Anda di halaman 1dari 9

BAB II

PEMBAHASAN

A.

PARTIKEL DALAM KOTAK


Sifat gelombang partikel bergerak mengarahkan pada konsekuensi

yang jelas jika partikel itu dibatasi pada suatu daerah tertentu dalam
ruang alih-alih dapat bergerak bebas.
Kasus yang palingsederhana ialah suatu partikel yang terpantul
bolak balik antara dinding kotak seperti pada gambar 3.9. kita akan
mengganggap bahwa dinding kotak itu keras sekali, sehingga partikel nya
tidak kehilangan energu setiap kali partikel itu menumbuk dinding dan
kecepatanya cukup kecil sehinggga kita dapat mengabaikan konsiderasi
relatisvistik. Walaupun sangat sedrhana, situasi model ini mememerlukan
perhitungan yang cukup berat supaya kita dapat menganalisisnya
sungguh-sungguh sepeti yang kita pelajari dalam bab.5. namun walaupun
pembahasannya cukup sederhana kita dapat mengungkapkan hasil yang
pokok.

Gambar Partikel terperangkap dalam kotak yang lebarnya L

Dari

sudut

pandang

gelombang,

sebuah

partikel

yang

terperangkap dalam kotak adalah analog dengan gelombang berdiri pada


tali yang dipentang antara dinding kotak itu. Dalam kedua kasus itu
variabel gelombang ( pergeseran transversal dari tali, fungsi gelombang
dan partikel bergerak ) harus nol pada dinding, karena gelombangnya
berhenti di tempat itu. Panjang gelombang de Broglie yang mungkin dari
partikel dalam kotak ditentukan oleh lebar kotak L seperti dalam gambar
3.10. panjang gelombang yang terbesar ditentukan oleh = 2L, berikutnya
oleh = L, kemudian = 2L/3, dan seterusnya. Rumus umum untuk
gelombang yang diperbolehkan adalah

n =

2L
n=1,2,3,
n

Karena = h/mv, pembatasan pada panjang gelobang de Broglie


yang dating dari lebar kotak adalah ekivalen (setara) dengan pembatasan
pada momentum partikel, atau pembatasan pada energy kinetik. Energy
kinetic sebuah partikel bermomentum mv adalah
2

1 2 (mv)
K= mv =
2
2m

Karena = h/mv, mv = h/

K=

h2
2
2 m

Panjang gelombang yang diizinkan adalah

n =2 L/n , dan karena

partikel itu tidak memiliki energy potensial dalam model ini, maka energy
yang bias dimilikinya adalah :

Partikel dalam kotak

E n=

n2 h2
8 mL 2

n = 1,2,3,

Gambar Fungsi gelombang dan tingkat energy yang terperangkap dalam


kotak
Setiap energy yang diizinkan disebut tingkat energy, dan bilangan bulat n
yang memberi spesifikasi tingkat energy E n disebut bilangan kuantum.
Sebuah partikel yang terperangkap dalam kotak tidak dapat memiliki
energy yang sembarangan seperti yang dimiliki partikel bebas; kenyataan
terperangkapanya menyebabkan pembatasan pada panjang gelombang
yang hanya mengizinkan energy yang ditentukan oleh persamaan ( 3.18.)
Sebuah partikel dalam kotak berdinding tegar merupakan suatu
contoh yang dibuat-buat, tetapi kuantisasi energy yang didapatkan disitu
berlaku umum; sebuah partikel yang terperangkap dalam suatu daerah

ruang ( walaupun daerah itu tidak memiliki batas yang terdefinisikan


secara baik, hanya dapat memiliki energy tertentu saja. Secara eksak
berapa besar energy ini, bergantung dari massa partikel dan perincian
bagaimana partikel itu terperangkap. Aspek penting dari persamaan 3.18
ialah pernyataan bahwa partikel yang terperangkap tidak boleh memiliki
energy nol. Karena panjang gelombang de Broglie sebuah partikel adalah
=h/mv, dengan kecepatan rata-rata v=0 yang merupakan panjang
gelombang tak terhinggga. Akan tetapitidak ada yang mendamaikan
suatu panjang gelombang tak terhinggga dengan sebuah partikel yang
terperangkap, sehingga masing-masing partikel harus memiliki beberapa
enrgi kinetic.

B. PRINSIP KETIDAKPASTIAN HEISENBERG

Kenyataan bahwa sebuah pertikel bergerak harus dipandang


sebagai grup gelombang de Broglie dalam keadaan tertentu alih-alih
sebagai suatu kuantitas yang terlokalisasi yang menimbulkan batas dasar
ketepatan pengukuran sifat partikel yang dapat kita ukur misalnya
kedudukan momentum. Untuk menjelaskan factor apa yang terlibat,
marilah kita meninjau grup gelombang dalam gambar (3.3)
Partikel yang berkesesuainan dengan grup gelombang ini dapat
diperoleh dalam selang dalam grup tersebut pada waktu tertentu. Lebih
sempit grup gelombang itu lebih teliti kedudukan partikel itu dapat
ditentukan ( gambar 3.12a ). Namun, panjang gelombang pada paket yang
sempit

tidak

terdefinisikan

dengan

baik;

tidak

cukup

banyak

gelombanguntuk menetapkan dengan tepat. Ini berarti bahwa kerena


= h/mv, maka momentum partikel mv bukan merupakan kuantitas yang
dapat diukur secara tepat.
Jika kita sampai pada prinsip ketaktentuan: tidak mungkin kita
mengetahuai keduanya yaitu kedudukan dan momentum suatu benda
secara seksama pada saat yang bersamaan. Prinsip ini ditemukan oleh
Werner Heisenberg dalam tahun 1927, dan merupakan salah satu hokum
fisis yang memegang peranan penting.

