Anda di halaman 1dari 14

Indonesia-Jepang Tingkatkan Kerja Sama

Bidang Keamanan
Jumat, 13 Desember 2013, 15:00 WIB
Komentar : 0

Reuters

PM Jepang Shinzo Abe


A+ | Reset | AREPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Pertemuan bilateral antara Indonesia dan Jepang menghasilkan
sejumlah kerja sama. Antara lain, kerja sama bidang keamanan.
PM Jepang, Shinzo Abe mengatakan kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama di
bidang keamanan. Terlebih melihat kondisi keamanan di kawasan yang samakin sulit.
Ia menilai, sikap Indonesia tergambar dari kuliah umum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) yang secara lugas menyatakan dukungan dan harapan tinggi agar Jepang bisa
berkontribusi dalam stabilitas keamanan di kawasan.
"SBY menyampaikan harapannya yang tinggi terhadap peranan Jepang untuk menjaga
perdamaian dan stabilitas wilayah serta dukungan terhadap kebijakan pemerintahan Jepang. Saya
ucapkan terima kasih atas dukungannya," kata dia di kantornya, Jumat (13/12).
Menurutnya, Jepang dan Indonesia sepakat untuk mempererat komunikasi antara kementerian
terkait. Yakni kemenlu dan kemenhan. Tujuannya tak lain untuk dialog bersama antara kedua
negara untuk tindak lanjut kerja sama bidang pertahanan.
Abe pun mengatakan kedua negara meningkatkan kerja sama dalam bidang ekonomi. Khususnya
perdagangan, penanaman modal, dan pembangunan infrastruktur.

"Berdasarkan kesepakatan di tingkat menteri agar lebih mendorong kerja sama Metropolitan
Priority Area (MPA) di wilayah jabodetabek dan saya serta Presiden SBY saling meyakinkan dan
memiliki tekad politik yang sama untuk memastikan rencana ini berjalan," katanya.

Indonesia-Malaysia-Singapura kerjasama
keselamatan pelayaran
Sabtu, 12 Oktober 2013 | 15:10 WIB

JAKARTA (WIN): Indonesia, Malaysia, dan Singapura bekerja sama dalam meningkatkan
keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di kawasan perairan di Selat
Malaka dan Selat Singapura.
"Diharapkan ketiga negara dapat saling tukar bertukar pikiran, berbagi ide serta serta
membicarakan atau menemukan mekanisme kerja sama yang terbaik bagi kawasan Selat Malaka
dan Selat Singapura yang telah dibentuk sejak tahun 2007," kata Menteri Perhubungan Evert
Erenst Mangindaan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (12/10/13).
Menurut Menhub, mekanisme tersebut dibentuk dengan tujuan utama untuk memberi
kesempatan kepada negara pengguna, industri pelayaran dan para pemangku kepentingan
lainnya.
Hal itu, ujar dia, agar berbagai pihak dapat turut berkontribusi dan berbagi tanggung jawab
dalam pemeliharaan lingkungan dan peningkatan keselamatan pelayaran di Selat Malaka dan
Selat Singapura.
Ia mengemukakan, kontribusi dari para pemangku kepentingan tersebut, dihimpun dalam bentuk
"trust fund" yang pengelolaannya diserahkan kepada tiga negara pantai yaitu Indonesia, Malaysia
dan Singapura dalam wadah yang bernama Aids to Navigation (ANF).
"Mekanisme tersebut menjadi kerangka acuan praktis dan efektif bagi kerjasama internasional di
selat tersebut. Negara-negara pantai di wilayah tersebut telah bergerak cepat dan menunjukkan
tekad kuat untuk bekerjasama dalam upaya meningkatkan keselamatan pelayaran dan
perlindungan lingkungan berdasarkan mekanisme tersebut," katanya.

