Anda di halaman 1dari 17

PROTEIN

Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah


Praktikum Biokimia
Yang dibina oleh
Ibu Balqis

Disusun Oleh :
1) Hanifah Fitria R

(130341614781)

2) Lailil Hidayah

(130341614827)

3) Melania Primasta

(130341614846)

4) Rizka Nurlaili

(130341614848)

5) Rizka Permatasari

(130341614841)

6) Sintya Yuliandini

(130341614838)

Offering C / KELOMPOK 1

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
NOVEMBER 2013

A. Topik
Protein
B. Tujuan
Mahasiswa dapat :
1. Mengidentifikasi kandungan protein dalam berbagai kandungan makanan dan
minuman.
2. Membandingkan kandungan protein dalam berbagai makanan dan minuman.
3. Untuk mengidentiikasi adanya protein dengan tes pengendapan.
4. Untuk mengidentifikasi karakteristik protein .

C. Dasar Teori

1. Pengertian Protein
Protein adalah molekul raksasa yang terdiri dari satuan-satuan kecil
penyusunnya yang disebut asam amino yang tersusun dalam urutan tertentu, dengan
jumlah dan struktur tertentu. Molekul-molekul ini merupakan bahan pembangun sel
hidup. Protein yang paling sederhana terdiri atas 50 asam amino, tetapi ada beberapa
protein yang memiliki ribuan asam amino. Hal yang terpenting adalah
ketidakhadiran, penambahan, atau penggantian satu saja asam amino pada sebuah
struktur protein dapat menyebabkan protein tersebut menjadi gumpalan molekul
yang tidak berguna. Setiap asam amino harus terletak pada urutan yang benar dan
struktur yang tepat (Poedjiadi, 1994).
Protein yang terdapat dalam makanan kita dicernakan dalam lambung dan
usus menjadi asam-asam amino, yang diabsorsi dan dibawa oleh darah ke hati.
Sebagian asam amino diambil oleh hati, sebagian lagi diedarkan ke dalam jaringanjaringan di luar hati. Protein dalam sel-sel tubuh dibentuk dari asam amino. Bila ada
kelebihan asam amino dari jumlah yang digunakan untuk biosintesis protein,
kelebihan asam amino akan diubah menjadi asam keto yang dapat masuk kedalam

siklus asam sitrat atau diubah menjadi urea. Hati merupakan organ tubuh dimana
terjadi reaksi katabolisme maupun anabolisme. Asam amino yang dibuat dalam hati,
maupun yang dihasilkan dari proses katabolisme protein dibawa oleh darah ke dalam
jaringan untuk digunakan. Asam amino yang terdapat dalam darah berasal dari tiga
sumber, yaitu absorpsi melalui dinding usus, hasil penguraian protein dalam sel dan
hasil sintesis asam amino dalam sel (Poedjiadi, 1994).

D. AlatdanBahan
Alat

Bahan

Beaker Gelas 50ml

Albumin telurayam

Beaker Gelas 100ml

Albumin telursapi

Pipet tetes

Alnumintelurpuyuh

Penjepit tabung reaksi

Pepton

Tabung reaksi

hopekinscole

Lampu spiritus

Fenilalanin

Kaki tiga

Urea

Kasa esbes

CuSO4

Korek api

HNO3 pekat

Gelas ukur 10 ml

NaOH
Gelatin
Susu
Kaliumhipoklorit
Asampiterat
Asamtrichlorasetat
Alcohol
Perak nitrat
Tembagasulfat
(NH2)SO4
Asamasetat
Kasein
Bromkesolhijau
Ammonium hidroksida
Asamoksalat
NA2CO3
H2CO3

E. LangkahKerja

1.Uji biuret

Disiapkan 8 tabung reaksi,


masing-masing dimasukkan
1 ml bahan(albumin
telurayam, puyuhdanbebek ,
pepton, urea, sususapi ,
susuukambing ,
susukedelai)

Masingmasingt

Masingmasingta
abung di tetesi
bung di tetesi 5
5 tetesNaOH
tetesNaOH 10 %

Setelahitu
Setelahitudidi
tetesi CuSO4
CuSO4

10 %

Di
lihatperubaha
nwarnanya.

