Anda di halaman 1dari 8

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER

MATA KULIAH DASAR UMUM ISBD

Oleh:
NAJMI ILAL HAYATI
04121001055
KELAS A PDU REGULER 2012

PENDIDIKAN DOKTER UMUM


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN 2014

1. Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial, oleh karenanya


manusia tidak bisa hidup sendiri. Buat sebuah analisis mengapa hal
demikian terjadi!
Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT, yang memiliki akal
pikiran, budi, emosi dan keinginan. Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna
yang diciptakan oleh sang Khalik, yang mana memiliki tugas dimuka bumi untuk
menyembah Allah SWT dan juga sebagai khalifah di muka bumi. Kata manusia berasal
dari manu (sanksekerta) atau mens (Latin) yang artinya berpikir, berakal budi atau homo
(Latin) yang berarti manusia. Individu, berasal dari kata in dan divided. Dalam bahasa
Inggris in berarti tidak, sedangkan divided berarti terbagi. Jadi individu memiliki
pengertian sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi atau suatu kesatuan yang kecil dan
terbatas, organisme yang hidupnya berdiri sendiri. Manusia sebagai makhluk individu
memiliki pengertian bahwa setiap manusia memiliki hak atas milik pribadinya,
memiliki pemikiran-pemikiran yang menurut dirinya sendiri baik dan sesuai dengan
tindakan-tindakan yang di ambil.
Kata sosial berasal dari bahasa Latin Socius, yang artinya berkawan atau
masyarakat. Dalam artian umum, sosial berati kemasyarakatan, sedangkan dalam arti
sempit berarti mendahulukan kepentingan bersama. Manusia sebagai makhluk sosial
berarti manusia yang hidup bermasyarakat, dimana setiap individu tidak bisa lepas dari
individu lainnya. Manusia menjadi makhluk sosial atas dasar adanya dorongan untuk
berhunungan dengan orang lain, yang mana sering didasari atas kesamaan ciri atau
kepentingan masing-masing.
Pada keadaan manusia sebagai makhluk yang individualis, segala hal yang
menyangkut kehidupannya ditentukan oleh manusia itu sendiri. Dengan segala
kelebihan yang ia miliki, manusia mampu memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
Kesuksesan manusia akan sangat tergantung pada niat, semangat, usaha serta doa
kepada Tuhan secara pribadi. Demikian pula dengan baik buruknya ia di mata sang
Khalik dan semua manusia, akan sangat dipengaruhi oleh sikap dan perilaku manusia
itu sendiri. Sebagai akibatnya, setiap individu harus mempertanggungjawabkan segala
perilakunya secara moral kepada dirinya sendiri dan kepada Tuhannya.
Secara ekonomis, manusia mungkin dapat hidup individualis, tanpa membutukan
manusia lain. Namun dalam hal psikologis, manusia tidak akan bisa dilepaskan dari

hakikatnya sebagai makhluk sosial, ia membutuhkan orang lain untuk berkomunikasi


dan berbagi rasa. Dalam pemenuhan kebutuhan sehari-harinya, manusia dapat bekerja
dengan segala kemampuan, hasrat dan emosi yang dianugerahkan kepadanya, tapi pasti
ada keterbatasan dalam pemenuhan tersebut. Sebagai contohnya, seseorang yang
memiliki sebuat tujuan, tentu akan berbaur, berkomunikasi, bekerjasama dengan orang
lain yang bisa membantu mewujudkan tujuannya tersebut, namun interaksi sosial ini
ada hak-hak individual yang masih dimiliki orang tersebut, seperti hak atas kehidupan
pribadinya yang tidak ingin diganggu, tentang rahasianya, dan sebagainya. Disinilah
terciptanya manusia sebagai makhluk individu dan sosial yang tidak dapat hidup tanpa
ada orang lain.

2. Kemajuan ilmu dan teknologi banyak berpengaruh terhadap kebudayaan


lokal. Bagaimana menurut saudara hubungan antara kemajuan ilmu dan
teknologi dengan kebudayaan tersebut?
Kebudayaan adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Kebudayaan pada
hakikatnya merupakan hasil pemikiran manusia, yang bersifat dinamis. Kebudayaan
adalah produk manusia namun manusia adalah produk kebudayaan artinya kebudayaan
ada karena ada manusia sebagai penciptanya dan manusia dapat hidup di tengah
kebudayaan yang diciptakannya dan kebudayaan akan terus hidup bila ada manusia
sebagai pendukungnya.
Kebudayaan memiliki unsur-unsur, salah satunya adalah ilmu pengetahuan. Ilmu
pengetahauan akan selaku berkembang dengan pesat, seiring dengan berjalannya waktu.
Demikian pula dengan kemajuan perkembangan teknologi yang pesat. Iptek erat
kaitannya dengan kebudayaan lokal, karena kemajuan iptek mampu mengubah
kebudayaan yang ada dalam masyarakat tersebut. Tentu saja perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi ini memberikan dampak, baik positif maupun negatif dalam
kebudayaan. Dampak positif adanya kemajuan Iptek adalah perbaharuan dalan alat-alat
pelengkap kehidupan, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan kualitas
masyarakat. Sebagai contoh, zaman dahulu masyarakat menggunakan batu untuk
menghidupkan api jika ingin memasak, karena adanya perkembangan Iptek masyarakat
dewasa ini telah mengggunakan kompor gas, bahkan sudah ada yang menggunakan
kompor listrik, sehingga kebudayaan menggunakan batu sudah tidak digunakan lagi.

