Anda di halaman 1dari 8

Peran Geomorfologi terhadap Perencanaan Pembangunan Perumahan dalam Hal

Penentuan Lokasi yang Tepat


Geomorfologi lingkungan merupakan bagian dari ilmu kebumian yang mengkaji hubungan
antara manusia dengan lingkungan dari sudut geomorfologi yang kemudian menjadi terapan
praktis untuk pemecahan masalah yang ditimbulkan manusia akibat penggunaan atau
pengubahan proses pada atau dekat permukaan lahan.
Contoh dari peranan geomorfologi dalam lingkungan yaitu pemanfaatan ilmu geomorfologi
dalam perencanaan suatu pembangunan perumahan pada suatu wilayah agar seminim
mungkin mengalami resiko geomorfologikal. Dalam hal ini geomorfologi berperan memilih
dan menentukan suatu wilayah yang tepat untuk dijadikan sebagai lahan permukiman. Hal
tersebut dapat ditentukan dengan mempelajari terlebih dahulu bagaimana morfologi suatu
wilayah tersebut, termasuk bentukanlahan apa, hasil proses geomorfologi apa, apa proses
geomorfologi intensif yang bekerja, dan apa batuan penyusun bentuklahan tersebut.
Dengan mengetahui beberapa unsur tersebut kita dapat menganalisis dan meyimpulkan
apakah suata wilayah sesuai untuk dibangun suatu permukiman, bahkan kita juga dapat
mencari suatu pencegahan atau solusi terhadap resiko geomorfologi yang mungkin terjadi
pada permukiman yang sudah dibangun pada lokasi yang kurang tepat. Contohnya suatu
perencanaan proyek pembangunan kompleks perumahan kecil pada lokasi datar seluas 3
hektar, setelah diteliti ternyata lokasi tersebut merupakan bentuklahan dataran banjir, yang
terbentuk akibat proses fluvial, dengan material penyusun lahan berupa tanah alluvial akibat
pengendapan material yang terangkut oleh aliran sungai yang sebagian besar tersusun oleh
pasir dan lempung. Setelah dianalisis meskipun lokasi tersebut datar namun lokasi tersebut
kurang tepat apabila direncanakan untuk pembangunan kompleks perumahan, karena secara
geomorfologi lokasi tersebut merupakan dataran banjir yang pada musim hujan akan
tergenang oleh luapan air sungai, sehingga apabila lokasi tersebut tetap dibangun suatu
kompleks perumahan maka pada saat musim hujan dipastikan kompleks perumahan akan
tergenang air, selain itu pembangunan perumahan di sekitar aliran sungai dapat merusak
keseimbangan DAS akibat adanya perubahan proses yang dilakukan oleh manusia di dekat
DAS (Daerah Aliran Sungai) tersebut.
Melalui hasil, analisis lokasi tersebut lebih tepat dijadikan sebagai lahan pertanian, karena
sifat tanahnya yang subur yang berupa hasil pengendapan material hulu (gunung). Hasil
analisis tersebut juga dapat dijadikan dasar untuk memecahkan permasalahan banjir pada
perumahan yang telah terlanjur didirikan di daerah dataran banjir, yaitu dengan merancang
rumah berlantai/bertingkat ataupun dengan pembangunan tanggul yang kokoh untuk
menghindari luapan air sungai pada saat musim hujan (resiko geomorfologi).
Sumber: Tugas Matakuliah Geomorfologi Lingkungan
http://udhnr.blogspot.com/2010/02/peran-geomorfologi-terhadap-perencanaan.html