Sebagaimana diberitakan, Indonesia membahas peningkatan kerja sama pemantauan laut dalam
KTT APEC dengan sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik dalam rangka menjaga keamanan
sumber daya kelautan dan perikanan.
"Forum APEC dapat menjadi media bagi promosi pengelolaaan sumberdaya kelautan dan
perikanan lainnya di kawasan Asia Pasifik," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip
Sutardjo di Nusa Dua, Bali, Selasa (8/10).
Menurut dia, Indonesia akan memperoleh manfaat yang sangat potensial dari kerja sama di
bidang keamanan dan pemantauan di lautan karena letak Indonesia yang dinilai unggul dalam
geoekonomis, geopolitis, dan geostrategis.
"Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mengusulkan Balai Riset dan Observasi Kelautan di
Perancak, Bali," katanya.
Ia juga mengatakan, Balai Riset dan Observasi Kelautan tersebut diharapkan dapat memantau
perkembangan ekonomi negara anggota APEC dalam bidang kelautan dan perikanan, khususnya
dalam menindaklanjuti hasil forum APEC.
"Ada tiga bidang kerja sama yang di uraikan dalam rencana kerja tersebut, yaitu penguatan
ketahanan pangan dan keamanan pangan, kesehatan laut dan perlindungan lingkungan laut, serta
yang terakhir terkait laut sebagai penghubung ekonomi APEC," katanya.(win12)
http://whatindonews.com/id/post/10854/indonesia_malaysia_singapura_kerjasama_keselamatan_pelayara
n

RI dan Singapura bahas konsep kerjasama militer kedua negara


Rabu, 29 Mei 2013 00:32 WIB (8 months yang lalu)Editor: Mohammad Ridwan

0Google +0 0 0

(Foto: Puspen TNI)Sidang ke-16 Combined Annual Report Meeting INDOSIN High Level
Commitee 2013 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (28/5/2013).

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. bersama


Panglima Angkatan Bersenjata Singapura (Chief of Defence Forces Singapore Armed Forces)
Mayor Jenderal NG Chee Meng memimpin Sidang ke-16 Combined Annual Report Meeting
(CARM)-INDOSIN High Level Commitee (HLC) 2013 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa
(28/5/2013).
LENSAINDONESIA.COM:

Sidang ke-16 CARM-INDOSIN merupakan sidang tahunan antara TNI dan Singapore Armed
Forces (SAF) yang diselenggarakan secara bergantian di kedua negara.
Dalam Sidang CARM-INDOSIN tahun 2013 ini, Panglima TNI dan Panglima AB (Angkatan
Bersenjata) Singapura sepakat untuk membahas tentang konsep kerjasama militer kedua negara.
Sidang yang diikuti oleh 41 peserta terdiri dari 21 delegasi Indonesia dipimpin oleh Panglima
TNI dan 20 delegasi Singapura dipimpin oleh Panglima AB Singapura ini, juga membahas
tantangan dan ancaman yang perlu mendapat perhatian serta kewaspadaan kedua negara, antara
lain menyangkut aksi teror, kejahatan lintas negara, kelangkaan energi dan pangan, perubahan
iklim dan pemanasan global, penyelundupan manusia dan senjata, penyakit menular serta
merebaknya uji coba senjata pemusnah massal yang berpotensi membahayakan kehidupan
manusia dan alam sekitarnya.

