Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS MATERI AJAR DAN PEMBELAJARAN MATERI KIMIA DI

JURUSAN MATEMATIKA UNIVERSITAS HKBP NOMENSEN (UHN)


MEDAN

Pendahuluan
Di era globalisasi dan persaingan saat ini, bangsa Indonesia

harus

berupaya secara kontiniu berinovasi agar mampu bersaing dengan negara-negara


lain sehingga termotivasi untuk menjadi bangsa yang mandiri. Membangun
kemandirian bangsa berarti suatu usaha membangun bangsa yang mampu
menyelesaikan setiap masalah dalam rangka mewujudkan masyarakat yang
berkeadilan, sejahtera dan bermartabat.
Untuk mewujudkan kemandirian bangsa perlu didukung oleh peningkatan
potensi diri sumber daya manusia. Peningkatan ini ditandai dengan peningkatan
produktivitas, kreativitas, dan inovatif sumber daya manusia.
Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan peningkatan mutu sumber daya
manusia, pendidikan di Indonesia melaksanakan Program Pendidikan Karakter.
Program pendidikan ini berkembang karena sistem pendidikan yang telah ada
dianggap gagal membentuk manusia yang berkarakter. Menurut Djudjun
Djaenuddin Supriadi dalam tulisannya yang berjudul Program Pendidikan
Karakter di Lingkungan BPK PENABUR Jakarta, mengatakan kurang berhasilnya
sistem pendidikan membentuk sumberdaya manusia dengan karakter yang
tangguh, berbudi pekerti luhur, bertanggung jawab, berdisiplin, dan mandiri,
terjadi hampir di semua lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta.
Hal yang sama diperkuat oleh Sumarta (I Ketut Sumarta, 2000),
mengatakan

Pendidikan

nasional

kita

cenderung

hanya

menonjolkan

pembentukan kecerdasan berpikir dan menepikan penempatan kecerdasan rasa,


kecerdasan budi, bahkan kecerdasan batin. Dari sini lahirlah manusia-manusia
yang berotak pintar, manusia berprestasi secara kuantitatif akademik, namun tiada
berkecerdasan budi sekaligus sangat berkegantungan, tidak merdeka mandiri.
Pendidikan karakter mempercayai adanya keberadaan moral absolute,
yakni bahwa moral absolute perlu diajarkan kepada generasi muda agar mereka

paham betul mana yang baik dan benar (Kemendiknas, 2010). Pendidikan
karakter mempunyai makna yang lebih tinggi dari pendidikan moral, karena
pendidikan karakter terkait erat kaitannya dengan habit atau kebiasaan yang terus
menerus dipraktekan atau dilakukan.
Pada prinsipnya, pengembangan karakter tidak dimasukkan sebagai pokok
bahasan tetapi terintegrasi kedalam mata pelajaran atau materi perkuliahan,
pengembangan diri dan budaya satuan pendidikan. Oleh karena itu setiap satuan
pendidikan dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, dan pendidik, baik guru
maupun dosen, perlu mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum,
silabus dan rencana pembelajarannya.
Salah satu elemen yang penting dalam pendidikan karakter dalam
perguruan tinggi adalah dosen (Wanda Chrisiana, 2005). Karena dalam hal ini,
dosen merupakan inspirator bagi mahasiswanya. Seorang dosen memiliki
tanggung jawab untuk menjadi pionir taladan bagi mahasiswa dan masyarakat
dalam melaksanakan tri darma perguruan tinggi. Dengan demikian, peran dosen di
perguruan tinggi harus memiliki citra inspiratif dan berkarkater.
Seorang dosen memiliki peran sebagai sumber belajar, pemimpin dalam
belajar yang memungkinkan terciptanya kondisi yang baik bagi mahasiswa dalam
belajar (Sri Rahayu, 2011). Selain itu, seorang dosen atau pendidik juga harus
mampu

mengembangkan

kurikulum

dan

silabus

yang

berlaku

serta

mengintegrasikan pendidikan karakter dalam Satuan Acara Perkuliahan (SAP)


