Anda di halaman 1dari 29

Farmasetika

dasar
Angkatan 2011

Sejarah
Farmasetika

Farmasi

(Yunani: Pharmacon)

Farmakon
obat/guna-guna

Pharmacon: obat/guna-guna untuk maksud


jahat (bunuh diri, santet)
Hypocrates: Farmakon adalah obat dalam

bentuk murni yang digunakan untuk maksud


baik

Penelitian Selanjutnya
Tablet kuno besar

tulisan mengenal obat (3000 SM)

Papyrus Ebers (abad ke-16 SM)


Sumpah Hypocrates (Bapak Ilmu Kedokteran) (460-370 SM)
Dioscorides

de materia medika, farmakognosi (Abad ke-1 Masehi)

Galen, Sediaan galenik (150-200 M)


Paracelcus (1493-1541 M)
Raja Jerman Frederick II (1240 M)
Karl Wilhelm Scheele (1742-1786 M)
Frederick Serturner (1783-1841 M)
Joseph Caventou (1795-1877 M) & Joseph Pelletir (1788-1842 M)
Pelletier dan Pierre Robiquet

Obat
Definisi Obat
Penggolongan Obat
Berdasarkan jenis
Berdasarkan mekanisme kerja

Berdasarkan tempat/lokasi pemakaian


Berdasarkan efek yang ditimbulkan
Berdasarkan cara pemberian
Berdasarkan komposisi obat
Berdasarkan cara pembuatan

Berdasarkan daya kerja/terapi

Obat
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG
KESEHATAN

Sediaan farmasi adalah obat, bahan


obat, obat tradisional, dan kosmetika.

Obat adalah bahan atau paduan bahan,


termasuk produk biologi yang digunakan
untuk mempengaruhi atau menyelidiki
sistem fisiologi atau keadaan patologi
dalam rangka penetapan diagnosis,
pencegahan, penyembuhan, pemulihan,
peningkatan kesehatan dan kontrasepsi,
untuk manusia.

Obat tradisional adalah bahan atau


ramuan bahan yang berupa bahan
tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral,
sediaan sarian (galenik), atau campuran
dari bahan tersebut yang secara turun
temurun telah digunakan untuk
pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai
dengan norma yang berlaku di masyarakat.

Berdasarkan Jenis
Obat keras/obat daftar G (Gevarlijk)
Obat bebas/OTC (Over The Counter)
Obat bebas terbatas (Warscwing)
Obat narkotika/opiat (opiat=candu)

Obat psikotropika

Berdasarkan Mekanisme Kerja


Bekerja terhadap penyakit (antibiotik)
Mencegah (serum, vaksin)
Simptomatik (analgesik)
Menambah/mengganti (vitamin)
Plasebo (aqua injectionum)

Berdasarkan Tempat/Lokasi Pemakaian


Obat dalam (etiket putih)
Obat luar (etiket biru)

Berdasarkan Efek yang ditimbulkan


Sistemik

Lokal

Berdasarkan Cara Pemberian


0ral

Perektal
Sublingual
Parenteral
Langsung ke organ
Melalui selaput perut
Transdermal

Berdasarkan Komposisi Obat

Obat cacing

Obat sakit kepala

Obat infeksi

Obat kanker

Hipnotikum

Sedatif

Oksitosik

Medriasis
Emetik
Diuretik
Ekspektrorans

Berdasarkan Cara Pembuatan


Alamiah
Sintetik

Berdasarkan Daya kerja/terapi


Farmakodinamik
Kemoterapi

Kerja Obat Berdasarkan


Tiga Fase Reaksi
Fase Farmasetika
Fase Farmakokinetik
Fase Farmakodinamik

Proses Absorpsi, Distribusi,


Metabolisme, dan Eksresi (ADME)
Oral

Lambung/Usus

Obat

Sistem Sirkulasi

Obat

E
K
S
R
E
S
I

Rektal

Parenteral (IV)

Parenteral (IM, SC)

Jaringan

Metabolisme

Obat
Metabolit

Absorpsi Obat
Difusi Pasif
Difusi Terfasilitasi
Mekanisme Transfor Khusus

Jalur Absorpsi
Absorpsi peroral
Mudah, aman, menyenangkan, diabsorpsi dalam usus

halus, respon lambat


Absorpsi sublingual
Di bawah lidah, trochisi, lozenges, gargarisma

Jalur Absorpsi
Absorpsi perektal

Melalui mukosa usus besar, suppositoria, enema


Absorpsi perenteral
Intravena,intramuskular, intraartial

Distribusi Obat
Kompleks protein darah-obat, penimbunan pada organ
tertentu
Efek obat ditentukan oleh kapasitas permeabilitas
sel/jaringan, afinitas reseptor, waktu paruh (T1/2)

Metabolisme Obat
Meliputi proses biokimia (oksidasi, reduksi,

hidrolisis, konjugasi)

