Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

(Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teknologi Polimer)

Topik Pembahasan :

CALENDERING
Dikerjakan oleh:
Mohamad Abdur Rohman NIM: 09/281522/TK/35040
Wildan Mumtaz Muttaqie NIM: 09/281546/TK/35050
Surya Andika Putratama

NIM: 10/298142/TK/36609

Ferdana Eldriansyah

NIM: 11/313055/TK/37772

Damasus Ario Nugroho

NIM: 11/319085/TK/38218

Dosen Mata Kuliah:


Ir. Wahyu Hasokowati, MASc.

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2013
i

DAFTAR ISI

A. PENDAHULUAN, (1)
B. PROSES PEMBUATAN, (2)
2.1. Mekanisme Calendering, (2)
2.2. Perbandingan Mekanisme dengan proses lain sejenis untuk membuat produk sama,(5)
2.3. Kelebihan dan Kekurangan Proses Kalendering, (6)
C. JENIS DAN MACAM ALAT CALENDERING, (6)
3.1. Jenis atau Tipe Alat Calendering, (6)
3.2. Machine Calenders, (7)
D. APLIKASI DI INDUSTRI, (10)
E. DAFTAR PUSTAKA, (11)

ii

CALENDERING
A. PENDAHULUAN
Calendering adalah sebuah proses dimana lembaran lembaran dari material
thermoplastik dibuat dengan cara melewatkan polimer halus yang dipanaskan diantara dua
buah rol atau lebih. Biasanya roll untuk pengerjaan lembaran ini terdiri dari 4 5 roll
utama. Susunan roll tersebut ada bermacam-macam yaitu susunan I,L,F, dan Z.
Dalam proses calendering, plastik dibuat menjadi gulungan antara dua rol yang
membuatnya ke sebuah yang kemudian lewat sekitar satu atau lebih tambahan gulungan
sebelum melepas sebagai film berkelanjutan. Kain atau kertas dapat diberi umpan melalui
gulungan yang terakhir, sehingga mereka menjadi diresapi dengan plastik.
Thermoplastik dilelehkan pada ekstruder kemudian di ekstruksi keluar. Plastik dalam
keadaan leleh ditempatkan diantara bantalan rol dan dirol untuk membentuk menjadi
lembaran. Plastik yang diektrusi ini dipindahkan pada ban berjalan dan di roll awal.
Bantalan rol tersebut dalam keadaan panas, dan menjaga keadaan plastik dalam keadaan
bentuk yang semi-leleh sehingga memungkinkan untuk di rol dalam bentuk yang lebih
tipis sebagaimana dihasilkan dari roller tersebut yang posisinya semakin dekat dan
semakin dekat satu sama lainnya. Dari roll ini dipindahkan pada ban berjalan lagi, dibawa
pada alat pengaduk, keluar dari alat ini, dipindahkan lagi dengan ban berjalan ke mesin
rollnya.
Di mesin ini thermoplastik di roll sesuai dengan ukuran yang diinginkan dan
dilakukan pada roll penarik. Apabila ketebalan lembaran sudah sesuai dengan kriteria,
kemudian didinginkan pada roll pendingin dan kemudian digulung. Contoh Produk dengan
proses Calendering : Pembuatan lembaran untuk jas hujan; lembaran palstik untuk alas
tidur bayi ; lembaran plastic yang digunakan di rumah-rumah; cover seat plastik.
Sehingga proses ini sangatlah menarik untuk diketahui terutama cara pembuatanya
secara detil yang mendatangkan kemanfaatan dalam skala industri bidang teknik kimia.
B. PROSES PEMBUATAN
2.1. Mekanisme Calendering:
1. Proses Penyempurnaan Awal, meliputi :

Proses Pembakaran Bulu


Bulu-bulu pada kain timbul karena adanya tegangan-tegangan dan gesekan
pada benang lusi dalam proses pertenunan. Pada proses penyempurnaan tekstil
1

bulu dapat mempengaruhi kualitas / mutu hasil proses, baik pada proses
merserisasi, pencelupan, maupun pengecapan sehingga bulu tersebut perlu
dihilangkan dengan proses pembakaran bulu.
Pembakaran bulu dapat dilakukan dengan beberapa macam mesin seperti
mesin bakar bulu plat, silinder, dan pembakar bulu gas.

