Anda di halaman 1dari 8

Revolusi Mental - Kompas.

com

1 of 8

http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental

(http://www.kompas.com)
Register (http://nasional.kompas.com/sso_personalisasi/register/?next=http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental)
Harian Kompas (http://print.kompas.com/) |
(http://www.kompas.com)
Kompas
TV (http://www.kompas.tv/)
Login
(http://nasional.kompas.com/sso_personalisasi/login/?next=http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental)
cari

Nasional

Kamis, 28 Agustus 2014

Go

HOME (HTTP://WWW.KOMPAS.COM) NEWS (HTTP://NEWS.KOMPAS.COM) EKONOMI (HTTP://BISNISKEUANGAN.KOMPAS.COM)


BOLA (HTTP://BOLA.KOMPAS.COM) TEKNO (HTTP://TEKNO.KOMPAS.COM) ENTERTAINMENT (HTTP://ENTERTAINMENT.KOMPAS.COM)
OTOMOTIF (HTTP://OTOMOTIF.KOMPAS.COM) HEALTH (HTTP://HEALTH.KOMPAS.COM) FEMALE (HTTP://FEMALE.KOMPAS.COM)
PROPERTI (HTTP://PROPERTI.KOMPAS.COM) TRAVEL (HTTP://TRAVEL.KOMPAS.COM) FOTO (HTTP://FOTO.KOMPAS.COM)
VIDEO (HTTP://VIDEO.KOMPAS.COM) FORUM (HTTP://FORUM.KOMPAS.COM) KOMPASIANA (HTTP://WWW.KOMPASIANA.COM)

News (http://news.kompas.com) / Nasional (http://nasional.kompas.com)


Opini

Revolusi Mental
Sabtu, 10 Mei 2014 | 16:03 WIB

TRIBUNNEWS/JEPRIMA

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi (kiri) bersama istrinya, Iriana, menunjukkan jari mereka yang telah tercelup
tinta usai mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) 27, Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, dalam Pemilu Legislatif
2014, Rabu (9/4/2014).

Terkait
Presiden SBY Tunjuk 3 Menteri untuk Berkomunikasi dengan Tim Transisi (http://nasional.kompas.com
Oleh: Joko Widodo
/read/2014/08/28/14591491
/Presiden.SBY.Tunjuk.3.Menteri.untuk.Berkomunikasi.dengan.Tim.Transisi?utm_campaign=related_left&
INDONESIA saat ini menghadapi suatu paradoks pelik yang
utm_medium=bp&utm_source=news)

menuntut jawaban dari para pemimpin nasional. Setelah 16 tahun

Ini Harapan Komnas HAM kepada


melaksanakan reformasi, kenapa masyarakat kita bertambah resah
Jokowi-JK (http://nasional.kompas.com
dan bukannya tambah bahagia, atau dalam istilah anak muda
/read/2014/08/28/14512051
/Ini.Harapan.Komnas.HAM.kepada.Jokowisekarang semakin galau?
JK.?utm_campaign=related_left&
utm_medium=bp&utm_source=news)

Dipimpin bergantian oleh empat presiden antara 1998 dan 2014,

mulai
dari
BJ Habibie, KH Abdurrahman Wahid, Megawati
Survei LSI: 73 Persen Publik Tak
Setuju
Jokowi-JK
Naikkan Harga BBM (http://nasional.kompas.com
Soekarnoputri, hingga Susilo Bambang Yudhoyono, Indonesia
/read/2014/08/28/14121801
telah mencatat sejumlah kemajuan di bidang ekonomi dan politik.
/Survei.LSI.73.Persen.Publik.Tak.Setuju.JokowiJK.Naikkan.Harga.BBM?utm_campaign=related_left&
Mereka memimpin di bawah bendera reformasi yang didukung
utm_medium=bp&utm_source=news)
oleh pemerintahan yang dipilih rakyat melalui proses yang

PR Jangka Pendek Jokowi-JK demokratis.


