Anda di halaman 1dari 15

NUTRISI TUMBUHAN

LAPORAN PRAKTIKUM

Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Fisiologi Tumbuhan yang Dibina Oleh


Dr. Betty Lukiati, M.Si.

Disusunoleh:
Offering G
Kelompok 3
Agustin Dwi Erlandi

(130342603495)

Nining Nurnaningsih

(130342603497)

Ridho Aka Q.

(130342603480)

Siti Fatkatin

(130342603486)

Wiladatus Sakdiyah

(130342615315)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
OKTOBER 2013

A. Topik: Nutrisi Tumbuhan

B. Tujuan:
Dari praktikum ini diharapkan mahasiswa dapat:
a. Mengetahui elemen-elemen yang dibutuhkan oleh suatu tumbuhan
b. Membedakan pengaruh defisiensi suatu elemen terhadap pertumbuhan
tanaman

C. Alat Dan Bahan:

Alat
Botol Kratingdeng
Kapas
Labu takar
Gelas Ukur
Beaker Glass

Bahan
Kecambah kacang merah
Larutan Lengkap, MgS04, FeDTA, CaCl2, KNO3, KH2PO4
Kertas Label
Mistar

D. Cara Kerja

Menyiapkan 6 buah botol kratingdeng dan menyiapkan arutan lengkap, MgS04, FeDTA,
CaCl2, KNO, KH2PO4

Mengisi tiap botol percobaan dengan larutan media sebanyak 150ml

Memasukkan tanaman percobaan ke dalam botol dengan kapas sebagai penyangganya

Menyimpan percobaan pada tempat yang terkena cahaya

Menambahkan larutan setelah larutan tinggal sedikit

Mengamati keadaan tanaman percobaan selama percobaan dilakukan selama 1 bulan dan
mencatat gejala yang timbul akibat kekurangan salah satu unsur

E. Data Hasil Pengamatan


No

Nutrisi

Hari Ke 1

Hari Ke 4

Hari ke 7

Hari Ke 10

Hari Ke 13

1.

Tanpa
KH2PO4

19,9 cm

26,3 cm

34,5 cm

47,5

56,5

Tinggi

1,4 gr

Berat

3,8 cm

4,2 cm

4,2 cm

4,5

4,5

Panjang

Hijau muda

Hijau tua

Hijau tua

Hijau tua

Hijau tua

Tinggi

24 cm

27,4 cm

30,7 cm

33,5 cm

Berat

1,2 gram

Panjang

3 cm

4,5 cm

5 cm

5 cm

Warna

Hijau Muda

Hijau tua

Hijau tua

Hijau tua

Warna
(Daun)
2.

Tanpa
KNO3

Mati

(Daun)

Tanpa
Cacl2
Tinggi

19,4 cm

21,2 cm

Berat

1,1 gram

Panjang

2,9 cm

Warna

Hijau muda

Hijau muda

Tinggi

14,5 cm

16 cm

Berat

1,1 gram

Panjang

3,2 cm

3,2 cm

Warna

Hijau muda

Hijau layu

mati

Mati

mati

Mati

3,1 cm

(Daun)
4

Tanpa
FeDTA

(Daun)

Tanpa
MgSO4
Tinggi

22 cm

23,5 cm

Berat

1,9 gram

Panjang

2,5cm

Warna

Hijau

(Daun)

24

25

26

2,5

2,5 cm

2,5 cm

1,6 cm

Hijau

Hijau

Hijau

Kuning Layu

kekuningan

kekuningan

kekuningan

Lengkap
Tinggi

15,4 cm

17,4 cm

22 cm

27 cm

29,2 cm

Berat

1,9 gram

Panjang

3 cm

3,7 cm

4,4 cm

5,1 cm

5,1 cm

Warna

Hijau tua

Hijau tua

Hijau tua

Hijau tua

Hijau tua

Hari Ke 17

Hari Ke 20

Hari ke 23

Hari Ke 26

Hari Ke 28

KH2PO4

63,5 cm

67,5cm

61,5

Tinggi

Berat

4,6 cm

2,3 cm

2,1 cm

mati

Mati

Panjang

Hijau tua

Hijau layu

Hijau layu

(Daun)

Nutrisi

1.