2. Ujixantoprotein
Disediakan 1 ml
bahan albumin
danfenilalanindalam
tabungreaksi

Diamatiperubah
anwarnanya.

Di tambahkan 5
tetes HNO3
PEKAT

dipanaskansatu
menit

Di
masukanNaoH
40 %

didinginkan ,
dialiri air

5. Ujihopekinscole
Diambil 5
tetesbahan
(albumin ,
teptofan, gelatin,
pepton)

Di tambah 5
tetesreagenhope
kinscole.

Di
tambahasamsu
lfatpekatdan di
amatihasilnya

6. Uji sulfur
1 ml

bahansusudanpe
pton

Di tambahkan 1 ml
NaOH 40%

Di
panaskan

Di
amatiperubahan
yang terjadi

ditambahkanPb
Asetat

5. Ujisakaghuci

1 ml albumin
(telurayam,
telurpuyuh,
telurbebek)

Di tambahkan 2
tetesNaOH 10
%

Di tambah 1
tetesalfa naftoldankocok

Di
amatiperubahany
ang terjadi

Di
tambahkankaliu
mhipoklorat

6. Pengendalan

Gelatin 2 ml

Di
tambah
air 10 ml

Di
panaskan

Di beri
(NH4
)2SO4

diamatiperubahan
volume yang terjadi

F. Data
1. Ujiwarna
Uji Biuret
Bahan
Albumin telur bebek

NaOH 10 %

CuSO4 1%

Tetap berwarna

Berwarna ungu

kuning

(positif)

Keterangan
-

Diberi NaOH
terdapat
endapan putih

Albumin telur puyuh

Albumin telur ayam

Tetap berwarna

Berwarna ungu tua

bening

(positif)

Berwarna putih

Bewarna ungu

tulang

(positif)

Warna telur
semula bening

Pada saat diberi


CuSO4 1%
terdapat
endapan bening
di permukaan

Susu sapi

Tetap berwarna putih

Berwarna ungu

(positif)

Ada endapan
biru muda pada
saat destilasi
CuSO4 1%

Susu kedelai

Tetap berwarna putih

Berwarna abu-abu

muda
Susu kambing

Tetap berwarna putih

Berwarna biru muda

Pada saat diberi


NaOH terdapat
endapan

Urea

Tetap berwarna

Berwarna bening

bening

Pada saat diberi


CuSO4 1%
terdapat butiran
halus berwarna
biru di
dalamnya.

Pepton

Tetap berwarna

Berwarna ungu

bening

(positif)

Pada saat diberi


CuSO4 1%
terdapat butiran
berwarna biru

Uji Sulfur
Bahan

NaOH 40%

Dipanaskan

Keterangan

(1 menit)
1 ml susu sapi

Tetap berwarna putih

Berwarna orange

Semula, warna susu


adalah putih

1 ml susu kambing

Tetap berwarna putih

Berwarna kuning

Warna semula susu


kambing adalah putih
setelah dipanaskan
muncul butiranbutiran berwarna
putih.