Dalam sambutannya, Panglima TNI mengatakan bahwa sebagai negara yang secara geografis
berbatasan langsung, Indonesia dan Singapura perlu bekerjasama secara sinerji dalam suatu
kerangka kerjasama yang saling menguntungkan dalam berbagai bentuk interaksi kegiatan.
Melalui kerjasama yang komprehensif diharapkan hasil yang dicapai dapat memberikan
dampak positif terhadap peningkatan kapasitas kedua angkatan bersenjata, keamanan kawasan
perbatasan serta kawasan Asean dan regional sekitarnya, paparnya.
Kerjasama antara TNI dan SAF hingga saat ini telah dilaksanakan baik pada tataran kerjasama
tingkat Markas Besar Angkatan Bersenjata (Military-to-Military), maupun tataran kerjasama
tingkat angkatan kedua negara (Service-to-Servise).
Berbagai bidang kegiatan kerjasama telah dilaksanakan seperti bidang intelijen dengan
melaksanakan pertemuan rutin komunitas intelijen, pertukaran informasi intelijen; bidang operasi
dalam bentuk patroli terkoordinasi (Patkor INDOSIN) di perairan perbatasan kedua negara;
bidang latihan bersama dari tiap-tiap angkatan; dan saling melakukan kunjungan pada tataran
perwira senior maupun yunior serta kerjasama khususnya menyangkut pelatihan dan pendidikan.
Disamping itu, kedua angkatan bersenjata juga telah memiliki kesepahaman untuk
mengimplementasikan pengaturan dukungan logistik bersama.
Menurut Panglima TNI, hal penting lainnya dari forum ini adalah timbulnya dorongan dan
keinginan yang kuat dari kedua belah pihak untuk memulai pembahasan Term of Reference
(TOR) dari masing-masing komite, maupun keinginan merevisi dokumen yang telah ada untuk
disesuaikan dengan struktur organisasi CARM INDOSIN HLC, dan diagendakan pada
pembahasan selanjutnya.
Melalui forum ini, diharapkan agar semua pihak agar mulai membahas langkah-langkah
kerjasama yang lebih luas dan produktif, serta ikut berperan dalam memberikan kontribusi
positif pada peningkatan hubungan dan kerjasama kedua negara, harap Panglima.
Pada Sidang kali ini Panglima TNI didampingi oleh beberapa pejabat teras TNI, antara lain
Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Among Margono, S.E., Asintel Panglima TNI Mayjen TNI
Tisna Komara W, S.E., Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Wahyudi, S.IP., dan
Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, S.E.. Sedangkan Panglima AB Singapura, antara
lain didampingi Director Military Intelligence RADM Joseph Leong, Commander MSTF/FSA
RADM Harris Chan, DJO Director, Directorate Joint Ops BG Chia Choon Hoong, dan Branch
Head, Intelligence Staff, SAF ME6 Steven Ng.

Indonesia Berencana Berikan Pelatihan


Kepada Kepolisian Afghanistan
Berita Mancanegara, Breaking News 0 706 Views

Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan United


Nations Development Program (UNDP), berencana akan memberikan pelatihan kepada 50
anggota Kepolisian Afghanistan.
Rencananya program pelatihan tersebut akan dilaksanakan di Indonesia, 10 hingga 23 Desember
2012. Pelatihan ini merupakan bagian dari realisasi komitmen Pemerintah RI untuk membantu
proses rekonstruksi dan rehabilitasi Afghanistan dengan memberikan bantuan capacity building,
ucap Duta Besar LBBP RI untuk Afghanistan, Mayjen TNI (Purn) Anshory Tadjudin, seperti
dilansir oleh situs Kementerian Luar Negeri.
Pelatihan kepolisian difokuskan pada tiga bidang, yaitu lalu lintas, reserse kriminal, dan public
police.
Menjelang keberangkatan peserta pelatihan ke Indonesia, Dubes Anshory Tadjudin menerima 6
orang perwakilan dari anggota polisi Afghanistan calon peserta pelatihan dan satu orang
perwakilan dari UNDP M. Salim Qayoumi di kantor KBRI Kabul, Rabu (5/12/2012).
Anshory menuturkan pada pertemuan itu, pihaknya memberikan pembekalan atau briefing
singkat kepada para calon peserta pelatihan.
Secara singkat ia menjelaskan mengenai Indonesia, baik dari segi politik, ekonomi, sosialbudaya,
geografi,
populasi
dan
cuaca.
Di samping itu, dijelaskan pula sejarah dan struktur POLRI secara singkat dan padat. Sebelum
akhir pertemuan.
Ia juga menyampaikan pesan agar para peserta dapat mengikuti semua materi pelatihan dengan
baik dan berharap bahwa pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat berguna dan
diterapkan di Afghanistan.

