Anda di halaman 1dari 11

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL

LEMBAR PENGESAHAN

ii

KATA PENGANTAR

iii

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

viii

DAFTAR GAMBAR

ix

BAB I PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang

I-1

B.

Rumusan Masalah

I-5

C.

Tujuan Penelitian

I-5

D.

Ruang Lingkup

I-6

E.

Manfaat Penelitian

I-6

F.

Sistematika Penulisan

I-7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


A.

Pencemaran

II-1

1. Pengertian Pencemaran

II-1

2. Pencemaran Air

II-2

B.

Limbah Cair

II-4

C.

Logam Berat Kadmium (Cd)

II-5

D.

Baku Mutu Air Limbah

II-9

E.

Fitoremediasi

II-10

F.

Mekanisme Penyerapan Logam Berat Oleh Tanaman

II-12

G.

Tanaman Penyerap Logam Berat (Hyperaccumulator)


1. Tanaman Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes)

II-14
II-16
v

H.

2. Tanaman Kayu Apu (Pistia Stratiotes)

II-23

Perhitungan Kadar Logam Kadmium (Cd)

II-26

BAB III METODE PENELITIAN


A.

Umum

III-1

B.

Tempat dan Waktu Penelitian

III-2

C.

Bahan dan Alat Peneltian

III-2

Jenis Penelitian

III-2

E.

Rancangan Penelitian

III-3

F.

Pelaksanaan Penelitian

III-5

1. Studi Literatur

III-6

2. Persiapan Bahan dan Alat

III-6

3. Aklimatisasi Tanaman

III-10

4. Kalibrasi Reaktor Aliran Kontinyu

III-11

5. Perlakuan Fitoremediasi

III-12

6. Monitoring Kadar Logam Cd dan Analisa Data

III-13

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


A.

Data Hasil Pengujian


1. Data Pengujian Awal Air Sumur

IV-1
IV-1

2. Data Pengujian Konsentrasi Kadmium (Cd) dalam Air


Limbah
B.

Pembahasan

IV-2
IV-2

1. Pengamatan Konsentrasi Kadmium (Cd) dalam Air

2.

Limbah

IV-2

Pengaruh Aliran Kontinyu terhadap Waktu Tinggal


Tanaman

IV-7

3. Pengaruh Konsentrasi Awal dan Waktu Tinggal terhadap


Konsentrasi Kadmium (Cd) dalam Air Limbah

IV-12
vi

4. Hasil Pengamatan Morfologi Tanaman

IV-18

5. Mekanisme Fitoremediasi pada Tanaman Eceng Gondok


(Eichornia crassipes) dan Kayu Apu ( Pistia stratiotes)

IV-23

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN


A.

Kesimpulan

V-1

B.

