Anda di halaman 1dari 5

8.

Penghantaran Obat melalui paru paru


Penghantaran obat melalui paru paru digunakan untuk mengobati jalan nafas,
untuk lokal seperti obat anti asthma. Paru paru juga digunakan untuk menghantarkan
obat kedalam sirkulasi sistemik, dan efeknya pada bagian tubuh tertentu.
8.1. Keuntungan dan kerugian penghantaran obat melalui paru paru
Obat efek lokal, keuntungan :
Dosis yang diperlukan untuk menghasilkan efek farmakologis dapat dikurangi ( dari
dosis oral )
Konsentrasi rendah dalam sirkulasi sistemik mengurangi efek samping sistemik
Onsfet of action yang cepat
Menghindari reaksi saluran cerna dan metabolisme hati
Kerugian :
Efek samping lokal
Pasien tidak dapat menggunakan alat dengar benar

Obat obat Efek sistemik


Untuk obat sistemik yang akan rusak bila melalui saluran cerna mempunyai beberapa
Keuntungan :
Paru paru mempunyai area permukaan ang luas untuk absorbsi obat
Permeabilitas membrane paru paru terhadap molekul obat lebih tinggi daripada usus
kecil dan route mukosa lainnya
Mempunyai vaskularitas tinggi yang mempercepat absorbsi dan onset of action
Paru paru lebih baik terhadap obat protein dan peptide daripada saluran cerna
Kerugian :
Paru paru tidak siap untuk penghantaran obat
Alat untuk aerosol mungkin susah digunakan
Banyak faktor yang mempengaruhi reprodusibilitas penghantaran obat melalui paru
paru, termasuk variable fisiologis dan farmaseutik
Absorbsi obat dihalangi oleh lapisan mucus dan interaksi obat mukus
Mucociliary clearance mengurangi waktu retensi obat dalam paru - paru

8.2. Teknologi untuk penghantaran obat melalui paru paru

Untuk astma misalnya berupa aerosol, yaitu sisitm koloid bahan padat/cair dalam gas.
Ada 3 kategori aerosol untuk terapi inhalasi :
Nebulizer
Pressurized metered-dose inhaler (pMDI)
Dry powder inhaler (DPI)
Nebulizer

Nebulizer ialah alat yang mengubah larutan atau suspensi micronized obat kedalam
bentuk aerosol untuk inhalasi.
Pressurized metered-dose inhaler (pMDI)
Merupakan bentuk sediaan obat berganda yang dilengkapi dengan katup pengukur
dosis yang berhubungan dengan propellant.
Dry powder Inhaler
Alat ini menghantarkan obat dalam bentuk serbuk kering aerosol. Kentungan DPI
dibandingkan dengan pMDI adalah :
Tidak menggunakn propellant
Menghilangkan koordinasi pasien dari aktuasi dan inhalasi pMDI
Pertikel bergerak dengan kecepatan rendah, kehilangan obat pada tenggorokan.

3. Perkembangan penghantaran obat parental


3.1. Keterbatasan obat parental konvesional
Beberapa keterbatasan penghantaran obat parental konvesional, dimana pembelian
secara intra vena dapat mengurangi indek terapi obat, seperti :
Distribusi
Metabolism
Eksresi
Beberapa obat tidak mempunyai sifat fisikokimia yang diinginkan untuk masuk kedalam
sel target, mungkin terlalu hidrofil, terlalu besar atau tidak dapat ditransportasikan oleh
sistim transport aktif. Sistim penghantaran obat dan penargetan membantu mengatasi
keterbatasan obat-obat konvesional dan meningkatkan kualitas obat.
3.2. Sistem penghantaran dan penargetan obat yang ideal
Antara lain :
Obat mempunyai target spesifik kepada sel atau jaringan target
Menjaga obat agar diluar organ, sel, atau jaringan yang bukan target
Meminimalisasi pengurangan kadar obat ketika mencapai target
Melindungi obat dari metabolism
Melindungin obat dari klirens dini
Menahan obat pada tempat kerja selama waktu yang dikehendaki
Memfasilitasi transport obat kedalam sel
Menghantarkan obat ke target intraselular
Harus biokompatibel, bioderadabel dan non-antigenik.
3.3. Komponen untuk penghantaran dan penargetan obat
Bagian Aktif (avtive moiety ) Untuk mencapai efek terapeutik.
Sistim pembawa (larutan atau partikulat ) Untuk pendistribusian obat yang baik, Untuk
melindungi obat dari metabolisme
3.4. Sistim pembawa partikulat

Pembawa yang larut (soluble carriers) termasuk antibodi dan polimer sintetik seperti
poly (hydroxyprophylymetacrylate), poly(lysine), poly(aspartic
acid),ly(vinylpyrrolidone). Banyak pembawa partikulat dibuat untuk penghataran dan
penargetan obat intravena.
Biasanya mempunyai 3 karakteristik :
Ukuran : minimum 0,002m
Semua biodegradabel
Obat yang bergabung dengan pembawa, kecepatan pelepasan obatnya dikontrol secara
difusi atau degradasi.
Makin kecil ukuran, makin mudah molekul berpindah secara pasif dari suatu
kompartemen ke lainnya, dimana pembawa dapat melalui endothelial dari sirkulasi
darah. Karakteristik pasti dari barrier continuous ini masih diselidiki, tapi jelas bahwa
ukuran partikulat yang lebih besar dari 10m tidak dapat melalui pori dari barier ini,
kecuali dalam hati, limpa dan sumsung tulang.
Mononecluar phagocyte systems (MPS), juga dikenal dengan reticuloendothelial
system (RES).
MPS terdiri dari :
Sel-sel tetap : makofag dalam hati (sel Kuppfer), limpa, paru-paru, sumsung tulang,
kalenjar getah bening.
Sel-sel bererak : monosit darah makofag jaringan, merupakan bagian dari sistim imun,
yang berfungsi :
1. Mengeluarkan dan mendustruksi bakteri
2. Mengeluarkan dan metabolisme protein terdenaturasi
3. Memproses dan menunjukan antigen
4. Menimbun koloid inert
5. Mencegah toksisitas dalam sel
3.5. Penargetan pasif dan aktif