yang dibuatnya untuk mengoptimalkan potensi karakter dalam diri mahasiswa.
Oleh karena itu, dosen dituntut mampu mengoptimalkan kegiatan belajar
mahasiswa baik menggunakan metode dan tekhnik yang tepat maupun media
yang menarik dan sukber belajar yang relevan. Sehingga karakter yang dimiliki
mahasiswa mampu mengarahkan kemajuan teknologi saat ini kearah yang positif.
Ilmu kimia mempunyai peranan yang penting dalam perkembangan ilmu
pengerahuan dan teknologi. Hal ini disebabkan kimia merupakan ilmu dasar
dalam setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu,
kimia dianggap penting untuk diberikan dalam suatu perkuliahan untuk
memberikan penjelasan secara sederhana mengenai perkembangan saat ini.

Sebagaimana program pendidikan karakter bangsa, pembelajaran kimia


dalam perguruan tinggi hendaknya memberikan andilnya dalam membentuk
karakter mahasiswa. Dengan harapan, sumbangsih pendidikan karakter yang
ditanamkan dalam pembelajaran kimia (ilmu kimia), mampu menciptakan atau
membentuk mahasiswa yang berkarakter dalam disiplin ilmu yang ditekuninya.
Berkaitan dengan penjelasan sebelumnya, dosen kimia harus mampu
mengembangkan kurikulum dan silabus yang digunakan perguruan tinggi dalam
SAP untuk membentuk karakter mahasiswa. Sehingga tercipatalah, sumber daya
manusia yang berdaya saing, kreatif dan inovatif dalam era sekarang ini. Dalam
penelitian ini, peneliti ingin menganalisis dan memaparkan materi ajar kimia di
Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas HKBP Nomensen (UHN) Medan.

Metode
Metode dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Instrumen yang
digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Data yang
diperoleh merupakan data dokumen sebagai data sekunder dan hasil wawancara
sebagai data primer. Sampel penelitian adalah dosen kimia UHN Medan. Data
yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.

Hasil dan Pembahasan


1. Profil Universitas HKBP Nomensen, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan (FKIP) dan Program Studi Pendidikan Matematika
a. Profil Universitas HKBP Nomensen
Secara singkat, adapun profil Universitas HKBP Nomensen (diakses dari
http://nommensen.org/index.php/content/view/MTQ- ) adalah :
Universitas HKBP Nommensen (UHN), didirikan oleh Huria Kristen
Batak Protestan (HKBP), sebuah Gereja Protestan, pada 7 Oktober 1954. Kata
Nommensen pada UHN diambil dari nama salah satu misionaris yang
memberitakan Kristus ke tanah Batak yaitu Dr. I.L. Nommensen. UHN yang
seluruh kegiatannya didasarkan pada kasih Kristiani mempunyai tujuan, visi, misi,
falsafah dan motto.

Sesuai dengan Renstra 2003-2008 dan Program Pengembangan UHN


2006-2010, maka Visi UHN adalah "Menjadi Perguruan Tinggi terbaik dan
terkemuka di Indonesia dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan
pengabdian masyarakat untuk menghasilkan sumberdaya manusia bermutu,
beriman, berakhlak, yang tanggap terhadap tantangan lokal dan global".
Sebagai jabarannya, Misi UHN difokuskan kepada tiga pilar utama yaitu:
1.

Mengutamakan mutu dalam memajukan pendidikan, penelitian, dan


pengabdian kepada masyarakat

2.

Mengutamakan cara-cara inovatif dan kreatif dalam pelayanan dengan


memberi kesempatan luas bagi berkembangnya inspirasi, inisiatip, dan
partisipasi civitas akademiknya

3.

Mendorong

desentralisasi

pengelolaan

pendidikan,

penelitian,

dan

pengabdian masyarakat yang bersikap profesional (high expertis, high ethic)


yang seacara sinergis saling bekerjasama dalam semangat tim kerja untuk
mencapai tujuan bersama.
Tujuan UHN:
1.

Mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia beriman dan


bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

2.

Mendekatkan mutu lulusan UHN terhadap kebutuhan pasar tenaga kerja yang
memiliki keahlian sesuai bidangnya dan mampu bersaing di tingkat lokal dan
global

3.