(http://nasional.kompas.com
/read/2014/08/28/14052791 Ekonomi semakin berkembang dan masyarakat banyak yang
/PR.Jangka.Pendek.Jokowibertambah makmur. Bank Dunia bulan Mei ini mengatakan
JK?utm_campaign=related_left&
utm_medium=bp&
ekonomi Indonesia sudah masuk 10 besar dunia, jauh lebih awal
utm_source=news)

4.8k
Share

404
Tweet

dari perkiraan pemerintah SBY yang memprediksi baru terjadi


tahun 2025. Di bidang politik, masyarakat sudah banyak
menikmati kebebasan serta hak-haknya dibandingkan
sebelumnya, termasuk di antaranya melakukan pergantian
pemimpinnya secara periodik melalui pemilu yang demokratis.
Namun, di sisi lain, kita melihat dan merasakan kegalauan
masyarakat seperti yang dapat kita saksikan melalui protes di

28/08/2014 15:27

Revolusi Mental - Kompas.com

2 of 8

125

http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental

jalan-jalan di kota besar dan kecil dan juga di ruang publik


(http://www.kompas.com)

lainnya, termasuk media massa dan media sosial. Gejala apa ini?

Register (http://nasional.kompas.com/sso_personalisasi/register/?next=http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental)

Pemimpin nasional dan pemikir di Indonesia bingung menjelaskan


fenomena bagaimana keresahan dan kemarahan masyarakat justru
merebak. Sementara, oleh dunia, Indonesia dijadikan model
keberhasilan reformasi yang menghantarkan kebebasan politik
serta demokrasi bersama pembangunan ekonomi bagi
masyarakatnya.

Login (http://nasional.kompas.com/sso_personalisasi/login/?next=http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental)

145

Izinkan saya melalui tulisan singkat ini menyampaikan pandangan


saya menguraikan permasalahan bangsa ini dan menawarkan
paradigma baru untuk bersama mengatasinya. Saya bukan ahli
politik atau pembangunan. Untuk itu, pandangan ini banyak
berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya selama ini, baik
sebagai Wali Kota Surakarta maupun Gubernur DKI Jakarta. Oleh
karena itu, keterbatasan dalam pandangan ini mohon dimaklumi.
Sebatas kelembagaan
Reformasi yang dilaksanakan di Indonesia sejak tumbangnya
rezim Orde Baru Soeharto tahun 1998 baru sebatas melakukan
perombakan yang sifatnya institusional. Ia belum menyentuh
paradigma, mindset, atau budaya politik kita dalam rangka
pembangunan bangsa (nation building). Agar perubahan
benar-benar bermakna dan berkesinambungan, dan sesuai
dengan cita-cita Proklamasi Indonesia yang merdeka, adil, dan
makmur, kita perlu melakukan revolusi mental.

Nation building tidak mungkin maju kalau sekadar mengandalkan


perombakan institusional tanpa melakukan perombakan
manusianya atau sifat mereka yang menjalankan sistem ini.
Sehebat apa pun kelembagaan yang kita ciptakan, selama ia
ditangani oleh manusia dengan salah kaprah tidak akan membawa
kesejahteraan. Sejarah Indonesia merdeka penuh dengan contoh
di mana salah pengelolaan (mismanagement) negara telah
membawa bencana besar nasional.

Kita melakukan amandemen atas UUD 1945. Kita membentuk


sejumlah komisi independen (termasuk KPK). Kita melaksanakan
otonomi daerah. Dan, kita telah banyak memperbaiki sejumlah
undang-undang nasional dan daerah. Kita juga sudah
melaksanakan pemilu secara berkala di tingkat nasional/daerah.
Kesemuanya ditujukan dalam rangka perbaikan pengelolaan
negara yang demokratis dan akuntabel.
Namun, di saat yang sama, sejumlah tradisi atau budaya yang
tumbuh subur dan berkembang di alam represif Orde Baru masih
berlangsung sampai sekarang, mulai dari korupsi, intoleransi

terhadap perbedaan, dan sifat kerakusan, sampai sifat ingin


menang sendiri, kecenderungan menggunakan kekerasan dalam
memecahkan masalah, pelecehan hukum, dan sifat oportunis.
Kesemuanya ini masih berlangsung, dan beberapa di antaranya
bahkan semakin merajalela, di alam Indonesia yang katanya lebih
reformis.
Korupsi menjadi faktor utama yang membawa bangsa ini ke
ambang kebangkrutan ekonomi di tahun 1998 sehingga Indonesia
harus menerima suntikan dari Dana Moneter Internasional (IMF)
yang harus ditebus oleh bangsa ini dengan harga diri kita.
Terlepas dari sepak terjang dan kerja keras KPK mengejar
koruptor, praktik korupsi sekarang masih berlangsung, malah ada
gejala semakin luas.

