Anda di halaman 1dari 78

SISTEM SARAF DAN

FUNGSI INTEGRATIF
Dr. Berianto Agustian

Seorang wanita mengeluhkan tidak bisa


menutup satu matanya secara tiba2 sejak
satu hari yang lalu.keluhan disertai mulut
mengot ke kiri. Tidak ada riwayat
penurunan kesadaran sebelumnya.mual
muntah disangkal.

SISTEM SARAF

Termasuk sistem pengendali


Merupakan rangkaian organ yang kompleks membentuk
sistem terdiri dari jaringan saraf. Jaringan saraf tersebar
di seluruh jaringan tubuh.
Sistem informasi yang terintegrasi, berfungsi menerima
data, mengolahnya, menentukan respon dan memberi
perintah ke setiap organ tubuh untuk melakukan
tindakan yang penting demi keadaan homeostasis

Homeostasis : Pengaturan ketenangan internal dan pemeliharaan kondisi dalam tubuh meskipun terjadi perubahan pada
lingkungan sekitarnya.

PENDAHULUAN
Sistem saraf adalah sistem yang dibangun oleh
jaringan saraf yang terdiri atas neuron (sel saraf)
dan neuroglia (sel glia)
Sel saraf berfungsi sebagai penyelaras dan
pengontrol sistem-sistem tubuh
Terbagi dua:
Sistem saraf pusat
Sistem saraf perifer

POLTEKKESPKP

3 FUNGSI SISTEM SARAF


Fungsi kewaspadaan
Membantu mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi
di sekitar untuk disampaikan ke alat indera. Pada alat
indera terdapat saraf sensorik yang befungsi khusus sebagai
penginput data

Fungsi intergrasi
Menerima pesan (input data) sensorik dari lingkungan luar,
interpretasi oleh CNS, mengatur informasi dan
mengintegrasikan dengan informasi yang telah ada untuk
menentukan jenis respon yang akan diberikan
Fungsi koordinasi
Setelah dari otak informasi yang sudah terintegrasi untuk
mengirimkan pesan/perintah pada otot2 dan kelenjar2,
menghasilkan gerak dan sekresi terorganisasi

NEURON
Unit struktural dan fungsional terkecil sistem
saraf
Menghantarkan impuls saraf keseluruh
tubuh
bagian-bagian dari neuron :
- badan sel (inti sel terdapat didalamnya)
- dendrit : menghantarkan impuls menuju
badan sel
- akson : menghantarkan impuls keluar dari
badan sel

NEURON

NEUROGLIA
Terletak di sentral (CNS) dan perifer dalam
bentuk sel schwann (pembuat myelin)
Jenis-jenis
Oligodendria (produksi myelin)
Mikroglia (fagositosis)
Astrocytes (mengatur lingkungan, traspor
nutrien)
Ependymal (melapisi permukaan otak,
produksi dan transfor CSF)

NEUROGLIA

ORGANISASI
SISTEM SARAF PUSAT
Otak
Medula Spinalis

SISTEM SARAF TEPI


12 saraf otak
31 saraf spinal

NERVOUS SYSTEM

Central NS
Brain

Forebrain

Peripheral NS
Spinal cord

Somatic NS

Autonomic NS

Hindbrain

Efferent nerves

Midbrain

Afferent nerves
Reticular
Formation
(extend to
midbrain)

Cerebrum

Symphathetic

Parasymphahetic

Limbic
system

Thalamus
Hypothalamus

Medulla
Cerebelum
Pons

Neuron
Neuron pada umumnya tidak bermitosis dan
mempunyai karakteristik yaitu :
Excitability yaitu kemampuan menerima
impuls
Conductivity yaitu kemampuan mentransmisi
impuls ke bagian-bagian sel.
Kemampuan mempengaruhi neuron lain, sel
otot dan sel-sel kelenjar.

Neuron terdiri dari cell body, axon, terminal


akson dan beberapa dendrit.

Sinaps And Junctional


Transmission

Sinaps adalah struktur yang terdapat


diantara neuron. Impuls ditransmisi dari
neuron ke neuron lain dan pada organ tubuh
yang berhubungan. Sinaps adalah titik
pertautan antara dua neuron.
Neurotransmitter adalah agen kimiawi yang
berperan dalam mentransmisi impuls melalui
sinaps.

