Anda di halaman 1dari 19

Pembangkit Listrik Sederhana Tenaga Angin

Perancangan Turbin Angin bersumbu vertikal, di awali oleh insinyur Finlandia, S.J. Savonius pada
tahun 1922. Idenya adalah dengan membelah silinder menjadi 2 dan memasangnya pada sebuah
poros tegak (vertikal). Pada simulasi nanti, kita membuat turbin angin dari botol air mineral 1,5 liter
yang dibelah dua. Pembuatannya sangat sederhana dan bisa menerima angin dari arah manapun.

Turbin angin akan memutar magnet di atas gulungan kawat halus dan akan membangkitkan arus
listrik AC. Setiap kali magnet berputar melewati kumparan, kumparan akan menghasilkan energi
listrik. Dengan 4 kumparan terhubung bersama-sama secara seri, menghasillan 4x lipat tegangan. Ini
adalah cara paling sederhana, efisien untuk menghasilkan listrik dan sebagai prinsip dasar di hampir
semua turbin angin, bahkan pada turbin besar skala komersial.

Pada kondisi nyata, turbin angin yang menghasilkan listrik harus disimpan ke dalam baterai agar bisa
digunakan pada saat tidak ada angin. Pada kondisi tertentu seperti tiupan angin kencang sehingga
menghasilkan tegangan yang tinggi, diperlukan baterai control unit yang berfungsi memutus arus jika
tegangan melebihi batas dan menjaga kestabilan tegangan dan arus yang masuk ke baterai.
Biasanya, listrik dari turbin angin dikonversi dari AC ke DC agar bisa mengisi baterai. Cara
mengkonversinya bisa anda dapatkan di internet dengan membuat jembatan rectifier terdiri dari 4
dioda seperti rangkaian adaptor dari listrik PLN untuk mencharger Laptop atau HP anda.

Kali ini penulis menyajikan artikel cara membuat PLTA dengan cara sederhana untuk menghasilkan
arus AC kecil tanpa rectifer, juga tanpa baterai control unit dan terhubung ke sebuah lampu LED. Ikuti
langkah-langkahnya !

Peralatan

Peralatan terdiri dari:


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

Penggaris
Gunting
Obeng Plus (Positif)
Jangka.
Cutter.
Pensil.
Paku.
Isolasi (Electrical Tape), Merk 3M yang bagus.
Amplas,
Rautan Pensil.
AVO meter.
Glue Gun (Penembak Lem) kalo ada (ini tidak wajib).

Bahan

1 botol mineral bekas berukuran 1,5 liter, contoh merk AQUA.

2 cm.

1 papan berbahan baku plywood, particle board berukuran 25 cm x 14 cm dengan ketebalan

120 meter (kira-kira) kabel magnet. Beli di toko elektronik atau gulung dinamo pompa air atau
jet pump.

1 Lampu LED.

4 buah magnet berbentuk pipih kecil, kalo bisa berbentuk bundar.

4 buah cincin yang biasanya berpasangan dengan mur dan baut. Beli di toko sepeda atau
sepeda motor.

1 kayu berbentuk stick kotak (bahasa inggris = dowel) berukuran 2 x 30cm untuk tepi kanan
dan kiri dan pengait tepi kanan dan kiri untuk penyangga poros turbin angin bagian atas.

1 kayu berbentuk stick bundar mirip pensil tetapi panjang berukuran 30 cm (round wooden
dowel) sebagai poros putar dari turbin angin.

Screw Eye, kalo di Indonesia-kan adalah pengait untuk gantungan baju yang mirip kail ikan,
sesuaikan dengan stick bundar mirip pensil, diameternya harus lebih lebar agar stick bundar yang

berfungsi sebagai poros turbin bisa berputar di dalam Screw eye. Screw eye adalah penyangga poros
turbin bagian atas.

Mur runcing untuk di pasang ke papan kayu. Cari mur plus (+) agak besar, nanti dipasang
pakai obeng plus (+). Mur ini sebagai penyangga poros turbin bagian bawah.

Kardus apa saja, sedikit kok, misal kardus indomie, dipakai sebagai penutup turbin bagian
atas dan bawah serta untuk membuat gulungan kabel.

Lem plastik/kayu.

Hati-hati ! (Peringatan)
1.
Cutter dan gunting bisa menyebabkan tangan anda berdarah !
2.
Lem plastik/pipa/kayu bisa menyebabkan luka bakar serius pada kulit !
3.
Magnet bisa merusak perangkat elektronik dan media penyimpanan magnetik.
Jauhkan magnet dari kartu kredit, CD/DVD komputer, kaset, flashdisk.