Demikian juga sifat intoleransi yang tumbuh subur di tengah


kebebasan yang dinikmati masyarakat. Sementara itu,
pertumbuhan ekonomi yang pesat malah memacu sifat kerakusan
dan keinginan sebagian masyarakat untuk cepat kaya sehingga
menghalalkan segala cara, termasuk pelanggaran hukum.
Jelas reformasi, yang hanya menyentuh faktor kelembagaan
negara, tidak akan cukup untuk menghantarkan Indonesia ke arah
cita-cita bangsa seperti diproklamasikan oleh para pendiri bangsa.
Apabila kita gagal melakukan perubahan dan memberantas

28/08/2014 15:27

Revolusi Mental - Kompas.com

3 of 8

http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental

praktik korupsi, (http://www.kompas.com)


intoleransi, kerakusan, keinginan cepat kaya
secara instan, pelecehan hukum, dan sikap oportunis, semua
Register (http://nasional.kompas.com/sso_personalisasi/register/?next=http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental)
keberhasilan reformasi ini segera lenyap bersama kehancuran
Loginbangsa.
(http://nasional.kompas.com/sso_personalisasi/login/?next=http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental)
Perlu revolusi mental
Dalam pembangunan bangsa, saat ini kita cenderung menerapkan
prinsip-prinsip paham liberalisme yang jelas tidak sesuai dan
kontradiktif dengan nilai, budaya, dan karakter bangsa Indonesia.
Sudah saatnya Indonesia melakukan tindakan korektif, tidak
dengan menghentikan proses reformasi yang sudah berjalan,
tetapi dengan mencanangkan revolusi mental menciptakan
paradigma, budaya politik, dan pendekatan nation building baru
yang lebih manusiawi, sesuai dengan budaya Nusantara,
bersahaja, dan berkesinambungan.

Penggunaan istilah revolusi tidak berlebihan. Sebab, Indonesia


memerlukan suatu terobosan budaya politik untuk memberantas
setuntas-tuntasnya segala praktik-praktik yang buruk yang sudah
terlalu lama dibiarkan tumbuh kembang sejak zaman Orde Baru

sampai sekarang. Revolusi mental beda dengan revolusi fisik


karena ia tidak memerlukan pertumpahan darah. Namun, usaha ini
tetap memerlukan dukungan moril dan spiritual serta komitmen
dalam diri seorang pemimpindan selayaknya setiap revolusi
diperlukan pengorbanan oleh masyarakat.
Dalam melaksanakan revolusi mental, kita dapat menggunakan
konsep Trisakti yang pernah diutarakan Bung Karno dalam
pidatonya tahun 1963 dengan tiga pilarnya, Indonesia yang
berdaulat secara politik, Indonesia yang mandiri secara
ekonomi, dan Indonesia yang berkepribadian secara sosialbudaya. Terus terang kita banyak mendapat masukan dari diskusi
dengan berbagai tokoh nasional tentang relevansi dan
kontektualisasi konsep Trisakti Bung Karno ini.

Kedaulatan rakyat sesuai dengan amanat sila keempat Pancasila


haruslah ditegakkan di Bumi kita ini. Negara dan pemerintahan
yang terpilih melalui pemilihan yang demokratis harus
benar-benar bekerja bagi rakyat dan bukan bagi segelintir
golongan kecil. Kita harus menciptakan sebuah sistem politik
yang akuntabel, bersih dari praktik korupsi dan tindakan
intimidasi.
Semaraknya politik uang dalam proses pemilu sedikit banyak
memengaruhi kualitas dan integritas dari mereka yang dipilih
sebagai wakil rakyat. Kita perlu memperbaiki cara kita merekrut
pemain politik, yang lebih mengandalkan keterampilan dan rekam
jejak ketimbang kekayaan atau kedekatan mereka dengan
pengambil keputusan.

