Anda di halaman 1dari 17

Pemantauan Terapi Obatt

PASIEN
GAGAL JANTUNG
KONGESTIF
(Congestive Heart Failure/CHF)
Andi Budi Prawoto - Universitas Uhamka

Jakarta, September 2014

Data rekam medis pasien


Nama Pasien
No rekamedik
Jenis Kelamin
Tempat lahir
Tanggal lahir
Usia
Alamat Rumah
Agama

Pendidikan
Status Pasien
Nama ruangan
Tanggal masuk

: Mr. CA
: 002610
: Laki-laki
: Surabaya
: 13 Mei 1973
: 41 tahun
: Komp. TNI AL Ciangsana, E13/17, Bogor
: Islam
: SMA
: BPJS Anggota TNI AL
: P. Sangeang
: 10 September 2014 pukul 11.30

Keluhan utama

Sesak nafas sejak 1 minggu sebelum masuk


Rumah Sakit
Keluhan tambahan
Lemas
Riwayat penyakit sekarang
Pasien datang dengan keluhan nafas sejak 1
minggu sebelum masuk Rumah Sakit, sesak
nafas dirasakan tiba-tiba tanpa didahului
aktivitas
Riwayat penyakit terdahulu
Dirasakan terutama pada malam hari batuk,
nyeri dada, riwayat jantung positif, dan minum

Pendahulua
n
CHF adalah keadaan patofisiologis

berupa kelainan fungsi


sehingga jantung tidak
memompa darah

jantung,
mampu

Etiologi : CHF meliputi mekanisme

gangguan kemampuan kontraktilitas


jantung akibat dari kerusakan
serabut otot jantung

Data laboratorium
Hematologi Darah Rutin
Ket

Normal

10

11

12

13

Leukosit

5.000-10.000 /ml

86.000

Eritrosit

4,6-6,2 juta/L

6,27

Hemoglobin

14-16 g/dl

16,5

Hematrosit

42-48 %

54

Trombosit

150.000-450.000 /mm

268.000

- Fungsi hati pasien sedikit terganggu dilihat dari batas syarat yang di atas normal

Data laboratorium
Fungsi Ginjal
Ket

Normal

10

11

12

13

Ureus

17-43 mg/dl

22

Kreatinin

0,9-1,3 mg/dl

1,0

- Nilai ureum (Fungsi ginjal) pada batas normal

Data laboratorium
Glukosa Darah
Ket

Normal

10

11

12

13

Glukosa
Darah
sewaktu

< 110 mg/dl

312

226

265

- Glukosa darah sewaktu diatas normal ini menandakan bahwa pasien


mengalami Diabetes Melitus tipe 2

Data laboratorium
Kimia Klinik Elektrolit
Ket

Normal

10

11

12

13

Natrium (Na)

134-146 mmol/L

128

Kalium (K)

3,4-4,5 mmol/L

3,5

Klorida (Cl)

96-108 mmol/L

91

- Fungsi elektrolit dalam tubuh pasien berada di bawah normal

Diagnosa

CHF

Diabetes tipe II

Data pengobatan pasien


Pemberian (tanggal)
No

Nama obat

Dosis

Rute
10

11

12

Lasix

1x1 amp

Inj

1-0-0

1-0-0

Nitrokaf

2x2,5 mg

Oral

1-0-1

1-0-1

1-0-1

Spirolacton

1x2,5 mg

Oral

1-0-0

1-0-0

1-0-0

Amdixal

1x5 mg

Oral

1-0-0

Concor

1x2,5 mg

Oral

1-0-0

1-0-0

1-0-0

Digoxin

2x1 mg

Oral

1-0-1

1-0-1

1-0-1

Lansoprazole

1x30 mg

Oral

1-0-1

13

Catatan perkembangan pasien

Tanggal : 10 September 2014 di Unit Gawat Darurat


Keadaan umum
: sakit sedang
Kesadaran
: compos mentis
Tekanan darah
: 130/80 mmHg
Nadi
: 78x/menit
Suhu
: 360C
Udema
: negatif
GDS
: 312
Diagnosa
: CHF dan Diabetes Melitus tipe 2
Penata laksanaan :
Infus RL 8 tts/menit
Injeksi Lasix
Digoxin 1 mg
Spirolacton 1 mg
Amdixal 5 mg
Nitrokaf 2,5 mg
Oksigen 3-4/L
Concor 2,5 mg

Catatan perkembangan pasien


Catatan
S

11 September 2014
Sesak nafas, masih lemas

12 September 2014
Sesak nafas, masih lemas

TD: 100/70 mmHg


Nadi: 72x/menit
Suhu 36,8
Tidak terdapat udema
Gula darah : 226

TD : 100/70 mmHg
Nadi: 70x/ menit
Tidak terdapat udema
Gula darah : 265

Dysphoe ec CHF
DM tipe 2, gula darah
belum terkontrol, balance
cairan +
Oksigen 3-4/L
Infus RL asnet
Inj
lasix,
Spirolacton,
Concor, Nitrokaf 2,5 mg,
Digoxin
Amdixal Stop

Dysphoe ec CHF
DM tipe 2

Oksigen 3-4/L
Inj
lasix,
Spirolacton,
Concor, Nitrokaf 2,5 mg,
Digoxin, lanzoprazole

Catatan perkembangan pasien


Catatan
S
O

A
P

13 September 2014
Sesak nafas, masih lemas
TD : Nadi: Suhu: Gula darah : DM tipe 2
Resep lanjut

- Pasien meninggalkan RS pukul 09:00WIB dengan membawa obat


rawat jalan Glimepiride 2 mg tablet dan Glucobay tablet

Pembahasan Rekam Medik Terapi


Rawat Inap Pasien
Eritrosit dan hemoglobin dari rujukan normal dan
mengindikasikan pasien mengalami keadaan
jantung tidak normal. Eritrosit tinggi karena kadar
oksigennya rendah sehingga volumenya jadi tinggi
ini pengaruh dari Hb yang tinggi karena tekanan
dari jantung berkurang. Sedangkan hematokrit
tinggi menandakan pasien mengalami ganguan
metabolisme tubuh (diabetes melitus tipe 2)
2. Selama di rawat inap gula darah pasien tidak
terkontrol dengan baik terlihat dari nilai gula darah
yang tidak stabil dan diatas nilai rujukan, tetapi
tidak diberikan obat DM, obat DM diberikan setelah
slesai dirawat
1.

Pembahasan Rekam Medik Terapi


Rawat Inap Pasien
Dari terapi obat yang dikonsumsi pasien terdapat beberapa
interaksi obat-obat :
Setelah pemeriksaan kimia klinik elektrolitnya mengalami
penurunan, ada interaksi obat, maka infus RL dilepas
dan pemberian amdixal distop, dimungkinkan pasien
mengalami hipokalsimeia
Obat Amdixal dihentikan dihari kedua kemungkinan

karena beriteraksi dengan digoxin yang signifikan,


karena mempercepat daya kerja digoxin

Rujukan apoteker
Terapi rutin
rawat jalan

Masalah

Cara penanganan

Terapi rutin rawat


jalan yang
disarankan

Glimepiride 2
mg

Gangguan
metabolisme berupa
hiponatremia

Atur waktu pemakaian


dengan leparson

Mengatur pola makan


makan dan olahraga

Glucobay

Terapi tambahan bersama


bersama dengan diet pada
pada penderita diabetes
melitus

thankyou