Bagian ke-1, Desain Kerangka Poros Turbin Angin.

1) Gambar pada kertas, ini adalah rancangan papan tempat turbin di pasang di tengah, dengan poros
tegak/vertikal dari stick bulat (mirip pensil) dipasang di tengah-tengah lingkaran. 2 Kotak bujur
sangkar di tepi kanan-kiri adalah tempat stick kotak di pasang untuk menyanggah poros pada bagian
atas.

2) Pasang mur pada titik tengah lingkaran. Mur sebagai landasan dari poros bawah saat berputar.
Mur menjaga agar poros berputar pada tempatnya, tidak sampai bergerak ke kanan ke kiri, apalagi
sampai selip keluar dari mur.

3) Stick kotak 30 cm, di pasang vertikal di sebelah kiri dan kanan papan sebagai penyanggah poros
tengah.

4) Stick kotak 30 cm harus vertikal terhadap papan dan di bantu 3 siku kayu penyanggah agar kuat
menahan saat turbin berputar.

5) Hasil konstruksi stick kotak 30 cm vertikal dengan 3 siku kayu penguat, di pasang di sisi kanan dan
kiri papan.

6) Setelah 2 stick 30 cm terpasang vertikal, lalu siapkan stick 20 cm dan tandai tengah-nya sebagai
tempat poros turbin pada bagian atas.

7) Lalu ambil poros dengan bentuk bulat. Coba masukan screw eye (kait gantungan baju) ke dalam
poros. Ketika di masukkan, ukuran diameter screw eye harus lebih besar tapi jangan terlalu longgar

juga agar poros turbin bisa berputar dengan baik.

8) Pasang screw eye pada stick kayu sudah ditandai titik tengahnya. Stick kayu ini nantinya akan
diletakan di atas untuk menyanggah poros turbin bagian atas.

9) Raut salah satu ujung poros dengan rautan pensil. Ujung poros yang lancip di pasang di bagian
bawah, persis di atas mur plus (+).

10) Ukur posisi tinggi stick kotak kayu penghubung antara penyanggah kanan dan kiri, kira-kira
tingginya 28 cm.

11) Rekatkan stick kayu pada titik yang telah ditandai pada ujung penyanggah kanan dan kiri.

12) Kerangka Turbin angin telah selesai dibuat. Pastikan poros berbentuk spt pensil dengan ujung
bawah lancip bisa berputar dengan lancar. Selanjutnya adalah bagian instalasi Coil dan Stator.

Prosedur lengkap pembuatan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Angin) dari Botol air mineral
(sumber: http://www.re-energy.ca)

Panduan Sederhana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro


Hidro (PLTMH)
Saat ini Indonesia masih sepenuhnya bergantung pada bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batubara dan
gas. Bahan bakar fosil di Indonesia digunakan oleh 95 persen penduduk maupun pelaku industri, dengan
konsumsi energi meningkat tujuh persen setiap tahunnya. Padahal bahan bakar fosil ini ikut berkontribusi
terhadap total emisi energi CO2, yang hingga 2008 tercatat mencapai 351 juta ton. Selain itu bahan bakar fosil
jelas merupakan energi yang tidak bisa dibarukan. Jika terus digunakan, tentu persediaan bahan bakar akan
habis.
Sementara, sumber-sumber energi terbarukan, yang notabene jauh lebih banyak ketimbang bahan bakar fosil,
belum dimanfaatkan secara optimal. Energi terbarukan seperti hydrogen, air, panas bumi dan sebagainya masih
dianggap sebagai energi alternatif, dimana penggunaannya hanya mencapai lima persen!
Salah satu energi terbarukan yang sangat potensial adalah penggunaan energi air untuk Pembangkit Listrik
Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). PLTMH adalah istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang
mengunakan energi air. Kondisi air yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya (resources) penghasil listrik
adalah memiliki kapasitas aliran dan ketinggian tertentu dan instalasi. Semakin besar kapasitas aliran maupun
ketinggiannya dari istalasi maka semakin besar energi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.
Biasanya Mikrohidro dibangun berdasarkan kenyataan bahwa adanya air yang mengalir di suatu daerah dengan
kapasitas dan ketinggian yang memadai. Istilah kapasitas mengacu kepada jumlah volume aliran air persatuan
waktu (flow capacity) sedangan beda ketinggian daerah aliran sampai ke instalasi dikenal dengan istilah head.
Mikrohidro juga dikenal sebagai white resources dengan terjemahan bebas bisa dikatakan energi putih.
Dikatakan demikian karena instalasi pembangkit listrik seperti ini menggunakan sumber daya yang telah
disediakan oleh alam dan ramah lingkungan. Suatu kenyataan bahwa alam memiliki air terjun atau jenis lainnya
yang menjadi tempat air mengalir. Dengan teknologi sekarang maka energi aliran air beserta energi perbedaan
ketinggiannya dengan daerah tertentu (tempat instalasi akan dibangun) dapat diubah menjadi energi listrik,
Seperti dikatakan di atas, Mikrohidro hanyalah sebuah istilah. Mikro artinya kecil sedangkan hidro artinya air.
Dalam prakteknya, istilah ini tidak merupakan sesuatu yang baku namun bisa dibayangkan bahwa Mikrohidro
pasti mengunakan air sebagai sumber energinya.
Yang membedakan antara istilah Mikrohidro dengan Miniihidro adalah output daya yang dihasilkan. Mikrohidro
menghasilkan daya lebih rendah dari 100 W, sedangkan untuk minihidro daya keluarannya berkisar antara 100
sampai 5000 W. Secara teknis, Mikrohidro memiliki tiga komponen utama yaitu air (sumber energi), turbin dan
generator. Air yang mengalir dengan kapasitas dan ketinggian tertentu di salurkan menuju rumah instalasi
(rumah turbin).