Tanpa

Warna
(Daun)

2.

Tanpa
KNO3
Tinggi
Berat
Panjang

mati

mati

mati

mati

mati

mati

mati

mati

mati

mati

mati

mati

mati

mati

Warna
(Daun)

3.

Tanpa
Cacl2
Tinggi
Berat

mati

mati

Panjang
Warna
(Daun)
4

Tanpa
FeDTA
Tinggi
Berat

mati

mati

Panjang
Warna
(Daun)
5

Tanpa
MgSO4
Tinggi
Berat
Panjang
Warna
(Daun)

Mati

mati

Lengkap
Tinggi

15,4 cm

17,4 cm

23 cm

27 cm

29,2 cm

Berat

1,9 gram

Panjang

3 cm

3,7 cm

4,4 cm

5,1 cm

5,1 cm

Warna

Hijau tua

Hijau tua

Hijau tua

Hijau tua

Hijau tua

(Daun)

F. Analisis Data
Pada praktikum pertumbuhan nutrisi kecambah kacang merah minus larutan
KH2PO4 awalnya sebelum diberi perlakuan kacang merah memiliki tinggi 19,9 cm,
berat1,4 gr, panjang, 3,8 cm, serta warna daun hijau muda, kemudian kecambah
kacang merah dimasukkan pada botol krantingdeng yang telah berisi larutan tanpa
KH2PO4 setelah dilakukan pengamatan untuk hari ke 3 sampai hari ke 20 masih
mengalami pertumbuhan dengan baik tetapi pada hari ke 23 pertumbuhannnya sudah
mulai terganggu atau menurun ditandai dengan gugurnya daun, layunya daun yang
semula hijau tua segar menjadi kering dan layu, batang yang menjadi rendah/ roboh
yang kemudian mengering. Dan pada hari ke 26 dan 27 kecambah sudah mati.
Pada praktikum pertumbuhan nutrisi kecambah kacang merah minus larutan
KNO3 awalnya sebelum diberi perlakuan kacang merah memiliki tinggi 24 cm,
berat1,2 gram, panjang, 3cm, serta warna daun hijau muda, kemudian kecambah
kacang merah dimasukkan pada botol krantingdeng yang telah berisi larutan tanpa
KNO3 setelah dilakukan pengamatan untuk hari ke 3 sampai hari ke 10 masih
mengalami pertumbuhan dengan baik tetapi pada hari ke 13 pertumbuhan tanaman
sudah mulai terganggu dan mati.
Pada minggu pertama, panjang awal batang kacang Merah yang minus CaCl2
adalah 19,4 cm kemudian berat awalnya adalah 1,1 g jumlah daunnya ada 2 helai,

dengan panjang daun 2,9 cm dan warna awal ketika diamati adalah hijau tua. Setelah
1 minggu diukur pertumbuhannya, hasilnya panjang batang kacang Merah yang
minus CaCl2 adalah 21,2 kemudian jumlah daunnya ada 13 helai, daun memiliki
panjang 3,1 cm. Setelah pengamatan hari ke 10 pertumbuhan tanaman mulai
terganggu kondisi daun mengkerut menjadi kecil dan warnanya memudar dari warna
awal kemudian mati.

Pada minggu pertama, panjang awal batang kacang Merah yang minus Fe
EDTA adalah 14,5 cm kemudian berat awalnya adalah 1,1 g jumlah daunnya ada 2
helai, dengan rata-rata panjang daun 3 cm dan warna awal ketika diamati adalah hijau
tua. Setelah 1 minggu diukur pertumbuhannya, hasilnya panjang batang kacang
Merah yang minus Fe EDTA adalah 16 cm kemudian jumlah daunnya ada 14 helai,
dengan rata-rata panjang 3,2 cm, kondisi daun masih sama dari kondisi awal dan
memiliki panjang serta lebar yang bertambah. Setelah pengamatan pada hari ke 10
kondisi tanaman mulai menunjukkan kelainan seperti daun yang mulai layu,
mongering dan kemudian mati.