Salah satu wakil polisi Afghanistan, Bahauddin Durrani, menyampaikan penghargaan dan terima
kasih kepada Pemerintah Indonesia yang telah menyediakan program pelatihan kepada polisi
Afghanistan.
Pelatihan yang diberikan diharapkan akan mampu memperkaya ilmu dan pengetahuan para
peserta pelatihan sebagai bekal dalam menjalankan tugas-tugas mereka sekembalinya di
Afghanistan.

Indonesia Prakarsai Kerjasama Multilateral Jaga Sumberdaya


Laut

Pekanbaru, (Antara Sumbar) - Pemerintah Indonesia memprakarsai kerja sama multilatera


dengan lima negara yakni Malaysia, Filipina, Timor Leste, Papua Nugini dan Kepulauan
Solomon, untuk memanfaatkan dan melindungi sumber daya hayati laut di kawasan ini.
"Kerja sama tersebut dinamai Prakarsa Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan dan
Ketahanan Pangan atau Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security
(CTI-CFF)," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, dalam surat elektroniknya
disampaikan Kapusdatin KKP Indra Sakti diterima ANTARA Pekanbaru, Senin.
Ia mengatakan prakarsa tersebut berisikan gagasan kerjasama dalam pengelolaan lingkungan
hidup dan mempertahankan kesinambungan sumberdaya hayati laut di kawasan Segitiga Karang
yang mencakup enam negara.
Menurut Sharif, pengelolaan terumbu karang harus berpadu dengan kompleksitas pemanfaatan
dan pengelolaan yang bersifat lintas wilayah dan negara serta menembus batas administrasi dan
kedaulatan.
"Apalagi kekayaan sumberdaya perikanan di kawasan ini secara langsung menopang kehidupan
bagi sekitar 120 juta orang dan memberikan manfaat untuk jutaan orang lainnya," katanya.
Untuk menjaga kelestarian titipan dari anak cucu tersebut, katanya sudah seharusnya
keberlangsungan pemanfaatan dengan pengelolaan yang bijak menjadi acuan utama.
Sementara itu Kawasan Coral Triangle meliputi perairan enam negara, yaitu Indonesia, Malaysia
(kawasan Sabah), Filipina, Timor-Leste, Papua Nugini (bagian Timur) dan Kepulauan Solomon.
Kawasan tersebut membentang seluas hampir 6 juta kilometer persegi di kawasan Asia Tenggara
dan Pasifik Barat.
"Kawasan ini memiliki biodiversitas tinggi, lebih dari 500 spesies terumbu karang, 3.000 spesies
ikan, dan hutan mangrove yang luar biasa luasnya," katanya.
Bila ditarik garis mengelilingi wilayah laut ini, katanya lagi, maka seolah-olah kawasan tersebut

berbentuk segitiga sehingga kawasan ini disebut sebagai kawasan segitiga karang (Coral Triangle
Region). (*/jno)
ANTARA Sumbar

http://www.antarasumbar.com/berita/nasional/d/0/271251/indonesia-prakarsai-kerjasamamultilateral-jaga-sumberdaya-laut.html

AS-China-Jepang Ikuti Komodo Multilateral Naval Exercise 2014

SALING DUKUNG - Admiral Samuel Locklear, Komandan US Pacific Command menginspeksi persenjataan
Jepang di Tokyo, 11 April2012. (Foto: Reuters)