Menyeimbangkan pelayanan di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian


kepada masyarakat guna meningkatkan taraf hidup, dan memperkaya
khasanah budaya nasional

4.

Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia sesuai bidang keahliannya

Falsafah UHN adalah Pro Deo et Patria (bagi Tuhan dan ibu pertiwi) yaitu
berdasarkan kasih Kristiani dan semangat I.L. Nommensen, UHN memiliki
komitmen yang tinggi untuk secara konsisten meningkatkan mutu pendidikan,
penelitian, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan
kesejahteraan manusia dengan cara yang paling bertanggung jawab tanpa
membedakan suku, agama, ras, dan golongan.

Sementara itu Motto Universitas ini adalah Mengejar kecemerlangan dan


memberi perhatian kepada golongan miskin dalam arti luas (to strive for
excellence and pay attention to the poor in broad sense).

b. Profil Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHN


Profil Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UHN adalah sebagai
berikut (diakses dari http://nommensen.org/index.php/fakultas/view/KIP)
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) adalah salah satu dari
Fakultas yang ada di lingkungan Universitas HKBP Nommensen Medan dan yang
merupakan unsur pelaksana sebagian tugas pokok dan fungsi dari Universitas.
Dalam hal ini yang khusus bertugas menghasilkan tenaga pengajar yang terampil
dan bertanggung jawab dalam tugasnya sebagai guru, pendidik di sekolah lanjutan
dalam berbagai bidang studi. Untuk tugas dan fungsi ini, FKIP harus
melaksanakan, mengembangkan dan membina program pendidikan, penelitian,
dan pengabdian kepada masyarakat menurut bidang ilmu pendidikan.
FKIP UHN didirikan pada tanggal 1 September 1962 dengan dua (2)
jurusan, yaitu : Jurusan Pendidikan Umum dan Jurusan Sastra dan Bahasa Inggris.
Pada tahun 1964 dibuka jurusan yang baru, yaitu Jurusan Civil/Hukum. Pada
tahun 1965 dibuka dua (2) jurusan lagi yaitu Jurusan Pendidikan Agama Kristen
(PAK) dan Jurusan Sastra dan Bahasa Jerman. Pada tahun 1973 dbiuka Jurusan
Sastra dan Bahasa Indonesia, dan pada tahun 1976 dibuka Jurusan Ekonomi.
Pada tahun 2007 pemerintah melalui Menteri Pendidikan Nasional
Republik Indonesia menetapkan FKIP UHN sebagai salah satu Perguruan Tinggi
Penyelenggara Sertifikasi Guru Dalam Jabatan sesuai SK Nomor 057/O/2007
tanggal 13 Juli 2007. Kemudian pada bulan September 2007 Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi menetapkan FKIP Universitas HKBP Nommensen sebagai
salah satu pemenang Hibah Sistem PPL dan Lab Microteaching melalui surat No.
2195/D/T/2007.

Penandatanganan

kontrak

pengadaan

peralatan

Lab

Microteaching telah dilaksanakan oleh pimpinan universitas dengan pihak Dirjen


Dikti pada tanggal 19 September 2007 di Jakarta.
FKIP UHN Medan berdiri sejak tahun 1962, memiliki 8 (delapan)
Program Studi berstatus Terakreditasi. Kedelapan Program Studi tersebut adalah:

1. Pendidikan Bahasa Inggris


2. Pendidikan Bahasa Indonesia
3. Pendidikan Bahasa Jerman
4. Pendidikan Ekonomi Akuntansi
5. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN)
6. Pendidikan Agama Kristen (PAK)
7. Pendidikan Matematika
8. Pendidikan Fisika

c.