Di rumah turbin, instalasi air tersebut akan menumbuk turbin, dalam hal ini turbin dipastikan akan menerima
energi air tersebut dan mengubahnya menjadi energi mekanik berupa berputamya poros turbin. Poros yang
berputar tersebut kemudian ditransmisikan/dihubungkan ke generator dengan mengunakan kopling.
Dari generator akan dihasilkan energi listrik yang akan masuk ke sistem kontrol arus listrik sebelum dialirkan ke
rumah-rumah atau keperluan lainnya (beban). Begitulah secara ringkas proses Mikrohidro, merubah energi aliran
dan ketinggian air menjadi energi listrik. Terdapat sebuah peningkatan kebutuhan suplai daya ke daerah-daerah
pedesaan di sejumlah negara, sebagian untuk mendukung industri-industri, dan sebagian untuk menyediakan
penerangan di malam hari.
Gambar 1 menunjukkan betapa ada perbedaan yang berarti antara biaya pembuatan dengan listrik yang
dihasilkan.

Gambar 1. Skala
Ekonomi dari Mikro-Hidro (berdasarkan data tahun 1985)
Keterangan gambar 1
Average cost for conventional hydro = Biaya rata-rata untuk hidro konvensional.
Band for micro hydro = Kisaran untuk mikro-hidro
Capital cost = Modal Capacity = Kapasitas (kW)
Berikut contoh PLTMH dengan menggunakan sistem run off river, dimana air tidak ditahan pada sebuah
bendungan. Pada sistem run off river, sebagian air sungai diarahkan ke saluran pembawa, kemudian dialirkan
melalui pipa pesat (penstock) menuju turbin.

Gambar 2.
Komponen-komponen Besar dari sebuah Skema Mikro Hidro
Diversion Weir dan Intake : (Dam/Bendungan Pengalih dan Intake) Dam pengalih berfungsi untuk mengalihkan
air melalui sebuah pembuka di bagian sisi sungai (Intake pembuka) ke dalam sebuah bak pengendap (Settling
Basin) atau perangkap pasir (Sand Trap).

Intake
Settling Basin (Bak Pengendap) : Bak pengendap digunakan untuk memindahkan partikel-partikel pasir dari
air. Fungsi dari bak pengendap adalah sangat penting untuk melindungi komponen-komponen berikutnya dari
dampak pasir.

Sand Trap
Headrace (Saluran Pembawa) : Saluran pembawa mengikuti kontur dari sisi bukit untuk menjaga elevasi dari
air yang disalurkan.

Headrace
Headtank (Bak Penenang) atau Forebay : Fungsi dari bak penenang adalah untuk mengatur perbedaan
keluaran air antara sebuah penstock dan headrace, dan untuk pemisahan akhir kotoran dalam air seperti pasir,
kayu-kayuan.

Head Tank

Penstock (Pipa Pesat/Penstock) Penstock dihubungkan pada sebuah elevasi yang lebih rendah ke sebuah
roda air, dikenal sebagai sebuah Turbin.