Penghilangan Kanji (Desizing)


Proses penghilangan kanji (Desizing) bertujuan untuk menghilangkan kanji
yang terdapat pada bahan yang berasal dari pertenunan. Proses ini merupakan
proses awal dalam industri penyempurnaan tekstil. Benang lusi kain tenun biasanya
dikanji untuk menambah kekuatannya agar permukaan benang licin dan tahan
gesekan serta tarikan. Pemilihan jenis kanji yang dipakai ditentukan oleh jenis
serat.

Pemasakan (Scouring dan Degumming)


Untuk memperoleh bahan tekstil yang bersih dari kotoran alami dan kotoran
luar sehingga meningkatkan daya serap pada seluruh permukaan bahan secara
merata serta menghilangkan zat-zat yang merupakan kotoran serat dan zat lainnya
yang dapat mengganggu proses selanjutnya.

Pengelantangan (Bleaching)
Untuk menghilangkan kotoran-kotoran organik yang terwujud sebagai
pigmen-pigmen warna alami. Pigmen-pigmen wama alami ini tidak bisa hilang
hanya dengan proses pemasakan saja, tetapi harus dangan proses pengelantangan.

Merserisasi (Mercerizing)
Merserisaisi dapat didefinisikan sebagai pengolahan kapas dengan larutan
25% NaOH sehingga kapas itu menyusut dan menjadi lebih berat, kuat, dan tebal,
serta mudah diberi warna (memiliki daya serap yang tinggi)
Proses merserisasi secara umum yaitu : menambah daya serap terhadap zat
warna; menambah kilap (kain); menambah sifat pegangan yang lembut (soft);
menambah kerataan dan kestabilan (kain), dan menambah kekuatan.

Heat-setting
Suatu proses pemantapan terhadap kain (pada umumnya) yang terbuat dari
serat termoplastik menggunakan panas dengan tujuan untuk mestabilkan dimensi.
Prosesnya dilakukan dengan pemanasan pada temperatur tinggi sambil dikontrol
dimensinya menggunakan stenter, lalu didinginkan dengan segera. Polimer dari
serat sintetik yang baru dihasilkan melalui proses pemintalan, distribusi
2

molekulnya belum terorientasi sempurna sehingga tidak dapat digunakan sebagai


bahan pakaian. Untuk itu diperlukan penarikan sehingga molekul tersebut
terorientasi sempurna yaitu sejajar satu terhadap lainnya dan kompak. Dengan heat
setting kondisi tersebut dapat dicapai.
2. Proses Penyempurnaan Akhir
Hal ini bertujuan untuk memperbaiki, meningkatkan kualitas dan daya pakai
bahan melalui perbaikan kenampakan, stabilitas dimensi, pegangan (Handfeel)
perbaikan sifat khusus/daya guna sehingga penggunaan bahan lebih luas.
Aspek bahasanya adalah pada Penyempurnaan Calendering. Penyempurnaan
kalender dimaksudkan untuk memperoleh kain dengan permukaan rata, halus dan
berkilau. Hasil yang baik akan diperoleh apabila kain dalam keadaan plastik, yaitu
dalam keadaan lembab dan panas.
Mesin kalender umumnya terdiri atas satu pasang rol (nip) atau lebih, dimana
salah satunya harus lebih lunak dari yang lain agar dapat menampung bagian kain
yang lebih tebal dari bagian lainnya. Rol ini disebut rol lunak dan terbuat dari rol
logam dan terbungkus kain atau kertas padat. Jumlah rol pada mesin kalender
bervariasi dari dua hingga tujuh buah yang diatur sedemikian rupa untuk mendapatkan
efek penyempurnaan yang bervariasi.
Kalender dua, tiga dan lima rol masing-masing terdiri dari satu rol logam dan
sisanya rol lunak. Sedangkan kalender tujuh rol terdiri dari dua rol logam dan lima rol
lunak. Kalender yang terdiri dari tiga, lima dan tujuh rol biasanya disebut kalender
universal. Pada umunya rol logam digerakkan secara aktif, sedangkan rol lunak
bergerak pasif akibat gesekan dengan rol logam.
Rol logam memiliki permukaan licin dengan lubang dibagian tengahnya untuk
pemanasan. Diameternya lebih kecil daripada rol lunak. Efek penyempurnaan
kalender dapat bersifat sementara maupun tetap, tergantung dari jenis proses-proses
penyempurnaan sebelumnya dan juga jenis serat dari kain yang dikerjakan.
Beberapa contoh efek kalender dan proses penyempurnaan kalender dapat dilihat
pada gambar berikut :
1.