Profil Program Studi Pendidikan Matematika UHN


Profil singkat Program Studi Pendidikan Matematika UHN (sesuai dengan

yang diakses dari ) adalah sebagai berikut


Kurikulum
Program Studi Matematika menjadi salah satu program studi di Jurusan PMIPA,
dengan jenjang S1, dan telah Terakreditasi dari BAN dengan nilai C dengan SK:
009/BAN-PT/AK-VI/S1/V/2003 tertanggal 22 Mei 2003

Visi
Lulusan menjadi guru matematika sekolah yang berkualitas dan bertanggung
jawab serta mempunyai moral dan etika yang baik, mampu mengadaptasi diri
pada perubahan-perubahan/perkembangan yang terjadi. Program studi pendidikan
matematika FKIP-UHN menjadi salah satu pusat pengkajian/pengembangan
pendidikan matematika, pusat pelatihan guru-guru matematika, dan program studi
yang diminati oleh lulusan SLTA

Misi
1.

Melaksanakan proses pembelajaran yang efektif dan berdaya guna.

2.

Melaksanakan pengkajian tentang masalah pendidikan matematika melalui


pertemuan dengan guru-guru matematika dalam bentuk diskusi, seminar,
lokakarya, dan penelitian.

3.

Melaksanakan kegiatan pelatihan/penataran guru-guru matematika SD, SLTP,


SLTA, baik materi matematika maupun proses dan evaluasi pembelajaran

matematika

Tujuan
Menghasilkan tenaga guru pendidikan matematika yang berkualitas dan
bertanggungjawab, mampu merencanakan program pembelajaran, melaksanakan
dan mampu melakukan evaluasi pembelajaran dan menganalisis hasil evaluasi
pembelajaran.

Sasaran
Lulusan program studi matematika menjadi guru yang mampu mengajar
matematika ditingkat SD, SLTP, dan SLTA.

Kurikulum Sarjana (S1) yang digunakan dalam Program Studi Pendidikan


Matematikan UHN yang berlaku sesuai dengan kurikulum yang berlaku secara
nasional yaitu dengan sistem kredit semester. Kurikulum tersebut sesuai dengan
Keputusan Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 045/U/2002
tentang Kurikulum Inti Perguruan Tinggi yaitu Kurikulum berbasis Kompetensi.
Berdasarkan Surat Keputusan tersebut, hasil didik yang diperoleh dalam
dua kompetensi yaitu kompetensi utama dan kompentensi pendukung. Elemenelemen kompetensi utama meliputi, kepribadian, penguasaan ilmu dan
keterampilan, kemampuan berkarya, sikap serta perilaku dalam berkarya dan
pemahaman kaidah kehidupan bermasyarakat.

2. Hasil Survey dan Wawancara


Dari hasil wawancara dan data dokumen yang diperoleh peneliti, pada
Program Studi Matematika Universitas HKBP Nomensen, terdapat 56 Mata
Kuliah (MK) dengan bobot total 160 SKS dengan tujuan hasil yang diperoleh
dalam dua kompetensi yaitu Utama dan Pendukung. Berdasarkan Kompetensi
yang diharapkan tersebut, mata kuliah dikelompokkan dalam lima kategori, yaitu
a.

Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK)

b.

Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK)

c.

Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB)

d.

Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB)

e.

Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)


Dari 56 Mata Kuliah yang diberikan kepada mahasiswa di Program Studi

Matematika Universitas Negeri Nomensen yang berkaitan dengan kimia hanyalah


mata kuliah Kimia I dan Kimia Dasar II yang diberikan pada semester I dan
Semester II dengan masing-masing bobot 3 SKS.
Mata Kuliah Kimia Dasar diberikan sebagai kompetensi pendukung dan
sebagai Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK). Adapun tujuan mata
kuliah Kimia Dasar ini adalah Memahami konsep-konsep kimia yang dijumpai
dalam kehidupan sehari-hari.
Standar Kompetensi untuk mata kuliah Kimia Dasar adalah Mata kuliah
ini diberikan dengan tujuan agar pada akhir pendidikan peserta didik memahami
dasar ilmu kimia, prinsip-prinsip dan cara penentuan kimia, prinsip dan cara
analisis kualitatif dan kuantitatif. Kegiatan belajar dilakukan melalui pengalaman
belajar diskusi informasi dan diskusi kelompok.
Materi-materi kimia yang diberikan pada mata kuliah Kimia Dasar adalah
1.

Pengenalan Ilmu Kimia

2.

Unsur, Senyawa, dan Campuran

3.