Geomorfologi
A. Pengertian Geomorfologi
Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi dan
perubahan-perubahan yang terjadi pada bumi itu sendiri. Geomorfologi biasanya
diterjemahkan sebagai ilmu bentang alam. Mula-mula orang memakai kata fisiografi untuk
ilmu yang mempelajari tetang ilmu bumi ini, hal ini dibuktikan pada orang-orang di Eropa
menyebut fisiografi sebagai ilmu yang mempelajari rangkuman tentang iklim, meteorologi,
oceanografi, dan geografi. Akan tetapi orang, terutama di Amerika, tidak begitu sependapat
untuk memakai kata ini dalam bidang ilmu yang hanya mempelajari ilmu bumi saja dan lebih
erat hubungannya dengan geologi. Mereka lebih cenderung untuk memakai kata
geomorfologi.
B. Konsep dasar Geomorfologi
10 Konsep dasar geomorfologi yang berada dalam buku Principles of
Geomorphology adalah:
1. Proses-proses fisik dan hukumnya yang terjadi saat ini berlangsung selama waktu
geologi,
2. Struktur geologi merupakan faktor pengontrol yang dominan dalam evolusi bentuk
lahan,
3. Tingkat perkembangan relief permukaan bumi tergantung pada proses-proses
geomorfologi yang berlangsung,
4. Proses-proses geomorfik terekam pada land forms yang menunjukan karakteristik
proses yang berlangsung,
5. Keragaman erosional agents tercermin pada produk dan urutan land forms yang
terbentuk,
6. Evolusi geomorfologi bersifat kompleks,
7. Obyek alam di permukaan bumi umumnya berumur lebih muda dari Pleistosen,
8. Interpretasi yang sempurna mengenai landscapes melibatkan beragam faktor geologi
dan perubahan iklim selama Pleistosen,
9. Apresiasi iklim global diperlukan dalam memahami proses-proses geomorfik yang
beragam, dan
10. Geomorfologi, umumnya mempelajari land forms / landscapes yang terjadi saat ini
dan sejarah pembentukannya.
C.

Proses Geomorfologi.
Proses geomorfologi adalah perubahan-perubahan baik secara fisik maupun kimiawi
yang dialami permukaan bumi. Penyebab proses tersebut yaitu benda-benda alam yang kita
kenal dengan nama geomorphic agent, berupa air dan angin. Keduanya merupakan ad
penyebab yang dibantu dengan adanya gaya berat, dan keseluruhannya bekerja bersama-sama
dalam melakukan perubahan terhadap permukaan muka bumi. Tenaga-tenaga perusak ini
dapat kita golongkan dalam tenaga asal luar (eksogen), yaitu yang datang dari luar atau dari

permukaan bumi, sebagai lawan dari tenaga asal dalam (endogen) yang berasal dari dalam
bumi. Tenaga asal luar pada umumnya bekerja sebagai perusak, sedangkan tenaga asal dalam
sebagai pembentuk. Kedua tenaga inipun bekerja bersama-sama dalam mengubah bentuk
permukaan muka bumi ini.

Pembentukan
Tenaga asala dalam
Pembentukan struktur
Pembentukan gunung api

Perusakan
Pengangkutan
Tenaga asal luar
Tenaga asal luar
Gradasi
Pengangkutan bahan
Pelapukan
Erosi
Tenaga dari luar bumi
Gelombang
Adanya jatuhan dari meteor
Gambar 1.0 Bagan Terjadinya geomorfologi.
D. Ada beberapa terapan geomorfologi menurut Thornbury dalam Sutikno yaitu:
1. Terapan geomorfologi dalam hidrologi, yang membahas hidrologi di daerah karst dan
air tanah daerah glasial. Masalah hidrologi di daerah karst dapat diketahui dengan
baik apabila geomorfologinya diketahui secara mendalam. Air tanah di daerah glasial
tergatung pada tipe endapannya, dan tipe endapan ini dapat lebih mudah didekati
dengan geomorfologi.
2. Terapan geomorfologi dalam geologi ekonomi, yaitu membahas pendekatan
geomorfologi untuk menentukan tubuh bijih, jebakan residu, mineral epigenetik, dan
endapan bijih.
3. Terapan geomorfologi dalam keteknikan, aspek keteknikan yang dibahas meliputi
jalan raya, penentuan pasir, dan kerakal, pemilihan situs bendungan dan geologi
militer. Terapan geomorfologi dalam keteknikan ini semua aspek geomorfologi
dipertimbangkan
4. Terapan geomorfologi dalam ekplorasi minyak, banyak unsur-unsur minyak di AS
yang ditentukan dengan pendekatan geomorfologi terutama bentuklahan termasuk
topografi, untuk mengenal struktur geologi dalam penentuan terdapatnya kandungan
minyak.
5. Terapan geomorfologi dalam bidang lain, yaitu menyangkut pemetaan tanah, kajian
pantai, dan erosi.
E.