Pada praktikum pertumbuhan nutrisi kecambah kacang merah minus larutan


MgSO4 awalnya sebelum diberi perlakuan kacang merah memiliki tinggi 22 cm,
berat1,9 gram, panjang, 2,5 cm, serta warna daun hijau muda, kemudian kecambah
kacang merah dimasukkan pada botol krantingdeng yang telah berisi larutan tanpa
MgSO4 setelah dilakukan pengamatan untuk hari ke 4 sampai hari ke 7 terjadi
perubahan warna pada daun yang awalnya hijau menjadi hijau kekuningan kemudian
pada hari ke 10 daunnya menjadi kuning, dan pada hari ke 13 menjadi kuning layu
dan kemudian mati.
Pada praktikum pertumbuhan nutrisi kecambah kacang merah menggunakan
larutan atau nutrisi lengkap awalnya sebelum diberi perlakuan kacang merah
memiliki tinggi 15,4 cm, berat1,9 gram, panjang daun 3 cm, serta warna daun hijau
muda, kemudian kecambah kacang merah dimasukkan pada botol krantingdeng yang

telah berisi larutan lengkap setelah dilakukan pengamatan untuk hari ke 4 sampai hari
ke 17 tumbuhan masih berkembang dengan normal dan baik daunnya warna hijau
dan setiap hari mengalami pertumbuhan, namun pada hari ke 20 pertumbuhan
tanaman mulai terganggu dan kemudian mati.

G. Pembahasan
Dari hasil pengamatan yang dilakukan diketahui bahwa pada
tanaman yang kekurangan unsur makro menunjukkan gejala ne krosis dan
klorosis. Namun, ternyata defisiensi hara mikro juga menampakkan gejala
klorosis dan nekrosis yang cukup signifikan. Hal ini sesuai pernyataan Dwijdoseputro
(1980) dalam Anonim 2011 bahwa tanaman yang kekurangan unsur-unsur hara
esensial ( m a k r o m a u p u n m i k r o ) a k a n m e n i m b u l k a n g e j a l a k e m a t i a n
t a n a m a n d e n g a n tanda-tanda yang tidak jelas.

Pengamatan Tanpa KNO 3

Setelah melakukan pengamatan terhadap tanaman kecambah tanpa KNO3 selama


1 bulan didapatkan hasil pertumbuhannnya sudah mulai terganggu atau menurun
ditandai dengan gugurnya daun (nekrosis), layunya daun yang semula hijau tua segar
menjadi kuning kering dan layu (klorosis), batang yang menjadi rendah/ roboh yang
kemudian mengering. Pengamatan yang kami lakukan sudah sesuai teori karena
menurut Tjitrosomo (1985) dalam Anonim 2011 menyatakan defisiensi salah
satu unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman akan menyebabkan terganggunya
metabolisme sehingga menghambat pertumbuhan. Tanaman yang kekurangan unsur
K menunjukan gejala klorosis, d i s a m p i n g t e p i d a u n m e n g e r i n g a k i b a t
r e n d a h n ya k a n d u n g a n a i r d a l a m d a u n . Fungsi K dalam metabolisme
tumbuhan adalah sebagai katalisator dan memegang peranan penting dalam
sintesis protein dari asam-asam amino dan metabolism hidrat arang

Berbeda dengan N, S, P dan beberapa unsur lain, K tidak dijumpai di dalam bagian
tanaman seperti protoplasma, lemak dan selulosa. Fungsinya nampaknya lebih
bersifat katalisator. Terlepas dari kenyataan-kenyataan di atas, kalium mempunyai
peran penting sekali terhadap peristiwa-peristiwa fisiologis berikut :
1.

Metabolisme karbohidrat: pembentukkan, pemecahan dan translokasi pati.

2.

Metabolisme nitrogen dan sintesa protein.

3.

Mengawasi dan mengatur aktivitas beragam unsur mineral.

4.

Netralisasi asam-asam organik yang penting bagi proses fisiologik.

5.

Mengaktifkan berbagai enzym.

6.

Mempercepat pertumbuhan jaringan meristematik.

7.

