Anda di halaman 1dari 3

Kebutuhan nutrisi dan cairan masa nifas

Ibu nifas memerlukan diet untuk mempertahankan tubuh terhadap infeksi, mencegah
konstipasi, dan untuk memulai proses pemberian ASI ekslusif. Asuhan kalori per hari
ditingkatkan sampai 2700 kalori. Asupan cairan per hari ditingkatkan sampai 3000 ml (susu
1000 ml). suplemen zat besi dapat diberikan kepada ibu nifas selama 4 minggu pertama
setelah kelahiran(Bahiyatun, 2009). Gizi ibu menyusui dibutuhkan untuk produksi ASI dan
pemulihan kesehatan ibu. Kebutuhan gizi yang perlu diperhatikan, yaitu ; makanan
dianjurkan seimbang antara jumlah dan mutunya, perbanyak minum, setiap hari harus minum
lebih dari 6 gelas dan makan makanan yang tidak merangsang , baik secara termis, mekanis,
atau kimia untuk menjaga kelancaran pencernaan, batasi makanan yang berbau keras,gunakan
bahan makanan yang dapat merangsang produksi ASI, misalnya sayuran hijau.
Diet dalam masa nifas harus bergizi, bervariasi, dan seimbang. Diet ini sebaiknya
mengandung tinggi kalori. Pada wanita dewasa, kebutuhan kalori sebesar 2200 kkal,
sedangkan untuk ibu menyusui diperlukan tambahan 700 kkal untuk 6 bulan pertama setelah
melahirkan dan selanjutnya 500 kkal. Kalori ini terdir dari karbohidrat, lemak, protein.Total
makanan yang dikonsumsi dianjurkan mengandung 50-60% karbohidrat. Berikut adalah
contoh menu ibu menyusui.

Makanan sumber karbohidrat antara lain nasi, kentang, roti, ubi, mie, jagung, dan
berbagai makanan jajanan yang berasal dari tepung. Kebutuhan lemak sebesar 25-35% dari
total makanan. Bahan makanan sumber lemak adalah keju, susu, santan, mentega, dan
margarine. Fungsi lemak untuk ibu menyusui sebagai daya tahan tubuh. Fungsi protein untuk
membentuk jaringan baru dan memproduksi air susu, jumlah protein sekitar 10-15% dari total
makanan. Pada wanita dewasa, kebutuhan seharinya 51 gram, sedangkan pada ibu menyusui
perlu tambahan 16 gram pada bulan pertama selanjutnya 12 gram. Makanan sumber protein

seperti tempe, tahu, kacang-kacangan, daging, telur, hati, dan ikan. Mineral yang paling
utama adalah zat besi, sedangkan vitamin yang paling utama adalah vitamin C untuk
mencegah anemia, serat untuk membantu ekskresi dan meningkatkan tonus otot, serta cairan
yang cukup.
Kebutuhan cairan ibu menyususi minimal 2 liter sehari. Pemberian tablet zat besi
untuk ibu nifas selama 40 hari dan 1 kapsul vitamin A. Ibu menyusui tidak boleh minum kopi
atau the pada saat minum tablet zat besi karena dapat mencegah penyerapan zat besi, selain
itu tablet zat besi juga dapat membuat feses menjadi hitam, menimbulkan konstipasi, dan
mungkin rasa mual (Bahiyatun,2009).
Ibu dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung diet tinggi kalori
(karbohidrat, lemak, dan protein) mengandung zat besi, seperti sayuran hijau, daging, hati,
telur dan banyak minum. Jika ibu menyusui, anjurkan untuk makan 4-5 kali sehari dan
minum segelas cairan setiap selesai menyusui. Kafein dan nikotin harus dihindari, seperti
kopi, coklat, soda, dan makanan awetan. Makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu dapat
mempengaruhi bayinya melalui air susu.
Ibu nifas dianjurkan untuk:
a. Makan dengan diet berimbang, cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.
b. Mengkomsumsi makanan tambahan, nutrisi 800 kalori/hari pada 6 bulan pertama, 6 bulan
selanjutnya 500kalori/hari dan tahun kedua 400 kalori. Jadi jumlah kalori tersebut adalah
tambahan dari kalori per harinya.
c. Mengkomsumsi vitamin A 200.000 iu. Pemberian vitamin A dalam bentuk suplementasi
dapat meningkatkan kualitas ASI, meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan
kelangsungan hidup anak (Suherni, 2009).

Tabel Penambahan Makanan pada Wanita Dewasa, Hamil, dan Menyusui