Struktur Atom

4.

Sistem Periodik Unsur-Unsur

5.

Ikatan Kimia

6.

Konsep mol

7.

Larutan

8.

Analisis kimia

9.

Asam dan Basa

10. Analisis volumetri dan Gravimetri


11. Senyawa organik
Dari hasil analisis dari deskriptif mata kuliah yang diberikan di Program
Studi Matematika Universitas HKBP Nomensen, penulis melihat ada beberapa
materi kimia yang diajarkan di mata kuliah Hukum I dan II termodinamika,
Entropi, dan Model-model atom.

Dari hasil wawancara dengan Bapak Asister Siagian, S.Pd (Plt. Ketua
Prodi Matematika, yang menggantikan Drs. L. Malau, M.Pd karena pensiun) dan
Bapak Drs. Suprapto Manurung, M.Pd (Pembantu Dekan II yang membidangi
Kurikulum), serta Ibu Erna Helena M Tampubolon, S.Pd (Dosen mata kuliah
kimia) diperoleh data sebagai berikut:
a.

Mata Kuliah Kimia


Jenis mata kuliah yang ada kimia di Program Studi Matematika adalah Kimia
Dasar (I dan II). Mata kuliah ini dipelajari di semester I dan II.

b.

Siabus Mata Kuliah


Silabus dan Satuan Acara Perkuliahan (SAP) mata kuliah dibuat oleh dosen
mata kuliah yang bersangkutan yang disesuaikan dengan kurikulum nasional.

c.

Proses Perkuliahan
Proses perkuliahan di Program Studi Matematika untuk mata kuliah Kimia
Dasar (I dan II) adalah secara teori. Ini dapat dilihat dari tidak adanya mata
kuliah praktikum kimia dasar. Hal ini disebabkan karena tidak adanya
laboratorium khusus Kimia dan alat-alat untuk praktikum.

d.

Buku Ajar
Buku ajar yang digunakan oleh dosen sebagai referensi sumber perkuliahan
adalah Anshory, Irfan. dan Hiskia Achmad. Acuan Pelajaran Kimia SMU.
Penerbit Erlangga. Jakarta. 2003
Brady, J.E. Kimia Universitas Asas dan Struktur edisi ke-5. Binarupa Aksara.
Jakarta.
Day, Jr. R.A. dan A.L. Underwood. Analisis Kimia Kuantitatif edisi ke-5.
Penerbit Erlangga. Jakarta. 1999
Fatah, Achmad Mustofa dan Achmad Mursyidi. Volumetri dan Gravimetri.
Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.1982
Yahya, Utoro. Dasar-dasar Kimia. Laboratorium Kimia Dasar Fakultas
MIPA Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. 1996.
Selain itu pemaparan materi disampaikan melalui media powerpoint yang
telah dipersiapkan oleh dosen yang bersangkutan.

e.

Sarana dan Prasarana

Ada beberapa sarana dan prasarana penunjang perkuliahan pada mata kuliah
kimia dasar ini, antara lain LCD Projector, Laptop, whiteboard dan spidol.
Sementara untuk laboratorium kimia tidak tersedia.

Hasil analisis silabus dan SAP, terlihat pembelajaran disusun berdasarkan


Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Sebanyak 11 Kompetensi Dasar dalam
16 kali pertemuan ( Pertemuan ke-8 dan pertemua ke-16 ujian formatif) untuk
masing-masing semester. Penilaian yang dilakukan terdiri dari tugas mandiri
dalam bentuk portofolio, soft skill (penilaian dalam proses pembelajaran) dan
ujian pormatif.

3.

