbeda cara kerjanya dengan motor AC tiga fasa, dimana pada
motor AC tiga fasa untuk belitan statornya terdapat tiga belitan yang menghasilkan medan
putar dan pada rotor sangkar terjadi induksi dan interaksi torsi yang menghasilkan putaran.
Sedangkan pada motor satu fasa memiliki dua belitan stator, yaitu belitan fasa utama (belitan
U1-U2) dan belitan fasa bantu (belitan Z1-Z2), lihat gambar1.

Gambar 1. Prinsip Medan Magnet Utama dan Medan magnet Bantu Motor Satu fasa

Belitan utama menggunakan penampang kawat tembaga lebih besar sehingga


memiliki impedansi lebih kecil. Sedangkan belitan bantu dibuat dari tembaga berpenampang
kecil dan jumlah belitannya lebih banyak, sehingga impedansinya lebih besar dibanding
impedansi belitan utama.

Grafik arus belitan bantu Ibantu dan arus belitan utama Iutama berbeda fasa sebesar , hal ini
disebabkan karena perbedaan besarnya impedansi kedua belitan tersebut. Perbedaan arus
beda fasa ini menyebabkan arus total, merupakan penjumlahan vektor arus utama dan arus
bantu. Medan magnet utama yang dihasilkan belitan utama juga berbeda fasa sebesar
dengan medan magnet bantu.

Gambar 2. grafik Gelombang arus medan bantu dan arus medan utama

Gambar 3. Medan magnet pada Stator Motor satu fasa


Belitan bantu Z1-Z2 pertama dialiri arus Ibantu menghasilkan fluks magnet tegak
lurus, beberapa saat kemudian belitan utama U1-U2 dialiri arus utama Iutama. yang bernilai
positip. Hasilnya adalah medan magnet yang bergeser sebesar 45 dengan arah berlawanan
jarum jam. Kejadian ini berlangsung terus sampai satu siklus sinusoida, sehingga
menghasilkan medan magnet yang berputar pada belitan statornya.
Rotor motor satu fasa sama dengan rotor motor tiga fasa yaitu berbentuk batangbatang kawat yang ujung-ujungnya dihubung singkatkan dan menyerupai bentuk sangkar
tupai, maka sering disebut rotor sangkar.

Gambar 4. Rotor sangkar

Belitan rotor yang dipotong oleh medan putar stator, menghasilkan tegangan induksi,
interaksi antara medan putar stator dan medan magnet rotor akan menghasilkan torsi putar
pada rotor.

Motor Kapasitor
Motor kapasitor satu phasa banyak digunakan dalam peralatan rumah tangga seperti
motor pompa air, motor mesin cuci, motor lemari es, motor air conditioning. Konstruksinya
sederhana dengan daya kecil dan bekerja dengan tegangan suplai PLN 220 V, oleh karena itu
menjadikan motor kapasitor ini banyak dipakai pada peralatan rumah tangga.

Gambar 5. Motor kapasitor

Belitan stator terdiri atas belitan utama dengan notasi terminal U1-U2, dan belitan bantu
dengan notasi terminal Z1-Z2 Jala-jala L1 terhubung dengan terminal U1, dan kawat netral N
terhubung dengan terminal U2. Kondensator kerja berfungsi agar perbedaan sudut phasa
belitan utama dengan belitan bantu mendekati 90.

Pengaturan arah putaran motor kapasitor dapat dilakukan dengan (lihat gambar6):
Untuk menghasilkan putaran ke kiri (berlawanan jarum jam) kondensator kerja CB
disambungkan ke terminal U1 dan Z2 dan terminal Z1 dikopel dengan terminal.
Putaran ke kanan (searah jarum jam) kondensator kerja disambung kan ke terminal Z1 dan
U1 dan terminal Z2 dikopel dengan terminal U1.

Gambar 6. Pengawatan motor kapasitor dengan pembalik putaran.

