Anda di halaman 1dari 15

Presented By : Rio Agung Prakoso (110405015) - Nadya Gema Bestari (110405109)

Ayu Afrina (110405125) - Dania Khaerani Syabri (110405131)

Komposit
Komposit adalah suatu material yang terbentuk dari kombinasi dua atau lebih material yang mempunyai sifat mekanik
lebih kuat dari material pembentuknya. Komposit yang dihasilkan bukan saja mempunyai sifat mekanik yang lebih
baik, tetapi juga sifat kimia, sifat termal dan berbagai sifat yang lain.

Penyusun komposit terdiri dari matrik, fiber sebagai penguat, interfasa dan interface. Matrik dan fiber adalah
bahan pembentuk material komposit dimana fiber sangat berperan dalam memberikan kekuatan dan kekakuan
komposit. Namun aspek lain yang menjadi sumber kekuatan komposit di dapat dari matrik yang memberikan
ketahanan terhadap temperatur tinggi, ketahanan terhadap tegangan geser dan mampu mendistribusikan beban.

Pada material komposit matrik memberikan pengaruh yang lebih


besar dalam pengikatan material penyusun selain bertugas untuk
mendistribusikan beban dan memberikan perlindungan dari
pengaruh lingkungan. Polyester dan vinyl ester resin umumnya
yang paling banyak digunakan sebagai bahan matrik dan biasanya
digunakan untuk pembuatan produk-produk.

Polyester dan vinyl merupakan polimer dengan molekul besar atau makromolekul yang tersusun oleh unit-unit molekul

sederhana yang tersusun secara berulang. Molekul sederhana penyusun polimer dinamakan monomer. Jika hanya ada beberapa
unit monomer (39 monomer) yang tergabung bersama, maka polimer dengan berat molekul kecil yang terbentuk, polimer
hasil penyusunan beberapa monomer ini disebut oligomer.

Pengujian karakteristik komposit ditujukan untuk mengetahui keberhasilan komposit yang dihasilkan. Karakteristik komposit yang perlu diketahui
melalui pengujian yaitu:
a. Kekuatan Bending
Kekuatan bending merupakan tegangan bending terbesar yang dapat diterima komposit akibat pembebanan luar tanpa mengalami kegagalan.
Pengujian bending dilakukan untuk mengetahui kekuatan bending komposit yang telah dibuat.
b. Kekuatan Impak
Pengujian impak digunakan untuk mengetahui ketangguhan komposit, dengan cara mengukur ketahanan komposit terhadap beban kejut. Hasil
pengujian impak menunjukkan besarnya energi yang mampu diserap oleh komposit, yang merupakan ukuran ketangguhan impak komposit.
c. Scanning Electron Microscope
Pengamatan dengan SEM dilakukan untuk mengetahui mikrostruktur penampang patahan spesimen uji. Sehingga dengan uji SEM bisa diketahui
mekanisme kegagalan dari komposit dan juga dapat mengetahui adhesi antara matriks dan serat

Ide Mentah Pembuatan Komposit

1.
2.

Tidak menggunakan produk polimer


Mengubah proses produksi batch ke
kontinu
3. Menggunakan polimer daur ulang
4. Membuat produk polimer dengan tangan
5. Mencetak produk polimer dengan mesin
6. Pencetakan kompresi
7. Gunakan logam sebagai pengganti
8. Menciptakan bahan baru
9. Menggunakan suhu tinggi untuk
membentuk kembali plastik
10. Memodifikasi pultrusion stamping
11. Memodifikasi pultrusion pemotongan
dengan pisau

12. Memodifikasi pultrusion bor atau


pembentukan laser
13. Roll coating
14. Membuat potongan sederhana dan
menggabungkannya dengan cara lain
15. Menggabungkan potongan plastik dengan
perekat
16. Mengembangkan proses pultrusion
17. Mengukir plastik ke bentuk yang
diinginkan
18. Menggabungkan potongan plastik dengan
las
19. Menambah peralatan produksi
20. Menambah pekerja
21. Menggunakan pencetakan injeksi reaksi
22. Memodifikasi pultrusion metode floating
head

Ide Terpilah
Bahan Baku

Metode Pencetakan

Arah Baru

Proses Produksi

POLIMER
Menggunakan Polimer Daur
Ulang (3)

NON POLIMER
Tidak menggunakan produk
polimer (1)
Gunakan logam sebagai
pengganti (7)
Menciptakan bahan baru (8)

