Anda di halaman 1dari 10

Aplikasi Hukum I Termodinamika

Kelompok 14
Nahzim Rahmat
Ratih Noviyanti
I Putu Eka Andipa Suryanada
Putu Dika Wilyana Dewi

1113031027
1113031028
1113031051
1113031057

Aplikasi Hukum I Termodinamika Pada


Proses Fisis
Aplikasi pada Gas Nyata

Aplikasi pada Gas Ideal


:

Persamaan Van Der Waals


Percobaan Joule Thomson

PV=nRT

Ekspansi Isotermal Reversibel


Ekspansi Isobar Isotermal
Ekspansi Adiabatk Reversibel

Energi dalam dan entalpi dari gas ideal


hanya merupakan fungsi suhu, maka
pada suhu konstan = = 0
v2

v2

nRT
V
dV nRT ln 2
V
V1
v1

q W PdV

Ekspansi Adiabatik Isobarik


Proses Isobar sama dengan proses
isotermal, dimana harga = = 0

v1

v2

q W PdV P(V2 V1 )
v1

lanjutan

lanjutan
T2

U W nCv dT

Proses ini q = 0

Ekspansi Adiabatk Reversibel

T1

Proses ini q = 0

Ekspansi Adiabatik Isobarik

T2

nC

dT

T1

T2

T2

T1

T1

U W ; U nCv dT ; H nC p dT ; W PV

Untuk menghitung perubahan energi


dalam dan perubahan entalpi, perlu
diketahi suhu awal dan suhu akhir reaksi,
sehingga

Dengan demikian,
T2

PV nCv dT nCV (T2 T1 )


T1

T1V1RiCv T2V2RiCv
Bila Cv tidak
bergantung pd T

P1V1

Aplikasi pada Gas Nyata


Persamaan Van Der Waals

n2a
P 2 (V nb) nRT
V

P2T2

Cp
Cv

Untuk 1 mol gas, pers Van der


Waals menjadi:
Maka:

RT a
P
2
V

V2

Jika gas nyata mengikuti


persamaan van der waals
V2

Kerja ekspansi : W PdV


V1

a
RT
W
2 dV
V b V
V1

V b a a

W RT ln 2
V

a
1
V2 V1

lanjutan

Persamaan Van Der Waals


V b

q U W RT ln 2
V1 b

Tidak dapat dihitung dengan Hk.


I Termodinamika, diperlkan Hk. II
Termodnamika, Sehingga:

Dari pers. Van der


Waals :
RT a
P
2
V b V

Penurunan thd T pd
V tetap diperoleh:

a
U
P

T
P 2
V
V T
T V

Sehingga

lanjutan

Persamaan ini
disubstitusi ke pers.
Van der Waals

V2

a
a
a
dV

V 2
V1 V2
V1

Percobaan Joule Thomson

Gas dibiarkan mengembang pd


sumbat berpori kemudian T
diukur pada variasi P pd
keadaan entalpi tetap

T
1 H

P
C

H
T
p

JT

JT

1
Cp

U
( PV )

T
T

Keterangan: jt= koef. Joule-Thomson

R
P


T V V b

Aplikasi Hukum Pertama


Termodinamika pada Reaksi
Kimia yaitu pada Bidang
Termokimia
Termokimia

Ilmu yg mempelajari efek panas yg terjadi pada reaksi kimia


||

besarnya Panas reaksi


Kondisi reaksi

Reaksi yg berlangsung pada volume tetap dinyatakan dengan


qv = U (perubahan energi)
Reaksi yg berlangsung pada tekanan tetap panas reaksinya
dinyatakan dengan qp = H (perubahan entalpi)

positif
U atau H

Contoh :
N2 (g) + 3H2 (g)

negatif

2NH3(g)

endoterm
eksoterm

H= -92 kJ

Persamaan diatas menunjukkan bahwa apabila 1 mol gas N2 bereaksi


dengan 3 mol gas H2 membentuk gas NH3, akan dibebaskan panas 92 kJ
Hubungan antara U dan H dapat diturunkan sebagai berikut

H = U - PV
H = U + (PV)
Gas (ideal) (PV) = U atau (n)RT, sehingga persamaan diatas dapat ditulis
H = U + nRT

n = selisih mol gas hasil reaksi dan mol gas pereaksi

Bagi reaksi yg tidak menyangkut gas (PV) sangat kecil


dibandingkan U sehingga dapat diabaikan
Karena itu H = U
Contoh :
N2 (g) + 3H2 (g)

2NH3(g)

H298 K = -92 kJ

Tentukan U reaksi tersebut!


Penyelesaian :
n = 2 4 = -2
U = H nRT = -92 ( -2 x 8,314 x 298 x 10-3 ) = -87 kJ

Pada reaksi :
C (s) + O2 (g)

CO2(g)

Tentukan U reaksi tersebut!

H298 K = -393,5 kJ
Penyelesaian :
n = 1 1 = 0
U = H = -393,5 kJ

Pengukuran
Panas Reaksi

Alat Kalorimeter

Volume tetap, qv atau perubahan energi dalam qp,


perubahan entalpi, H, diperoleh apabila reaksi
dilakukan dalam gelas kimia atau labu terisolasi,
botol termos, atau labu Dewar.
Untuk Rumusan U dan H :
Perhatikan Contoh halaman 45
Perhitungan Panas Reaksi
Reaksi kimia kebanyakan dilakukan pada tekanan konstan. Oleh
karena itu , perhitungan panas reaksi hanya ditekankan pada
panas reaksi tekanan tetap atau sama dengan perubahan entalpi,
H. ada beberapa cara untuk menentukan panas reaksi pada
tekanan tetap, yaitu berdasarkan hukum Hess, data perubahan
entalpi pembentukan standar dan data energi ikatan

Menyatakan bahwa banyaknya panas yang dilepaskan atau


diserap dalam reaksi kimia tidak tidak bergantung pada
jalannya reaksi
C

Jalur 1

Jalur 2

A
Jalur 3
E

H jalur 1 = H jalur 2 = H jalur 3

Entalpi Pembentukan
Standar
Hf0 suatu senyawa adalah perubahan entalpi yang terjadi ketika satu
mol senyawa dibentuk dari unsur-unsurnya dalam keadaan standar.
aA + bB cC + dD
Hf0 dapat ditentukan menurut persamaan berikut:
Hf0 = cHf0 [C] + dHf0 [D] - aHf0 [A] - bHf0 [B]
Energi ikatan
disosiasi (D)

Energi ikatan
rata-rata ()

Energi Ikatan
Data energi ikatan dapat dihunakan untuk memperkirakan panas reaksi gasgas yang berikatan kovalen dengan asumsi:
- Semua ikatan dari suatu jenis ikatan tertentu adalah identik
- Energi ikatan dari ikatan tertentu tidak bergantung pada senyawa dimana
ikatan tersebut ditemukan