Penstock
Turbine dan Generator Perputaran gagang dari roda dapat digunakan untuk memutar sebuah alat mekanikal
(seperti sebuah penggilingan biji, pemeras minyak, mesin bubut kayu dan sebagainya), atau untuk
mengoperasikan sebuah generator listrik. Mesin-mesin atau alat-alat, dimana diberi tenaga oleh skema hidro,
disebut dengan Beban (Load)

Turbin
Tentu saja ada banyak variasi pada penyusunan disain ini. Sebagai sebuah contoh, air dapat dimasukkan
secara langsung ke turbin dari sebuah saluran tanpa sebuah penstock. Tipe ini adalah metode paling sederhana
untuk mendapatkan tenaga air, tetapi belakangan ini tidak digunakan untuk pembangkit listrik karena efisiensinya
rendah. Pada beberapa kondisi saluran pembawa (headrace) dapat dihilangkan dan sebuah penstock dapat
langsung ke turbin dari bak pengendap pertama. Variasi seperti ini akan tergantung pada karakteristik khusus
dari lokasi dan skema keperluan-keperluan dari pengguna.
Namun meskipun PLMTH adalah energi alternatif yang potensial, namun kemampuan pemerintah yang
terhalang oleh biaya terbatas, sering membuat sumber air yang potensial untuk pembangkit listrik
terabaikan. Padahal dalam beberapa kasus PLTMH juga dapat dijadikan alasan untuk melestarikan lingkungan,
minimal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) sumber air ditengah menggebu-gebunya pembalakan hutan
dan pembukaan kawasan perkebunan yang tidak ramah lingkungan. Sehingga mencari dana dari lembaga
donor untuk membangun PLTMH di daerah-daerah terpencil dapat menjadi alternatif pilihan.

CARA MEMBUAT PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA


SURYA SEDERHANA
Written By Berkah Tani Unggul on Wednesday, 28 August 2013 | 11:23

Solar panel merupakan alat yang menangkap sinar matahari dan kemudian dapat
merubahnya menjadi energi listrik, sebelumnya saya telah menulis tentang teknologi solar
cell yang berjudul Potensi penggunaan solar cell di Indonesia. Dan kemudian dalam post
saya berikut ini, kita dapat mencoba membuat solar panel yang sederhana.

Kita dapat mencoba untuk mengetahui Cara membuat Solar Cell sel surya dengan
mempersiapkan kotak CD bekas yang terbuat dari plastik bening, lempengan besi & tembaga
yang berguna sebagai konduktor, kabel tembaga dan lem silikon.
Langkah pertama adalah dengan membuat plat oksida cuprous (plat besi yang berkarat)
berbentuk kotak, kemudian bersihkan salah satu sudut dengan amplas untuk disolder dengan
kabel tembaga, plat tersebutakan berfungsi sebagai sisi negatif.Kemudian kita membuat plat
positif dengan membentuk potongan U dari lembaran tembaga, sedikit lebih besar daripada plat
oksida cuprous, dengan bagian dalam potongan U sedikit lebih kecil daripada plat oksida
cuprous. Setelah itu solder kabel tembaga disalah satu sisi dari plat U tersebut. Rekatkan plat
berbentuk U pada plastik bening CD bagian depan dengan lem silikon yang banyak agar tidak
terjadi kebocoran. Pastikan bahwa koneksi solder benar-benar tertutup dengan lem, atau berada
di luar lem an berbentuk, seperti digambar.

Gambar diatas menunjukkan sisi belakang dari solar cell (di sisi yang tidak menghadap
matahari). Dan gambar di bawah ini menunjukkan sisi depan solar cell (sisi yang akan

menghadapi matahari), perhatikan bahwa lem silikon tidak sepenuhnya menutupi plat tembaga
yang berbentuk U, karena nantinya sebagian dari plat tembaga harus bersentuhan dengan air
asin.

Langkah berikutnya adalah meletakkan plat yang berbentuk kotak diatas plat U, namun
sebelumnya lem kembali plat U sehingga membentuk lapisan yang tebal, lapisan tersebut
berfungsi untuk isolator dan agar membuat ruangan ruang untuk air asin. Sekali lagi, tidak
semua bagian tembaga tertutup, sehingga akan ada bagian dari tembaga didalam kontak
dengan air asin. Rekatkan plat kotak kelapisan lapisan lem tersebut. Anda harus menekan cukup
keras untuk memastikan bahwa tidak ada celah, tapi tidak begitu keras sampai dua plat saling
bersentuhan.