BATCH
Pencetakan kompresi (6)
Menggunakan pencetakkan injeksi
reaksi (21)

KONTINU
Memodifikasi pultrusion stamping
(10)
Memodifikasi pultrusion
pemotongan dengan pisau (11)
Memodifikasi pultrusion bor atau
pembentukan laser (12)
Memodifikasi pultrosion metoding
foating head (22)

LAINNYA
Membuat produk polimer dengan
tangan (4)
Membuat potongan sederhana dan
menggabungkannya dengan cara lain
(14)
Menggabungkan potongan plastik
dengan perekat (15)
Mengukir plastik ke bentuk yang di
inginkan (17)
Menggabungkan potongan plastik
dengan las (18)

Mengubah proses
produksi batch ke
kontinu (2)

Menciptakan bahan
baru (8)

Menggunakan suhu
tinggi untuk
membentuk kembali
plastik (9)

Mengembangkan
proses pultrusion (16)

Menambahkan peralatan
produksi (19)

Menambah pekerja (20)

Faktor penting dalam menyaring


ide terpilah pembuatan
komposit:
1. Efisiensi tinggi
2. Biaya minimum
3. Kekuatan produk tinggi
4. Pemrosesan mudah
5. Ramah lingkungan

Menyaring

Ide

Menciptakan Bahan Baru (8)

Menggunakan Polimer Daur Ulang (3)

Pencetakan Kompresi (6)

Mengembangkan Proses Pultrusion (16)

Menambahkan peralatan produksi (19)

Menambah pekerja (20)

Memilih Ide
Menggunakan Polimer Daur Ulang (3)
Keuntungan :
1. Menghemat biaya bahan baku komposit
2. Mengurangi limbah plastik
Kerugian :
1. Tetap dibutuhkannya bahan serat murni
2. Titik leleh rendah

Memilih Ide (2)


Mengembangkan Proses
Pultrusion (16)

Menambahkan Peralatan
Produksi (19)

Keuntungan :

Keuntungan :

1. Proses lebih cepat dan berjalan secara kontinu

1. Tidak dibutuhkan banyak pekerja

2. Kadar serat yang tinggi dan konstan

2. Produksi semakin praktis dan cepat

Kerugian :
1. Dibutuhkan detail experience process
2. Pemilihan bahan kimia yang terbatas

Kerugian :
1. Kurangnya informasi mengenai dampak
terhadap lingkungan

2. Biaya peralatan perlu dipertimbangkan

Kesimpulan
Pembuatan komposit terdiri atas matrik, fiber, interfasa dan interface.

Pemilahan ide pada pembuatan komposit dibagi atas topik bahan baku, proses produksi dan arah baru.

Efisiensi tinggi, biaya minimum, kekuatan produk tinggi, pemrosesan mudah, dan ramah lingkungan merupakan faktor penting dalam menyaring ide.

Ide yang dipilih adalah menggunakan polimer daur ulang, mengembangkan proses pultrusion dan menambahkan peralatan produksi

Daftar Pustaka

Dwisatria, Yogi. Sintesis Polimer Core-Shell Stirena-Butil Akrilat : Pengaruh

Jenis Inisiator dan Pengikat Silang Glisidil Metakrilat terhadap Ukuran dan
Distribusi Ukuran Partikel. Skripsi Program Studi Kimia, Fakultas Matematika

dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia. Depok. 2012.


Nopriantina, Noni dan Astuti. Pengaruh Ketebalan Serat Pelepah Pisang Kepok

(Musa paradisiaca) terhadap Sifat Mekanik Material Komposit Poliester Serat


Alam. Jurnal Fisika Unand Vol. 2, No. 3. ISSN 2302-8491. Padang . 2013.
Salahudin, Xander. Kaji Pengmbangan Serat Daun Pandan di Kabupaten Magelang
sebagai bahan Komposit Interior Mobil. Program Studi Teknik Mesin. Fakultas
Teknik Universitas Tidar Magelang. 2013.
Sigiro, Julius Zakson. Karakteristik Papan Komposit Polimer dari Bambu dan Plastik
Daur Ulang. Skripsi Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas
Sumatera Utara. 2011.
Turnip, Rimbun. Penggunaan Komposit Epoksi Berpenguat Serat Kevlar Sebagai
Bahan Alternatif Mengatasi Kebocoran Pipa. Departemen Teknik Metalurgi dan
Material. Fakultas Teknik. Universitas Indonesia. Jakarta. 2010.