Anda di halaman 1dari 5

Contemporary Art

Dalam seni kontemporer sendiri, terdapat lebih dari 50 tipe aliran seni
yang muncul di permukaan semenjak akhir dari perang dunia ke 2. Adapun
beberapa definisi tentang seni kontemporer seperti :

Seni yang diproduksi setelah tahun 1945


Definisi seni sering digunakan oleh banyak museum saat mendefinisikan
koleksi lukisan kontemporer mereka, tetapi banyak dari sejarawan seni
banyak yang mengatakan bahwa hal ini sudah ketinggalan jaman.

Seni yang diproduksi saat era kita atau saat kita hidup
Ini adalah definisi yang disepakati oleh para sejarawan, tetapi definisi ini
terlalu luas untuk kita.

Seni yang diproduksi setelah tahun 1960


Definisi ini sangat sering digunakan oleh kritikal seni, tetapi ada
ketidaksepakatan tentang tahun yang pasti. Adapun yang berkata tahun
1964, 1968, 1969, dan para pakar seni lebih memilih 1970.
Terjadi perpindahan/pengalihan penting di dunia seni pada saat Kota

New York menggantikan Kota Paris menjadi pusat seni dunia. Pada tahun 1950,
artis seperti Jackson Pollock memimpin pergerakan ini menuju seni abstrak
dengan abstract expressionism. Pada tahun 1960, Andy Warhol dan beberapa
artis lainnya memisahkan diri dari seni tradisional dan berubah menjadi seni
komersial, yang kita bisa liat sekarang bernama pop art.
Pada tahun 1960-1970 di Kota New York, ada juga perpecahan diantara
artis yang menganut formalism dan anti formalism. Formalisme berfokus kepada
pencapaian formal dari visual art, yang termasuk didalamnya seperti elemen
dari arah, ukuran, tekstur, garus, bentuk, warna, dan nilai. Dimana Anti
Formalisme mengacuhkan kepentingan dari elemen pada design, dan
memperkenalkan bentuk baru dari seni seperti installations, video, dan
performance art.
Untuk mengerti tentang seni kontemporer, dibutuhkan pembelajaran
tentang seni dalam 6 dekade. Harus mempelajari tentang seni dunia. Beberapa
artis dari seni kontemporer merefleksikan pengaruh dari modernism, seperti

impresionisme, surealisme, kubisme, dan beberapa seni yang tidak berhubungan


dengan pergerakan seni masa lalu.
Beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa penemuan fotografi telah
mengakhiri otoritas seni lukis dalam hal meniru alam. Tidak ada seniman yang
mau bersaing dengan fotografi dalam hal kecepatan, ketepatan, keakuratan, dan
kemiripan. Masa itu disebut sebagai masa krisis representasi realitas atau awal
penyebab kelahiran seni lukis modern.
Sejak itu seni lukis mengambil langkah baru untuk memapankan kembali
otoritasnya, yaitu menggambar realitas dengan cara yang tidak bisa dilakukan
fotografi. Paul Cezanne (pencetus seni lukis modern) termasuk yang pertama
menerapkan langkah itu dengan melukis efek pencerapan dari realitas. Dia
menggambarkan pandangan subyektif dari realitas dengan memasuk unsur
ketidakpastian di dalamnya. Artinya, persepsi kita terhadap suatu objek, baik
keragaman sudut pandang maupun keraguan apa yang kita lihat diakumulasikan ke
dalam kanvas sebagai konsep menggambar.
Seni lukis modern mengalami krisis pada awal tahun 1970. Penyebab terjadi
krisis ini, antara lain, adalah penciptaan karya seni lukis menjadi terlalu mudah.
Setiap gaya dari sebuah karya yang baru diciptakan seolah-olah telah ada sebelumnya.
Karena penciptaan karya yang terlalu mudah dan jenis karya seni lukis pun tidak
terbatas jumlahnya, maka timbul kekaburan batas-batas estetika. Sampai akhirnya ada
seruan bahwa segala sesuatu telah sampai pada akhir. Kalaupun praktek seni lukis
masih berlanjut maka semata-mata hanya menampilkan kekosongan makna. Di
tengah kekacauan ini seni lukis kontemporer muncul.
Kemunculan seni lukis kontemporer ditandai dengan tidak ada lagi aturan
atau kategori yang dipakai untuk menghakimi sebuah karya yang tidak lazim. Aturanaturan atau kategori-kategori adalah apa yang dicari oleh karya seni itu sendiri.
Seniman berkarya tanpa aturan untuk menemukan aturan dari apa yang telah
dilakukannya.
Seni lukis kontemporer tidak peduli dengan estetika atau bahkan
mengacuhkan sama sekali tentang proses estetika. Sering kali karya-karya seni lukis
ini hanya membuat shock penonton daripada kesenangan estetik. Seni lukis ini
terkadang tidak bisa lepas dari ideologi politik dan diperalat untuk memperjuangkan
kepentingan ideologi yang bersifat advokatif. Akibatnya, banyak karya-karya lukis

kontemporer yang hadir dengan penampilan radikal untuk menarik perhatian. Para
seniman seni lukis kontemporer yakin bahwa seni bisa digunakan sebagai salah satu
alat untuk perubahan sosial.