Mengatur pergerakkan stoma dan hal-hal yang berhubungan dengan air.

Peranan-peranan tersebut di atas dapat dilihat dalam berbagai bentuk gejala tumbuh.
Daun-daun menjadi kuning, melemahkan batang dari tanaman biji-bijian dan
mengakibatkan batang rendah. Kekurangan kalium akan menyebabkan produksi
tanaman berkurang sekali. Kekurangan kalium juga mengurangi resistensi terhadap
penyakit. Serangan pouldry dan penyakit busuk akar pada tanaman alfalfa, mildew
pada gandum bertambah hebat pada tanah-tanah yang kekurangan kalium. Pengaruh
kalium juga terlihat pada kwalitas buah. Peranan kalium dan hubungan dengan
kandungan air dalam tanaman adalah penting dalam mempertahankan turgor tanaman
itu yang sangat diperlukan agar proses-proses metabolisme lainnya dapat berlangsung
dengan baik.

Pengamatan tanpa KH2PO4

Setelah melakukan pengamatan terhadap tanaman kecambah tanpa KH2PO4


selama 1 bulan didapatkan hasil pertumbuhannnya hari ke 3 sampai hari ke 10 masih
mengalami pertumbuhan dengan baik tetapi pada hari ke 13 pertumbuhan tanaman
sudah mulai terganggu dan mati. Menurut menurut Tjitrosomo (1985) dalam
Anonim 2011 menyatakan defisiensi salah satu unsur hara yang dibutuhkan oleh
tanaman akan menyebabkan terganggunya metabolisme sehingga menghambat
pertumbuhan. Tanaman yang kekurangan unsur K menunjukan gejala klorosis,

d i s a m p i n g t e p i d a u n m e n g e r i n g a k i b a t r e n d a h n ya k a n d u n g a n a i r
d a l a m d a u n . Fungsi K dalam metabolisme tumbuhan adalah sebagai katalisator
dan memegang peranan penting dalam sintesis protein dari asam -asam
amino dan metabolism hidrat arang. Tetapi dalam peraktikum yang kami lakukan
tidak sesuai dengan teori, dimana pada hari ke 13 tanaman kecambah kacang merah
kami sudah mati, jadi data yang kami dapat belum menunjukkan adanya tanda-tanda
kekurangan unsure KH2PO4, seperti klorosis atau t e p i d a u n m e n g e r i n g . H a l
tersebut

disebabkan

kelalaian

praktikan

ya n g

menaruh

botol

k e c a m b a h p a d a t e m p a t ya n g b a n ya k d i l a l u i o r a n g s e h i n g g k a p a s
yang sebagai penyangga tanaman agar larutan tidak menguap
terbuka

Pengamatan tanpa Cacl2.

Kalsium merupakan unsur yang paling berperan adalah pertumbuhan sel. Ia


merupakan komponen yang menguatkan , dan mengatur daya tembus , serta merawat
dinding sel. Perannya sangat penting pada titik tumbuh akar. Bahkan bila terjadi
defiensi Ca , pembentukan dan pertumbuhan akar terganggu , dan berakibat
penyerapan hara terhambat. Ca berperan dalam proses pembelahan dan perpanjangan
sel , dan mengatur distribusi hasil fotosintesis (Anonim, 2014).
Hasil pengamatan kami menunjukkan bahwa daun yang semula segar menjadi
mengeriting pada minggu selanjutnya, hal ini sesuai dengan teori Gejala kekurangan
kalsium yaitu titik tumbuh lemah , terjadi perubahan bentuk daun , mengeriting , kecil
, dan akhirnya rontok. Kalsium menyebabkan tanaman tinggi tetapi tidak kekar.
Karena berefek langsung pada titik tumbuh maka kekurangan unsur ini menyebabkan
produksi bunga terhambat. Bunga gugur juga efek kekurangan kalsium (Anonim,
2014).
Meskipun begitu, kami hanya mampu mengamati selama satu minggu, karena
pada minggu selanjutnya bahan amatan kami mengalami kematian. Kematian ini

disebabkan oleh nutrisi yang habis, serta kecerobohan praktikan yang menyebabkan
batang patah.