Neurotransmitter yang bersifat eksitasi adalah


acetylcholine, norepinephrine, dopamine,
glutamate dan histamine.
Sedangkan neurotransmitter yang pada
umummnya menginhibisi adalah gamma
aminobutyric acid (GABA) pada jaringan otak
dan glycine pada medula spinalis. Serotinin
menghambat dan mengontrol tidur, lapar dan
mempengaruhi kesadaran.

OTAK & SUMSUM TL BELAKANG


OTAK
Merupakan pusat kendali tubuh
Bobot + 2% dari total BB (+1-1,5 kg)
Memerlukan 20% dari oksigen dalam tubuh
Terdiri dari batang otak, serebrum, serebelum
Terdapat jaringan kelabu (gray matter) dan putih (white
matter)
SUMSUM TL BELAKANG
Panjang + 45 cm
Garis tengah + 12 mm
Terdapat jaringan kelabu dan putih

Gray Matter - White Matter


Gray Matter bagian SSP yang mengandung
serabut saraf yang tidak bermyelin sel saraf
korteks serebral, bag dalam sumsum tlg
belakang
White Matter bagian SSP yang mengandung
serabut saraf (akson) yang bermyelin (warna
putih) - lapisan dalam serebrum

OTAK & SUMSUM TL BELAKANG


Tengkorak dan tulang belakang

Dilindungi oleh 3 lapisan : meninges


1. Duramater (lap. luar): terdiri atas jaringan
penghubung, pembuluh darah, dan saraf
2. Lapisan arachnoid (lap. tengah): elastis
3. Piamater (lap.dalam): mengandung saraf &
pembuluh darah

CAIRAN SEREBROSPINAL

Disekresi oleh pleksus


khoroid ke ventrikel2 di
otak

Cairan bening/seperti air

Sebagai penahan
goncangan

Tempat pertukaran
nutrien antara darah dan
sistem saraf

Digunakan untuk deteksi


penyakit meningitis

Section 35-3

Cerebrum

Thalamus
Pineal
gland

Hypothalamus
Cerebellum
Pituitary gland
Pons
Medulla oblongata

Spinal cord

SEREBRUM (1)

Merupakan bagian terbesar otak


Fungsi : mengendalikan mental, tingkah
laku, pikiran, kesadaran, kemauan,
kecerdasan, kemampuan berbicara,
bahasa
Terdiri dari 2 hemisfer : kiri dan kanan
Mengandung substansi/jaringan kelabu
dan putih
Hemisfer dipisahkan suatu celah yang
dalam dan dihubungkan kembali oleh
corpus callosum

SEREBRUM (2)

Sebelah kiri mengendalikan bagian sebelah kanan


tubuh, begitu sebaliknya
Bagian luar substansi kelabu : korteks
Korteks serebri bergulung2/berlipat tidak teratur
luas permukaan >>
Lekukan diantaranya : sulkus
Sulkus yang terdalam membentuk fisura
longitudinalis dan lateralis
Fisura dan sulkus membagi otak menjadi beberapa
lobus, yg letaknya sesuai dengan tulang yang
berada di atasnya

SEREBRUM (3)
Terbagi menjadi bagian2 : LOBUS
1. Lobus frontalis
2. Lobus parietalis
3. Lobus oksipitalis
4. Lobus temporalis
Substansi putih terletak lebih dalam

Korteks serebri juga terbagi bagian yang


memiliki fungsi sensorik dan sebagian fungsi
sensorik

SEREBELUM
Bagian otak terbesar kedua bag otak

belakang
Berada di bawah serebrum, pada belakang
tengkorak
Berperan dalam koordinasi otot & menjaga
keseimbangan sikap tubuh
Susunan substansi kelabu & putih =
serebelum
Hemisfer serebeli mengendalikan tonus
otot dan sikapPOLTEKKESPKP
pada sisinya sendiri ><
korteks serebrum