Gambar : (a) Grup gelombang de Broglie terbatas. Posisi partikel dapat


ditentukan secara tepat, tetapi panjang gelombangnya tidak dapat ditentukan
karena gelombang untuk mengukur ketepatan tidak cukup. (b) lbar grup
gelombang.
Hubungan antara jarak x dan pelebaran bilangan gelombang k
bergantung dari bentuk grup gelombangdan bergantung dari cara x dan
k didefinisikan . harga hasil kali x k yang minimum terjadi jika grup
gelumbang berbentuk fungsi gaussi, dalam hal ini ternyata transform
fouriernya juga merupakan fungsi gaussi juga. Jika x dan k diambil
deviasi standar dari fungsi (x) dan g(k), maka harga minimum x
k=1/2. Karena pada umumnya grup gelombang tidak memiliki bentuk
gaussi ( bentuk lonceng ), maka lebih realistic jika hubungan antara x
dan k dinyatakan sebagai berikut :

x k

Panjang

gelombang

de

1
2
Broglie

untuk

sebuah

partikel

bermomentum p adalah:
=

h
p

bilangan gelombang yangbersesuaian dengannya adalah :

k=

2 2 p
=

Gambar. Grup gelombang terisolasi dari sejumlah gelombang tak


terhingga.
Oleh karena itu suatu ketidakpastian k dalam jumlah gelombang
pada gelombang de Broglie berhubungan dengan hasil-hasil partikel

dalam suatu ketidakpastian p dalam momentum partikel menurut


rumus
p=

Karena x k

h k
2

1
, k 1/(2x) dan x p
2

Persamaan

ini

menyatakan

bahwa

h
4
hasil

kali

ketaktentuan

kedudukan benda x pada suatu saat dan ketaktentuan komponen


momentum dalam arah x yaitu p pada saat yang sama lebih besar atau
sama dengan h/4. Kita tidak mungkin menentukan secara serentak
kedudukan dan momentum suatu benda. Jika kita atur supaya x kecil
yang bersesuaian dengan grup gelombang yang sempit, maka p akan
menjadi besar. Jika kita reduksi p dengan suatu cara tertentu, maka
gelombangnya akan melebar dan x menjadi besar.
Kuantitas h/2 sering muncul dalam fisika modern, karena
ternyata kuantitas itu merupakan satuan dasar dari momentum sudut.
Biasanya orang menyingkat h/2 dengan lambang .
=

h
2

= 1,054 X 10 -34 J.s

Selanjutnya dalam buku ini kita akan memakai sebagai penganti


dari h/2. Dinyatakan dalam prinsip ketaktentuan menjadi :
x p

C. PENERAPAN PRINSIP KETIDAKPASTIAN HEISENBERG

Bentuk lain dari prinsip ketaktentuan kadang-kadang berguna.


Mungkin kita ingin mengukur energy E yang dipancarkan pada suatu
waktu selama selang waktu t dalam suatu proses atomic. Jika energy ini
berbentuk gelombang elektro magnetic, batas waktu yang tersedia
membatasi ketepatan kita untuk menentukan frekuensi v dari gelombang
itu. Marilah kita anggap grup gelombang itu sebagai satu gelombang.
Karena frekuensi gelombang yang sedang dipelajari sama dengan
bilangan yang kita hitung dibagi dengan selang waktu, ketaktentuan
frekuensi v dalm pengukuran kita ialah:
v

1
t

Ketaktentuan energy yang bersesuaian ialah:


E = h v
Sehingga
E

h
atau E t h
t

Perhitungan yang lebih teliti berdasarkan sifat grup gelombang


mengubah hasil tersebut menjadi :
Et

Hubungan-hubungan ini memberikan suatu taksiran ketidakpastian


minimum yang dapat diperoleh dari beraneka percobaa; pengukuran
kedudukan dan momentum sebuah partikel akan memberikan sebaran

nilai X dan p. Kita mungkin dapat saja melakukan pengukuran uang


ketelitiannya menyimpang jauh daripada yang diberikan , tetapi ini yang
lebih baik daripada itu tidak dapat kita capai. Mungkin kita akan
dapatkan sering ditulis dengan /2 ketimbang nilai pada ruas kanan.
Sebenarnya perbedaan ini tidaklah menjadi penting karena hanya akan
memberikan taksiran. Ketidakpastian yang sebenarnya bergantung pada
distribusi bilangan gelombangnya.