Gambar diatas menunjukkan sisi belakang solar cell (di sisi yang tidak menghadap matahari).
Dan gambar bawah ini menunjukkan sisi depan solar cell (sisi yang akan menghadapi matahari),

perhatikan bahwa kita akan menambahkan lem ekstra untuk membentuk saluran di bagian atas
untuk membiarkan air asin yang akan ditambahkan.

Selanjutnya, gunakan pipet besar untuk menambah air asin. Isi sel hampir ke bagian atas plat
tembaga, sehingga hampir tumpah keluar.Kemudian menutup saluran dengan lem, dan biarkan
lem sampai kering.

Solar cell atau panel surya adalah alat untuk menkonversi tenaga matahari menjadi energi
listrik. Solar Cell mulai popular akhir-akhir ini, selain karena mulai menipisnya cadangan enegi
fosil , isu global warming, akan tetapi energi yang dihasilkan juga sangat murah karena sumber
energi (matahari) bisa didapatkan secara gratis, dan juga ramah lingkungan.
Sollar cell berkekuatan besar dapat didapatkan di toko-toko energi alternatif seperti
alpensteel.com atau toko lainnya. Solar cell ini terbuat dari pemrosesan silicon tingkat tinggi

yang dibuat di pabrik besar, yang menghasilkan energi tingkat besar namun tentu saja tidak
murah.
Namun, apabila Anda sedikit kreatif, Anda dapat membuat sendiri Pembangkit Listrik Tenaga
Surya dari bahan-bahan yang di dapatkan dari toko besi dan hanya dibutuhkan waktu beberapa
jam untuk membuatnya. Anda juga bisa membuat beberapa energi yang dapat diperbarui
seperti; Solar Street Light System, Lampu led, Lampu Tenaga Surya, Penerangan jalan Umum,
Battery, Accu, Aki, Regulator, Battery Control Regulator, Controller, Inverter,UPS,Wind Power,
Green Energy, ataupun Genset.
Solar cell yang akan kita buat kali ini terbuat dari cuprous oxide dan bukan silicon. Cuprous oxide
merupakan salah satu bahan yang dikenal mampu menampilkan efek photoelectric. Dimana bisa
merubah cahaya menjadi energi listrik mengalir dalam suatu material.
Bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat solar cell ini antara lain:

Sebuah lembaran tembaga berkilat yang dapat dibeli di toko besi.


Dua buah capit buaya
Sebuah Micro ammeter yang dapat membaca arus antara 10 hingga 50 micro amper.
Sebuah kompor listrik, bisa didapatkan di toko elektronik seharga kurang lebih Rp. 100.000
Sebuah botol plastik bening, bisa digunakan botol bekas air mineral dengan memotong bagian
atasnya.
Garam meja, gunakan saja 2 sendok garam meja.
Air keran
Ampelas atau dapat juga menggunakan sikat kawat.
Gunting (untuk memotong kawat tembaga)

Bagaimana membuatnya?
Ikuti langkah-langkah berikut ini :
Langkah pertama siapkan kompor listrik, kemudian potong kawat tembaga seukuran dengan
panel pemanas pada kompor listik. Namun sebelumnya cucilah tangan terlebih dahulu agar tidak
ada minyak atau lemak yang menempel pada tembaga tersebut.
Bersihkan tembaga yang telah dipotong dengan sikat kawat atau ampelas agar tidak ada kotoran
atau hal lain yang menghalangi energi matahari yang akan diserap.
Setelah tembaga bersih dan kering, tempatkan tembaga tersebut diatas kompor listrik, kemudian
bakar dengan voltase paling tinggi.
Saat tembaga mulai memanas akan terlihat pola oksidasi mulai terbentuk dengan warna yang
indah perpaduan antara warna kuning dan warna orange. Sebagian tembaga akan lebih panas
dan menampilkan warna hitam. Kemudian setelah warna-warna menghilang, tembaga akan
berubah warna menjadi merah terang dengan merata.
Bakar tembaga selama 30 menit hingga lapisan tembaga menjadi menjadi hitam kental. Hal ini
penting karena lapisan hitam akan terkelupas dan lapisan tipis tetap menempel pada tembaga.
Setelah dibakar selama 30 menit, matikan kompor. Tinggalkan tembaga diatas kompor dan
biarkan dingin secara alami karena mendinginkan terlalu cepat akan membuat lapisan oksida
hitam tetap akan menempel pada tembaga. Setelah dingin, lapisan tembaga akan mengkerut
oksida hitam juga akan menyusut