Aliran-Aliran Seni Kontemporer:


1. Abstract Expressionism
Abstract expressionism ini adalah seni Amerika pertama yang memberikan
pengaruh pada skala global . Ini menarik pada pendekatan spiritual dari Kandinsky
, para otomatisme dari surealis , dan berbagai teknik melukis yang dramatis .
Abstrak Ekspresionisme juga dikenal sebagai Action Painting , judul yang tersirat
bahwa tindakan fisik lukisan itu sama pentingnya dengan hasil itu sendiri .
Gerakan Abstrak ekspresionis memeluk lukisan dari berbagai seniman yang
karyanya tidak selalu murni abstrak atau benar-benar ekspresionis . All over yang
merupakan drip painting dari Jackson Pollock , yang melibatkan penonton dalam
gulungan cahaya , warna dan tekstur , adalah tantangan terbesar bagi penafsiran ruang
bergambar sejak Kubisme . Lukisan-lukisan dari Mark Rothko memandikan penonton
di dunia mistis warna diffuse sedangkan seni Robert Motherwell yang mendirikan
sebuah dialog antara abstrak nya kaligrafi otomatis dan kontrol sadar bentuk dan
warna . Willem de Kooning , Franz Kline , Barnet Newman dan Clifford Masih
adalah tokoh utama lain yang terkait dengan gerakan ini.

2. Pop Art
Pop Art adalah gerakan seni yang ditandai rasa optimisme selama peledakkan
konsumen pasca perang tahun 1950-an dan 60-an . Ini bertepatan dengan globalisasi
musik pop dan pemuda budaya , dipersonifikasikan oleh Elvis dan The Beatles .
Pop Art bertemakan warna-warni , muda , menyenangkan dan bermusuhan
dengan pembentukan artistik . Ini termasuk gaya yang berbeda dari lukisan dan
patung dari berbagai negara , tapi kesamaan yang terdapat dalam pop art adalah minat
dalam budaya populer .
Tampilan gamblang tentang Pop Art muncul dari perpaduan kolase dari
dadaism dan readymades dengan citra budaya konsumen . Hal itu terlihat sebagai
penangkal introspeksi Abstrak Ekspresionisme . Teknik ekspresif Jasper Johns dan
Robert Rauschenberg menghubungkan antara gaya Abstrak Ekspresionisme dan Pop

tetapi gambar selebriti dan gaya konsumerisme oleh Andy Warhol dan ikonografi
buku komik dari Roy Lichtenstein mewakili gaya seperti yang kita kenal sekarang.

3. Op Art
Op Art adalah singkatan dari Optic Art atau seni optic . Itu merupakan
gaya abstrak yang muncul pada 1960-an didasarkan pada efek illusionistic garis ,
bentuk, pola dan warna .
Seniman Op Art seperti Victor Vasarely , Bridget Riley dan Richard
Anuszkiewicz bermain dengan persepsi pemirsa dengan menumbangkan pesawat
gambar dengan bentuk ambigu , nada pergeseran dan hubungan warna yang dinamis .
Walaupun gambar Op Art statis, mereka menghasilkan ilusi gerakan dengan trik
persepsi yang membuat permukaan gambar tidak stabil . Efek ini bisa begitu kuat
sehingga kita harus melihat dari arah yang jauh karena takut kehilangan
keseimbangan atau menyakiti mata kita. Tak perlu dikatakan bahwa aspek
menyenangkan lapang dari Op Art sangat populer dengan publik dan segera
dikomersialkan oleh desain dan industry fashion.

4. Minimalism
Minimalisme tidak hanya merupakan reaksi terhadap teknik emosional dari
Abstrak Ekspresionisme tetapi juga perbaikan lebih lanjut dari abstraksi murni. Ini
merupakan upaya untuk menemukan esensi seni dengan cara mengurangi elemen
pekerjaan untuk pertimbangan dasar bentuk, permukaan dan bahan .
Minimalisme menggunakan bentuk tepi yang keras dan struktur jaringan
geometris . Warna hanya digunakan untuk mendefinisikan ruang atau permukaan . Ad
Reinhardt, yang mengantisipasi Minimalis , mengatakkan bahwa The more stuff in
it, the busier the work of art, the worse it is. More is less. Less is more. The eye is a
menace to clear sight. The laying bare of oneself is obscene. Art begins with the
getting rid of nature.
Frank Stella , Don Judd , Robert Morris , John McCracken dan Sol LeWitt
adalah kontributor penting untuk Minimalis .

REFERENSI

(2014) Artist, Movements and Styles in Modern Art (1870-1930), Available at:
http://www.artyfactory.com/art_appreciation/timelines/modern_art_timeline.htm
(Accessed: 14 November 2014).

(2014) Artists, Movements, and Style in Modern Art (1916-1975), Available at:
http://www.artyfactory.com/art_appreciation/timelines/modern_art_timeline_part_2.
html (Accessed: 14 November 2014).

(2014)

Contemporary

Art,

Available

at:

http://www.visual-arts-

cork.com/contemporary-art.htm (Accessed: 14 November 2014).

(2014) Introduction to the Artistic Style of Contemporary Art , Available at:


http://www.arthistory.net/artstyles/contemporaryart/contemporaryart1.html
(Accessed: 14 November 2014).