BATANG OTAK
Menghubungkan otak dengan sumsum tulang
belakang
Terdiri dari 2 daerah :
Medulla Oblongata bag bawah batang
otak, menghubungkan pons dg sumsum tlg
blkg, mengendalikan denyut jantung ,
kecepatan bernafas dan aliran darah dalam
pembuluh
Pons menyampaikan sinyal dari serebrum
ke serebelum

Bagian lain dalam otak


Thalamus
menerima impuls dari reseptor sensorik
menyampaikan informasinya ke bagian
yang tepat di serebrum
Hypothalamus
mengatur suhu tubuh rasa lapar, haus,
marah, lelah,dll
Mengendalikan kelenjar pituitari untuk
fungsi endokrin
Keduanya berada di otak bagian depan

OTAK

OTAK
Otak mengendalikan bagaimana tubuh manusia
bekerja.
Gerakan sadar : Otak SS somatik
(mengendalikan bisep, trisep dan otot2 sadar lainnya

Gerakan tidak sadar : mis detak jantung. Jika olah


raga otak bekerja SS otonom meningkatkan detak
jantung lebih cepat.

SUMSUM TULANG BELAKANG


= Medula spinalis
Berawal dari medula oblongata ke arah
kaudal mll foramen magnum, berakhir
diantara vertebra L1 dan L2
Penghubung otak dengan seluruh
tubuh/perifer (PNS)
Berperan langsung dalam proses/
gerak refleks
Mengandung 31 psg saraf spinal

SUMSUM TULANG BELAKANG

Serviks
Thoraks
Lumbal
Sakral
Koksigeal
Penebalan serviks +
lumbal
Kauda equina
Konus medullaris
Filum terminale

Lengkung refleks
Refleks
Cepat, otonom, respon yang tidak disadari
Hasil dari reflex arcs/lengkung refleks jalur saraf terpendek

SUMSUM TULANG BELAKANG

4 jenis serabut saraf


Sensorik somatik body senses
sentuhan, tekanan, suhu, keseimbangan

Sensorik viseral organ senses


Rasa sakit, suhu di dalam organ
C/ mual, lapar, kram

Motorik somatik body movement


Kontraksi tidak sadar otot rangka

Motorik viseral organ movement


Kontraksi otot2 polos, kelenjar
= sistem saraf otonom

Substansi abu2/gray matter (1)


Gray Matter
Bentuk huruf H di
lapisan dalam
Kanal tengah = pada
gray commissure
Tanduk posterior/dorsal
Tanduk anterior/ventral
Terdiri atas
Badan sel
Akson tak bermyelin
Dendrit
Saraf glia

Substansi abu2/gray matter (2)


Tanduk posterior = mengandung interneuron,
menghantarkan informasi dari badan sel di luar sumsum
tulang ke sumsum tulang
Akar dorsal mengandung serabut sensorik
Sensorik somatik
Sensorik viseral
Ganglia akar dorsal - mengembang di akar dorsal,
tempat interneuron melewatinya
Tanduk anterior = mengandung badan sel saraf motorik
yang mengirimkan impuls dari akson sumsum tulang ke otot
dan kelenjar
Akar ventral mengandung
Motorik viseral
Motorik somatik

Substansi putih/white matter (2)


Mengelilingi
substansi
kelabu/gray matter
Membentuk kolom
putih
Funiculus
posterior
Funiculus
anterior
Funiculus lateral
Terdiri atas
POLTEKKESPKP Akson bermyelin

Substansi putih/white matter (2)


Fungsi : memungkinkan komunikasi diantara
sumsum tulang dan antara otak + sumsum
tulang
2 tipe utama serabut saraf :
Serabut saraf menaik/ascending : membawa
informasi sensorik dari tubuh ke otak

c/ sentuhan, tekanan, rasa sakit dan suhu


Serabut saraf menurun/descending: membawa
informasi motorik dari otak ke sumsum tulang

c/ mengendalikan ketelitian, gerakan


terlatih = menulis, menjaga keseimbangan,
melakukan gerakan

SISTEM SARAF PERIFER


31 pasang saraf spinal (serabut motorik,
sensorik menyebar pada ekstremitas &
dinding tubuh)
12 pasang saraf kranial (serabut motorik
saja, sensorik saja, atau campuran keduanya
menyebar di daerah leher & kepala)