Kita juga memerlukan birokrasi yang bersih, andal, dan kapabel,


yang benar-benar bekerja melayani kepentingan rakyat dan
mendukung pekerjaan pemerintah yang terpilih. Demikian juga
dengan penegakan hukum, yang penting demi menegakkan
wibawa pemerintah dan negara, menjadikan Indonesia sebagai
negara yang berdasarkan hukum. Tidak kalah pentingnya dalam
rangka penegakan kedaulatan politik adalah peran TNI yang kuat
dan terlatih untuk menjaga kesatuan dan integritas teritorial
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Di bidang ekonomi, Indonesia harus berusaha melepaskan diri

dari ketergantungan yang mendalam pada investasi/modal


/bantuan dan teknologi luar negeri dan juga pemenuhan
kebutuhan makanan dan bahan pokok lainnya dari impor.
Kebijakan ekonomi liberal yang sekadar mengedepankan kekuatan
pasar telah menjebak Indonesia sehingga menggantung pada
modal asing. Sementara sumber daya alam dikuras oleh
perusahaan multinasional bersama para komprador
Indonesia-nya.
Reformasi 16 tahun tidak banyak membawa perubahan dalam cara
kita mengelola ekonomi. Pemerintah dengan gampang membuka

28/08/2014 15:27

Revolusi Mental - Kompas.com

4 of 8

http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental

keran impor untuk


bahan makanan dan kebutuhan lain. Banyak
(http://www.kompas.com)
elite politik kita terjebak menjadi pemburu rente sebagai jalan
Register (http://nasional.kompas.com/sso_personalisasi/register/?next=http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental)
pintas yang diambil yang tidak memikirkan konsekuensi terhadap
di Indonesia. Ironis kalau Indonesia dengan kekayaan
Loginpetani
(http://nasional.kompas.com/sso_personalisasi/login/?next=http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental)
alamnya masih mengandalkan impor pangan. Indonesia secara
ekonomi seharusnya dapat berdiri di atas kaki sendiri, sesuai
dengan amanat Trisakti. Ketahanan pangan dan ketahanan energi
merupakan dua hal yang sudah tidak dapat ditawar lagi. Indonesia
harus segera mengarah ke sana dengan program dan jadwal yang
jelas dan terukur. Di luar kedua sektor ini, Indonesia tetap akan
mengandalkan kegiatan ekspor dan impor untuk menggerakkan
roda ekonomi.

Kita juga perlu meneliti ulang kebijakan investasi luar negeri yang
angkanya mencapai tingkat rekor beberapa tahun terakhir ini
karena ternyata sebagian besar investasi diarahkan ke sektor
ekstraktif yang padat modal, tidak menciptakan banyak lapangan
kerja, tetapi mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya.
Pilar ketiga Trisakti adalah membangun kepribadian sosial dan
budaya Indonesia. Sifat ke-Indonesia-an semakin pudar karena
derasnya tarikan arus globalisasi dan dampak dari revolusi

teknologi komunikasi selama 20 tahun terakhir. Indonesia tidak


boleh membiarkan bangsanya larut dengan arus budaya yang
belum tentu sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa kita.
Sistem pendidikan harus diarahkan untuk membantu membangun
identitas bangsa Indonesia yang berbudaya dan beradab, yang
menjunjung tinggi nilai-nilai moral agama yang hidup di negara
ini. Akses ke pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat yang
terprogram, terarah, dan tepat sasaran oleh nagara dapat
membantu kita membangun kepribadian sosial dan budaya
Indonesia.
Dari mana kita mulai
Kalau bisa disepakati bahwa Indonesia perlu melakukan revolusi
mental, pertanyaan berikutnya adalah dari mana kita harus
memulainya. Jawabannya dari masing-masing kita sendiri, dimulai
dengan lingkungan keluarga dan lingkungan tempat tinggal serta
lingkungan kerja dan kemudian meluas menjadi lingkungan kota
dan lingkungan negara.
Revolusi mental harus menjadi sebuah gerakan nasional. Usaha
kita bersama untuk mengubah nasib Indonesia menjadi bangsa
yang benar-benar merdeka, adil, dan makmur. Kita harus berani
mengendalikan masa depan bangsa kita sendiri dengan restu
Allah SWT. Sebab, sesungguhnya Allah tidak mengubah nasib

