Anda di halaman 1dari 4

Metamorfisme Lokal dan Regional

a.

Metamorfisme Lokal
Jenis ini penyebaran metamorfosanya sangat terbatas hanya beberapa kilometer
saja.Termasuk dalam tipe metamorfosa ini adalah:

Metamorfisme Kontak/Thermal

Terjadi pada batuan yang terpanasi oleh intrusi magma yang besar. Pancaran panas tersebut
akan semakin menurun bila semakin jauh dari tubuh intrusinya. Hal iniberakibat adanya
perbedaan pengaruh suhu pada batuan sampingnya antara bagianyang dekat dengan tubuh
intrusi dan yang lebih jauh. Tentunya demikian juga dengan hasil perubahan mineraloginya.
Zona aureole yang melingkari tubuh intrusimerupakan gambaran ada perubahan tersebut.

Metamorfisme Kataklastik

Yaitu metamorfosa yang diakibatkan oleh kenaikan tekanan. Tekanan yang berpengaruh
disini ada dua macam, yaitu: hidrostatis, yang mencakup ke segala arah; dan stress, yang
mencakup satu arah saja. Makin dalam ke arah kerak bumi pengaruh tekanan hidrostatika
semakin besar. Sedangkan tekanan pada bagian kulit bumi yang dekat dengan permukaan
saja, metamorfosa semacam ini biasanya didapatkan di daerah sesar/patahan.

b. Metamorfisme Regional
Tipe metamorfosa ini penyebarannya sangat luas, dapat mencapai beberapa ribu
kilometer. Termasuk dalam tipe ini adalah:

Metamorfisme Regional Dinamotermal

Sering dikaitkan dengan jalur orogenesa. Kenyataan menunjukkan bahwa pada jalur tersebut
dijumpai penyebaran batuan metamorf yang luas yang disebabkan oleh beberapa kali proses
orogenesa. Artinya bahwa beberapa diantaranya telah terbentuk oleh satu kali atau lebih
metamorfisme se.belumnya. Berbeda dengan metamorfisme kontak, metamorfisme regional
dinamotermal

berlangsung

berkaitan

dengan

gerak-gerak

penekanan

("penetrative

movement"). Hal ini dibuktikan dengan struktur sekistositas. Jika metamorfisme termal
terjadi pada tekanan rendah antara 100 sampai 1000 bar atau mencapai 3000 bar ( terjadi
pada kedalaman 11 - 12 -km ), maka metamorfisme regional dinamotermal terjadi dalam
pengaruh tekanan antara, paling tidak 2000 sampai 10.000 bar. Hal ini akan memperlihatkan
perbeqAan fabrik batuan pada kedua metamorfisme tersebut. Suhu yang berpengaruh pada
keduanya umumnya sama dimulai diatas 150 C sampai maksimum sekitar 800 C.

Metamorfisme Beban

Tidak berkaitan dengan orogenesa atau intrusi magma. Suatu sedimen pada cekungan yang
dalam akan terbebani oleh material di atasnya. Suhunya, bahkan sampai pada kedalaman
yang besar, lebih rendah dibandingkan pada metamorfisme dinamotermal, berkisar antara
400 - 45oC. Gerak - gerak penetrasi yang menghasilkan sekistositas hanya aktif secara
setempat, jika tidak biasanya tidak hadir. Oleh karena itu fabrik batuan asal tetap tampak
sedangkan yang berubah adalah komposisi mineraloginya. Perubahan metamorfismenya tidak
teramati secara megaskopis tetapi hanya terlihat pada pengamatan sayatan tipisnya di bawah
mikroskop. Metamorfisme beban memperlihatkan batuan-batuannya mengandung Seolit
CaA1 laumontit dan lawsonit disatu pihak dan mengandung glaukopan dan jadeit dipihak
lain. Keduanya terbentuk pada kondisi suhu yang dianggap sama, perbedaan itu lebih
cenderung diakibatkan oleh adanya tekanan yang tinggi sampai sangat tinggi.

Metamorfisme Lantai Samudera

Batuan Penyusunnya merupakan Material baru yang dimulai pembentukannya di punggungan


tengah samudera. Perubahan Mineralogi dikenal juga metamorfsime hidrothermal. Dalam hal
ini larutan Panas/gas memanasi retakan-retakan batuan dan menyebabkan perubahan
mineralogi batuan sekitarnya. Metamorfisme semacam ini melibatkan adanya penambahan
unsur dalam batuan yang dibawa oleh larutan panas dan lebih dikenal dengan
metasomatisme.

http://khariswiratama.blogspot.com/2013/10/metamorfisme-lokal-dan-regional.html