Saran

V-2

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

xi

vii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1

Baku Mutu Air Limbah Bagi Kawasan Industri

II-10

Tabel 3.1

Rancangan Penelitian

III-4

Tabel 3.2

Alat Penelitian

III-10

Tabel 4.1

Hasil Pengujian Air Sumur Untuk Pembuatan Air


Limbah Artifisial

IV-1

Tabel 4.2

Konsentrasi Logam Kadmium (Cd) dalam Air Limbah

IV-2

Tabel 4.3

Akumulasi Konsentrasi Logam Kadmium (Cd) pada


Reaktor Proses

Tabel 4.4

Analisa Regresi Pengaruh Akumulasi Logam Kadmium


(Cd) terhadap Waktu Tinggal pada Kombinasi KT1

Tabel 4.5

IV-14

Analisa Regresi Pengaruh Waktu Tinggal terhadap


Konsentrasi (Cd) dalam Air Limbah pada Kombinasi KT3

Tabel 4.10

IV-13

Analisa Regresi Pengaruh Waktu Tinggal terhadap


Konsentrasi (Cd) dalam Air Limbah pada Kombinasi KT2

Tabel 4.9

IV-11

Analisa Regresi Pengaruh Waktu Tinggal terhadap


Konsentrasi (Cd) dalam Air Limbah pada Kombinasi KT1

Tabel 4.8

IV-10

Analisa Regresi Pengaruh Akumulasi Logam Kadmium


(Cd) terhadap Waktu Tinggal pada Kombinasi KT2

Tabel 4.7

IV-9

Analisa Regresi Pengaruh Akumulasi Logam Kadmium


(Cd) terhadap Waktu Tinggal pada Kombinasi KT2

Tabel 4.6

IV-8

IV-15

Perubahan Morfologi Tanaman Selama Fitoremediasi


Cd 5 ppm

IV-19
viii

Tabel 4.11

Perubahan Morfologi Tanaman Selama Fitoremediasi


Cd 10 ppm

IV-20

DAFTAR GAMBAR

ix

Gambar 2.1

Mekanisme Kerja Fitoremediasi

II-14

Gambar 2.2

Tanaman Eceng Gondok (Eichornia crassipes)

II-18

Gambar 2.3

Morfologi Eceng Gondok (Eichhornia crassipes)

II-20

Gambar 2.4

Tanaman Kayu Apu ( Pistia Stratiotes)

II-26

Gambar 3.1

Diagram Alir Pelaksaan Penelitian

III-5

Gambar 3.2

Air yang digunakan untuk Pembuatan Air Limbah Artifisial III-8

Gambar 3.3

Rangkaian Reaktor Aliran Kontinyu

Gambar 3.4

Aklimatisasi Tanaman Eceng Gondok (Eichornia crassipes)


dan Kayu Apu (Pistia stratiotes)

Gambar 3.5

III-14

Konsentrasi Logam Kadmium (Cd) dalam Air Limbah


(Konsentrasi awal 5 ppm)

Gambar 4.2

III-11

Proses pengukuran kadar logam menggunakan AAS


(Atomic Absorbtion Spectofotometer)

Gambar 4.1

III-9

IV-3

Konsentrasi Logam Kadmium (Cd) dalam Air Limbah


(Konsentrasi awal 10 ppm)

IV-4

Gambar 4.3 Pengaruh Akumulasi Logam Kadmium (Cd) terhadap


Waktu Tinggal pada Kombinasi KT1

IV-9

Gambar 4.4 Pengaruh Akumulasi Logam Kadmium (Cd) terhadap


Waktu Tinggal pada Kombinasi KT2

IV-9

Gambar 4.5 Pengaruh Akumulasi Logam Kadmium (Cd) terhadap


Waktu Tinggal pada Kombinasi KT3

IV-10

Gambar 4.6 Pengaruh Waktu Tinggal terhadap Konsentrasi (Cd)

dalam Air Limbah pada Kombinasi KT1

IV-13

Gambar 4.7 Pengaruh Waktu Tinggal terhadap Konsentrasi (Cd)


dalam Air Limbah pada Kombinasi KT2

IV-14

Gambar 4.8 Pengaruh Waktu Tinggal terhadap Konsentrasi (Cd)