suatu bangsa kecuali bangsa itu mengubah apa yang ada pada diri
mereka.
Saya sudah memulai gerakan ini ketika memimpin Kota Surakarta
dan sejak 2012 sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sejumlah teman
yang sepaham juga sudah memulai gerakan ini di daerahnya
masing-masing. Insya Allah, usaha ini dapat berkembang semakin
meluas sehingga nanti benar-benar menjadi sebuah gerakan
nasional seperti yang diamanatkan oleh Bung Karno, memang
revolusi belum selesai. Revolusi Mental Indonesia baru saja
dimulai.
JOKO WIDODO
Calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(Sumber: Kompas cetak)
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Geliat Politik Pemilu 2014 (http://indonesiasatu.kompas.com)
Editor

: Laksono Hari Wiwoho

Sumber : KOMPAS CETAK (print.kompas.com)

28/08/2014 15:27

Revolusi Mental - Kompas.com

5 of 8

Terkomentari

http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental

(http://www.kompas.com)

Register (http://nasional.kompas.com/sso_personalisasi/register/?next=http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental)
Login (http://nasional.kompas.com/sso_personalisasi/login/?next=http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental)

SBY Tolak Permintaan Jokowi

Fahri Hamzah Ingatkan

Haji Lulung: Sama-sama

Iran: Hamas Membuat Israel

Naikkan Harga BBM

Jokowi: PDI Perjuangan Dulu

Pribumi, Kenapa "Diributin"

Bertekuk Lutut

Menolak Kenaikan BBM

Sih Punya Lamborghini?

Subsidi

Soal Kebebasan Beragama,

Prabowo Disarankan Tiru SBY Bakal Naikkan Harga BBM,

Nurul Arifin: Ahok Paling Pelit

Gamawan Diminta Tiru

Bantu Jokowi

di DPR

Jokowi Siap Tak Populer

Ada 125 komentar untuk artikel ini


82 komentator
Tulis Komentar...

metta karuna (http://my.kompas.com/dekade333sindrom)


Rabu, 14 Mei 2014 | 22:01 WIB

lebay, jokowi tidak perlu menulis ,,,,,,, atau tim suksesnya yang
mengatasnamakan jokowi dan jokowi tidak mau menyalahkan
orang lain

Tanggapi Komentar
Laporkan Komentar
(http://srv.kompas.com
/commentapi/comment
/report
/5373852e6dbf63f423000012

Skor: 0
0
(http://srv.kompas.com
/commentapi
/comment/like)
0
(http://srv.kompas.com
/commentapi
/comment/dislike)

Semaun (http://my.kompas.com/user/view
/535c809977a7bcba76000016)
Selasa, 13 Mei 2014 | 14:44 WIB

contoh manusia yang mau merubah wajah indonesia begini..,


baru segini saja sudah polemik nyontek karya orang.., bisanya
cuman kutu loncat.., nulis dan ide yang benar nggak
mampu..heheheh.., ngak mikirmikirmikir

Tanggapi Komentar
Laporkan Komentar
(http://srv.kompas.com
/commentapi/comment
/report
/5371cd580c6270b406000009

Skor: 0
0
(http://srv.kompas.com
/commentapi
/comment/like)
0
(http://srv.kompas.com
/commentapi
/comment/dislike)

Amrijal Lubis (http://my.kompas.com/user/view


/4f55c2df164ac93e08000008)
Selasa, 13 Mei 2014 | 03:14 WIB

Dua tulisan yang sama dalam sehari, itu pasti ada yang plagiasi
dan yang plagiasi biasanya mentalnya parah