Ringkasan
Geomorfologi bukan hanya sekedar mempelajari bentuk lahan yang tampak saja,
tetapi juga mentafsirkan bagaimana bentuk-bentuk tersebut bisa terjadi, proses apa yang
mengakibatkan pembentukan dan perubahan muka bumi. Jadi meliputi bentuklahan
(landform), proses-proses yang menyebabkan pembentukan dan perubahan yang dialami oleh
setiap bentuklahan yang dijumpai di permukaan bumi termasuk yang terdapat di dasar
laut/samudera serta mencari hubungan antara bentuk lahan dengan proses-proses dalam
tatanan keruangan dan kaitannya dengan lingkungan. Dengan demikian bahwa dalam
mempelajari geomorfologi terkait pada geologi, fisiografi, dan proses geomorfologi yang
menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan dalam perubahan bentuk lahan. Konsep dasar
Geomorfologi perlu dipahami secara baik untuk mempelajari Geomorfologi dalam membantu
mengenal dan menganalisa kenampakan bentuk lahan di permukaan bumi, sehingga pada
akhirnya dapat mengenal peristilahan baik secara deskriptif maupun secara empiris, terutama

nanti dalam melakukan klasifikasi bentuk lahan. Geomorfologi mempunyai peran dan terapan
dalam survei dan pemetaan, survei geologi, hidrologi, vegetasi, penggunaan lahan pedesaan,
keteknikan, ekplorasi mineral, pengembangan dan perencanaan, analisis medan, banjir, serta
bahaya alam disebabkan oleh gaya endogen.
Contoh daerah yang mengalami perubahan bentuk permukaan muka bumi:
Palung laut merupakan bentuk paritan memanjang dengan kedalaman mencapai
lebih dari 6.500 meter. Umumnya palung laut ini merupakan batas antara kerak samudera
India dengan tepian benua Eurasia sebagai bentuk penunjaman yang menghasilkan celah
memanjang tegak lurus terhadap arah penunjaman .
Beberapa patahan yang muncul di sekitar palung laut ini dapat reaktif kembali
seperti yang diperlihatkan oleh hasil plot pusat-pusat gempa atau episentrum di sepanjang
lepas pantai pulau Sumatera dan Jawa. Sesar mendatar Mentawai yang ditemukan pada
Ekspedisi Mentawai Indonesia-Prancis tahun 1990-an terindikasi sebagai sesar mendatar
yang berpasangan namun di berarapa bagian memperihatkan bentuk sesar naik. Hal ini
merupakan salah satu sebab makin meningkatnya tekanan kompresif dan seismisitas yang
menimbulkan kegempaan.
Di bagian barat pulau Sumatera, pergerakan lempeng samudera India mengalibatkan
terangkatnya sedimen (seabed) di kerak samudera dan prisma-prisma akresi yang merupakan
bagian terluar dari kontinen. Sesar-sesar normal yang terbentuk di daerah bagian dalam yang
memisahkan prisma akresi dengan busur kepulauan mengakibatkan peningkatan pasokan
sedimen yang lebih besar. Demikian pula akibat terjadinya pengangkatan tersebut maka
morfologi palung laut di kawasan ini memperlihatkan bentuk lereng yang terjal dan sempit
dibandingkan dengan palung yang terbentuk di kawasan timur Indonesia.
Daerah lain terjadinya geomorfologi yaitu daerah semarang yang merupakan salah
satu kota pantai yang di indonesia. Dikawasan pantainya terdapat berbagai fasilitas publik
yang bernilai sangat tinggi, seperti pelabuhan dan terminal bus antar kota. disamping itu juga
terdapat tempat kawasan perumahan yang bernilai sejarah seperti kawasan kota lama,
perumahan mewah, kawasan wisata pantai, permukiman kumuh, perikanan, sawah, dsb. Kita
dapat melihat kondisi geomorfologi dan kondisi kawasan yang dijumpai pada kota semarang
Pada tahun 2001, diperkirakan permukaan air laut naik 1,00 m yang disebabkan
oleh berbagai kerusakan lingkungan hidup, antara lain oleh pemanasan global. Dalam kaitan
ini, telah dilakukan pengkajian wilayah pantai Kota Semarang menggunakan metoda
deskriftif melalui identifikasi dan inventarisasi permasalahan kawasan dan geomorfologi
yang ada saat ini untuk mendapatkan dampak atau resiko terhadap fisik lingkungan wilayah,
geomorfologi perairan dan daratan, lingkungan, ekonomi sosial serta kemungkinan teknik
adaptasi manusia pada genangan banjir, yang kelak akan digunakan untuk bahan penyusunan
metoda perhitungan kerugian wilayah, adaptasi dan mitigasi bencana banjir
Berdasarkan dari bencana rob atau banjir, pemda dan masyarakat wilayah pantai
Kota semarang sudah berusaha secara teknologi menghadapi/mengadaptasi bencana banjir
melalui penerapan teknologi sistem drainase yang tepat.
Definisi Geomorfologi
Kata Geomorfologi (Geomorphology) berasal dari bahasa Yunani, yaitu: Geos
(erath/bumi), morphos (shape/bentuk), logos (knowledge atau ilmupengetahuan). Maka
pengertian geomorfologi adalah pengetahuan tentang bentuk lahan dan proses yang terjadi di
permukaan bumi termauk pergerakan material, air dan drainase serta factor lain yang memicu
terjadinya proses geomorfik..
Secara singkat berikut ini disajikan mengenai beberapa definisi geomorfologi yang
dikemukakan oleh para ahli yaitu:

