Anda di halaman 1dari 3

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti dapat menarik beberapa
kesimpulan sebagai berikut :
1. Musik tradisional etnik Melayu terdiri dari lagu (vokal), instrumental, dan penggabungan di
antara keduanya. Musik istrumental erat kaitannya dengan tari. Musik tradisional Melayu
dalam siklus kehidupan masyarakatnya memiliki beberapa fungsi dalam konteks komunikasi
yaitu : (1) fungsi memberitahu, (2) fungsi mendidik, (3) membujuk khalayak mengubah
pandangan dan (4) untuk hiburan.
2. Musik Melayu bagi etnik Melayu di Medan memiliki peranan dalam setiap pelaksanaan
upacara yang menyangkut adat dan keagamaan seperti pada upacara perkawinan, pesta
sunatan, menabalkan anak, melepas dan menyambut haji, membuka dan menutup musabaqah
tilawatil Quran, dan berbagai upacara lainnya.
3. Di TBSU Medan terdapat 2 sanggar musik yaitu sanggar musik Metronom, dan Acsidental.
Kedua sanggar musik ini selalu melakukan aktivitas latihan dengan materi musik daerah
Sumatera Utara yang mencakup musik etnik Melayu,

Batak Toba, Karo, Simalungun,

Mandailing. Grup musik Metronom dan Aksidental banyak mengisi acara musik di kalangan
masyarakat Sumatera Utara seperti pada acara resepsi perkawinan dan berbagai upacara
organisasi masyarakat dan organisasi politik.
4. Grup musik Metronom TBSU Medan cenderung menggunakan pengayaan alat-alat musik
dalam komposisi musik Melayu yaitu dengan menambah alat musik lain terhadap alat-alat
musik Melayu. Untuk membawakan lagu-lagu Melayu Grup musik Metronom TBSU Medan

menggunakan alat musik, biola, akordion, gendang melayu, drum, bass, gitar, ditambah satu
sheet alat musik perkusi seperti taganing, tambourin dan rebana.
5. Penambahan alat-alat musik khususnya alat musik perkusi seperti taganing, tambourin, dan
rebana dimaksudkan untuk memberi warna atau pengayaan dari aspek ritme. Dengan
demikian setiap penyajian lagu-lagu terdengar dan terkesan lebih variatif dan ternyata
masyarakat yang menyaksikan dan mendengar sajian musik Melayu oleh Grup musik
Metronom TBSU Medan merasa puas dan terhibur.
6. Grup musik Metronom TBSU Medan mengadakan latihan satu kali dalam seminggu yaitu
setiap hari Jumat dimulai dari pukul 15.00 sampai dengan pukul 18.00 WIB di sanggar musik
Metronom TBSU Medan. Namun demikian jika dianggap penting karena ada undangan yang
mendesak, latihan dapat menjadi 2 kali dalam seminggu. Materi lagu yang diambil sebagai
bahan latihan adalah lagu-lagu yang relatif jarang dibawakan. Namun demikian lagu-lagu
yang sudah sering dibawakan, juga dilatih agar lebih baik terutama dalam hal kekompakan
dan interpretasi yang lebih baik.
7. Dalam pelaksanaan latihan, pada dasarnya grup musik Metronom TBSU Medan mengacu
pada komposisi atau harmoni dari lagu-lagu Melayu yang ada dalam bentuk rekaman. Namun
untuk menunjukkan warna atau karakter grup musik Metronom, selalu mengupayakan adanya
improvisasi atau eksplorasi pada bagian tertentu dari sebuah lagu baik dari aspek musik
maupun dari aspek vokal. Untuk menentukan bagian improvisasi atau eksplorasi tersebut
dilakukan dengan cara mendiskusikannya. Dengan demikian setiap anggota dapat
mengusulkan ide-ide musikalnya.
8. Masyarakat Melayu di Medan memiliki budaya lagu dan tari yang difungsikan ke dalam
berbagai aktivitas sosial. Terdapat lagu dan tari Melayu Sumatera Utara yang umum dijumpai
di kawasan Dunia Melayu. Namun ada pula yang khas menjadi identitas masyarakat Melayu

di Medan. Lagu dan tari Melayu tersebut mencerminkan gagasan kebudayaan yang diwarisi
secara turun-temurun.
9. Melihat keberadaan sikap masyarakat Melayu di Medan terhadap keberadaan musik Melayu
tergolong baik, menunjukkan bahwa ke depan memiliki prospek perkembangan yang baik.
Hal ini berdasar pada bahwa musik Melayu terbuka dalam upaya perkembangan baik dri
aspek ritmis, harmoni, maupun penggunaan ragam instrumen musik sepanjang tidak merusak
pola ritme dasar sebagai karakteristik musik Melayu.

B. Saran
Dari beberapa kesimpulan di atas, maka peneliti dapat memberikan saran-saran sebagai
berikut :
1. Hendaknya pihak TBSU sebagai unit pelaksana teknis dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi
kreatif memiliki program yang jelas dalam upaya pembinaan kesenian di Medan khususnya
pembinaan musik Melayu melalui sanggar musik yang ada, dan sekaligus melakukan
pembinaan terhadap seniman musik Melayu di Medan yang berkreasi di sanggar musik
Melayu TBSU agar musik Melayu mendapat upaya pengembangan.
2. Di sisi lain Dinas pendidikan dan Kebudayaan Pemko Medan hendaknya lebih meningkatkan
implementasi kurikulum di jenjang pendidikan formal dalam pembelajaran musik etnik
Melayu. Dengan demikian perkembangan musik tradisional Melayu dapat berjalan dengan
baik.