1 ml susu kedelai

Tetap berwarna putih

Tetap berwarna putih

Saat diberi NaOH


40% maupun
dipanaskan tetap
berwarna putih

Pepton

Tetap berwarna

Tetap berwarna

Saat diberi NaOH

bening

bening

40% maupun
dipanaskan tidak
terjadi reaksi

Uji Xantoprotein
Bahan

Ditambah HNO3

Dipanaskan

Pekat
Albumin telur ayam

Ditambahkan
NaOH 40%

Berwarna putih dan

Berwarna kuning dan

Cairan berwarna

terdapat gumpalan

menggumpal

kuing (++) dan

berwarna putih

gumpalan berwarna
kuning muda

Albumin telur bebek

Berwarna putih dan

Berwarna kuning dan

Cairan berwarna

terdapat gumpala

menggumpal

kuning (+) dan

warna putih

gumpalan berwarna
kuning muda

Albumin telur puyuh

Berwarna putih dan

Berwarna kuning dan

Gumpalan berwarna

terdapat gumpalan

menggumpal

kuning muda

berwarna putih

Uji Hipkins Cole


Bahan

Ditambahkan Hopkins Cole

Ditambahkan Asam Sulfat

Pepton

Cairan berwarna putih

Tidak tampak cincin ungu

Gelatin

Cairan berwarna putih

Tidak tampak cincin ungu

Triptofan

Cairan berwarna putih

Tidak tampak cincin ungu

Albumin telur ayam

Cairan berwarna putih

Tidak tampak cincin ungu

Albumin telur bebek

Cairan berwarna putih

Tidak tampak cincin ungu

Albumin telur puyuh

Cairan berwarna putih

Tidak tampak cincin ungu

Uji Sakaghuci
Bahan
Albumin telur ayam

NaOH 10%
Berwarna Putih

Naftanol

Kalium Hipoklorit

Berwarna putih dan

Berwarna putih dan

terdapat gumpalan

menggumpal

berwarna putih (++)


Albumin telur bebek

Berwarna Putih

Berwarna putih dan

Berwarna putih dan

terdapat gumpalan

menggumpal

berwarna putih (+++)


Albumin telur puyuh

Berwarna Putih

Berwarna putih dan

Berwarna putih dan

terdapat gumpalan

menggumpal

berwarna putih

Uji Pengendalan
Bahan
Gelatin 2 ml

Perlakuan
Ditambah air 10 ml

Keterangan
Berwarna kuning, volumenya
bertambah, larutan gelatin
dari 15 ml menjadi 18 ml

Dipanaskan

Volume berkurang menjadi


15 ml

Diberi (NH4)2SO4

Warnanya menjadi keruh dan


terdapat endapan berwarna
kekuningan

G. Analisis Data
UJI BIURET
Pada uji warna dengan biuret di dapatkan hasil pertama, albumin telur bebek di beri
tetesan NaOH 10% tetap berwarna kuning, dan menimbulkan endapan putih . ketika di beri
CuSO4 1% menjadi berwarna ungu , dan uji di katakan positif. Pada albumin telur puyuh
penambahan NaOH 10% tidak terjadi perubahan warna, dan tetap berwarna bening, ketika di
tetesi CuSO4 1%menjadi berwarna ungu tua. Ini menandakan uji positif. Pada albumin telur
ayam ketika di beri NaOH 10% menjadi warna putih tulang dan ketika di beri CuSO4 1 %
menjadi berwarna ungu. Dan ini menandakan uji positif.Pada susu sapi di beri NaOH 10%
menjadi warna putih dan ketika di beri CuSO4 1 % menjadi berwarna ungu selain itu juga
terdapat endapan biru muda . Dan ini menandakan uji positif. Pada susu kedelai ketika di beri
NaOH 10% menjadi warna putih dan ketika di beri CuSO4 1 % menjadi berwarna abu-abu
muda.Pada susu kambing ketika di beri NaOH 10% menjadi warna putih dan ketika di beri
CuSO4 1 % menjadi berwarna biru muda. Dan terdapat endapan.Urea ketika di beri NaOH
10% menjadi warna berwarna bening dan ketika di beri CuSO4 1 % menjadi berwarna
bening. Terdapat butiran halus biru di dalamnya. Pada pepton, ketika di beri NaOH 10%
menjadi warna berwarna bening dan ketika di beri CuSO4 1 % menjadi berwarna ungu. Hal
ini menandakan uji positif.
UJI SULFUR
Pada uji sulfur dengan uji pertama menggunakan bahan susu sapi 1 ml terdapat warna
putih ketika di tetesi oleh NaOH 40% . Dan ketika di panaskan selama 1 menit menghasilkan
warna orange. Pada uji sulfur dengan bahan susu kambing warna tetap putih ketika di tetesi
oleh NaOH 40% . Dan ketika di panaskan selama 1 menit menghasilkan warna kuning. Dan
terdapat butiran putih. Pada susu kedelai warna tetap putih ketika di tetesi oleh NaOH 40% .
Dan ketika di panaskan selama 1 menit menghasilkan warna tetap putih . pada saat dua
perlakuan tersebut tidak terjadi reaksi apapun. Dengan bahan uji pepton warna tetapbening
ketika di tetesi oleh NaOH 40% . Dan ketika di panaskan selama 1 menit menghasilkan warna
bening. Dalam kedua perlakuan , tidak terjadi reaksi apapun.
UJI XANTOPROTEIN
Pada uji xantoprotein dengan bahan albumin telur ayam yang telah di tetesi HNO3 encer
menghasilkan warna putih dengan gumpalan berwarna putih. Setelah di panaskan terdapat