Eksresi dan eliminasi


Dalam bentuk obat asli dan metabolit
Ekresi melalui : urin, feses, empedu, keringat, air
liur
Detoksifikasi/inaktivasi (fenobarbital, fenasetin,
asetaminofen)

Pengaruh obat-obat lain serta asam/basa

RESEP

Resep adalah permintaan tertulis dari


Dokter, Dokter Gigi, Dokter Hewan
kepada Apoteker Pengelola Apotik untuk
menyediakan dan menyerahkan obat
bagi penderita sesuai peraturan
perundang-undangan yang berlaku
(Keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia No. 1332/MENKES/SK/X/ 2002)

Cara penulisan Resep


Harus diperhatikan tentang bagian-bagian
dalam penulisan resep yaitu:
1. Inscriptio identitas dokter, kota tempat
praktek, tanggal pembuatan resep dan tanda
R/
2. Ordinatio (Prescriptio) Nama dan jumlah
masing-masing obat, serta bentuk yang dibuat
3. Signatura Cara pemakaian obat dan
identitas pasien
4. Subscriptio tanda-tangan atau paraf dokter

BAHASA DALAM PERESEPAN


TUJUAN: MAMPU BERKOMUNIKASI DENGAN
APOTEKER DENGAN MENGGUNAKAN RESEP
SEBAGAI SARANA
BAHASA KOMUNIKASI: BAHASA LATIN:

BHS MATI, KEPASTIAN ARTI, BHS DUNIA


KEDOKTERAN.

SINGKATAN LATIN DALAM PENULISAN RESEP


a.c
prn
p.c
d.t.d
3.d.d
c
caps
tab
cito
cth
s.u.c
s.u.e
Pulv
m.f

ante coenam
pro re nata
post coenam
da tales dose
3 de die
cochleare
capsulae
tablet
cito
cochleare tea
signa usus cognitus
signa usus externus
pulveres
misca fac

sebelum makan
jika diperlukan saja
setelah makan
berikan dalam takaran tsb
tiga kali sehari
sendok makan
kapsul
tablet
segera
sendok teh
pemakaian diketahui
untuk pemakaian luar
serbuk terbagi
buatlah

Contoh Blanko Resep


dr. Hilman
SIP.No.79/2008
Alamat Rumah:
Jl. Veteran No.09
Banjarmasin
Telp.(0511)3300221

R/

Alamat Praktek:
Jl.A.Yani No.83
Banjarmasin
Telp.(0511)3252552
Banjarmasin, 12 februari 2008

dr. I Gede Anu


No. Ijin Dokter
Alamat : Jl. Hayam Buruk
Telp :

INSCRIPTIO

29 september 08

Nebacetin Powder Fl No. I

SIGNATURA

Sue
paraf

Pro

: Made Sableng

Umur

: 27 th

ORDINATIO/PRESCRIPTIO

Alamat : Jl. Lengeh Denpasar

SUBSCRIPTIO

SIGNATURA

dr. I Gede Anu


No. Ijin Dokter
Alamat : Jl. Hayam Buruk
Telp :

dr. I Gede Anu


No. Ijin Dokter
Alamat : Jl. Hayam Buruk
Telp :

29 september 08

29 september 08

Amoxicillin 500mg tab No. XII

Interhistin tab 1

S . 3 . d.d 1

Prednison 5mg tab 1


paraf

Acid Ascorbat 75 mg
m.f. pulv d.t.d No XX

Asam Mefenamat 500mg tab No. XII

S . 3. d. d 1 pulv

S . 3 . d.d 1

paraf
paraf

Pro

: Made Sableng

Pro

: Srondeng

Umur

: 27 th

Umur

: 5 th

Alamat

: Jl. Lengeh Denpasar

Alamat

: Jl. Lengeh Denpasar

Contoh Resep
dr. Hilman
SIP.No.79/2008
Alamat Rumah:
Jl. Veteran No.09
Banjarmasin
Telp.(0511)3300221

Alamat Praktek:
Jl.A.Yani No.83
Banjarmasin
Telp.(0511)3252552
Banjarmasin, 12 februari 2008

R/ Tiamfenikol 500mg

No.XXX

S.4.d.d caps I a.c.

R/ Parasetamol 500mg
S.prn.3.d.d tab I (febris)

No.XXX

Pro: Tn. Andi


Umur: 27 th
alamat: Jl.sutoyo.s. Rt.3 No.25 Banjarmasin

6 tahap melakukan panatalaksanaan pasien suatu


penyakit secara rasional dan ilmiah secara tertulis
(resep)

Mendefinisikan permasalahan pasien


Menjelaskan tujuan terapi secara spesifik
Menjelaskan kesesuaian terapi dengan obat pilihan
Memulai suatu terapi
Memberikan informasi, instruksi dan peringatan
Melakukan monitoring pengobatan dan menghentikan
terapi

Terima Kasih
Man Jadda wa jadda