Anda di halaman 1dari 3

TEKNIK RESERVOIR

JUDUL
: UJI SUMUR (WELLTEST)
SUB JUDUL : Teknik Uji Sumur Pada Tahap

NO : TR 05.03
Halaman
: 1/3
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Eksplorasi
TEKNIK UJI SUMUR PADA TAHAP EKSPLORASI

1. TUJUAN
Tujuan dari uji sumur pada tahap eksplorasi diantaranya adalah untuk :
Mengetahui tekanan reservoir,
Mengetahui batas antar fluida,
Mengambil contoh fluida reservoir,
Menentukan deliverability,
Menentukan permeabilitas, dan
Kerusakan formasi

2. JENIS-JENIS TEKNIK UJI SUMUR


Teknik uji sumur yang dilakukan pada tahap eksplorasi adalah :
Drill Stem Test (DST)
Formation Tester (RFT dan MDT)

Drill Stem Test (DST)


Drill Stem Test membutuhkan waktu testing yang cukup lama. Teknik ini sangat baik untuk
menentukan deliverability sumur dan menentukan permeabilitas formasi, karena aliran dari formasi
cenderung horisontal sehingga radial flow dapat lebih mudah dikenali dari data tes. Kelemahan dari
teknik ini adalah waktu testing yang cukup lama dan contoh fluida yang diambil pada umumnya tidak
valid untuk analisa PVT.

Formation Tester
Formation tester digunakan untuk :
!

Mengetahui profil tekanan secara vertikal.

Menentukan permeabilitas vertikal.

Mengambil contoh fluida.


Volume contoh fluida yang diambil tidak sebanyak yang diperoleh dengan menggunakan Drill
Stem Test.

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL
: UJI SUMUR (WELLTEST)
SUB JUDUL : Teknik Uji Sumur Pada Tahap

NO : TR 05.03
Halaman
: 2/3
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Eksplorasi
!

Menentukan permeabilitas.
Karena interval tes-nya kecil, aliran yang terjadi adalah spherical flow sebelum batas atas dan
bawah reservoir tercapai. Pada saat ini permeabilitas formasi tidak dapat ditentukan dari data tes.
Karena durasinya yang singkat, permeabilitas formasi yang ditentukan pun adalah permeabilitas
yang telah dipengaruhi oleh filtrat lumpur pemboran.

Faktor skin yang diperoleh dipengaruhi oleh skin geometrik akibat spherical flow.
Biaya tes cukup murah dibandingkan dengan DST.
Jika ditujukan untuk menentukan permeabilitas, formation tester baik untuk lapisan yang tipis.
Rate selama tes sebaiknya sebesar mungkin agar pressure drawdown cukup besar. Hal ini karena
resoulsi gauge-nya yang terbatas.
Pump rate-nya terbatas.

Modular Dynamic Tester


Merupakan salah satu varian dari formation tester.
Menggunakan multiple module yang memberikan keuntungan :
! Pengukuran

tekanan formasi dan uji formasi yang tidak terbatas.

! Pengambilan

multiple fluid sampling.

Memberikan keuntungan yang lebih dibanding RFT untuk :


! Formasi

yang terdiri dari laminasi banyak lapisan-lapisan tipis.

! Formasi

dengan permeabilitas rendah.

! Formasi

rekah alami.

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL
: UJI SUMUR (WELLTEST)
SUB JUDUL : Teknik Uji Sumur Pada Tahap

NO : TR 05.03
Halaman
: 3/3
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Eksplorasi
3. DAFTAR PUSTAKA

1. Murphy, W. C. : Formation Evaluation from a Drill-Stem Test An Aid to Stimulation Design,


SPE 1553, Proceeding of The Annual Fall Meeting of SPE, 1966.
2. Farley, D. L., Jeffords, C. M., dan Holden, J. : Second Generation Drill Stem Test Assemblies for
Floating Vessels, SPE 5229; Proceeding of Offshore Technology Conference, TX, May 6-8, 1974.
3. Zainun, K. dan Trice, M. L. : Optimized Exploration Resource Evaluation Using the MDT Tool,
SPE 29270; Proceeding of The SPE Asia Pacific Oil & Gas Conference, Kuala Lumpur, Malaysia,
20-22 March 1995.
4. Kuchuk, F. J. : Interval Pressure Transient Testing with MDT Packer-Probe Module in Horizontal
Wells, SPE 39523; Proceeding of The SPE India Oil and Gas Conference and Exhibition, New
Delhi, India, 17-19 February 1998.
5. Frimann-Dahl, C., Irvine-Fortescue, J., Rokke, E., Vik, S., dan Wahl, O. : Formation Testers vs
DST - The Cost Effective Use of Transient Analysis to Get Reservoir Parameters, SPE 48962;
Proceeding of The SPE Annual Technical Conference and Exhibition, New Orleans, Lousiana, 2730 September 1998.

Manajemen Produksi Hulu