gumpalan berwarna kuning . di tetesi dengan NaOH 40%

terdapat gumpalan berwarna

kuning muda dan cairan berwarna kuning (++)


Pada uji kedua dengan bahan albumin telur bebek yang telah di tetesi HNO3 encer
menghasilkan warna putih dengan gumpalan berwarna putih. Setelah di panaskan terdapat
gumpalan berwarna kuning . di tetesi dengan NaOH 40%

terdapat gumpalan berwarna

kuning muda dan cairan berwarna kuning (+)


Pada uji ketiga dengan bahan telur puyuh yang telah di tetesi HNO3 encer menghasilkan
warna putih dengan gumpalan berwarna putih. Setelah di panaskan terdapat gumpalan
berwarna kuning . di tetesi dengan NaOH 40% terdapat gumpalan berwarna kuning muda dan
cairan berwarna kuning (+++)
UJI HOPEKINS COLE
Pada uji hopekinscole bahan pertama yang di gunakan adalah pepton yang di tetesi oleh
hopekins cole dan menghasilkan cairan dengn warna putih. Setelah itu di tetesi dengan asam
sulfat tidak menghasilkan cincin ungu sebagai tanda bahwa uji bernilai positif. Pada uji yang
kedua menggunakan bahan gelatin dan menghasilkan cairan dengn warna putih. Setelah itu di
tetesi dengan asam sulfat tidak menghasilkan cincin ungu sebagai tanda bahwa uji bernilai
positif. Percobaan ketiga dengan bahan triptofan , albumin telur ayam, albumin telur bebek
dan albumin telur puyuh , ketiganya menghasilkan cairan dengn warna putih ketika di beri
hopekinscole . Setelah itu di tetesi dengan asam sulfat tidak menghasilkan cincin ungu
sebagai tanda bahwa uji bernilai positif.
UJI SAKAGHAUCHI
Pada uji ini dengan bahan albumin telur ayam

yang telah di beri NaOH 10 %

menghasilkan warna putih . ketika di beri alfa naftanol menhasilkan warna putih dengan
menhasilkan gumpalan putih (++). Dan ketika di tetesi kalium hipoklorat menghasilkan
gumpalan berwarna putih. Pada bahan albumin telur bebek yang telah di beri NaOH 10 %
menghasilkan warna putih . ketika di beri alfa naftanol menhasilkan warna putih dengan
menhasilkan gumpalan putih (+++). Dan ketika di tetesi kalium hipoklorat menghasilkan
gumpalan berwarna putih. Pada percobaan ketiga menggunakan albumin telur puyuh yang
telah di beri NaOH 10 % menghasilkan warna putih . ketika di beri alfa naftanol menhasilkan
warna putih dengan menhasilkan gumpalan putih (+). Dan ketika di tetesi kalium hipoklorat
menghasilkan gumpalan berwarna putih.