1) Lobeck (1939: 3) menyatakan bahwa Geomorfologi adalah studi tentang bentuk lahan.
2) Cooke dan Doornkamp dalam Sutikno (1987: 3) dinyatakan bahwa geomorfologi adalah
studi mengenai bentuklahan dan terutama tentang sifat alami, asal mula, proses
perkembangan, dan komposisi material penyusunnya.
3) Thornbury dalam Sutikno (1990: 2) disebutkan bahwa geomorfologi adalah ilmu
pengetahuan tentang bentuk lahan.
4) Zuidam dan Concelado (1979: 3) juga menyatakan bahwa Geomorfologi adalah studi
yang menguraikan bentuklahan dan proses yang mempengaruhi pembentukannya serta
mengkaji hubungan timbal balik antara bentuklahan dengan proses dalam tatanan
keruangannya.
5) Verstappen (1983: 3) bentuklahan adalah menjadi sasaran Geomorfologi bukan hanya
daratan tetapi juga yang terdapat di dasar laut (lautan).
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dijelaskan bahwa
Geomorfologi adalah mempelajari bentuklahan (landform), proses-proses yang menyebabkan
pembentukan dan perubahan yang dialami oleh setiap bentuklahan yang dijumpai di
permukaan bumi termasuk yang terdapat di dasar laut/samudera serta mencari hubungan
antara bentuklahan dengan proses-proses dalam tatanan keruangan dan kaitannya dengan
lingkungan. Di samping itu, juga menelaah dan mengkaji bentuk lahan secara deskriptif,
mempelajari cara pembentukannya, proses alamiah dan ulah manusia yang berlangsung,
pengkelasan dari bentuklahan serta cara pemanfaatannya secara tepat sesuai dengan kondisi
lingkungannya.
Konsep Dasar Geomorfologi
Dalam mempelajari geomorfologi baik diperlukan dasar pengetahuan yang baik
dalam bidang klimatologi, geografi, geologi serta sebagian ilmu fisika dan kimia yang mana
berkaitan erat dengan proses dan pembentukan muka bumi. Secara garis besar proses
pembentukan muka bumi menganut azas berkelanjutan dalam bentuk daur geomorfik
(geomorphic cycles), yang meliputi pembentukan daratan oleh tenaga dari dalam bumi
(endogen), proses penghancuran/pelapukan karena pengaruh luar atau tenaga eksogen, proses
pengendapan dari hasil pengahncuran muka bumi (agradasi), dan kembali terangkat karena
tenaga endogen, demikian seterusnya merupakan siklus geomorfologi yang ada dalam sekala
waktu sangat lama.
Secara garis besar dikenal beberapa konsep dasar dalam studi geomorfologi yang
dikemukakan oleh Thornbury (1958) dalam Suprapto (1997: 17) dan Suwijanto adalah
sebagai berikut:
1. Proses-proses dan hukum fisik yang sama bekerja sekarang, bekerja pula pada waktu
geologi yang, walaupun intensitasnya tidak sama seperti sekarang.
2. Struktur geologi merupakan faktor pengontrol yang dominan dalam evolusi
bentuklahandan struktur geologi dicerminkan oleh bentuklahannya.
3. Perbedaan muka bumi yang berbeda antara satu dengan yang lain disebabkan karena
derajat pembentukannya berbeda pula.
4. Proses-proses geomorfologi meninggalkan bekas-bekas yang nayata pada bentuklahan
dan setiap proses geomorfologi akan membangun suatu karakteristik tertentu pada
bentuklahannya (meninggalkan jejak yang spesifik dan dapat dibedakan dengan proses lain
secara jelas).
5. Akibat perbedaan tenaga erosi yang bekerja pada permukaan bumi, maka dihasilkan suatu
urutan bentuklahan yang mempunyai karakteristik tertentu pada masingmasing tahap
perkembangannya.
6. Evolusi geomorfik yang kompleks lebih umum terjadi dibandingkan dengan evolusi
geomorfik yang sederhana (perkembangan bentuk muka bumi umumnya sangat
kompleks/rumit, jarang yang disebabkan oleh proses yang sederhana).

