Anda di halaman 1dari 14

TEKNIK RESERVOIR

JUDUL

: RESERVOIR MANAGEMENT

NO : TR 10
Halaman
: 1 / 14
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

ASPEK-ASPEK RESERVOIR MANAGEMENT

Pendahuluan

Reservoir management adalah aplikasi dari berbagai macam teknologi dan pengetahuan tentang sistem
reservoir yang ada, dengan tujuan untuk mengontrol operasi dan memaksimalkan perolehan secara
ekonomis dari suatu reservoir.

Tujuan yang utama dari reservoir management adalah :


1. Mengurangi resiko
2. Menaikkan produksi minyak dan gas bumi
3. Menaikkan cadangan minyak dan gas bumi
4. Memaksimalkan perolehan
5. Meminimalkan pengeluaran (capital expenditures)
6. Meminimalkan ongkos produksi.

Langkah-langkah dalam reservoir management yang terintegrasi antara lain :


1. Pengambilan data
2. Intepretasi dari masing-masing data untuk mendapatkan model dari data-data tersebut
3. Mengintegrasi seluruh model dari data yang telah di intepretasi untuk membuat model reservoir
4. Menghitung kelakuan model reservoir dengan menggunakan simulator
5. Mengkalibrasi model reservoir dengan menggunakan data produksi
6. Menggabung model reservoir dengan model sumur dan fasilitas permukaan
7. Menggunakan gabungan model yang terintegrasi mulai dari reservoir, sumur hingga fasilitas
permukaan untuk menghitung cadangan dan memperkirakan produksi untuk berbagai macam
skenario pengembangan.

Reservoir management adalah tentang (1) membuat keputusan-keputusan yang tepat sehingga perusahaan
dapat mencapai tujuan yang diinginkan (2) menerapkan keputusan-keputusan tersebut. Kedua hal tersebut
bergantung dari kemampuan untuk memodelkan kelakuan dari sistem reservoir, untuk memodelkan
reservoir secara tepat terdapat 4 langkah (Gambar 1) yang harus dilalui, langkah tersebut antara lain :
Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL

: RESERVOIR MANAGEMENT

NO : TR 10
Halaman
: 2 / 14
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

karakterisasi reservoir, mengetahui reservoir performance, mengetahui well performance dan penentuan
skenario pengembangan yang tepat.

Karakterisasi Reservoir

Langkah ini berhubungan dengan identifikasi dari model reservoir, dimana dalam mengidentifikasi model
reservoir harus berdasarkan kondisi aktual reservoir. Identifikasi reservoir adalah solusi yang tidak unik,
artinya dalam mengidentifikasi reservoir tidak hanya terdapat satu jawaban yang mungkin, tetapi lebih
dari satu jawaban yang mungkin. Untuk mengurangi kemungkinan-kemungkinan tersebut, ada beberapa
hal yang dapat ditempuh, antara lain : (1) Menaikkan jumlah dan range dari informasi yang digunakan
untuk melakukan identifikasi (2) Membuktikan atau menguji kekonsistenan model dengan menggunakan
seluruh informasi yang ada. Jika model yang kita diagnosa konsisten dengan seluruh informasi yang ada,
maka model itu telah representatif dengan kondisi aktual reservoir. Jika model yang telah kita buat tidak
konsisten dengan satu informasi, maka model tersebut tidak dapat merepresentasikan kondisi aktual
reservoir.

Karakterisasi reservoir adalah proses yang dinamis, dan harus diulang jika terdapat informasi baru. Proses
tersebut terdiri dari 2 langkah yang bertalian, yaitu : (1) Identifikasi data yang digunakan untuk membuat
model (2) Mengintegrasi data tersebut menjadi model reservoir.

Pemodelan Data

Pemodelan data yang digunakan untuk membuat model diperoleh dari berbagai macam tipe data reservoir
(Gambar 2). Tipe data reservoir dibagi menjadi 2 yaitu (1) data statis, yaitu data yang digunakan untuk
melakukan deskripsi reservoir, yang termasuk data statis antara lain data geologi, data geophysics, data
geochemistry, dan petrophysics. (2) data dinamis, yaitu data yang digunakan untuk menggambarkan
kelakuan reservoir, yang termasuk data dinamis antara lain data fluida reservoir, data geomekanis, data uji
sumur, data log produksi, data produksi dan tracers. Pemodelan data spesifik pada data yang berkaitan
dengan model yang akan dikembangkan. Pemodelan data geophysics sebagai contoh, terutama
menghasilkan kontras impedance, sedangkan dari hasil uji sumur (well test) menghasilkan kontras pada
mobility dan storativity. Mengetahui alasan dari kekontrasan tersebut membutuhkan pengetahuan dari
data yang lain. Kontras impedance yang diidentifikasi dari geophysics mungkin disebabkan oleh
Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL

: RESERVOIR MANAGEMENT

NO : TR 10
Halaman
: 3 / 14
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

perubahan saturasi fluida atau perubahan stress field, sedangkan kontras mobility dan storativity yang
diidentifikasi dari uji sumur dapat disebabkan dari sifat geologi dari reservoir dan perubahan komposisi
fluida. Perbedaan pembuatan model reservoir disebabkan dari hasil dan cara pemodelan data yang
digunakan, lihat Gambar 3, dari data petrophysics model yang dihasilkan adalah model petrophysics
dengan 10 lapisan, sedangkan dari hasil uji sumur model yang dibentuk adalah 2 lapisan, sedangkan dari
tracer membentuk 10 lapisan jika perubahan permeabilitas pada masing-masing lapisan berubah secara
drastis, atau kurang dari 10 lapisan jika permeabilitas pada lapisan-lapisan tersebut tidak terlalu berbeda.
Sedangkan downhole flowmeter memberikan informasi yang berbeda, yaitu menentukan lokasi zona yang
produktif saja.

Proses pemodelan data adalah proses kebalikan atau jawaban dari masalah yang muncul, dengan solusi
yang tidak unik (memiliki banyak kemungkinan), data yang digunakan untuk pemodelan harus dibuktikan
kekonsistenannya dengan menggunakan informasi yang tersedia, dapat dilihat pada flowchart Gambar 4.
Sebagai contoh dari hasil uji sumur (well test) pada reservoir karbonat diharapkan dapat menemukan
kelakuan porositas ganda (double porosity) tetapi tidak pada reservoir batu pasir. Model dari hasil
intepretasi uji sumur (well test) dengan kelakuan yang homogen pada reservoir karbonat dan kelakuan
porositas ganda pada reservoir batu pasir adalah tidak konsisten dan harus dilakukan penyelidikan lebih
lanjut.

Integrasi Pemodelan Data

Model reservoir dibangun dari integrasi seluruh data yang telah kita modelkan, Gambar 5
mengillustrasikan proses penggabungan bersama-sama dari seluruh pemodelan data untuk membentuk
model reservoir. Jika satu tipe data yang tersedia tidak dimasukkan, maka pengetahuan yang dihasilkan
dari pemodelan data tersebut tidak tersedia, sehingga model reservoir yang kita bangun tidak konsisten.

Integrasi dari seluruh pemodelan data untuk membangun model reservoir dapat dilakukan secara
deterministic atau pendekatan stochastic. Teknik pendekatan secara stochastic sangat sesuai untuk
membangun model reservoir pada saat awal pengembangan suatu lapangan, karena data yang tersedia
pada kondisi ini masih sangat sedikit. Teknik deterministic cocok untuk membangun model reservoir
ketika data yang tersedia sangat melimpah.

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL

: RESERVOIR MANAGEMENT

NO : TR 10
Halaman
: 4 / 14
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Memeriksa Model Reservoir

Tujuan dari karakterisasi reservoir adalah menentukan model reservoir yang didasarkan dari pengetahuan
data statik dan dinamik reservoir. Pada saat model reservoir dibangun maka pengujian kekonsistenan
model reservoir dengan informasi dan data yang ada harus dilakukan. Artinya model reservoir harus
mencerminkan seluruh data yang digunakan dalam proses karakterisasi reservoir, seperti seismik, log, uji
sumur (well test) dan data produksi jika tersedia (Gambar 6). Pada tahap pemeriksaan, respon yang
dihasilkan dari model reservoir harus dihitung dengan :
1. Seismic simulator untuk memeriksa apakah model reservoir telah sesuai dengan data seismik,
termasuk time lapsed atau 4D seismic;
2. Log simulator untuk memeriksa apakah model reservoir sesuai dengan data log;
3. Flow simulator untuk memeriksa apakah model reservoir sesuai dengan data uji sumur (well test);
4. Reservoir simulator untuk memeriksa apakah model reservoir sesuai dengan data produksi.

Respon yang dihasilkan dari model reservoir adalah unik dan langsung. Jika model reservoir yang diuji
konsisten maka respon dari model reservoir cocok dengan data yang ada. Jika respon dari model reservoir
tidak cocok dengan data yang ada, maka kita harus meninjau ulang langkah pada saat penggabungan
pemodelan data atau pada saat kita menentukan pemodelan data, lihat Gambar 7.

Reservoir simulator yang komplek digunakan untuk mencerminkan performance reservoir yang akan kita
simulasikan (black oil, compositional, thermal, chemical, dll.) yang didasarkan dari data produksi
(tekanan, laju alir, WOR, GOR, dll.). Numerical flow simulators dibutuhkan untuk memcerminkan data
dan informasi yang didapat dari uji sumur (well test), numerical flow simulators memodelkan efek
disekitar lubang bor dan keheterogenan lapisan (umumnya menggunakan radial single well model pada
reservoir simulator).