UJI PENGENDALAN
Gelatin dengan ukuran kurang lebih 2 ml ketika di tambah air sebanyak 10 ml berwarna
bening, dan di diamkan menghasilkan perubahan volume dari 12 ml menjadi kurang lebih 18
ml. Setelah di panaskan berkurang volumenya menjadi 15 ml. dan ketika di tetesi dengan
(NH4)2SO4 menghasilkan warna keruh dan terdaapat endapan kekuningan.

H. Pembahasan
UJI WARNA
1. Uji biuret
Pada uji biuret , Reagen biuret berfungsi untuk menguji kandungan protein dalam suatu
zat (makanan) apabila setelah ditetesi biuret, makanan/sari makanan yang mengandung
protein akan berubah menjadi berwarna ungu.
Dalam praktikum yang telah di lakukan , albumin telur bebekyang telah di beri NaOH 10
% warna menunjukan tetap kuning dengan endapan putih. Endapan putih tersebut merupakan
reaksi antara NaOH dengan albumin telur. Penambahan larutan NaOH pada larutan protein
tersebut yaitu sebagai katalis yang berfungsi untuk menghancurkan atau memecahkan
protein.Dan ketika di berikan CuSO4 1 % menghasilkan warna ungu. Hal ini menunjukan
bahawa albumin telur mengandung protein. Langkah praktikum kedua dengan bahan albumin
telur puyuh yang di tetesi dengan NaOH 10 % . Penambahan larutan NaOH pada larutan
protein tersebut yaitu sebagai katalis yang berfungsi untuk menghancurkan atau memecahkan
protein. Dan di berikan CuSO4 1 % menghasilkan warna ungu tua. Hal ini menunjukan
bahwa dalam albumin telur puyuh mengandung protein .
Pada albumin telur ayam yang ditetesi tetesi dengan NaOH 10 % menghasilkan warna
putih tulang sebagai bentuk reaksi dengan NaOH dan di berikan CuSO4 1 % menghasilkan
warna ungu.Dan terdapat endapan bening di bagian permukaan. Endapan tersebut adalah telur
ayam yang belum mengalami penggumpalan. Dan reaksi yang menunjukan warna ungu,
berarti dalam albumin telur ayam mengandung protein. Hal ini sesuai teori bahwa protein
akan bereaksi dengan uji biuret dan menghasilkan warna ungu.
Larutan CuSo4 yang bersifat basa bereaksi dengan polipeptida, sedangkan polipeptida
merupakan penyusun protein. Yang menandakan adanya protein yaitu terdapat ikatan peptida
yang lebih banyak, hal itu terbukti saat penambahan larutan CuSo4 dan dikocok larutan tetap
berwarna ungu yang menandakan bahwa ikatan peptidanya kuat, karena apabila ikatan
peptidanya lemah saat larutan protein ditambahkan larutan CuSo4, warna ungunya akan
memudar saat dikocok.Uji Biuret digunakan untuk membuktikan adanya peptida pada larutan
protein albumin. Dan dari hasil percobaan yang telah dilakukan terbukti adanya protein pada
larutan albumin.