Saraf Spinal
Tiap pasang saraf terletak pada segmen
tertentu (serviks, toraks, lumbar, dll.)
Tiap pasang saraf diberi nomor sesuai tulang
belakang di atasnya :

8 pasang saraf spinal serviks; C1-C8


12 pasang saraf spinal toraks; T1-T12
5 pasang saraf spinal lumbar; L1-L5
5 pasang saraf spinal sakral; S1-S5
1 pasang saraf spinal koksigeal; C0

31 pasang saraf spinal (1)

31 pasang saraf spinal (2)

Saraf kranial (1)

Saraf kranial
Saraf kranial
Saraf kranial
Saraf kranial
Saraf kranial
Saraf kranial
Saraf kranial
Saraf kranial
Saraf kranial
Saraf kranial
Saraf kranial
Saraf kranial

I: olfaktorius
II: optikus
III: okulomotorius
IV : trokhlearis
V: trigeminalis
VI: abdusens
VII: fasialis
VIII: vestibulokohlear
IX: glosofaringeal
X : vagus
XI : asesorius
XII: hipoglosus

SARAF KEPALA (SARAF OTAK)


URUTAN
SARAF

NAMA SARAF
(NERVUS)

SIFAT SARAF

TARGET ORGAN

N. Olfaktorius

Sensorik

Hidung, sebagai alat penciuman

II

N. Optikus

Sensorik

Bola mata untuk penglihatan

III

N. Okulomotorius

Motorik

Penggerak bola mata dan mengangkat bola


mata

IV

N. Troklearis

Motorik

Mata, memutar mata dan penggerak bola mata

N. Trigeminus :
- N. Oftalmikus
- N. Maksilaris
- N. Mandibularis

Motorik & Sensorik


Sensorik
Motorik & Sensorik

Kulit kepala & kelopak mata atas


Rahang atas, palatum & hidung
Rahang bawah & lidah

VI

N. Abdusen

Motorik

Mata, penggoyang sisi mata

VII

N. Fasialis

Motorik & Sensorik

Otot lidah, menggerakkan lidah dan selaput


lendir rongga mulut

VIII

N. Auditorius

Sensoris

Telinga, rangsangan pendengaran

IX

N. Glossofaringeus

Sensorik & Motorik

Faring, tonsil, lidah ; rangsangan cita rasa

N. Vagus

Sensorik & Motorik

Faring, laring, paru, esofagus

XI

N. Assesorius

Motorik

Leher, otot leher

XII

N. Hipoglosus

Motorik

Lidah & otot lidah, cita rasa

POLTEKKESPKP

Distribusi saraf2 kranial

SISTEM SARAF OTONOM


Memegang peran penting dalam pengaturan keadaan
konstan dalam tubuh, memberikan perubahan dalam
tubuh yang sesuai
Kerja tidak sadar (berbeda dengan SS somatik)
Menggunakan 2 kelompok neuron motorik untuk
menstimulasi efektor.
Neuron preganglionik muncul dari CNS ke
ganglion tubuh, bersinapsis dengan
Neuron pascaganglionik menuju organ efektor
(otot jantung, otot polos, atau kelenjar).

SISTEM SARAF OTONOM


Mengendalikan fungsi motorik viseral
Tidak dengan mudah dikendalikan dg kehendak
Terdiri dari sistem saraf simpatis &
parasimpatis berbeda anatomi maupun
fungsinya

SISTEM SARAF OTONOM


Pada umumnya organ dalaman tubuh/viseral
dipersarafi oleh kedua sistem saraf tsb.
Stimulasi SS simpatis biasanya akan menghasilkan
efek berlawanan dengan stimulasi SS parasimpatis.