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL

: RESERVOIR MANAGEMENT

NO : TR 10
Halaman
: 5 / 14
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Performance Reservoir, Performance Sumur, dan Pengembangan Lapangan

Jika model reservoir yang konsisten telah kita dapatkan, maka model tersebut dapat kita gunakan untuk
memperkirakan kelakuan reservoir pada masa mendatang dari skenario-skenario pengembangan yang
ada. Untuk memperkirakan kinerja suatu lapangan pada masa mendatang, kita harus mempertimbangkan
seluruh sistem yang terlibat yaitu reservoir, sumur dan fasilitas permukaan (Gambar 8 dan 9).

Perkiraan kinerja dari suatu lapangan pada masa mendatang dengan menggunakan scenario yang ada,
juga harus mempertimbangkan aspek ekonomi, lingkungan hidup, dan keamanan. Aspek tambahan
tersebut dapat diterjemahkan sebagai data tambahan, yang akan digunakan untuk menguji model reservoir
kita apakah masih sesuai dengan adanya tambahan data baru tersebut atau tidak. Bila respon dari model
reservoir tidak konsisten, maka kita harus memperbaharui model reservoir kita dengan memasukkan data
tambahan tersebut dan seluruh proses harus diulang, dengan tujuan untuk memasukkan aspek-aspek
tersebut pada skenario pengembangan.

Penutup

Seluruh proses dari reservoir management telah diuraikan, namun ada beberapa pertanyaan yang sering
muncul, apakah seluruh proses tersebut harus dilalui dan apakah proses tersebut membutuhkan biaya
yang besar ? Namun sebenarnya pertanyaan yang terpenting adalah seberapa banyak resiko yang dapat
kita kurangi ? Semakin banyak data dan informasi yang kita gunakan maka pengetahuan meningkat dan
resiko semakin berkurang hingga kondisi stabil tercapai.

Tujuan yang terakhir adalah mampu memodelkan reservoir, sumur dan fasilitas produksi secara akurat
dan sesuai prediksi, sehingga dapat digunakan secara meyakinkan untuk mengoptimalkan produksi,
meningkatkan perolehan dan mengurangi ongkos produksi, dan yang terpenting menaikkan pendapatan
seperti yang diharapkan oleh manajemen.

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL

: RESERVOIR MANAGEMENT

NO : TR 10
Halaman
: 6 / 14
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Daftar Pustaka

1. Gringarten, A. C. : Evolution of Reservoir Management Techniques : From Independent


Methods to an Integrated Methodology. Impact on Petroleum Engineering Curriculum, Graduate
Teaching and Competitive Advantage of Oil Companies, SPE 39713, 1998.

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL

: RESERVOIR MANAGEMENT

NO : TR 10
Halaman
: 7 / 14
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Gambar-Gambar yang Digunakan

Gambar 1. Proses-proses Reservoir Management Secara Skematik

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL

: RESERVOIR MANAGEMENT

NO : TR 10
Halaman
: 8 / 14
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Gambar 2. Proses-proses Reservoir Management Secara Detail

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL

: RESERVOIR MANAGEMENT

NO : TR 10
Halaman
: 9 / 14
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Gambar 3. Pemodelan Data yang Representative untuk suatu Reservoir

Gambar 4. Proses Intepretasi Data

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL

: RESERVOIR MANAGEMENT

NO : TR 10
Halaman
: 10 / 14
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Gambar 5. Integrasi Pemodelan Data menjadi Model Reservoir

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL

: RESERVOIR MANAGEMENT

NO : TR 10
Halaman
: 11 / 14
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Gambar 6. Verifikasi Model Reservoir secara Skematik

Gambar 7. Proses Karakterisasi Reservoir

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL

: RESERVOIR MANAGEMENT

NO : TR 10
Halaman
: 12 / 14
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Gambar 8. Kinerja Reservoir, Kinerja Sumur dan Pengembangan Lapangan

Gambar 9. Kombinasi Model Reservoir, Model Sumur dan Model Fasilitas Permukaan

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL

: RESERVOIR MANAGEMENT

NO : TR 10
Halaman
: 13 / 14
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Gambar 10. Simulasi Reservoir pada era 70-an dan 80-an

Gambar 11. Proses Decline Curve Analysis

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK RESERVOIR
JUDUL

: RESERVOIR MANAGEMENT

NO : TR 10
Halaman
: 14 / 14
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003

Gambar 12. Simulasi Reservoir pada Pertengahan era 80-an

Manajemen Produksi Hulu