Pada susu sapi yang telah di berikan NaOH 10% susu tetap berwarna putih. Dalam hal
ini NaOH berfungsi sebagai reaksi pengkatalis. Dan ketika di berikan CuSO4 susu sapi
menjadi berwarna ungu. Hal ini menunjukan bahwa dalam susu sapi terdapat protein. Ini
sesuai teori bahwa bahan yang mengandung protein akan berwarna ungu ketika di tetesi
dengan larutan biuret. Dan menimbulkan endapanbiru muda saat di tetesi CuSo4.Iini
merupakan reaksi pertama ketika di tetesi CuSO4 , dan semakin lama menjadi ungu.
Pada susu kedelai yang telah di teteskan NaOH 10% menghasilkan warna putih. Ini
merupakan proses reaksi pengkatalisan sehingga tidak menimbulkan warna baru. . Dan
ketika di tetesi dengan CuSO4 menjadi berwarna abu-abu muda. Dalam percobaan di ketahui
bahwa susu kedelai tidak mengandung protein. Karena protein akan berwarna ungu apabila
ditetesi biuret. Hal ini tidak sesuai dengan teori yang sudah ada, bahawa dalam 100 gram
kedelai terdapat 3,5 gram protein . Kesalahan pada saat melakukan praktikum , menjadi
penyebab ketidak akuratan data. Terlebih ketika memasukan larutan CuSO4 kedalam tabung
reaksi yang terlalu tergesa-gesa, sehingga pada saat pengamatan di dapatkan hasil yang tidak
sesuai dengan teori.
Pada susu kambing yang telah di teteskan NaOH 10% menghasilkan warna putih. Ini
merupakan proses reaksi pengkatalisan sehingga tidak menimbulkan warna baru. . Dan
ketika di tetesi dengan CuSO4 menjadi berwarna biru muda.

Dalam percobaan dapat

dikatakan bahwa susu kambing tidak sesuai dengan teori yang ada. Karena dalam teori setiap
100 ml susu kambing mengandung 33 gram protein dan hampir serupa dengan kandungan
protein dalam susu sapi. Kesalahan terdapat pada saat percobaan. Yakni terlalu tergesa-gesa
pada saat penetesan larutan CuSO4 sehingga perubahan warnanya kurang bisa dapat di lihat
dengan benar.
Percobaan selanjutnya pada urea. Urea yang telah di teteskan NaOH 10% menghasilkan
warna putih. Ini merupakan proses reaksi pengkatalisan sehingga tidak menimbulkan warna
baru. . Dan ketika di tetesi dengan CuSO4 warna urea menjadi berwarna bening. Hal ini
menunjuklan bahwa dalam urea tidak terdapat protein. Sehingga tidak terdapat ikatan peptida.
Warna tidak berubah karena ion Cu2+ bebas alias tidak berikatan. Ketika 2 asam amino
diposisikan sedemikian rupa sehingga gugus karboksil dari suatu asam amino berdekatan
dengan gugus amino dari asam amino yang lain, suatu enzim akan dapat menyatukan kedua
asam amino itu melalui reaksi dehidrasi. Ikatan kovalen yang dihasilkannya disebut ikatan
peptida. Jika dilakukan berulang-ulang , proses ini akan menghasilkan polipeptida. Ion Cu2+
dari preaksi Biuret dalam suasana basa akan bereaksi dengan polipeptida atau ikatan-ikatn
peptida yang menyusun protein membentuk senyawa kompleks berwarna ungu atau violet.

Pada pepton, yang di beri NaOH 10% menghasilkan warna putih bening. Ini merupakan
proses reaksi pengkatalisan sehingga tidak menimbulkan warna baru. Dan ketika di tetesi
dengan CuSO4 warna tetap bening. Hal ini menunjukan bahwa dalam larutan pepton tidak
mengandung protein . dalam hasil percobaan ini , dapat di ketahui bahwa ada kesalahan dalam
melaksanakan prosedur kerja. Karena pepton meurupakan hasil hidrolisis dari protein.
Seharusnya pepton akan berwarna ungu ketika di uji dengan uji biuret.

2. Uji Xantoprotein

Uji xantoprotein merupakan uji untuk menentukan apakah suatu protein mengandung
gugus benzena (cincin fenil). 20 jenis asam amino esensial dalam organisme kehidupan
yang mengandung gugus benzena ada tiga yaitu fenilalanin, triptofan dan tirosin. Maka uji
xantoprotein ini hanya positif jika asam amino tirosin, triptofan dan fenil alanin
ditambahkan asam nitrat pekat terbentuk endapan putih dan berubah menjadi kuning
sewaktu dipanaskan.