Penargetan pasif (passive targeting)


Penargetan pasif menggunakan pola distribusi pasif (natural) dari pembawa obat dalam
tubuh dan tidak ada ligan. Organ utama dari akumulasi adalah hati dan limpa.
Penargetan pasif pada MPS(hati) menguntungkan situasi dibawah ini termasuk :
Pengobatan yang berhubungan dengan makofag : mikroba, virus/bakteri(leishmaniasis)
Pengobatan defisiensi enzim lisosom tertentu
Immunopotensiasi vaksin
Afktifasi dari macrofag, menambahkan sistim pembawa denganmacrophage-acitivating
agens seperti interferon , untuk melawan infeksi dan tumor.
Jika obat tidak dihancurkan oleh enzim lisis dari lisosom, obat dapat dilepaskan dalam
bentuk aktif dari kompartemen lisosom kedalam sitoplasma dan bahkan keluar dari
fagosit, menyebabkan sistem pelepasan obat yang diperpanjang. Untuk menghindari
makrofag, biasanya partikulat disalut dengan bahan tertentu seperti poly ethylene
glycol.

Penargetan aktif (active targeting )


Active targeting menggunakan ligan yang ditempelkan pada pembawanya, untuk
menghantarkannya ke sel, jaringan, atau organ yang spesifik. Sistem penghantaran ini
biasanya terdiri dari tiga bagian : pembawa, ligan dan obat.
Komponen sistem penghantaran dan pentargetan obat (SPPO)
Komponen SPPO
Tujuan
Zat Aktif
Mencapai efek terapeutik
Sistem Pembawa
Mendistribusikan obat dengan baik
Melindungi obat dari metabolisme
Melindungi obat dari clearance yang terlalu dini
Ligan *
Menghantarkan obat ke target yang spesifik.
Keuntungan pembawa partikulat antara lain :
Memiliki loading capacity yang cukup besar sehingga memungkinkan bagi obat-obat
yang berukuran molekul besar
Obat tidak berikatan secara kimia dengan pembawa
Tingkat perlindungan yang cukup dapat diberikan pada molekul obat yang dienkapsulasi
dalam pembawa.
Yakni ketidakmapuannya untuk melintasi barrier endotelial dan meninggalkan sistim
sirkulasi.

3.6. Pembawa Partikulat

Liposom
Liposom merupakan struktur vesicular yang terdiri dari satu atau lebih lidip bilayer yang
menyelubungi inti cari. Liposom dapat digunakan secara luas pada berbagai macam
obat, misalnya antitumor dan antimikroba, senyawa pengkelat, peptida, protein, dan
materi genetik. Komposisi bilayer bervariasi tergantung dari pemilihan komponen lipid.
Komponen lipid utama yang digunakan dalam sediaan liposom farmasetik yaitu
fosfatidilkolin. Komponen lainya yang juga digunakan secara luas yaitu fosfatidigleserol
dan fosfatidiletonalamin.
Liposom dapat diklasifikasikan berdasarkan komposisi dan aplikasinya secara in vivo,
yakni :
Liposom konvensional : bermuatan netral atau negatif, biasa digunakan untuk passive
targeting
Stealth liposome (liposom yang distabilkan secara sterik),di mana permukaannya disalut
bahan hidrofil, digunakan untuk memperpanjang waktu sirkulasi
Immunoliposome, dapat berupa konvensional atau yang distabilkan secara sterik, untuk
penargetan aktif, biasanya untuk anti kangker
Liposom kationik, bermuatan positif, untuk menghantarkan material genetic.

Polimerik Misel
Polimerik misel digunakan sebagai media perantara dalam sediaan injeksi yang
mengandung obat yang sulit larut dalam air, seperti paclitaxel, indometasin, amfoterisin
B, adriamisin, camphotecin, tamoxifen, dan dihidroterstosteren. Penggunaan polimerik
misel ini dapat meningkatkan keefektifan obat. Selain itu juga telah dikembangkan

dalam formulasi sediaan oral kelompok Kabanov. Polimerik misel disintesis dari
polietilenglikol (PEG) yang bersifat hidrofilik dan polilactic Acid (PLA) yang bersifat
hidrofobik akan membentuk inti yang dapat dengan mudah terdegradasi dan tidak
toksik.

Pembawa lipoprotein
Lipoprotein adalah sistim pembawa lipid endogen yang terdiri dari satu inti dan satu
lapisan tempat apolipoprotein ditemukan. Bahan lapisan lipid tersebut terdiri dari
kolesterol dan lipid lain (cholesterol ester, tricylglycerol dan phospholipid) yang di
transport dalam plasma dan cairan tubuh lain dalam bentuk lipoprotein. Ratio lipid
terhadap protein menunjukkan densitas perbedaan lipoprotein :
Chylomicron paling rendah densitasnya, tersusun hampir seluruh oleh lipid, ukuran
sekitar 10 90nm
VLDL, very low density lipoprotein, ukuran sekitar 30-90m
LDL, low density lipoprotein, ukuran sekitar 25m
HDL, high density lipoprotein, ukuran sekitar 10m