Surabaya, JMOL ** April 2014, TNI Angkatan Laut menyelenggarakan latihan bersama
(Latma) Komodo Multilateral Naval Exercise 2014 di Laut Natuna dan Anambas,
mengikutsertakan 18 negara.
Menurut Dispenmartim, Rabu (25/12) Latma Multilateral Komodo yang diharapkan dapat
terlaksana secara rutin setiap dua tahun sekali dan TNI AL bisa bertindak sebagai tuan rumah
tersebut akan menjamu Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, Vietnam,
Kamboja, Myanmar, Laos, serta dari India, Japan, Korea Selatan, Australia, New Zealand,
Amerika Serikat), China, dan Rusia.
Secara umum, Latma bertema ASEAN Navy: Cooperation for Stability (Bekerja sama untuk
menjaga stabilitas di kawasan ASEAN) bertujuan meningkatkan profesionalisme dan
kesiapsiagaan dalam bentuk kerja sama penanganan bencana alam.
Selain itu, menciptakan confidence building measure dalam rangka meningkatkan stabilitas
keamanan maritim. Kerja sama militer dalam konteks hubungan antarnegara tidak hanya terbatas
di bidang pertahanan. Kerja sama pada aspek non tempur, seperti penanggulangan bencana,
keamanan maritim, dan diplomasi dapat ditempuh.
Komodo Multilateral Exercise 2014 menitikberatkan materi latihan pada aspek nonwarfighting,
yaitu mengorganisasi dan kerja sama antarnegara terhadap berbagai bentuk ancaman keamanan
maritim. Latma fokus pada materi latihan Humanitarian Assistance Disaster Relief (HADR),
menghadapi Transnational Organized Crimes (TOC), dan Peace Keeping Operation (PKO).
Penyelenggaraan Latma yang pertama ini sesuai dengan agenda kerja sama dan ASEAN Defense
Ministers Meeting (ADMM).

Kegiatan civic mission akan dilaksanakan serentak di tujuh lokasi di wilayah kerja Lanal Ranai
(Kepulauan Natuna) dan Lanal Tarempa (Kepulauan Tarempa).
TNI Angkatan Laut mengikutsertakan 12 KRI, yakni 2 Van Speijk, 2 Sigma, 2 LPD, 3 ATF, 2
PK, dan 1 LST, sedangkan alutsista Pesud TNI Angkatan Laut menyertakan 6 Pesud, yang terdiri
dari 2 fixed wing dan 4 rotary wing.
http://jurnalmaritim.com/2013/1/415/as-china-jepang-ikuti-komodo-multilateral-naval-exercise2014

Indonesia-Jepang tingkatkan kerja sama


keamanan Asia
Selasa, 29 Januari 2013 12:47 WIB | 4708 Views

Ilustrasi. PM Jepang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) melakukan pembicaraan


bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat
(18/1). (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat untuk meningkatkan kerja
sama guna menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara, Asia Pasifik dan Asia Timur.
Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Presiden Julian A Pasha, di Kantor Presiden, Jakarta,
Selasa, seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan
kehormatan Kepala Staf Japan Grounds Self-defence Force (JGSDF) Jenderal Eji Kamizuka.
"Ada beberapa hal yang dibicarakan, kedua negara sepakat kestabilan di kawasan Asia Tenggara
ini bisa dipelihara dan peran Indonesia dan Jepang akan terus berkontribusi aktif dalam menjaga
kestabilan dan keamanan d kawasan, baik Asia Tenggara, Asia Pasifik dan Asia Timur," katanya.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan bahwa dalam pertemuan itu
kedua delegasi membahas hubungan dan kerja sama antarmiliter.
"Pembahasan tadi adalah bagaimana bisa meningkatkan lebih lanjut kerja sama kedua negara
termasuk dalam kerangka peningkatan stabilitas keamanan," katanya.

Sebelumnya Presiden Yudhoyono dalam sambutan singkatnya saat menerima Kamizuka


mengatakan bahwa pada kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada 18 Januari lalu,
kedua negara telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama bilateral tidak hanya di bidang
ekonomi tapi juga melingkupi segala bidang.
"Sebagaimana yang kita ketahui hubungan Indonesia dan Jepang sangat baik, solid dan terus
berkembang. Demikian juga kerja sama pertahanan dan militer kedua negara," kata Presiden.
Selain Jenderal Eji Kamizuka, delegasi Jepang yang hadir antara lain, Dubes Jepang untuk
Indonesia Yoshinori Katori, Kepala Penelitian dan Divisi C4 Departemen Program dan
Kebijakan JGSDF Kolonel Yoshihisa Nakano, dan Atase Pertahanan Jepang untuk Indonesia
Kapten Toshiako Kondo.
Sementara itu, Presiden didampingi antara lain oleh Menlu Marty Natalegawa, Menhan Purnomo
Yusgiantoro, Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, dan Kepala
Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo.