Anda di halaman 1dari 58

Presentasi 1

Biokatalisis
Jason Jonathan/ 1206238904

Presentation Outline

Pengertian
Biokatalisis

Perbedaan
Biokatalis dan
Katalis

Perbedaan
Biokatalisis dan
Katalisis

Definisi Enzim

Faktor yang
Mempengaruhi
Kinerja Enzim

Mekanisme
Kerja Enzim

Sifat-sifat
Enzim

Sejarah Enzim

Klasifikasi
Enzim

Aktivasi Enzim

Aktivitas Enzim

Contoh Soal
Perhtiungan

Pengertian Biokatalisis
Biokatalis adalah katalis yang memiliki keunggulan
sifat (aktivitas tinggi, selektivitas dan spesifitas)
sehingga dapat dapat membantu prosesproses kimia
kompleks pada kondisi lunak dan ramah lingkungan.

Biocatalysis dapat didefinisikan sebagai


penggunaan bahan alami (biokatalis) untuk
mempercepat (atau mengkatalisis) suatu
reaksi kimia, dimana bahan alami yang
dimaksud dapat berupa enzyme ataupun sel
hidup.

Pengertian Biokatalisis
Biokatalisis memberikan ruang lingkup aplikasi yang luas,
dikarenakan biokatalisis memberikan kelebihan dalam
pemanfaatannya, dimana kelebihan utamanya adalah

Selektivitas Tinggi
Stereo-selectivity
Positional-selectivity
Functional group-selectivity

Perbedaan Katalis dan Biokatalis (Enzyme)


Tabel Perbandingan

Perbedaan Katalis dan Biokatalis (Enzyme)


Tabel Perbandingan

Perbedaan Biokatalisis dan Katalisis


Struktur dan Contoh Katalis dan Biokatalis
Suatu katalis dapat merupakan elemen murni seperti Nikel atau
Platinum, senyawa murni seperti Silica, mangan dioksida, ion
terlarut seperti ion tembaga atau bahkan suatu campuran
seperti Iron-Molybdenum.
Katalis yang paling umum digunakan adalah asam proton dalam
reaksi hidrolisis. Reaksi redoks dikatalisis oleh logam transisi dan
platinum digunakan untuk reaksi yang melibatkan hidrogen.
Beberapa catlaysts terjadi sebagai precatalysts dan bisa
dikonversi ke katalis dalam proses reaksi. Contoh khas adalah
bahwa katalis Wilkinson - RhCl (PPh3) 3 yang kehilangan satu
trifenilfosfina ligan sementara katalis reaksi.

Perbedaan Biokatalisis dan Katalisis


Struktur dan Contoh Katalis dan Biokatalis
Enzim adalah protein globular dan dapat terdiri dari 62 asam
amino (4-oxalocrotonate) untuk ukuran 2.500 asam amino
(asam lemak sintase). Selain itu, terdapat pula enzim
berbasis RNA yang disebut ribozyme.
Enzim adalah substrat spesifik dan biasanya lebih besar
dari substratnya. Hanya sebagian kecil dari enzim yang
ikut mengambil bagian dalam reaksi enzimatik, denga
sisi aktif adalah sisi dimana substrat mengikat enzim
untuk memfasilitasi reaksi.

Perbedaan Biokatalisis dan Katalisis


Perbedaan Mekanisme Reaksi
Suatu katalis dapat meningkatkan laju reaksi atau menurunkan laju
reaksi di alam. Mereka bereaksi dengan pereaksi dalam reaksi kimia
untuk menimbulkan intermediet yang akhirnya menghasilkan produk
dan meregenerasi katalisnya kembali.

Reaksi yang berjalan adalah


sebagai berikut:
Misalkan:
C adalah Katalis (Catalyst)
A dan B adalah reaktan
P adalah Produk.

Sebuah katalitik reaksi kimia yang


khas akan berlangsung sebagai
berikut:
A + C AC
B + AC ABC
ABC PC
PC P + C

Perbedaan Biokatalisis dan Katalisis


Perbedaan Mekanisme Reaksi
Reaksi enzimatik terjadi dalam banyak cara:
Menurunkan energi aktivasi dan menimbulkan
keadaan transisi yang stabil biasanya dicapai
dengan mendistorsi bentuk substrat.
Menurunkan energi keadaan transisi tanpa
distorsi substrat.
Pembentukan Sementara kompleks substrat
enzim dan dengan demikian memberikan jalur
alternatif untuk reaksi untuk melanjutkan.
Mengurangi entropi reaksi.
Peningkatan suhu.

Perbedaan Biokatalisis dan Katalisis


Perbedaan Mekanisme Reaksi

Perbedaan Biokatalisis dan Katalisis


Aplikasi Industri
Katalis yang digunakan dalam pengolahan energi;
produksi bahan kimia; bahan kimia; dan dalam
produksi margarin.
Enzim yang digunakan dalam pengolahan makanan;
makanan bayi; pembuatan bir; jus buah; produksi
susu; pati, industri kertas dan biofuel; make-up,
pembersihan lensa kontak; karet dan fotografi, dan
biologi molekuler.

Definisi Enzim
Enzim adalah protein globular dan dapat terdiri dari 62 asam
amino (4-oxalocrotonate) untuk ukuran 2.500 asam amino
(asam lemak sintase). Selain itu, terdapat pula enzim
berbasis RNA yang disebut ribozyme.
Enzim adalah substrat spesifik dan biasanya lebih besar
dari substratnya. Hanya sebagian kecil dari enzim yang
ikut mengambil bagian dalam reaksi enzimatik, denga
sisi aktif adalah sisi dimana substrat mengikat enzim
untuk memfasilitasi reaksi.

Enzim juga dapat diartikan sebagai molekul biopolimer yang


tersusun dari serangkaian asam amino dalam kondisi dan
susunan rantai yang teratur dan tetap

Definisi Enzim
Aktivitas enzim ditentukan oleh struktur tiga dimensinya
(struktur kuaterner). Walaupun struktur enzim menentukan
fungsinya, prediksi aktivitas enzim baru yang hanya dilihat dari
strukturnya adalah hal yang sangat sulit.
Enzim merupakan rantai asam amino yang melipat. Tiaptiap urutan asam amino menghasilkan struktur pelipatan
dan sifat-sifat kimiawi yang khas.

Definisi Enzim
Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi
sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi
tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi biokimia. Hal ini
akan menyebabkan zat awal yang disebut substrat akan
dipercepat perubahannya menjadi molekul lain yang disebut
produk.

Definisi Enzim

Setiap persamaan reaksi yang menghasilkan


G yang negatif, berarti rasio P/S lebih kecil
daripada saat kesetimbangan
Pada reaksi yang spontan sekalipun, terdapat
penghalang yang disebut energi aktivasi
Energi aktivasi adalah energi yang dibutuhkan
oleh molekul S untuk bereaksi menjadi
molekul P

Definisi Enzim

Terdapat 2 cara untuk meningkatkan kelajuan dari reaksi S


P:
Cara Pertama adalah menaikkan temperatur reaksi sampai
mencapai angka signifikan dari molekul S mencapai dari masa
transisi
Cara kedua adalah dengan mengurangi aktivasi energi

Definisi Enzim
Sel mahluk hidup dapat bertahan pada suhu yang relatif
rendah (00 -1000C) jika bisa dinaikkan suhunya tidak mungkin
bisa langsung menaikkan suhu reaksi pada sel
Sel dapat bekerja pada suhu dibawah kondisi normalnya
disebab oleh kinerja enzim pada reaksinya
Oleh sebab, enzim adalah katalis maka enzim dapat
mempercepat reaksi tersebut tanpa dikonsumsi oleh
reaksi tersebut. Keseimbangan dalam reaksi tersebut
tidak dapat diubah, akan tetapi hanya laju dari proses
reaksi tersebut yang dipengaruhi oleh enzim tersebut

Sejarah Enzim

1838

Berzelius mengusulkan nama "katalis" untuk zat-zat yang


dapat mempercepat reaksi tetapi zat itu sendiri tidak ikut
bereaksi.

1850

Louis Pasteur menyimpulkan bahwa fermentasi gula


menjadi alkohol oleh ragi yang dikatalisis fermen.
Pasteur mengemukakan bahwa fermen ini, yang
kemudian dinamakan enzim (di dalam ragi) tidak dapat
dipisahkan dari struktur sel ragi hidup

1897

Eduard Buchner berhasil mengekstrak ke dalam larutan,


suatu bentuk yang aktif dari sel ragi, yaitu serangkaian
enzim yang mengkatalisis fermentasi gula menjadi
alkohol. Penemuan ini membuktikan, bahwa enzim yang
penting ini, yang mengkatalisis lintas metabolik utama
peng- hasil energi,dapat tetap berfungsi jika dipindahkan
dari struktur sel hidup.