Bila satu sistem merintangi fungsi tertentu, sistem


lain justru menstimulasinya
Aktivasi simpatis : vasokonstriksi, naiknya kerja
jantung, TD, sirkulasi darah, kadar glukosa sel,
dilatasi pupil, bronkhus dan naiknya aktivitas mental

SISTEM SARAF OTONOM


Parasimpatis : berperan dalam pencernaan, eliminasi
& pada pembaruan suplai energi
Sistem simpatis = sistem adrenergik
Stimulasi sistem ini akan menimbulkan reaksi yang
meningkatkan penggunaan zat2 oleh tubuh (aktif &
perlu energi)
Sistem parasimpatis = sistem asetilkolin
Stimulasi pada sistem ini, timbul efek dengan tujuan
menghemat penggunaan zat2 & mengumpulkan
energi
Ada keseimbangan antara keduanya

SISTEM SARAF OTONOM


CNS jalur efferen SS otonom pleksus otonom
organ efektor
Berperan 2 neuron :
Neuron preganglionik : pada CNS
Neuron pascaganglionik : di luar CNS (pada ganglion
otonom)

Sistem saraf simpatis


Terletak di depan kolumna vertebra, berhubungan dengan
sumsum tulang belakang melalui serabut saraf
Tersusun dari ganglion2 pada daerah :
3 psg ganglion servikal
11 psg ganglion torakal
4 psg ganglion lumbal
4 psg ganglion sakral
1 psg ganglion koksigen
Sering disebut sistem saraf torakolumbar
Fungsi :
Mempersarafi otot-otot jantung, otot tak sadar pembuluh
darah, organ2 dalam (lambung, pankreas, usus), serabut
motorik sekretorik pada kelenjar keringat, serabut motorik
otot tak sadar pada kulit
Mempertahankan tonus semua otot termasuk otot tak sadar

Sistem saraf parasimpatis


Disebut sistem saraf kraniosakral
Terbagi menjadi 2 bagian
Saraf otonom kranial: ke-3 (okulomotorius),7
(fasialis),9 (glosofaringeal),10 (vagus)
Saraf otonom sakral : ke-2, 3, 4
membentuk urat saraf pada organ dalam
pelvis & bersama2 SS simpatis membentuk
pleksus yang mempengaruhi kolon, rektum
dan kdg kemih

SISTEM SARAF OTONOM


Parasimpatis

Sistem asetilkolin
Rest, digest or repose
Saat tubuh tidak aktif
Mis. Digesti, ekskresi,
urinasi
Menyimpan energi
Segmen spinal
kraniosakral (CN III, VII,
IX, X & S2-4)

Simpatis

Sistem adrenergik
Fight, Flight or Fright
Saat tubuh aktif
Mis. Berkeringat nafas
dalam , peningkatan
denyut jantung
Menggunakan energi
Segmen spinal
torakolumbal (T1-L2)

SISTEM SARAF OTONOM


Parasimpatis

Serabut preganglionik
panjang/pascaganglionik
pendek
D division : Digestion,
defecation & diuresis

Simpatis

Serabut praganglionik
pendek/ pasca ganglionik
panjang
E division : Exercise,
excitement, emergency &
embarrassment

Neurotransmiter pada SS Otonom


Neurotransmiter neuron simpatik praganglionik :
asetilkolin (Ach) menstimulasi potensial aksi
neuron pascaganglionik
Neurotransmiter yang dilepaskan oleh neuron simpatik
pascaganglionik : noradrenalin/norepinefrin
Neurotransmiter pada seluruh neuron praganglionik
dan sebagian besar neuron pascaganglionik
parasimpatik asetilkolin (ACh)

Target Organ

Parasympathetic Effects

Sympathetic Effects

Eye (Iris)

Stimulates constrictor
muscles. Pupil
constriction

Stimulates dilator
muscles. Pupil dilates.

Eye (Ciliary muscle)

Stimulates. Lens
accommodates allows
for close vision

No innervation.

Salivary Glands

Watery secretion

Mucous secretion

Sweat Glands

No innervation

Stimulates sweating in
large amounts
(Cholinergic)

Gallbladder

Stimulates smooth
muscle to contract and
expel bile

Inhibits gallbladder
smooth muscle

POLTEKKESPKP

Target Organ

Parasympathetic Effects

Sympathetic Effects

Cardiac Muscle

Decreases HR

Increases HR and force of


contraction

Coronary Blood Vessels

Constricts

Dilates

Urinary Bladder; Urethra

Contracts bladder
smooth muscle; relaxes
urethral sphincter

Relaxes bladder smooth


muscle; contracts
urethral sphincter

Lungs

Contracts bronchiole
(small air passage)
smooth muscle

Dilates bronchioles

Digestive Organs

Increases peristalsis and


enzyme/mucus secretion

Decreases glandular and


muscular activity

Liver

No innervation

No innervation (indirect
effect)

POLTEKKESPKP

Target Organ

Parasympathetic Effects

Sympathetic Effects

Kidney

No innervation

Releases the enzyme


renin which acts to
increase BP

Penis

Vasodilates penile
arteries. Erection

Smooth muscle
contraction. Ejaculation.