Pengamatan tanpa FeDTA

Besi merupakan unsur hara mikro yang berarti ia diperlukan dalam jumlah sedikit
oleh tanaman. Akan tetapi kita tidak boleh meremehkan adanya unsur hara mikro,
karena unsur hara mikro tetap penting dan dibutuhkan, hanya saja keberadaannya
hanya dalam jumlah kecil.
Hasil pengamatan kami menunjukkan bahwa terdapat pertambahan panjang
serta jumlah daun dari tanaman. Selain itu juga terdapat perubahan warna pada daun.
Warna awal daun hijau tua, setelah mendapat perlakuan minus Fe EDTA menjadi
warna hijau layu. Hal ini sesuai dengan teori besi diperlukan untuk fungsi enzim
banyak dan sebagai katalis untuk sintesis klorofil. Hal ini penting untuk bagian
tumbuh pada tanaman muda. Kekurangan warna daun pucat daun muda diikuti
dengan menguningnya daun dan pembuluh daun. Dalam kondisi pH tinggi (basa) besi
tidak tersedia bagi tanaman. Aplikasi asam formula besi yang mengandung nutrisi
kelat, dinyatakan dalam bentuk larut (Anonim, 2014).
Selain itu menurut Anonim (2014), Besi berperan dalam proses pembentukan
protein , sebagai katalisator pembentukan klorofil. Besi berperan sebagai pembawa
elektron pada proses fotosintetis dan respirasi , sekaligus menjadi aktivator beberapa
enzim. Unsur ini tidak mudah bergerak sehigga bila terjadi kekurangan sulit
diperbaiki. Fe paling sering bertentanganatau antagonis dengan unsur mikro lain.
Untuk mengurangi efek itu , maka Fe sering dibungkus dengan Kelat (chelate) seperti
EDTA (Ethylene Diamine Tetra-acetic Acid). EDTA adalah suatu komponen organik
yang bersifat menstabilkan ion metal. Adanya EDTA maka sifat antagonis Fe pada
pH tinggi berkurang jauh. Di pasaran dijumpai dengan merek Fe-EDTA.
Meskipun begitu, kami hanya mampu mengamati selama satu minggu, karena
pada minggu selanjutnya bahan amatan kami mengalami kematian. Kematian ini
disebabkan oleh nutrisi yang habis, serta kecerobohan praktikan yang menyebabkan
batang patah. Serta tempat pengamatan yang tergolong gelap, sehingga pengamatan

hasil masih kurang maksimal (benar atau tidaknya daun layu tersebut disebabkan oleh
minus Fe EDTA).

Pengamatan tanpa MgSO4

Magnesium diabsorpsi dalam bentuk ion Mg dan merupakan satu-satunya mineral


yang menyusun chlorophyl. Dengan demikian maka peranan Mg menjadi cukup jelas.
Kadar Mg dalam tanaman berkisar antara 0.1 0.4 %.
Setelah melakkan pengamatan pada tanaman minus MgSO4 didapatkan hasil daun
yang semula berwarna hijau menjadi hijau kekuningan kemudia menjadi kuning. Hal
tersebut sesuai dengan teori dikarenakan kekurangan unsur Magnesium (Mg)
akan mengakibatkan daunb e r w a r n a k e k u n i n g a n a t a u k l o r o s i s . H a l i n i
t e r j a d i k a r e n a M g m e n ye b a b k a n tanaman tidak mampu berfotosintesis
dengan baik. Fungsi Mg adalah sebagai penyusun klorofil dan dapat
bergabung dengan ATP dalam berbagai reaksi. Mg juga merupakan aktivator
dari berbagai enzim dalam reaksi fotosintesis, respirasidan pembentuk DNA dan
RNA (Tjitrosomo, 1985 dalam Anonim 2011)