Efek maat, yaitu efek permukaan kain rata namun tidak begitu berkilau, benangbenangnya pun tidak begitu pipih, yang diperoleh dengan melewatkan kain
diantara rol-rol lunak saja.

2.

Efek swizzing, yaitu efek permukaan kain rata dan berkilau dengan benangbenang pipih, yang diperoleh jika kain dilewatkan pada semua rol kalender.
3

Pada kalender tertentu rol yang satu berputar lebih cepat dari yang lainnya.
Biasanya kecepatan putar rol logam 1,5 hingga 2 kali putaran rol lunak. Kalender
semacam ini disebut kalender friksi (friction calender), mesin ini tidak memakai
energy uap panas dan mampu menghasilkan kilau lebih tinggi. Peningkatan friksi
akan menghasilkan kilau lebih tinggi lagi, tetapi kenampakan dan pegangan kain
menjadi seperti kertas. Gambar dibawah ini menunjukkan mesin kalender friksi.
Efek-efek pengerjaan kalender lainnya adalah glazing, cireing dan moireing :
1.

Glazing, yaitu efek permukaan kain yang sangat halus, licin dan berkilau yang
diperoleh bila kain dikerjakan dengan resin terlebih dahulu. Chintz adalah salah
satu contoh kain hasil glazing. Untuk keperluan ini sering digunakan kalender
friksi.

2.

Cireing. Cire berasal dari kata perancis yang berarti licin dan digunakan sebagai
istilah untuk kain dengan kenampakkan seperti basah hasil penggosokan tinggi
dimana kain sebelumnya dicelupkan kedalam lilin atau bahan termoplastik lain.

3.

Moireing, yang juga berasal dari kata prancis yang berarti berair, adalah
penyempurnaan yang menghasilkan kenampakkan seperti riak gelombang pada
permukaan air. Efek ini diperoleh dengan melewatkan dua helai kain rib (yang
dijahit pinggir-pinggirnya) secara bersamaan diantara rol-rol kalender dengan
tekanan tinggi (8-10 ton) sehingga motif rib pada lapisan atas akan menekan
lapisan bawah dan sebaliknya. Bidang-bidang rib yang datar akan memantulkan
cahaya lebih banyak dan menimbulkan sesuatu kekontrasan dengan bidang yang
tidak datar.
Kalender moire juga digunakan untuk mendapatkan corak riak-air (waterwarked) pada kain sutera beranyaman rib dan kain wol. Demikian pula pada kain
dari serat selulosa asetat. Corak riak air tersebut dapat bersifat setengah
permanen. Cara lain untuk mendapatkan corak riak air adalah dengan
menggunkan kalender embossing.

Beberapa jenis mesin kalender lainnya dikenal antara lain adalah kalender Schreiner
atau Simili, Embossing, Palmer dan mesin kalender untuk kain rajut.
Tabel 1. Perbedaan Keempat Mesin Kalender Yang Telah Dikenal.
No
1

Nama
Mesin
Schreiner
atau Simili

Efek/Tujuan Mesin

Komponen/Proses Mesin

Efek sutera (silk finish) kain


jadi berkialu seperti sutera.
Tidak permanen, tambahkan

Terdiri dari 1 rol logam dan 1 rol


lunak. Rol logamnya memiliki
permukaan beralur dengan arah
4

resin (permanen). Biasanya


diagonal dan kerapatan 125-500
dilakukan untuk serat
garis/inci.
selulosa alam.
Embossing
Efek dari mesin ini adalah
Terdiri dari 1 rol logam dan 1 rol
atau
menghasilkan motif timbul
lunak. Dimana rol logamnya
Pahatan
pada permukaan kain.
memiliki motif timbul untuk
Biasanya dilakukan untuk
menghasilkan motif pada kain
serat sintetik yang bersifat
yang akan dikerjakan.
peka terhadap panas (bersifat
permanen).
Palmer
Efeknya kain menjadi kering Kain dilewatkan diantara tambur
dengan permukaan rata
yang dipanaskan dan felt tak
(meski barangnya tidak
berujung yang berjalan bersamamenjadi pipih), berkilau dan
sama kain. Felt berfungsi
pegangan penuh (full
menekan kain pada tambur
handle). Mesin ini bias
sekaligus menahan air agar
digunakan untuk kain-kain
diakhir proses kain tidak menjadi
ringan, serat nilon atau serat
terlalu kering.
sintetik lainnya.
kalender
Berfungsi untuk meratakan Kain mula-mula dilewatkan pada
untuk
permukaan kain dan
suatu alat pengatur lebar lalu
Kain Rajut mengatur diameter kain rajut
pada sederetan rol-rol, dimana
(yang biasa berbentuk tubuar) pada dua rol yang pertama kain
untuk memudahkan
berada diantara rol dan felt serta
penanganannya dalam proses menerima perlakuan panas. Pada
konfeksi.
rol ketiga kain diberi teknanan
untuk mendapatkan permukaan
yang rata.