7. Hanya sedikit saja dari topografi permukaan bumi adalah lebih tua dari zaman Tersier,
dan kebanyakan daripadanya tidak lebih dari zaman Pleistosen.
8. Interpretasi secara tepat terhadap bentanglahan sekarang tidak mungkin dilakukan tanpa
memperhatikan perubahan-perubahan iklim dan geologi selama masa Pleistosen (Pengenalan
bentanglahan saat sekarang harus memperhatikan proses yang berlangsung pada zaman
Pleistosen)
9. Apresiasi iklim-iklim dunia amat perlu untuk mengetahui secara benar dari berbagai
kepentingan di dalam proses-proses geomorfologi yang berbeda .
10. Walaupun geomorfologi menekankan terutama pada bentanglahan sekarang, namun untuk
mempelajarinya secara maksimal perlu mempelajari sejarah perkembangannya
Arti Penting Geomorfologi
Arti penting geomorfologi yaitu sebagai pendukung ilmu kebumian lainnya dan
ilmu yang terkait dalam arti praktisnya. Geomorfologi sebagai ilmu mempunyai arti yang
penting, seperti peranannya dalam geografi fisik dan terapannya dalam penelitian. Kajian
geomorfologikal akan menghasilkan data/informasi yang utama dan pertama dari
bentanglahan fisikal yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu maupun terapan praktisnya.
Terapan geomorfologi menurut para ahli:
1. Verstappen meliputi peran dan terapan geomorfologi dalam survei dan pemetaan, survei
geologi, hidrologi, vegetasi, penggunaan lahan pedesaan, keteknikan, ekplorasi mineral,
pengembangan dan perencanaan, analisis medan, banjir, serta bahaya alam disebabkan oleh
gaya endogen.
2. Zuidam, berdasarkan analisis dan klasifikasi dapat dikemukakan sebagai berikut:
Relief/morfologi meliputi bagian lereng, ketinggian, kemiringan lereng, panjang
lereng, bentuk lereng, bentuk lembah, dan aspek relief yang lain.
Proses geomorfologi meliputi erosi dan tipe erosi, kecepatan dan daerah yang
terpengaruh; banjir yang meliputi tipe, frekuensi, durasi, kedalaman, dan daerah yang
terpengaruh; gerakan massa yang meliputi tipe, kecepatan, daerah yang terpengaruh.

Tipe material batuan meliputi batuan induk, material permukaan, kedalaman


pelapukan.

Vegetasi dan penggunaan lahan meliputi tipe vegetasi, kepadatan, tipe penggunaan
lahan, periode, durasi, dan konservasi.

Air tanah mencakup kelembaban permukaan, kedalaman air tanah, fluktuasi air tanah,
dan kualitas air tanah.

Tanah mencakup kedalaman, kandungan humus, tekstur, drainase, dan daerah berbatu.

3. Thornbury (1954) dalam Sutikno (1987: 12) menyatakan bahwa ada lima kelompok
terapan geomorfologi, yaitu:.
Terapan geomorfologi dalam hidrologi, yang membahas hidrologi di daerah karst dan
air tanah daerah glasial. Masalah hidrologi di daerah karst dapat diketahui dengan
baik apabila geomorfologinya diketahui secara mendalam. Air tanah di daerah glacial
tergatung pada tipe endapannya, dan tipe endapan ini dapat lebih mudah didekati
dengan geomorfologi.
Terapan geomorfologi dalam geologi ekonomi, yaitu membahas pendekatan
geomorfologi untuk menentukan tubuh bijih, jebakan residu, mineral epigenetik, dan
endapan bijih.

Terapan geomorfologi dalam keteknikan, aspek keteknikan yang dibahas meliputi


jalan raya, penentuan pasir, dan kerakal, pemilihan situs bendungan dan geologi
militer.