Sedangkan dampak negatif dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah mulai
tergesernya

budaya senyum, sapa, sopan santun dan malu. Adanya kecanggihan

teknologi akan mengakibatkan sikap apatis pada lingkungan, karena manusia merasa
adanya kecanggihan teknologi telah membuat kehidupan mereka lebih simple, tanpa
perlu berinteraksi dengan masyarakat lain. Hal ini akan mengakibatkan pergeseran nilai
dan norma kesopanan. Selain itu, maraknya penyebaran kehidupan budaya barat yang
beredar di internet turut berperan dalam meracuni pikiran generasi muda, sehingga
mereka terpengaruh untuk menirukannya tanpa rasa malu dan canggung dalam
kehidupan sehari-harinya yang pada dasarnya berkiblat ke kebudayaan timur.
Oleh karena itu,diperlukan sikap peduli dan mawas diri pada kemajuan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini. Masyarakat hendaknya turut
mengawasi dan tetap menjaga keeksistensian budaya-budaya positif yang beredar di
masyarakat. Sehingga, adanya kemajuan di bidang Iptek hanya akan memanifestasikan
kebudayaan baru yang positif.

3. Salah satu unsur kebudayaan adalah bahasa. Buat sebuah kamus kecil
tentang bahasa ibu masing-masing. Minimal 5 kata per abjad!
KAMUS BAHASA MINANG-INDONESIA

No. Bahasa Minang

Bahasa Indonesia

Apa

Aden

Aku (kasar, ke teman sepermainan)

Adiak

Adik

Aia

Air

Alah

Sudah

Alun

Belum

Ambo

Saya, aku (yang lebih sopan)

Amuah

Mau

Ang

Kamu (kasar)

10

Apo

Apa

11

Awak

Saya, aku

12

Baa

Bagaimana

13

Bako

Keluarga dari ayak

14

Bali

Beli

15

Bantuak

Bentuk

16

Basandiang

Bersanding

17

Beko

Nanti

18

Binga

Bodoh

19

Bini

Istri

20

Bisuak

Besok

21

Bongak

Bodoh

22

Cadiak

Pandai, cerdas

23

Cako

Barusan

24

Caliak

Lihat

25

Cangok

Rakus

26

Cilako

Celaka

27

Dalang

Gila

28

Dapek

Dapat

29

Dapua

Dapur

30

Dayo

Daya

31

Denai

Saya

32

Dima

Dimana

33

Dindiang

Dinding

34

Dunsanak

Saudara

35

Ele

Bodoh, Lugu

36

Engak

Bodoh

37

Esek

Pegang, raba

38

Gadang

Besar

39

Gadih

Gadis

40

Gamang

Gamang, goyah

41

Gilo

Gila

42

Gulo

Gula

43

Icak-icak

Pura-pura

44

Ikuik

Ikut

45

Ilang

Hilang

46

Indak

Tidak

47

Induak

Induk

48

Iyo

Iya

49

Jaleh

Jelas

50

Jando

Janda

51

Jimaik

Jimat

52

Jo

Bersama (siapa, Apa)

53

Jolong

Baru

54

Kaliang

Hitam (kulit)

55

Kamari

Kemari

56

Karajo

Kerja

57

Kida

Kiri, Kidal

58

Kumuah

Kotor

59

Kundiak

Babi

60

Lamak

Enak

61

Lambek

Lama

62

Lameh

Lemas

63

Lamo

Lama

64

Lilik

Lilit

65

Litak

Capek

66

Litak

Lapar

67

Ma

Mana

68

Mamak

Om

69

Mamanciang

Memancing

70

Mananak

Menanak, memasak

71

Mandeh

Ibu, Tante

72

Manih

Manis

73

Manjo

Manja

74

Masam

Asam

75

Masiak

Kering

76

Minantu

Menantu

77

Mintuo

Mertua

78

muluik

Mulut

79

Nampak

Kelihatan

80

Nandak

Mau

81

Nio

Mau

82

Oleang

Oleng

83

Ondeh

Ungkapan kecewa, mengiba

84

Pai

Pergi

85

Paik

Pahit

86

Panek

Lelah

87

Pareso

Perasa

88

Pareso

Memeriksa

89

Picak

Pipih

90

Picik

Cubit

91

Pinyak

Pesek

92

Pitih

Uang

93

Pituah

Petuah

94

Pucek

Pucat

95

Rami

Ramai

96

Ramuak

Remuk

97

Rancak

Bagus

98

Randang

Rendang

99

Rasan

Basi

100 Raso

Rasa

101 raso

Rasa

102 risiah

Risih

103 Rumik

Rumit

104 Rusuah

Rusuh

105 Saba

Sabar

106 Sabana

Sebenar

107 Sabanta

Sebentar

108 Samak

Semak

109 Sambalado

Sambal

110 Sampik

Sempit

111 Samuik

Semut

112 Santiang

Pintar

113 Sompong

Bolong,ompong

114 Suntiang

Sunting

115 Suok

Suap

116 Tajilapak

Terjerembab

117 Tajungkang

Terjungkang

118 Tampa

Tampar

119 Tando

Tanda

120 Tasanduang

Tersandung

121 Tasialia

Terselancar

122 Tatilantang

Tertelentang

123 Temok

Temok, tembem

124 Tu

Itu

125 Tunjang

Sangat Tinggi

126 Ulek

Ulat

127 Usai

Acak

128 Waang

Kamu (kasar)

129 Waden

Saya (kasar)

130 Yobana

Sebenar-benar iya