Analisis Materi Ajar Kimia dan Kompetensi yang diharapkan


Berdasarkan data yang diperoleh, pemberian materi kimia di Program

Studi Matematika Universitas HKBP Nomensen hanya sebesar 3,75 %. Hal ini
menunjukkannya sangat kecilnya peranan mata kuliah untuk meningkatkan
prestasi belajar mahasiswa.
Selain itu, mata kuliah Kimia Dasar hanya dikelompokkan sebagai mata
kuliah kompetensi pendukung. Sehingga mahasiswa seringkali mengganggap
mata kuliah ini tidak penting dalam perkuliahannya sebagai mahasiswa Program
Studi Matematika. Bahkan banyak mahasiswa yang tidak memehami untuk apa
mereka belajar kimia.
Hal ini sepertinya semakin diperkuat dengan SAP yang dibuat oleh dosen
yang bersangkutan. Dari SAP, penulis melihat kompetensi dasar dan indikator
pencapaian hanya berkutat dibidang kimia saja. Dengan kata lain dalam
perkuliahan mata kuliah kimia dasar tidak berkaitan dengan matematika baik
secara langsung ataupun dalam makna tersirat. Tidak adanya tujuan yang
menghubungkan pembelajaran kimia dengan program studi matematika.
Sebagai bagian dari IPA, ilmu kima dan materi ajar kimia sangat identik
dengan laboratorium. Untuk meningkatkan kompentesi mahasiswa, maka kegiatan
praktikum harus menjadi bagian utama dari kegiatan akademik. Prkatikum yang
dimaksud sebagai sumber data untuk mendukung atau meningkatkan pengetahuan
mahasiswa di bidang kimia. Namun, pada Program Studi Matematika,

10

laboratorium kimia serta praktikum kimia di tiadakan. Karena dianggap


peranannya yang tidak signifikan dalam materi yang disampaikan secara
keseluruhan di Program Studi Matematika ini.

Kesimpulan dan Saran


Dari hasil analisis yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut:
1.

Materi ajar kimia tidak signifikan meningkatkan hasil belajar mahasiswa


Program Studi Matematika Universitas HKBP Nomensen

2.

Kurangnya perhatian terhadap materi kimia, karena dianggap tidak penting


untuk Matematika

3.

Kurangnya sarana dan prasaranan, khusunya dalam hal laboratorium kimia


untuk mendukung pembelajaran kimia itu sendiri.

Dan berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, beberapa saran yang dapat
disampaikan, yaitu:
1. Perlu dilakukan restrukturisasi krikulum menyakngkut materi ajar kimia, baik
penambaham mata kuliah, pedalaman materi ajar dalam pemberdayaan
praktikum di laboratorium
2. Untuk mencapai tujuan yang dimaksudkan, dosen seharusnya secara kreatif
mengembangkan tujuan dan indikator pencapaian kompentensi sehingga
mampu mengaitkan materi kimia terhadapa prestasi belajar mahasiswa.

11

Daftar Pustaka
Arikunto, S, (2001), Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikiani, Penerbit Bumi Aksara,
Jakarta.
Chrisiana, Wanda, (2005), Upaya Penerapan Pendidikan Karakter Bagi
Mahasiswa (Studi Kasus di Jurusan Teknik Industri UK Petra), Jurnal
Teknik
Industri,
Universitas
Kristen
Petra,
Surabaya.
http://puslit.petra.ac.id/journals/industrial (diakses tanggal, 02 Pebruari
2014)
Rahayu, Sri, (2011), Analisis Pengembangan Materi Ajar Kimia Pada Program
Studi Agroteknologi Universitas Almuslim Biereuen Provinsi Aceh,
Jurnal Pendidikan Kimia Program Studi Magister Pendidikan Kimia
Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan, Medan.
Sumarta, I Ketut, (2000), Pendidikan yang Memekarkan Rasa, Sindhunata, editor,
Membuka Masa Depan Anak-Anak kita mencari kurikulum
Pendidikan
Abad
XXI.,
Penerbit
Kanisius,
Yogyakarta.
http://www.bpkpenabur.or.id/files/Hal.%203543%20Program%20Pendidikan%20Karakter.pdf (diakses tanggal 02
Maret 2014)
Supriadi, Djudjun Djaenuddin, (2008), Program Pendidikan Karakter di
Lingkungan BPK Penabur Jakarta, Jurnal Pendidikan Penabur, Jakarta.
http://www.bpkpenabur.or.id/id/jurnal?page=2 (diakses tanggal 02
Maret 2014)
http://nommensen.org/index.php/content/view/MTQhttp://nommensen.org/index.php/fakultas/view/KIP

12