Anda di halaman 1dari 1

Etiologi dan Penularan

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis


dan Mycobacterium bovis (sangat jarang disebabkan olehMycobacterium avium).
Mycobacterium tuberculosis ditemukan Robert Koch dalam tahun1882. Basil tuberkulosis
dapat hidup dan tetap virulen beberapa minggu dalam keadaan kering, tetapi dalam cairan
mati pada suhu 60oC dalam 15-20 menit. Fraksi protein basil tuberkulosis menyebabkan
nekrosis jaringan sedangkan lemaknya menyebabkan sifat tahan asam dan merupakan faktor
penyebab terjadinya fibrosis dan terbentuknya sel epiteloid dan tuberkel.
Basil tuberkulosis tidak membentuk toksin (baik endotoksin maupun eksotoksin). Penularan
Mycobacterium tuberculosis biasanya melalui udara, hingga sebagian besar fokus primer
tuberkulosis terdapat dalam paru. Selain melalui udara, penularan dapat peroral misalnya
minum susu yang mengandung basil tuberkulosis, biasanya Mycobacterium bovis. Dapat juga
terjadi dengan kontak langsung misalnya melalui luka atau lecet di kulit. Tuberkulosis
kongenital sangat jarang dijumpai. Selain Mycobacterium tuberculosis perlu juga dikenal
golongan Mycobacterium lain yang dapat menyebabkan kelainan yang menyerupai
tuberkulosis. Golongan ini disebut Mycobacterium atipic atau yang disebut juga Unclassjfied
Mycobacterium.
Runyon membagi Mycobacterium atipic menjadi 4 golongan :
1. Golongan fotokromogen, misalnya M. kansasi yang dapat menyebabkan penyakit
didalam dan di luar paru seperti tuberkulosis.
2. Golongan skotokromogen, misalnya M. scrofulaceum yang dapat menyebabkan
adenitis servikalis pada anak.
3. Golongan nonfotokromogen, misalnya M. intracellulare (Battey strains), yang dapat
menyebabkan penyakit paru seperti tuberkulosis.
4. Golongan rapid growers, misalnya M. fortuitum yang dapat menyebabkan abses. M.
smegmantes merupakan saprofit pada smegma.