2.2. Perbandingan Mekanisme dengan proses lain sejenis untuk membuat produk sama
Proses lain sejenis untuk membuat produk yang sama:
Penyempurnaan Pengampelasan (Peach Finish)
Pengampelasan bahan tekstil atau emerizing dimaksudkan untuk mendapatkan
bahan yang lembut, menyerupai wol, pegangan (langsai) yang baik, memberikan efek
tebal pada kain flannel, dan juga menimbulkan efek peachskin. Proses
penyempurnaan ini diutamakan untuk bahan yang terbuat dari serat mikro (halus) atau
microfiber maupun serat-serat alam seperti kapas dan wol untuk memperbaiki sufatsifatnya.
Dari jumlah rolnya mesin pengampelas terbagi menjadi dua jenis, yaitu mesin rol
tunggal (single roll) dan rol banyak (multi rolls). Masing-masing memiliki kelebihan
dan kekurangannya masing-masing.
Faktor-faktor yang menentukan hasil pengampelasan adalah jenis mesin yang
digunakan, bentuk rol pengampelasan, ukuran butiran pengampelasan, tegangan kain,
5

besar-kecilnya sudut kontak antara permukaan kain dan rol pengampelasan, serta
perlengkapan pembantu.
Pengampelasan dapat menghasilkan efek beludru dengan bulu-bulu yang sangat
halus pada permukaan kain yang berasal dari serat-serat yang menonjol yang
terampelas. Bergantung pada ukuran butiran efek yang dihasilkan bisa halus, lembut
ataupun kasar. Umumnya pengampelasan dilakukan mula-mula dengan rol
pengampelas yang relative kasar dan dilanjutkan dengan yang lebih halus. Untuk
bahan-bahan microfiber didapatkan bahwa pengampelasan dengan arah berlawanan
memberikan hasil yang lebih baik.
2.3. Kelebihan dan Kekurangan proses calendering
Kelebihan proses Calendering:

Menghasilkan distribusi ketebalan film atau lembaran yang seragam dan tepat

Unggul dalam produksi produk karena berkualitas tinggi dan kapasitas besar

Kelemahan proses Calendering:

Membutuhkan investasi modal yang besar pada saat instalasi

C. JENIS DAN MACAM ALAT CALENDERING


3.1 Jenis atau Tipe Alat Calendering
Ada 3 tipe dasar dalam pembagian jenis alat kalendering : tipe I, tipe L, dan tipe Z
Tipe I

Gambar 1. Roller setup in a typical 'I' type calender


Tipe I, seperti dapat dilihat pada Figure 1, jenis kalender standar seperti tipe ini telah
dipergunakan selama bertahun-tahun. Tipe ini dapat dibangun dengan menumpuk
beberapa roller dalam satu tumpukan. Tipe jenis ini sudah dianggap tidak terlalu ideal
karena aliran material antar roller kurang halus.
Tipe L

Gambar 2. Roller setup in a typical inverted 'L' type calender


Tipe L seperti dapat dilihat seperti pada Figure 2. Jenis tipe ini menjadi lebih populer dank
arena beberapa roller pada 90o dengan yang lain dan membutuhkan gaya yang lebih
sedikit. Kalender tipe L ini seringkali digunakan untuk memproses rigid vinyls dan model
kalender inverted tipe L biasanya digunakan untuk flexible vinyls.
Tipe Z

Gambar 3. Roller setup in a typical 'Z' type calender


Kalender tipe Z menempatakan masing-masing pasang roller pada sudut yang tepat
dengan pasangan roller yang lainnya. Ini berarti bahwa gaya masing-masing pasang roller
tidak saling mempengaruhi secara individu terhadap roller yang lainnya. Kemampuan lain
dari kalender tipe Z ini adalah kehilangan panas yang lebih sedikit pada permukaan
lembaran karena seperti dapat terlihat pada Figure 3 lembaran hanya berjalan putaran
roller untuk berada diantara roller. Kebanyakan tipe lain berjalan sekitar putaran roller
3.2. Machine Calenders