Motor kapasitor dengan daya diatas 1 KW di lengkapi dengan dua buah kondensator
dan satu buah saklar sentrifugal. Belitan utama U1-U2 dihubungkan dengan jala-jala L1 dan
Netral N. Belitan bantu Z1-Z2 disambungkan seri dengan kondensator kerja CB, dan sebuah
kondensator starting CA diseri dengan kontak normally close (NC) dari saklar sentrifugal,
lihat gambar 7.
Awalnya belitan utama dan belitan bantu mendapatkan tegangan dari jala-jala L1 dan
Netral. Kemudian dua buah kondensator CB dan CA, keduanya membentuk loop tertutup
sehingga rotor mulai berputar, dan ketika putaran mendekati 70% putaran nominalnya, saklar
sentrifugal akan membuka dan kontak normally close memutuskan kondensator bantu CA.

Gambar 7. Pengawatan dengan Dua Kapasitor

Fungsi dari dua kondensator yang disambungkan parallel, CA+CB, adalah untuk
meningkatkan nilai torsi awal untuk mengangkat beban. Setelah putaran motor mencapai
70% putaran, saklar sentrifugal terputus sehingga hanya kondensator kerja CB saja yang tetap
bekerja. Jika kedua kondensator rusak maka torsi motor akan menurun drastis, lihat gambar
8.

Gambar 8. Karakteristik Torsi Motor kapasitor

MotorShaded Pole
Motor shaded pole atau motor phasa terbelah termasuk motor satu phasa daya kecil,
dan banyak digunakan untuk peralatan rumah tangga sebagai motor penggerak kipas angin,
blender. Konstruksinya sangat sederhana, pada kedua ujung stator ada dua kawat yang
terpasang dan dihubung singkatkan fungsinya sebagai pembelah phasa.
Belitan stator dibelitkan sekeliling inti membentuk seperti belitan transfor mator.
Rotornya berbentuk sangkar tupai dan porosnya ditempatkan pada rumah stator ditopang dua
buah bearing.

Gambar 9. motor shaded pole, Motor fasa terbelah.

Irisan penampang motor shaded pole memperlihatkan dua bagian, yaitu bagian stator dengan
belitan stator dan dua kawat shaded pole. Bagian rotor sangkar ditempatkan di tengah-tengah
stator, lihat gambar 10.

Gambar 10. Penampang motor shaded pole.


Torsi putar dihasilkan oleh adanya pembelahan phasa oleh kawat shaded pole.
Konstruksi yang sederhana, daya yang kecil, handal, mudah dioperasikan, bebas perawatan
dan cukup di suplai dengan Tegangan AC 220 V, jenis motor shaded pole banyak digunakan
untuk peralatan rumah tangga kecil.

Motor Universal

Motor Universal termasuk motor satu phasa dengan menggunakan belitan stator dan
belitan rotor. Motor universal dipakai pada mesin jahit, motor bor tangan. Perawatan rutin
dilakukan dengan mengganti sikat arang yang memendek atau pegas sikat arang yang
lembek. Kontruksinya yang sederhana, handal, mudah dioperasikan, daya yang kecil, torsinya
yang cukup besar motor universal dipakai untuk peralatan rumah tangga.

Gambar 11. komutator pada motor universal.

Bentuk stator dari motor universal terdiri dari dua kutub stator. Belitan rotor memiliki dua
belas alur belitan dan dilengkapi komutator dan sikat arang yang menghubungkan secara seri
antara belitan stator dengan belitan rotornya. Motor universal memiliki kecepatan tinggi
sekitar 3000 rpm.

Gambar 12. stator dan rotor motor universal

Aplikasi motor universal untuk mesin jahit, untuk mengatur kecepatan dihubungkan dengan
tahanan geser dalam bentuk pedal yang ditekan dan dilepaskan.

B. Motor Listrik AC 3 Fasa

Motor induksi tiga fasa merupakan motor elektrik yang paling banyak
digunakan dalam dunia industri. Salah satu kelemahan motor induksi yaitu
memiliki beberapa karakteristik parameter yang tidak linier, terutama resistansi
rotor yang memiliki nilai yang bervariasi untuk kondisi operasi yang berbeda,
sehingga tidak dapat mempertahankan kecepatannya secara konstan bila terjadi
perubahan beban. Oleh karena itu untuk mendapatkan kecepatan yang konstan dan
peformansi sistem yang lebih baik terhadap perubahan beban dibutuhkan suatu
pengontrol

Motor induksi 3 fasa adalah alat penggerak yang paling banyak digunakan
dalam dunia industri. Hal ini dikarenakan motor induksi mempunyai konstruksi
yang sederhana, kokoh, harganya relatif murah, serta perawatannya yang mudah,
sehingga motor induksi mulai menggeser penggunaan motor DC pada industri.
Motor induksi memiliki beberapa parameter yang bersifat non-linier, terutama
resistansi rotor, yang memiliki nilai bervariasi untuk kondisi operasi yang
berbeda. Hal ini yang menyebabkan pengaturan pada motor induksi lebih rumit
dibandingkan dengan motor DC.
Salah satu kelemahan dari motor induksi adalah tidak mampu mempertahankan
kecepatannya dengan konstan bila terjadi perubahan beban.