Pengamatan larutan lengkap

Setelah melakukan pengamatan pada tanaman kacang merah dengan nutrisi lengkap
didapatkan hasil tanaman berkembang dengan baik atau mengalami pertumbuhan per
harinya, daun berwarna hijau. Tetapi pada hari ke 20 pertumbuhan tanaman mulai
terganggu diawali dengan layu dan gugurnya daun kemudian mati. Hal tersebut tidak
sesuai teori menurut(Salim,2011) tanaman yng diberi nutrisi lengkap akan
menunjukkan pertumbuhan yang baik dikarenakan unsur hara yang lengkap memiliki
peran secara langsung dalam proses metabolismee tumbuhan. Tiap-tiap unsur
memegang peranan dalam proses tumbuh dan dapat mengurangi pertumbuhan dan
produksi bila terdapat dalam jumlah yang kurang. Hal tersebut dikarenakan kesalahan
praktikan yang yang saat membawa pulang tanaman terkena angin dijalan jadi
batangnya melekuk dan menjadi roboh.

H. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan :
1.

Unsur hara sangat berperan penting dalam pertumbuhan tanaman. Seperti


magnesium, kalsium, kalium, dan besi

2.

Tanaman yang diberi unsur hara komplit pertumbuhannya lebih baik dari pada
tanaman yang kekurangan salah satu unsur hara tertentu.

3.

Gejala defisiensi unsur hara tertentu antara lain pertumbuhan akar yang
terhambat, klorosis dan nekrosis pada daun.

I. Diskusi
1. Golongkanlah garam-garam mineral yang digunakan dalam pembuatan larutan
hidroponik ke dalam elemen makro dan elemen mikro.
2. Jelaskan perbedaan dari masing-masing defisiensi garam mineral hasil
pengamatan saudara
3. Apakah efek suatu elemen nutrisi bersifat linier?
4. Apakah ada efek sinergis antar elemen nutrisi sehingga defisiensi suatu elemen
akan mempengaruhi fungsi elemen yang lain?
Jawaban
1. Elemen makro : MgSO4, KNO3, CaCl2, KH2PO4
Elemen Mikro : FeDTA
2. Lengkap : tumbuh paling baik
MgSO4 : daun berubah menjadi kuning
KNO3

: daun mengalami klorosis

CaCl2

: pembentukan dan pertumbuhan akar terganggu

KH2PO4 : klorosis
FeDTA

: warna daun pucat

3. Ya, efek suatu elemen dapat bersifat linier. Apabila suatu tanaman
kekurangan salah satu unsur elemen makronutrien atau mikronutrien maka
akan menyebabkan perubahan negatif pada tanaman tersebut. Begitu juga

sebaliknya, apabila kelebihan unsur makronutien atau mikronutrien juga


menyebabkan perubahan pada tanaman. Sehingga unsur makronutrien dan
mikronutrien dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang seimbang
4. Ada, contohnya Unsur kalium berhubungan erat dengan kalsium dan
magnesium. Ada sifat antagonisme antara kalium dan kalsium. Dan juga
antara kalium dan magnesium. Sifat antagonisme ini menyebabkan kekalahan
salah satu unsur untuk diserap tanaman jika komposisinya tidak seimbang.
Unsur kalium diserap lebih cepat oleh tanaman dibandingkan kalsium dan
magnesium. Jika unsur kalium berlebih gejalanya sama dengan kekurangan
magnesium. Sebab , sifat antagonisme antara kalium dan magnesium lebih
besar daripada sifat antagonisme antara kalium dan kalsium. Kendati demkian
, pada beberapa kasus , kelebihan kalium gejalanya mirip tanaman kekurangan
kalsium.

J.

Daftar Pustaka

Anonim, 2011. Unsur Hara. (Online),(http://www.scribd.com/doc/51995195/unsurhara2), diakses tanggal 2 November 2014.


Anonim. 2014. Unsur Hara Makro dan Mikro yang dibutuhkan oleh Tanaman.
(Online),(http://www.organichcs.com/2014/05/03/unsur-makro-dan-mikro-yangdibutuhkan-oleh-tanaman/ ) diakses pada 02 November 2014.
Salim, Hidayat, Siti Mariam. 2011. Media dan nutria Tanaman. (Online),
(www.scribd.com/.../Media-Dan-Nutrisi-Tanaman-Ktnt-III-Yg-Sudah-Diperbaiki),
diakses tanggal 4 Mei 2011.