dalam Air Limbah pada Kombinasi KT3

IV-15

DAFTAR PUSTAKA

xi

Agustina, Titin. 2010. Kontaminasi Logam Berat pada Makanan dan Dampaknya
pada Kesehatan. TEKNUBUGA Vol 2.
Baker, A.J.M. 1999. Metal Hyperacccumulator Plants : A Biological Resource of
Exploitation in The Phytoextraction of Meral Polluted Soils.
Cook C.D.K. 1996. Aquatic and Wetland Plants of India. Oxford University Press.
Oxford.
Damayanti, A. 2003. Pengelolaan Limbah Tahu dengan Menggunakan Kayu Apu
(Pistia Stratiotes L). Tesis. Institut Teknologi Surabaya.
Darliana, Ina. Fitoremediasi sebagai Teknologi Alternatif Perbaikan Lingkungan.
Agroteknologi-Fakultas Pertanian. Universitas Bandung Raya. Bandung.
Darmono. 1995. Logam dalam Sistem Biologi Hidup Makhluk Hidup. UI-Press.
Jakarta.
Darmono. 2001. Lingkungan Hidup dan Pencemaran. Universitas Indonesia.
Jakarta.
Fardiaz. 1995. Polusi Air dan Udara. Kanisius. Yogyakarta.
Fitriyah, Khaina Rinda. 2007. Studi Pencamaran Logam Berat Kadmium (Cd),
Merkuri (Hg) dan Timbal (Pb) Pada Air Laut, Sedimen dan Kerang Bulu
(Anadara antiquata) di Perairan Pantai Lekok Pasuruan. Biologi-Fakultas
Sains dan Teknologi.Universitas Islam Negeri Malang.
Girsang, Lia Raskaria. 2014. Potensi Tanaman Air Zantedeschia Aethiopica,
Eichonodorus Palaefolius Dan Pontederia Lanceolata Sebagai Agen
Fitoremediasi Logam Pb Pada Limbah Cair Industri Kertas. Universitas
Pendidikan Indonesia.
Indrasti, Nastiti S. dkk. Penyerapan Logam Pb dan Cd Oleh Eceng Gondok :
Pengaruh Konsentrasi Logam dan Lama Waktu Kontak. J. Tek. Ind. Pert.
Vol. 16(1), 44-50.
Kawano, S., Nakagawa, H., Okumura, Y., Tsujikawa, K., 1984. A Mortality Study
of Patients with Itai-Itai Disease. Enviromental Research 40, 98-102
(1986).
Kholidiyah, Noviana. 2010. Respon Biologis Tumbuhan Eceng Gondok (Eichornia
crassipes Solms) Sebagai Biomonitoring Pencemaran Logam Berat
Cadmium (Cd) dan Plumbum (Pb) Pada Sungai Pembuangan Lumpur
Lapindo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Biologi-Fakultas Sains
dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.

xii

Khopkar, S.M. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Penerjemah A. Saptorahardjo.


Universitas Indonesia Press. Jakarta.
Lestari Sri, Slamet Santoso dan Sulastri A. 2011. Efektifitas Eceng Gondok
(Eichornia Crassipes) dalam Penyerapan Kadmium (Cd) pada Leachete
TPA Gunung Tugel. Jurnal Molekul Vol. 6 No. 1. Fakultas Biologi.
Universitas Jendral Soedirman. Purwokerto.
Moenir, Misbachul. 2010. Kajian Fitoremediasi sebagai Alternatif Pemulihan Tanah
Tercemar Logam Berat. Jurnal Riset Teknologi Pencegahan dan Pencemaran
Industri Vol. 1 No.2.
Mohamad, Erni. 2011. Fitoremediasi Logam Berat Kadmium (Cd) Pada Tanah
dengan Menggunakan Bayam Duri (Amaranthus spinosus L). KimiaFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri
Gorontalo.
Murdhiani. 2012. Penurunan Logam Berat Timbal (pb) pada Kolam Biofiltrasi Air
Irigasi dengan Menggunakan Tanaman Air (Aquatic Plant).
Agroekoteknologi-Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Medan.
Onrizal. 2005. Restorasi Lahan Terkontaminasi Logam Berat. KehutananFakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara.
Palar, H. 1994. Pencemaran & Toksikologi Logam Berat. Rineka Cipta. Jakarta.
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 03 Tahun
2010 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Kawasan Industri.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang
Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
Puspita, UR, A.S. Siregar dan N.V. Hidayanti. 2011. Kemampuan Tumbuhan Air
sebagai Agen Fitoremediator Logam Berat Kromium (Cr) yang terdapat
pada Limbah Cair Industri Batik. Jurnal Penelitian Berkala Perikanan
Terubuk, Vol. 39 No.1. Himpunan Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan. Universitas Riau.
Putera, Rizky Dirga H. 2012. Ekstraksi Serat Selulosa dari Tanaman Eceng Gondok
(Eichornia crassipes) dengan Variasi Pelarut. Teknik Kimia-Fakultas
Teknik. Universitas Indonesia. Depok.
Rahmatullah, L. 2008. Penggunaan Tanaman Kiapu (Pistia Stratiotes L) sebagai
Pengolahan Pendahuluan Untuk Air Permukaan dengan Parameter Warna
dan TDS Studi Kasus Air Selokan Mataram. Skripsi. FTSP-Universitas
Islam Indonesia. Yogyakarta.
Salisbury, FB dan CW. Ross. 1995. Fisiologi Tanaman. Universitas Gadjah Mada
Press. Yogyakarta.
xiii