Motor induksi merupakan motor arus bolak balik (ac) yang paling luas
penggunaannya. Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa arus rotor motor ini
bukan diperoleh dari sumber tertentu, tetapi merupakan arus yang terinduksi
sebagai akibat adanya perbedaan relative antara putaran rotor dengan medan putar
(rotating magnetic field) yang dihasilkan oleh arus stator.
Belitan stator yang dihubungkan dengan suatu sumber tegangan tiga fasa akan
menghasilkan medan magnet yang berputar dengan kecepatan sinkron (ns = 120f/2p).
Medan putar pada stator tersebut akan memotong konduktor-konduktor pada rotor,
sehingga terinduksi arus; dan sesuai dengan Hukum Lentz, rotor pun akan ikut
berputar mengikuti medan putar stator.
Perbedaan putaran relative antara stator dan rotor disebut slip.
Bertambahnya beban, akan memperbesar kopel motor, yang oleh karenanya akan
memperbesar pula arus induksi pada rotor, sehingga slip antara medan putar stator
dan putaran rotor pun akan bertambah besar. Jadi , bila beban motor bertambah,
putaran rotor cenderung menurun. Dikenal dua tipe motor induksi yaitu motor
induksi dengan rotor belitan dan rotor sangkar.

Prisip Kerja

Sebelum kita membahas bagaimana rotating magnetic field (medan putar)


menyebabkan sebuah motor berputar, marilah kita tinjau bagaimana medan putar
ini dihasilkan. Gambar berikut menunjukkan sebuah stator tiga fasa dengan suplai
arus bolak balik tiga fasa pula.
Belitan stator terhubung wye (Y). Dua belitan pada masing-masing fasa
dililitkan dalam arah yang sama. Sepanjang waktu, medan magnet yang
dihasilkan oleh setiap fasa akan tergantung kepada arus yang mengalir melalui
fasa tersebut. Jika arus listrik yang melalui fasa tersebut adalah nol (zero), maka
medan magnet yang dihasilkan akan nol pula. Jika arus mengalir dengan harga
maksimum, maka medan magnet berada pada harga maksimum pula. Karena arus

yang mengalir pada system tiga fasa mempunyai perbedaan 120o, maka medan
magnet yang dihasilkan juga akan mempunyai perbedaan sudut sebesar 120o pula.
Ketiga medan magnet yang dihasilkan akan membentuk satu medan, yang
akan beraksi terhadap rotor. Untuk motor induksi, sebuah medan magnet
diinduksikan kepada rotor sesuai dengan polaritas medan magnet pada stator.
Karenanya, begitu medan magnet stator berputar, maka rotor juga berputar agar
bersesuaian dengan medan magnet stator.

Pada sepanjang waktu, medan magnet dari masing-masing fasa bergabung


untuk menghasilkan medan magnet yang posisinya bergeser hingga beberapa
derajat. Pada akhir satu siklus arus bolak balik, medan magnet tersebut telah
bergeser hingga 360o, atau satu putaran. Dan karena rotor juga mempunyai medan
magnet berlawanan arah yang diinduksikan kepadanya, rotor juga akan berputar
hingga satu putaran. Penjelasan mengenai ini dapat dilihat pada gambar
selanjutnya. Putaran medan magnet dijelaskan pada gambar di bawah dengan
menghentikan medan tersebut pada enam posisi. Tiga posisi ditandai dengan
interval 60o pada gelombang sinus yang mewakili arus yang mengalir pada tiga
fasa A,B, dan C. Jika arus mengalir dalam suatu fasa adalah positif, medan
magnet akan menimbulkan kutub utara pada kutub stator yang ditandai dengan
A, B, dan C.
NS= kecepatan sinkron (rpm) NR= kecepatan rotor (rpm)