Tanggapi Komentar
Laporkan Komentar
(http://srv.kompas.com
/commentapi/comment
/report
/53712bc2ab047d2210000017

Skor: 0
0
(http://srv.kompas.com
/commentapi
/comment/like)
0
(http://srv.kompas.com
/commentapi
/comment/dislike)

Munir AS (http://my.kompas.com/user/view
/5123388fb5ecd5627e000000)

Tanggapi Komentar

Selasa, 13 Mei 2014 | 07:27 WIB

Dua tulisan yang sama dalam sehari, itu pasti ada yang
plagiasi dan yang plagiasi biasanya mentalnya parah

28/08/2014 15:27

Revolusi Mental - Kompas.com

6 of 8

http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental

(http://www.kompas.com)
Laporkan Komentar
(http://srv.kompas.com
/commentapi/comment
Register (http://nasional.kompas.com/sso_personalisasi/register/?next=http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental)
/report
/537166dae949964d49000002
Login (http://nasional.kompas.com/sso_personalisasi/login/?next=http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental)
Skor: 0
0
(http://srv.kompas.com
/commentapi
/comment/like)
0
(http://srv.kompas.com
/commentapi
/comment/dislike)

Fullmoon (http://my.kompas.com/user/view
/5371113b77a7bc5f63000005)
Selasa, 13 Mei 2014 | 01:27 WIB

visi misi prabowo yg 6 Program Aksi sy rasa masih mentah


bangetz anak SMA bisa kok nyusun visi misi gituan doang,
mungkin baru kelihatan nanti di debat capres, JOKOWI sy rasa ga
perlu terlalu banyak visi misi, dari etos kerja beliau aja dah
keliatan misi beliau apa ... Maju terus JOKOWI JKW4P7

Tanggapi Komentar
Laporkan Komentar
(http://srv.kompas.com
/commentapi/comment
/report
/5371128b4aa789c20700001d

Skor: 0
0
(http://srv.kompas.com
/commentapi
/comment/like)
0
(http://srv.kompas.com
/commentapi
/comment/dislike)

Joko (http://my.kompas.com/user/view/53708c15d804b05c42000000)
Senin, 12 Mei 2014 | 15:55 WIB

http://nasional.inilah.com/read/detail/2099832/salahkah-kalauromo-benny-otak-ide-ide-jokowi#.U3CKc4GSzm4 emang bener


jokowi yang nulis?

Tanggapi Komentar
Laporkan Komentar
(http://srv.kompas.com
/commentapi/comment
/report
/53708c846dbf63d83f000005

Skor: 0
0
(http://srv.kompas.com
/commentapi
/comment/like)
0
(http://srv.kompas.com
/commentapi
/comment/dislike)

Lihat Komentar Lainnya (http://nasional.kompas.com/read/komentar/2014/05/10/1603015


/Revolusi.Mental)

Terpopuler

Terkomentari

+index
(http://indeks.kompas.com
/terpopuler/index

28/08/2014 15:27

Revolusi Mental - Kompas.com

7 of 8

http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental

/news/nasional)

(http://www.kompas.com)
SBY Tolak Permintaan
Jokowi
Naikkan Harga BBM
Register (http://nasional.kompas.com/sso_personalisasi/register/?next=http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental)
(http://nasional.kompas.com
/read/2014/08/28/11423521
/SBY.Tolak.Permintaan.Jokowi.Naikkan.Harga.BBM?utm_ca
Login (http://nasional.kompas.com/sso_personalisasi/login/?next=http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental)
utm_medium=bp&utm_source=news)
- dibaca 62,360 kali

Soal Kebebasan Beragama, Gamawan


Diminta Tiru Lukman Hakim
(http://nasional.kompas.com
/read/2014/08/28/08383991
/Soal.Kebebasan.Beragama.Gamawan.Diminta.Tiru.Lukman
utm_medium=bp&utm_source=news)
- dibaca 26,542 kali

Fahri Hamzah Ingatkan Jokowi: PDI


Perjuangan Dulu Menolak Kenaikan
BBM Subsidi
(http://nasional.kompas.com
/read/2014/08/27/16424681
/Fahri.Hamzah.Ingatkan.Jokowi.PDI.Perjuangan.Dulu.Meno
utm_medium=bp&utm_source=news)
- dibaca 22,119 kali