Vagina; Clitoris

Vasodilation. Erection

Vaginal reverse peristalsis

Blood Coagulation

No effect

Increases coagulation
rate

Cellular Metabolism

No effect

Increases metabolic rate

Adipose Tissue

No effect

Stimulates fat breakdown

POLTEKKESPKP

Target Organ

Parasympathetic Effects

Sympathetic Effects

Mental Activity

No innervation

Increases alertness

Blood Vessels

Little effect

Constricts most blood


vessels and increases BP.
Exception dilates blood
vessels serving skeletal
muscle fibers
(cholinergic)

Uterus

Depends on stage of the


cycle

Depends on stage of the


cycle

Endocrine Pancreas

Stimulates insulin
secretion

Inhibits insulin secretion

POLTEKKESPKP

Alat Indera dan Reseptor


Modalitas Sensori

Reseptor

Alat Indera

Penglihatan

Sel batang & kerucut

Mata

Pendengaran

Sel-sel rambut

Telinga, organ corti

Penghidu

Sel olfaktorius

Hidung

Kecap

Reseptor
kecap/papila kecap

Lidah

Percepatan Rotasional

Sel-sel rambut

Telinga (kanalis
semisiruler)

Percepatan Linier

Sel-sel rambut

Telinga (utrikulus dan


sakulus)

Raba, tekan

Ujung-ujung saraf

Variasi

Hangat

Ujung-ujung saraf

Variasi

Ujung-ujung saraf

Variasi

Dingin

POLTEKKESPKP

Modalitas Sensori

Reseptor

Alat Indera

Nyeri

Ujung saraf telanjang

Variasi

Posisi sendi dan


pergerakan

Ujung saraf

Variasi

Panjang otot

Ujung saraf

Kumparan otot

Tegangan otot

Ujung saraf

Organ tendon golgi

Tekanan darah arteri

Ujung saraf

Reseptor regang di sinus


karotikus dan arkus aorta

Tekanan vena sentral

Ujung saraf

Reseptor regang di
dinding vene-vena besar,
atria

Pengembangan paru

Ujung-ujung saraf

Reseptor regan di
parenkim paru

Suhu darah di kepala

Saraf dihipothalamus

Variasi

P02 arteri

Sel-sel glomus

Badan karotis dan badan


aorta

POLTEKKESPKP

Modalitas Sensori

Reseptor

pH CSS

Reseptor di
permukaan ventral
medula oblongata

Tekanan osmosis,
plasma

Sel-sel di OVLT dan


mungkin berbagai
organ
sirkumventrikular di
hipotalamus anterior

Beda glukosa darah


arteriovenosa

Sel-sel dihipotalamus
(glukostat)

POLTEKKESPKP

Alat Indera

Refleks
Refleks merupakan reaksi organisme
terhadap perubahan lingkungan baik
didalam maupun diluar organisme yang
melibatkan sistem saraf pusat dalam
memberikan jawaban (respon) terhadap
rangsang reseptor

Unit dasar untuk kegiatan saraf terpadu


adalah lengkung refleks. Lengkung refleks
terdiri atas alat indera, saraf aferen, satu
sinaps atau lebih yang terdapat di pusat
integrasi atau diganglion simpatis, saraf
eferen, dan efektor.

Kegiatan dilengkung refleks dimulai di


reseptor sensorik, berupa potensial reseptor
yang besarnya sebanding dengan kuat
rangsang. Potensial reseptor
membangkitkan potensial aksi yang bersifat
gagal atau tuntas di saraf aferen.

Proses Refleks
Proses yang terjadi pada refleks tersebut
melalui plan yang disebut lengkung refleks,
jalan yang dilalui refleks adalah :
Reseptor

Aferen
Saraf Pusat

Efektor

Eferen