Lapisan oksida hitam akan menyusut perlahan-lahan dengan waktu yang berbeda, sebaiknya
bersabar untuk menunggu proses ini.
Setelah tembaga di dinginkan (memakan waktu sekitar 20 menit) sebagain besar oksida hitam
akan menghilang. Cuci dan gosok perlahan dengan tangan pada air yang mengalir untuk
membersihkan butiran-butiran kecil. Cuci secara perlahan dan jangan meregangkan tembaga
karena akan merusak lapisan oksida corpus merah yang kita butuhkan untuk menghasilkan
energy
Langkah selanjutnya sangat mudah dan cepat. Potong lembaran tembaga lainnya seukuran
dengan tembaga pertama yang telah kita bakar tadi. Tekuk kedua potongan dengan lembut
kemudian masukan ke dalam botol plastik tanpa menyentuh satu sama lain.
Tembaga yang tadi dibakar adalah sisi yang paling baik untuk menghadap keluar botol karena
permukaannya halus dan bersih.
Pasangkan 2 capit buaya, satu ke tembaga yang baru dan satu lagi ke tembaga yang telah
dibakar. Pasang ujung kabel dari plat tembaga yang bersih ke terminal positif dari meter dan
tembaga yang telah dibakar pada terminal negatif pada meter.
Kemudian campurkan 2 sendok garam meja kedalam air yang telah dipanaskan, aduk hingga
garam larut pada air. Masukan air garam kedalam botol dengan hati-hati, jangan sampai
membasahi capit buaya yang telah kita pasang.
Air garam yang dimasukan tidak boleh menenggelamkan seluruh plat tembaga, Anda tinggalkan
minimal 1 inci tembaga yang tidak terendam air, hal ini untuk mengurangi resiko capit buaya
terkena air saat memindahkan solar cell.

Taken from : http://pemudapakarti.blogspot.com/2013/05/cara-membuat-solar-cellpembangkit.html

Bereksperimen Sederhana Membuat Biogas


Saudara sekalian, biogas adalah gas yang diperoleh dari sampah tanaman, kotoran hewan,
dan lain sebagainya yang dapat membusuk. Biogas dapat kita manfaatkan untuk energi.
Antara lain untuk memasak.

Ada cara mudah dan sederhana bagi yang ingin mengetahui tentang biogas dan
pemanfaatannya. Alat yang dibutuhkan pun ada disekitar kita. Dalam kesempatan ini, saya
mencoba menjelaskan secara sederhana mungkin bagaimana cara membuat biogas dengan
alat dan bahan disekeliling kita.

Alat/Bahan yang dibutuhkan:


1. Galon air mineral
2. Pisau untuk melubangi tutup galon
3. Pipa logam kecil denga diameter kira-kira 1 cm
4. Selang plastik aquarium dengan diameter 1 cm
5. Air.
6. Eceng gondong atau sisa sayuran mentah dari dapur.

Cara membuatnya:
1. Masukkan eceng gondok atau sisa sayuran sampai 1/2 galon.
2. Isilah galon tersebut dengan air secukupnya lalu tutup yang rapat (jangan sampai ada
lubang sedikit pun).
3. Simpan selama 7 hari
4. Siapkan pipa logam dengan diameter 1 cm sepanjang 10 cm dan 20 cm (2 buah)
5. Siapkan selang plastik aquarium dengan diameter 1 cm, sepanjang 1 meter.
6. Lubangi tutup galon air mineral sedikit saja (Jangan dibuka tutupnya agar gas tidak
hilang/habis menguap).
7. Lalu tusukkan pipa logam pada tutup tersebut.
8. Kemudian sambungkan selang palstik ke pipa logam pada tutup galon tersebut.
9. Di ujung selang satunya, sambungkan pipa loga 20 cm.
10. Sulutlah dengan korek api.
Jika pembusukannya baik, maka pasti akan menyala.

Pemanfaatan:
Dalam kapasitas yang lebih besar, misalnya menggunakan drum bekas minyak, dapat
digunakan untuk bahan bakar kompor gas dengan biogas ini.
Mudah ?,

Catatan: Bila belum berhasil, mungkin terdapat kekurangan bakteri pada sisa sayurannya.
Untuk itu dapat ditambah bakteri methanogen yang produknya berupa gas methana (CH4).
Tetapi biasanya tanpa ditambah bakteri itu tetap dapat memproduksi biogas.

sumber : www.energinonfosil.wordpress.com