SBY: Pemikiran Saya dan Jokowi Klop


(http://nasional.kompas.com
/read/2014/08/27/22174651
/SBY.Pemikiran.Saya.dan.Jokowi.Klop?utm_campaign=popr
utm_medium=bp&utm_source=news)
- dibaca 20,198 kali

Bakal Naikkan Harga BBM, Jokowi


Siap Tak Populer
(http://nasional.kompas.com
/read/2014/08/28/12132221
/Bakal.Naikkan.Harga.BBM.Jokowi.Siap.Tak.Populer?utm_c
utm_medium=bp&utm_source=news)
- dibaca 17,148 kali

(http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery
/ck.php?oaparams=2__bannerid=24581__zoneid=2831__cb=1df5afb2ef__oadest=http
%3A%2F
%2Fwww.grazera.com%2Fbook%2Fdetail%2F9786020306261%2FRahasiaImperia)
News

Olah Raga

Ekonomi

Female

Indeks Berita

(http://indeks.kompas.com/)
(http://female.kompas.com)
(http://bisniskeuangan.kompas.com)
(http://olahraga.kompas.com)
(http://news.kompas.com)
Nasional

Sains

Bola

Travel

Indeks Headlines

(http://indeks.kompas.com
(http://bola.kompas.com)(http://travel.kompas.com)
(http://sains.kompas.com)
(http://nasional.kompas.com)
Regional

Edukasi

Tekno

Properti

/indeks/headline)

Indeks Berita Pilihan


(http://properti.kompas.com)
(http://tekno.kompas.com)
(http://edukasi.kompas.com)
(http://regional.kompas.com)
Megapolitan

Infografis

Entertainment

Foto

(http://indeks.kompas.com

(http://foto.kompas.com)/indeks/berita_pilihan)
(http://entertainment.kompas.com/)
(http://infografis.kompas.com)
(http://megapolitan.kompas.com)
Video

Indeks Topik Pilihan

Internasional

Otomotif

(http://internasional.kompas.com)

(http://indeks.kompas.com
(http://video.kompas.com)
(http://otomotif.kompas.com)
/indeks/topik_pilihan)

Grazera
(http://www.grazera.com)
SCOOP
(http://www.getscoop.com)
Kompasiana
(http://www.kompasiana.com)
Urbanesia
(http://www.urbanesia.com)
KompasKarier.com
(http://www.kompaskarier.com)

28/08/2014 15:27

Revolusi Mental - Kompas.com

8 of 8

Surat Pembaca

Health
Forum
(http://www.kompas.com)

http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental

Indeks Terpopuler

MakeMac

(http://inside.kompas.com
(http://health.kompas.com)
(http://forum.kompas.com)
(http://indeks.kompas.com

(http://www.makemac.com)

Register/suratpembaca)
(http://nasional.kompas.com/sso_personalisasi/register/?next=http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental)
/terpopuler)
Indeks Terkomentari

Login (http://nasional.kompas.com/sso_personalisasi/login/?next=http://nasional.kompas.com/read/2014/05/10/1603015/Revolusi.Mental)
(http://indeks.kompas.com
/terkomentari)

About Us (http://inside.kompas.com/about-us) - Advertise (http://apps.kompas.com/ratecard/) Policy (http://inside.kompas.com/policy) - Pedoman Media Siber (http://inside.kompas.com/pedoman) -

(http://www.facebook.com
(http://instagram.com
(http://linkedin.com
(http://www.twitter.com
(http://www.youtube.com
(http://plus.google.com
(http://pinterest.com
/kompascom)
/kompascom)
/kompascom)
/kompascom)
/kompascom)
/+kompascom)
/kompascom/)

Career (http://inside.kompas.com/karir) - Contact Us (http://inside.kompas.com/contact-us) Site Map (http://inside.kompas.com/sitemap)


2008 - 2014 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group)
(http://www.kompasgramedia.com). All Rights Reserved.

28/08/2014 15:27