Gambar 4. Machine Calender


7

Machine calenders terdiri dari 2 atau lebih hard roll dan secara praktis selalu terpasang
secara on-line. Ini secara umum digunakan untuk kertas yang hanya membutuhkan
moderate finishing atau untuk pre kalendering dari proses untuk mendapatkan tingkat
kilap dan kelembutan yang lebih tinggi.
Embossing Calenders
Tujuan dari embossing ini adalah untuk mendapatkan kertas yang memiliki motif 3
dimensi yang timbul. Terdapat tiga jenis metode embossing yang berbeda yaitu, matrix
embossing, flatback embossing and union embossing.

Gambar 5. Embossing Calendar


Supercalenders

Gambar 6. Supercalenders
Supercalenders adalah mesin kalender multi roll. Roll yang digunakan bersifat keras dan
elastis. Jenis ini biasa digunakan untuk bahan yang terdiri dari banyak lembaran kertas
khusus meluncur ke poros baja, dikompresi dengan kekerasan yang diperlukan dan
kemudian dikunci.
8

Modern Multinip-calenders

Gambar 7. Multinip-calenders
Multinip-calenders mirip dengan fungsi supercalenders. Perbedaan utama adalah bahwa
roll digantikan oleh roll berlapis polimer. Akibatnya, modern multinip-calenders dapat
diinstal on-line dan dapat menjalankan dua kali lebih cepat supercalenders dan dengan
suhu permukaan yang lebih. Saat ini, ada tiga desain kalender yang memanfaatkan
teknologi baru (Janus MK 2 kalender dari Voith, Prosoft kalender dari Kusters, dan
OptiLoad yang kalender dari Metso). Tumpukan roll yang ada tidak lagi disusun secara
vertikal tetapi miring pada sudut 45 menawarkan keuntungan operasional dan teknologi.
Friction Calenders

Gambar 8. Friction Calenders


9

Tujuan dari frictions calendering adalah untuk memberikan kilap ke kertas. Gesekan
calenders adalah mesin nip tunggal atau ganda di mana semua gulungan didorong secara
terpisah pada kecepatan yang berbeda dengan 10-30%. Mereka terutama digunakan untuk
mengkilapkan kartu bermain.
D. APLIKASI DI INDUSTRI
Pemanfaatan:

Major plastic material is PVC

Also produced are:

Wall coverings

Upholstery fabrics

Reservoir linings

Agricultural mulching materials

Rubber sheet

Rubber
Made by a combination of extrusion and calendering

roller die process

Better quality products than single process

Industrial process used to produce:


Car tires
Conveyer belts
Inflatable rafts
Waterproof cloth tents
Rain coats

Calenders can also be applied to materials other


than paper when a smooth, flat surface is desirable,
such as cotton, linens, silks, and various man-made
fabrics
and
polymers
such
as vinyl and ABS polymer sheets, and to a lesser
extent HDPE, polypropylene and polystyrene.
The calender is also an important processing machine in the rubber industries,
especially in the manufacture of tires, where it is used for the inner layer and fabric layer.
Calendering is also used in the production of certain types of secondary battery cells
(such as spirally-wound or prismatic Lithium-ion cells) where it is used to achieve uniform
thickness of electrode material coatings on current collector foils.

10

E. DAFTAR PUSTAKA
Vlacchopoulos, J. and E. Mitsoulis. 1987. Fluid Flow and Heat Transfer in
Calendering. pp. 79-101. Department of Chemical Engineering, McMaster
University, Hamilton, Ontario, Canada.
http://fetweb.ju.edu.jo/staff/che/ymubarak/Polymers-lectures/lecture122005.pdf diakses
pada tanggal 3 Desember 2013.
http://in.materials.drexel.edu diakses pada tanggal 3 Desember 2013.
http://www.idspackaging.com/common/paper/Paper_320/calendering_wp.pdf
pada tanggal 3 Desember 2013.

diakses

http://www.metal.ntua.gr/uploads/3798/751/D1.pdf diakses pada tanggal 3 Desember


2013.
http://www.youtube.com diakses pada tanggal 3 Desember 2013.

11