Siswoyo, E. 2006. Fitoremediasi Logam Berat Khrom (Cr) Menggunakan Tanaman


Kiapu (Pistia Stratiotes). Jurnal Teknik Lingkungan Edisi Khusus 1 : 291300.
Sudarwin. 2008. Analisis Spasial Pencemaran Logam Berat (Pb dan Cd) pada
Sedimen Aliran Sungai dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah
Jatibarang, Semarang. Tesis. Program Studi Magister Kesehatan
Lingkungan. Universitas Diponegoro.
Suharto., Daryadi. 2014. Rancang Bangun Mesin Penggilas dengan Penggerak
Bervariasi digunakan pada Kelompok Usaha Eceng Gondok. Prosiding
SNST ke-5. Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim. Semarang.
Supradata. 2005. Pengolahan Limbah Domestik Menggunakan Tanaman Hias
Cyperus alternifolius, L. dalam Sistem Lahan Basah Buatan Aliran Bawah
Pemukaan (SSF-Wetlands).
Suryati Tuti dan Budhi Priyanto. 2003. Eliminasi Logam Berat Kadmium dalam Air
Limbah Menggunakan Tanaman Air. J.Tek.Ling, P3TL-BPPT .4(3) : 143147.
Surbakti, Patut. 2011. Analisis Logam Berat Cadmium (Cd), Cuprum (Cu),
Cromium (Cr), Ferrum (Fe), Nikel (Ni), Zinkum (Zn) pada Sedimen Muara
Sungai Asahan di Tanjung Balai dengan Metode Spektrofotometri Serapan
Atom (SSA). Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas
Sumatera Utara. Medan.
Syahputra, Rudy. 2005. Fitoremediasi Logam Cu Dan Zn dengan Tanaman Eceng
Gondok (Eichhornia Crassipes (Mart.) Solms). LOGIKA, Vol. 2, No. 2.
Ulfin, I. 2001. Penurunan Kadar Cd dan Pb dalam Larutan dengan Kayu Apu :
Pengaruh pH dan Jumlah Kayu Apu. Prosiding Senaki III. KimiaFMIPA.
ITS. Surabaya.
Ulfin I dan Widya W. 2005. Study Penyerapan Kromium Dengan Kayu Apu (Pistia
stratiotes, L). Akta Kimindo Vol. 1 : 41-48.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1982 Tentang KetentuanKetentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Wardhana, Arya Wisnu. 1995. Dampak Pencemaran Lingkungan. Andi Offest.
Yogyakarta.
Widowati, W. 2008. Efek Toksik Logam, Pencegahan dan Penanggulangannya.
Andi. Yogyakarta.
Widyaningsih. 2012. Pengaruh Variasi Biomassa Eceng Gondok (Eichornia
crassipes) Terhadap Kandungan Krom (Cr) Limbah Cair Industri Sablon

xiv

Temenan Monjali Yogyakarta. Biologi-Matematika


Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Yogyakarta.

dan

Ilmu

xv