Terapan geomorfologi dalam ekplorasi minyak, banyak unsur-unsur minyak di AS


yang ditentukan dengan pendekatan geomorfologi terutama bentuklahan termasuk
topografi, untuk mengenal struktur geologi dalam penentuan terdapatnya kandungan
minyak.

Terapan geomorfologi dalam bidang lain, yaitu menyangkut pemetaan tanah, kajian
pantai, dan erosi.

Geomorfologi dan Lingkungan Hidup Kab Magelang


Lingkungan Hidup
Luas lahan konservasi Kabupaten Magelang pada tahun 2000 adalah 10.064 km2
tetapi luasnya menurun pada tahun 2005 menjadi 7.506 km2. Untuk mengatasi kerusakan
lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang telah melakukan perbaikan terhadap lahan
kritis. Luas lahan kritis pada tahun 2003 seluas 12.943 Km2, telah berkurang menjadi 11.896
km2 pada tahun 2005, sedangkan kerusakan lahan menurun menjadi 203,75 km2.
Permasalahan utama yang masih dihadapi dalam pembangunan lingkungan hidup antara lain:
1. belum optimalnya pelestarian hutan lindung, pengelolaan hutan produksi, dan
pengelolaan hutan rakyat,
2. partisipasi masyarakat sekitar hutan yang masih belum optimal
3. belum optimalnya penerapan sempadan sungai dan sempadan mata air untuk menjaga
kelestarian lingkungan.
Kehutanan
Dibidang kehutanan, jumlah hasil hutan yang paling banyak diproduksi adalah
getah kayu pinus. Komoditi kehutanan di Kabupaten Magelang yang juga cukup potensial
adalah tanaman sengon, dimana tanaman ini telah banyak ditanam oleh masyarakat yang
tersebar di 21 kecamatan. Namun dikhawatirkan apabila jumlah hutan terus menurun akan
berpengaruh terhadap produksi hasil hutan.
Pertanahan
Di bidang pertanahan yang merupakan salah satu sumber daya alam yang harus
dijaga dan ditata, karena mempunyai nilai strategis dalam tatanan kehidupan manusia
bersosial dan bernegara. Terutama dalam kaitannya dengan fungsi pemanfaatan, baik fungsi
lindung maupun budi daya sesuai RTRW. Sampai tahun 2005, di Kabupaten Magelang
terdapat 876.116 bidang tanah, dan yang telah bersertifikat baru berjumlah 260.237 bidang
tanah. Oleh karena itu diperlukan sistem informasi dan manajemen pertanahan yang baik
Bentuk Geomorfologi Dasar Laut Pada Tepian Lempeng Aktif di Lepas Pantai Barat
Sumatera dan Selatan Jawa
Tatanan tektonik sebelah barat Sumatera dan selatan Jawa, didominasi oleh
pergerakan ke utara dari tepian aktif lempeng samudera Hindia dan lempeng benua Australia
terhadap lempengan Sunda dengan kecepatan sekitar 6-7 cm/tahun. Komponen gerakan
lempengan yang relatif tegak lurus terhadap arah batas lempeng sebagian besar membentuk
sesar-sesar naik di sepanjang zona subduksi Sumatera dan Java, sedangkan komponen
lempeng yang parallel terhadap batas lempeng didominasi oleh terbentuknya sesar-sesar
geser pada zona sesar.
Kajian tepian tektonik aktif difokuskan untuk mengidentifikasi bentuk geomorfologi
dasar laut dari masing-masing segmen lempeng. Empat bentuk morfologi utama dapat

diidentifikasi, seperti zona subduksi, palung laut, prisma akresi, dan cekungan busur muka.
Gambaran bentuk geomorfologi dasar laut ini kemungkinan merupakan contoh morfologi
dasar laut yang terbaik di dunia.
Batas-batas bentuk geomorfologi dasar laut ini sangat jelas terlihat pada rekaman
seismic dan citra seabeam. Makin kearah selatan, dasar laut makin banyak mengalami
pensesaran normal. Sesar-sesar ini nampaknya lebih intensif makin jauh dari palung laut.
Pada sumbu palung, bentuk kerak samudera telah banyak mengalami pensesaran dan
membentuk pola-pola horst dan graben secara luas.
http://miraemccgeography.blogspot.com/2010/12/geomorfologi.html