Anda di halaman 1dari 32

SPERMATOGENESIS

KELOMPOK 1:
1. Mohammad Nurhadi
2. Rohmatul Adzimah
3. Erni Wulandari
4. Nurul Khowatim

Proses pembentukan sel kelamin (sel

gamet/sel germinal) dan


Oogenesis
Spermatogenesis

SPERMATOGENESIS
3 tahap pembentukan spermatozoa, yaitu:
1.

Spermatocytogenesis (proliferasi atau perbanyakan)

2.

Meiosis

3.

Spermiogenesis

BAGAN
SPERMATOGENESIS

SPERMATOCYTOGENESIS
- Spermatogonia

mengalami

mitosis

berkali-kali,

sehingga

menghasilkan spermatogonia yang siap untuk mengalami


meiosis
- Spermatogonia

yang

mengalami

proliferasi

disebut

spermatogonium tipe A
- Spermatogonia hasil proliferasi disebut spermatogonium tipe B
- Tipe A : berinti lonjong dan bernukleolus di pinggir
- Tipe B : memiliki inti bundar dan nukleolus agak di tengah

- Spermatogonium tipe B bermitosis lagi menjadi spermatosit I


(primer)

MEIOSIS

- Spermatosit I menjauh dari lamina basalis, sitoplasma


makin banyak.
- Pada meiosis I : menempuh fase leptoten, zigoten,
pakiten, diploten dan diakinesis dari profase, lalu
metafase, anafase, dan telofase
- Pada meiosis II : menempuh profase, metafase,
anafase, dan telofase.

SPERMIOGENESIS
Transformasi spermatid menjadi spermatozoa.
4 fase :
1.

Fase golgi

2.

Fase tutup

3.

Fase akrosom

4.

Fase pematangan

1. FASE GOLGI

- Saat butiran proakrosom terbentuk dalam alat golgi


spermatid.

Butiran

atau

granula

ini

nanti

bersatu

membentuk satu butiran akrosom


- Butiran dilapisi membran dalam gembungan akrosom
- Gembungan ini melekat ke salah satu sisi inti yang bakal

jadi bagian depan spermatozon

2. FASE TUTUP
- Saat gembungan makin besar, membentuk lipatan tipis
melingkupi bagian kutub yang bakal jadi bagian
depan
- Akhirnya

terbentuk

spermatozoon

semacam

tutup

atau

topi

3. FASE AKROSOM
- Terjadi redistribusi bahan akrosom

- Nukleoplasma
sementara

berkondensasi,
itu

spermatid

memanjang
- Bahan

mengalami transformasi
menjadi filamen-filamen yang
pendek dan tebal serta kasar

akrosom

kemudian

menyebar membentuk lapisan tipis


meliputi

kepala

tutup,

sampai

akrosom

dan

tutup

kepala

membentuk tutup akrosom

- Sementara

- Butiran nukleoplasma

itu

inti

spermatid

memanjang dan menggepeng

- Akrosom kaya akan


karbohidrat dan enzim
hidrolisa
- Enzim hidrolisa: hyaluronidase,
neuroaminidase, posfatase
asam dan protease yang
aktivitasnya mirip tripsin.

4. FASE PEMATANGAN
- Terjadi perubahan bentuk spermatid sesuai dengan ciri
spesies.
- Butiran inti bersatu dan inti jadi gepeng bentuk pyriform
(sebagai ciri spermatozoa primata, khusunya manusia)
- Ketika akrosom terbentuk di bakal jadi bagian depan

spermatozoa, sentriol pun bergerak ke kutub berseberangan


- Sentriol terdepan membentuk flagellum
- Sentriol satu lagi membentuk kelepak sekeliling pangkal ekor

- Mitokondria membentuk cincin-cincin di bagian middle


piece ekor dan seludang fibrosa di luarnya
- Mikrotubul muncul dan berkumpul dibagian samping
spermatid membentuk satu batang besar (manchette)
- Manchette ini menjepit inti sehingga jadi lonjong,

sementara spermatid memanjang dan sitoplasma


terdesak ke belakang inti
- Ketika ekor mengalami diferensiasi sitoplasma sisa yang
di selaputi membran, melepaskan diri ke samping

2 MACAM SPERMA
1. Tak berflagellum
jarang ditemukan, biasanya hanya terdapat pada
beberapa vertebrata (Nematoda, Crustacea)
2. Berflagellum
- ada yang satu (umum)

- ada yang dua

SPERMA BERFLAGELLUM
Terdiri dari 4 bagian:
1. Kepala
2. Leher
3. Badan
4. Ekor

Sketsa Spermatozoa

Kepala Sperma :
Sebagai penerobos
jalan menuju dan
masuk ke dalam
ovum
Berisi materi inti
(DNA) sebagai
pembawa informasi
genetik jantan
Penentu sex (X Y)
pada mamalia
Pada Unggas (Z Z)

EKOR SPERMA
Ekor sperma berasal
dari centriol spermatid
selama
spermiogenesis
Terdiri dari tiga bagian
: bagian tengah,
utama, dan ujung
Ekor mengandung
sentriol (sepasang),
mitokondria, serat
fibrosa

BAGIAN TENGAH EKOR

Terdapat
mitochondria yang
mengandung
enzim-enzim untuk
metabolisme
spermatozoa
sebagai sumber
energi

BAGIAN UTAMA EKOR


Mengandung sebagian
besar daya gerak
spermatozoa

Bagian Ujung Ekor


Sebagai Navigator

SPERMATOGENESIS
Pembentukan dan
Perkembangan
Spermatozoa
Spermatozoon /
Spermatozoa dibentuk
di dalam testes melalui
proses
SPERMATOGENESIS

Dilanjutkan dengan
proses maturisasi /
pematangan di caput
dan corpus epididymidis.
Ditimbun / disimpan di
dalam cauda
epididymidis.
Ejakulasi.
Spermatogenesis dimulai
sejak hewan mencapai
pubertas (dewasa
kelamin).

Spermatogenesis berjalan secara bertahap


Tetes turun dari abdomen memasuki scrotum.

Tubuli seminiferi dan sel interstitial aktif (saat lahir,


TS tidak mempunyai lumen dan hanya ada 2
type sel di dalamnya : sel spermatogonia dan sel
indiferent)

Pubertas
Lumen Tubuli Seminiferi terbentuk
Epithel Germinal berubah :
SIMPLE KOMPLEKS

Proses Pendewasaan Spermatozoa

TERIMAKASIH