Anda di halaman 1dari 2

2.1.

3 Pola Pembentukan Otot


Pola pembentukan otot dikendalikan oleh jaringan ikat tempat mioblas bermigrasi ke
dalamnya. Didaerah kepala, jaringan ikat ini berasal dari sel-sel krista neuralis; didaerah
servikal dan oksipital, jaringan berdiferensiasi dari mesoderm somit; dan di dinding tubuh
dan ekstremitas, jaringan ini berasal dari mesoderm somatik [6].
Regulasi Molekuler Pembentukan Otot
Baru-baru ini telah diketahui adanya gen-gen yang mengatur pembentukan otot.
Protein morfogenetik tulang 4 (BMP4) dan mungkin factor pertumbuhan fibroblast (FGF)
dari mesoderm lempeng lateral, bersama dengan protein WNT dari ectoderm sekitar,
memerintahkan sel-sel BVL (Bibir Ventro Lateral) dermomiotom untuk mengekspresikan
gen-gen spesifik otot MYF4 dan MYO-D. BMP4 yang disekresikan oleh sel-sel ectoderm
menginduksi produksi protein WNT oleh tabung saraf dorsal pada saat yang sama ketika
konsentrasi rendah protein sonic hedgehog (SHH) yang disekresikan oleh notokord dan
lempeng lantai tabung saraf, mencapai sel-sel BDM dermomiotom. Bersama-sama proteinprotein ini menginduksi ekspresi MYF5 dan MYD-O di sel-sel ini. Baik MYO-D maupun
MYF5 adalah anggota suatu family factor transkripsi yang disebut myogenic regulatory
factors (MRF), dan kelompok gen inilah yang mengaktifkan jalur-jalur untuk pembentukan
otot [6].
Turunan Prekursor Sel Otot
Pada akhir minggu kelima, sel-sel bakal otot berkumpul di dua bagian: bagian dorsal
yang kecil, epimer yang dibentuk dari sel-sel dorsomedial somit yang menyusun diri menjadi
miotom; dan bagian vebtral yang besar, hipomer, yang dibentuk oleh migrasi sel-sel
dorsolateral somit. Saraf-sarafi yang menyarafi otot-otot segmental juga terbagi menjadi
ramus primer dorsal untuk epimer dan ramus primer ventral untuk hipomer dan saraf-sarf ini
akan tetap bersama segmen otot semula selama migrasi[6].
Mioblas epimer membentuk otot ekstensor kolumna vertebralis, sedangkan mioblas
hipomer membentuk otot-otot ekstremitas dan dinding tubuh. Mioblas dari hipomer servikal
membentuk m. Skalenus, m. Geniohiodeus, dan otot-otot prevertebra. Mioblas dari segmen
torakal terpisah menjadi tiga lapisan yang di toraks direpresentasikan oleh m. Interkostalis
eksterna, m. Interkostalis interna, dan m. Interkostalis intimi atau m. Transverses torakis. Di
dinding abdomen, ketiga lapisan otot ini membentuk m. Oblikus eksternus, m. Oblikus
internus, dan m. Transverses abdominis. Iga menyebabkan otot-otot di dinding toraks
mempertahankan karakter segmentasinya, sedangkan otot-otot di berbagai segmen dinding
abdomen menyatu untuk membentuk lembaran jaringan otot yang besar. Mioblas dari

hipoblas segmen lumabal membentuk m. Kuadratus lumborum, dan mioblas dari segmen
sacral dan koksigeal membentuk otot diafragma pelvis dan otot lurik anus[6].
Selain ketiga lapisan otot ventrolateral, di ujung ventral hipomer muncul suatu kolom
longitudinal ventral. Kolom ini mencerminkan m. Rektus abdominis di daerah perut dan otot
infrahioid di daerah leher. Di toraks, otot longitudinal secara normal lenyap tetapi kadangkadang membentuk m. Sternalis[6].

Gambar 4. Potongan melintang melalui daerah toraks mudigah 5 minggu. Bagian dorsal otot dinding tubuh
(epimer) dan bagian ventral (hipomer) masing-masing disarafi oleh ramus primer dorsal dan ramus primer
ventral[3].