Anda di halaman 1dari 2

Faktor memakai NAPZA

Kita tidak bisa memungkiri bahwa peredaran NAPZA terutama narkoba


dewasa inisudah sangat memprihatikan. Hal ini bukan saja merusak pemakai yang
hidup sekarang tetapi yang paling disayangkan adalah pengrusakan terhadap masa
depan suatu generasi. Terdapat berbagai alasan seseorang terjerumus hal ini. Badan
Narkotika Nasional memberikan penjelasan bahwa terdapat faktor-faktor yang
menyebabkan seseorang terjerumus dalam hal ini (VisiMedia, 2006), antara lain:
1. Faktor diri/pribadi seseorang
Penyalahgunaan obat dipengaruhi oleh keadaan mental, fisik dan psikologis
seseorang. Kondisis mental seperti gangguan kepribadian seseorang, depresi,
dapat memperbesar kecenderungan seseorang untuk menyalahgunakan narkoba
misalnya. Selain itu, faktor individu pada umumnya ditentukan oleh dua aspek,
yaitu:
a. Aspek biologis
Secara biologis, seseorang dapat masuk kedalam penyalahgunaan
NAPZA disebabkan karena ingin menghilangkan rasa sakit atau kelelahan.
b. Aspek psikologis
Sebagian besar penyalahgunaan obat dimulai pada masa remaja.
Seseorang dapat terjerumus dalam pemakaian NAPZA karena beberapa
alasan antara lain:
- Ingin meningkatkan semangat dan gairah kerja atau juga ingin
meningkatkankan keperkasaan atau rasa percaya diri
- Ingin melepaskan diri dari dari berbagai beban hidup yang
menimpanya
- Ingin melepaskan diri dari kesunyian, kehampaan atau ingin
mencari hiburan
- Ingin diterima sebagai anggota suatu kelompok karena
menganggap bahwa kelompok yang ingin dimasukinya mempunyai
tren yang patut diikuti
- Ingin coba-coba atau ingin mencari pengalaman baru
- Merasa dijauhkan, diasingkan, tidak dicintai, merasa tidak dihargai
Pribadi yang lemah atau mudah goyah akan mudah terjerumus dalam
lingkungan pengedaran narkoba bahkan NAPZA karena itu pengenalan dan
pengetahuan tentang bahaya NAPZA akan menjadi sangat penting untuk
menjauhkan seseorang dari penyalahgunaan NAPZA.
2. Faktor lingkungan
Dari sudut pandang, seseorang dapat terjerumus dalam pemakaian dan
pengedaran NAPZA karena keadaan sebagai berikut:
- Keluarga yang kurang komunikatif, kurang perhatian, kurang membagi
kasih sayang dan kurangnya penghargaan terhadap sesame anggota keluarga
- Keluarga yang kurang pengawasannya terhadap sesama anggota keluarga
- Lingkungan social yang tidak harmonis dan tidak terikat dengan berbagai
norma seperti norma hokum, agama, susila dan lain lain

Lingkungan yang kurang disiplin, tidak mempunyai tata tertib, tidak


mempunyai sistem pengawasan yang memadai dan kurangnya sistem
pengamanan lingkungan baik lingkungan pendidikan, kerja, ataupun tempat
tinggal
Pergaulan sebaya yang tidak sehat
Peraturan atau undang-undang yang tidak tegas sehngga tidak membuat jera
para pelaku peredaran NAPZA
Lemahnya penegakan hokum oleh para penegak hukum seperti polisi,
hakim, jaksa, bea cukai, dan lain-lain
Pandangan yang keliru tentang masalah penanggulangan NAPZA adalah
urusan pemerintah saja
Fasilitas pelayanan dan rehabilitasi yang mahal bagi korban narkoba

3. Faktor keberadaan NAPZA


Keberadaan dan ketersediaan NAPZA menjadi sangat strategis dalam
mempengaruh seseorang untuk memakai NAPZA, karena alas an-alasan seperti
berikut ini:
- Semakin mudah didapat dan dibeli
- Harga yang semakin murah dan semakin dijangkau oleh masyarakat.hal ini
terjadi juga karena adanya paket hemat dari kemasan narkoba itu sendiri.
- Semakin banyak jenis, cara pemakaian, dan kemasan
- Modus operandi para pelaku tindak pidana semakin jeli dan licik sehingga
sullit diungkap oleh aparat penegak hokum
- Semakin mudahnya akses internet yang menginformasikan tentang
ppembuatan atau peredaran narkoba
- Perdagangan barang haram dikendalikan oleh sindikatyang kuat dan
profesional

Anda mungkin juga menyukai