Sejarah Enzim

1902

1909

Secara terpisah, Henri dan Brown mengemukakan bahwa


subtrat enzim kompleks merupakan perantara wajib
dalam reaksi katalitik
Sorensen menunjukkan bahwa ada pengaruh pH pada
kerja enzim

1913

Michaelis dan Menten mengulang persamaan penurunan


Henri dan persamaan Henri-Michaelis-Menten
berdasarkan prinsip kesetimbangan kimia sederhana

1925

Briggs dan Haldane memperkenalkan konsep steadystate ke kinetik enzim

Sejarah Enzim

1926

1930

Enzim urease dapat diisolasi dan dikristalkan oleh James


Sumner. Beliau juga menemu- kan bahwa semua enzim
adalah protein yang memiliki berat molekul antara
12.000-1 juta.
John Northrop berhasil mengkristalkan enzim pepsin
dan tripsin.

Sifat-sifat Enzim
Enzim sebagai Biokatalis

Enzim merupakan katalis yang dapat mengubah


laju reaksi tanpa ikut bereaksi. Enzim bersifat
khas (spesifik kerjanya) dan aktivitasnya dapat
diatur. Tanpa kehadiran enzim, suatu reaksi itu
sangat sukar terjadi, sementara dengan
kehadiran enzim kecepatan reaksinya dapat
meningkat sampai 107 kali.

Sifat-sifat Enzim
Enzim merupakan Protein
Struktur dari suatu enzim tidak lain adalah protein,
karena aktivitas katalitiknya bergantung pada
integritas strukturnya sebagai protein, walaupun ada
beberapa senyawa yang dapat bertindak sebagai
katalis, misalnya RNA. Selain itu, dikarenakan enzim
merupakan protein, maka kinerjanya sangat
dipengaruhi oleh lingkungan, seperti pH, suhu, dan
konsentrasi substrat, dan dapat terdenaturasi jika
kondisi lingkungannya tidak sesuai.

Sifat-sifat Enzim
Enzim Bekerja secara Spesifik
Enzim bekerja secara spesifik,
dimana enzim akan bekerja
spesifik pada substrat tertentu
yang sesuai dengan sisi
aktifnya. Misalnya enzim
katalase hanya digunakan
untuk menguraikan H2O2,
amilase hanya untuk
mengkatalisis amilum sebagai
substratnya, dan sebagainya

Sifat-sifat Enzim
Enzim Bekerja Bolak-balik
Beberapa enzim kerjanya dapat bolak balik, misalnya enzim lipase
dapat bekerja untuk mengkatalisis molekul lemak menjadi komponen
penyusunnya, yaitu asam lemak dan gliserol atau sebaliknya menyusun
lemak dari kom- ponennya.
Lemak gliserol + asam lemak

Mekanisme Kerja Enzim


Teori Lock and Key
Sesuai teori ini, masing-masing
enzim memiliki area spesifik
(disebut situs aktif) yang
dimaksudkan untuk substrat
tertentu untuk mendapatkan
terpasang. Situs aktif enzim ini
melengkapi bagian tertentu dari
substrat, sejauh bentuk yang
bersangkutan. Substrat akan
masuk ke dalam situs aktif
dengan sempurna, dan reaksi
antara mereka terjadi.

Mekanisme Kerja Enzim


Teori Lock and Key

Substrat yang tepat akan masuk ke dalam situs aktif


enzim dan membentuk kompleks enzim-substrat. Ini
adalah di situs ini aktif bahwa substrat ditransformasikan
ke produk yang dapat digunakan. Setelah reaksi selesai,
dan produk yang dirilis, situs aktif tetap sama dan siap
untuk bereaksi dengan substrat baru. Teori ini didalilkan
oleh Emil Fischer pada tahun 1894.

Mekanisme Kerja Enzim


Teori Induced Fit
Teori ini dirumuskan oleh Daniel E.
Koshland, Jr pada tahun 1958. Teori
ini juga mendukung hipotesis
gembok dan kunci bahwa situs aktif
dan substrat cocok dan bentuk
mereka saling melengkapi.
Menurut teori-induced fit, bentuk
situs aktif tidak kaku. Hal ini
fleksibel dan perubahan, sebagai
substrat datang ke dalam kontak
dengan enzim.

Mekanisme Kerja Enzim


Teori Induced Fit

Untuk lebih tepatnya, sekali enzim


mengidentifikasi substrat yang tepat,
bentuk perubahan situs aktifnya sehingga
muat kedua persis. Hal ini menyebabkan
pembentukan kompleks enzim-substrat
dan reaksi lebih lanjut.

Mekanisme Kerja Enzim

Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim


Suhu
Kerja suatu enzim sangat
dipengaruhi suhu lingkungannya.
Setiap kenaikan suhu 10o C,
kecepatan enzim akan menjadi
dua kali lipat, sampai batas suhu
tertentu. Enzim dan protein pada
umumnya dinonaktifkan oleh
suhu tinggi. Enzim berdarah
panas dan manusia bekerja
paling efisien pada suhu 37o C,
sedangkan enzim hewan
berdarah dingin pada suhu 25oC.

Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim


pH
Semua enzim peka terhadap
perubahan pH, dan nonaktif pada
lingkungan pH sangat rendah
(asam kuat) dan pH tinggi (basa
kuat). Contoh, enzim pepsin
memiliki pH optimum 2,
sedangkan enzim tripsin
memiliki pH optimum 8,5

Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim


Konsentrasi Enzim,
Substrat dan Kofaktor
Jika pH dan suhu suatu sistem
enzim adalah konstan, dan
jumlah substrat berlebihan,
maka laju reaksi adalah
sebanding dengan jumlah enzim
yang ada. Sebaliknya jika pH,
suhu dan konsentrasi enzim
konstan, maka laju reaksi adalah
sebanding dengan jumlah
substrat. Jika sistem enzim
memerlukan suatu koenzim atau
ion kofaktor , konsentrasi
subsrat dapat menentukan laju
keseluruhan sistem enzim.

Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim


Inhibitor Competitive
Inhibition

Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim


Inhibitor Competitive
Inhibition

Persamaan Lineweaver-Burk
Dari persamaan Michaelis-Menten :

Maka disusun ulang menjadi persamaan LineweaverBurk :

Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim


Inhibitor Competitive
Inhibition

Lineweaver-Burk Plot

Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim


Inhibitor Non-Competitive
Inhibition

Non-Competitive Inhibition
Sebuah inhibitor non-kompetitif bereaksi dengan
kompleks enzim-substrat, dan memperlambat
laju reaksi untuk membentuk kompleks enzimproduk

Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim


Inhibitor Non-Competitive
Inhibition
Ilustrasi Reaksi yang Terjadi

Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim


Inhibitor Uncompetitive
Inhibition

Pada uncompetitive
inhibisi, inhibitor hanya
mengikat kompleks ES

Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim


PLOT LINEWEAVER-BURK INHIBITOR
UNCOMPETITIVE

Inhibitor uncompetitive
menurunkan Km dan Vmaks
Menurunnya nilai Km
disebabkan oleh besarnya
afinitas enzim terhadap
substrat
Sedangkan menurunnya nilai
Vmaks disebabkan oleh
adanya inibitor yang berikatan
dengan kompleks enzimsubstrat
Sehingga kecepatan reaksi
enzim berkurang

Klasifikasi Enzim

Menurut IUBMB (International


Union of Biochemistry and
Molecular Biology), enzim-enzim
dikelompokkan menjadi 6 golongan
atau kelas, dimana masing-masing
kelas ini dikelompok-kelompokkan
lagi menjadi beberapa subkelas.

Klasifikasi Enzim

Klasifikasi Enzim

Klasifikasi Enzim
1. Kelas Oksidoreduktase
Contoh enzim
: Alcohol dehydrogenase
Contoh inhibitor
: 7,10 phenanthroline
Mekanisme reaksi
: a primary alcohol + NAD+ = an aldehyde +
NADH + H+
Peran di dalam tubuh : untuk mengkatalisis pengambilan atom
hydrogen dari suatu senyawa, baik dehidrogenase atau oksidase.

2. Kelas Transferases
Contoh Enzim
: Methionine synthase
Contoh Inhibitor
: ZL 031
Mekanisme reaksi
: 5-methyltetrahydrofolate + L-homocysteine
= tetrahydrofolate + L-methionine
Peran di dalam tubuh : Enzyme yang mengkatalisis reaksi
pemindahan suatu gugus dari suatu senyawa kepada senyawa lain.

Klasifikasi Enzim

3. Kelas Hidrolase
Contoh Enzim
: Cellulase
Contoh Inhibitor
: 2,4-dinitrophenol
Mekanisme reaksi
: Celluohexaose + H2O = 2 cellotriose
Peran di dalam tubuh : Enzim yang berperan sebagai katalis
pada reaksi hidrolisis baik pemecahan ester glikosida dan
peptide.
4. Kelas Liase
Contoh Enzim
Contoh Inhibitor
enoic acid
Mekanisme reaksi

: Carbonate dehydratase
: (2E) 4 methoxy 4 oxobut 2
: H2CO3 = CO2 + H2O

Klasifikasi Enzim

5. Kelas Isomerase
Contoh Enzim
: DNA Topoisomerase
Contoh Inhibitor
: ( + ) iso corydine
Mekanisme reaksi
: ATP + independent breakage of single
strand ed DNA, followed by passage and rejoining
6. Kelas Ligase
Contoh Enzim
: Acetone Carboxylase
Contoh Inhibitor
: ( + ) - p [ 1 ( p text butylpheny) ] 2
oxo 4 pyrro
Mekanisme reaksi
: ATP + acetyl CoA + HCO3 - + H+ = ADP +
phosphate + malonyl - CoA

Aktivasi Enzim

Aktivasi
Enzim

konversi dari bentuk tidak aktif


dari enzim melalui aktivitas
metabolisme untuk menghasilkan
enzim yang aktif. Konversi ini
dapat berupa
1) aktivasi oleh ion (aktivator);
2) aktivasi oleh kofaktor (koenzim);
dan
3) konversi prekursor enzim
(proenzyme atau zymogen) ke
enzim aktif.
Sumber: http://www.biology-online.org/

Aktivitas Enzim
Aktivitas Enzim

Kinetika Enzim

kemampuan enzim dalam


membantu reaksi kimia
Kemampuan enzim ini dapat dihitung dengan mengukur jumlah produk yang
terbentuk, atau dengan menghitung kurangnya substrat dalam satuan waktu
tertentu. Selain itu, dapat juga dihitung dengan peningkatan atau penurunan
koenzim. Menghitung jumlah substrat, produk, atau koenzim di laboratorium
tidak mudah karena jumlahnya yang sangat sedikit. Oleh karena itu, praktik
menghitung aktivitas enzim adalah dengan mengukur perubahan absorbans
dalam satuan waktu, pH, dan suhu tertentu sewaktu reaksi berjalan.

Aktivitas Enzim
Calculation
Unit aktivitas enzim (Unit of Enzyme Activity):
Digunakan untuk mengukur total unit aktivitas dalam
volume tertentu larutan.
Aktivitas spesifik (Specific Activity):
Digunakan untuk mengikuti peningkatan kemurnian
dari enzim melalui beberapa langkah prosedural.

Aktivitas Molekul (Molecul Activity):


Digunakan untuk membandingkan aktivitas dari enzim
yang berbeda. Juga disebut turn-over number (TON =
kcat)

Aktivitas Enzim
Calculation
Classical units:
Unit of enzyme activity:
mmol substrate transformed/min = unit
Specific activity:
mmol substrate/min-mg E = unit/mg E
Molecular activity:
mmol substrate/min- mmol E = units/mmol E

Aktivitas Enzim
Calculation
New international units:
Unit of enzyme activity:
mol substrate/sec = katal
Specific activity:
mol substrate/sec-kg E = katal/kg E
Molecular activity:
mol substrate/sec-mol E = katal/mol E

Aktivitas Enzim
Calculation
CONTOH SOAL 1

The rate of an enzyme catalyzed reaction is 35


mol/min at [S] = 10-4 M, (KM = 2 x 10-5).
Calculate the velocity at [S] = 2 x 10-6 M.
Work the problem.

Aktivitas Enzim
Calculation
CONTOH SOAL 1
The rate of an enzyme catalyzed reaction is 35
mol/min at [S] = 10-4 M, (KM = 2 x 10-5).
Calculate the velocity at [S] = 2 x 10-6 M.
First calculate VM using the Michaelis-Menton eqn:
VM [S]
VM (10-4)
VM (10-4)
v = --------, so: 35 = ------------------ = -------------KM + [S]
2 x 10-5 + 10-4
1.2 x 10-4

Aktivitas Enzim
Calculation
CONTOH SOAL 1

VM = 1.2(35) = 42 mmol/min; then calculate v:


42 (2 x 10-6)
84 x 10-6
v = ------------------------ = ------------ = 3.8 mmol/min
2 x 10-5 + 2 x 10-6
22 x 10-6

Aktivitas Enzim
Calculation
CONTOH SOAL 2
Ten micrograms of carbonic anhydrase (MW = 30000) in the
presence of excess substrate exhibits a reaction rate of
6.82 x 103 mol/min.
At [S] = 0.012 M the rate is 3.41 x 103 mol/min.
a. What is Vm ?
b. What is KM ?
c. What is k2 (kcat) ?
Work these.

Aktivitas Enzim
Calculation
CONTOH SOAL 2

a. The rate in presence of excess substrate is Vmax


so:
Vmax = 6.86 x 103 mol/min.
b. At [S] = 0.012 M the rate is 3.41 x 103 mol/min which is
Vmax so:
KM = 0.012 M.
This may also be determined using the
Michaelis-Menton equation

Aktivitas Enzim
Calculation
CONTOH SOAL 2

c. Divide Vmax by mol of ET to find kcat.


kcat = 2.05 x 107 min-1

Terimakasih