Anda di halaman 1dari 6

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS SRIWIJAYA


STUDENT CENTER LEARNING INQUIRY AND DISCOVERY
NAMA

: UMI AKOYAMA

NIM

: 03071181320007

KELAS

: GEO13 INDRALAYA

Mata Kuliah/Kode
Pertemuan keTanggal
Pokok Bahasan
Pengajar
Jenis Tugas/Praktek
Revisi

: Sedimentologi
: 11
: 17 November 2014
: Ripple/Dunes (Cross Stratification)
: Dr. Budhi Kuswan Susilo, S.T., M.T.
: Laporan Fieldwork
:0

PEKERJAAN DAN PENYELESAIAN


STUKTUR RIPPLE MARK DI DAERAH SUKOMORO DAN AIR BATU

I. PENDAHULUAN
Batuan Sedimen adalah salah satu jenis batuan penyusun Kerak Bumi.
Pembentukan batuan sedimen tidak dapat dilepaskan dari proses transportasi dan
sedimetasi. Untuk mengetahui proses-proses tersebut, stuktur primer sangat dibutuhkan
oleh para Geologist. Stuktur primer adalah stuktur pada batuan yang terbentuk
bersamaan dengan pembentukan batuan itu sendiri. Secara tidak langsung dapat
dikatakan bahwa stuktur primer merupakan rekaman sejara pembentukan dari suatu
batuan. Dengan mempelajari stuktur primer, seorang Geologist akan mampu
menginterpretasi dan merekontruksi proses-proses yang berkenaan dengan suatu batuan
atau singkapan.
Secara sempit, Sedimentologi dapat dikatakan sebagai salah satu cabang ilmu
Geologi yang mempelajari tentang proses pembentukan batuan sedimen. Dalam
mempelajari ilmu Sedimentologi, pemahaman materi saja tentu tidaklah cukup untuk
seorang Geologist. Praktik secara langsung ke objek lapangan sangat perlu dilakukan.
Hal ini diharapkan agar materi kuliah yang telah diterima dapat diterapkan secara
langsung oleh para calon Geologist. Atas dasar itulah, Program Studi Teknik Geologi
melaksanakan Fieldwork Sedimentologi di daerah Sukomoro dan Air batu. Daerah ini
diperkirakan sebagai dataran fluvial yang kaya akan proses sedimentasi dan transportasi.

STUDENT CENTER LEARNING INQUIRY AND DISCOVERY

II. TINJAUAN PUSTAKA

Stuktur Ripple Mark


Stuktur primer adalah stuktur yang terbentuk bersamaan dengan proses
terbentuknya batuan itu sendiri. Salah satu stuktur primer adalah stuktur ripple mark.
Ripple marks adalah gelombang dengan skala yang kecil pada pasir dan terbentuk dari
arus yang lebih lemah dari pada yang membentuk dunes. Ripple marks terbentuk pada
batuan dengan karakteristik butiran material non kohesiv pada ukuran pasir. Stuktur ini
dapat berkembang pada pasir silika atau pasir karbonatan namun tidak dalam material
yang kasar seperti gravel atau lanau dan lempung yang lebih halus.
Bentuk ripple sangat erat kaitannya dengan arah aliran arus. Ripple mark dalam
sedimen kuno memberikan informasi sangat berguna tentang arah paleocurrent dan
kondisi paleoflow lingkungan pengendapan. Dengan menentukan arah paleoflow suatu
stuktur ripple mark yang terdapat pada suatu singkapan, kita dapat dari merekonstruksi
pola aliran kuno atau sungai daerah tersebut. Dengan mengetahui arah paleoflow,
memungkingkan untuk kita mengetahui lokasi daerah sumber (supplay sedimen) dan
arah angkut sedimen. Namun, stuktur ripple yang dapat terbentuk oleh arus searah ( di
air dalam maupun dangkal), aksi gelombang, dan transportasi angina menyebabkan
stuktur ini tidak memiliki indikator yang unik untuk menentukan lingkungan
pengendapannya. Stuktur ini hanya dapat digunakan untuk menentukan arah
paleocurrent dan paleoflow suatu daerah. Diperlukan perawatan yang cukup besar untuk
dapat menginterpretasi lingkungan pengendapkan berdasarkan stuktur ripple mark.

Proses Pembentukan Ripple


Dalam proses pembentukan sedimen, terdapat hubungan yang sangat signifikan
antara mekanisme aliran cairan dan struktur sedimen yang dibentuknya, terutama pada
proses pembentukan silang siur (ripple). Dalam beberapa percobaan di dalam tabung
unidirectional flow, stuktur ripple mulai terbentuk pada sedimen pasir yang berukuran
butir 0,25 0,7 mm setelah kecepatan kritis dilewatinya. Saat kecepatan terus
bertambah, pada batuan yang sama stuktur ripple akan mulai berubah menjadi bentuk
dune. Jika kecepatan aliran terus bertambah dune yang mulanya terbentuk akan tererosi

sehingga morfologinya berubah menjadi datar (plane bed). Kecepatan arus yang kian
bertambah pada akhirnya akan membentuk atau merubah dune menjadi antidune.
(Gambar 1).

Gambar 1. Hubungan antara tenaga sungai (stream power), fall diameter, bed form, dan
struktur sedimen dalam sistem arus traksi (Simon dkk, 1965)
Pembentukan stuktur sedimen dan bed form sangat dipengaruh oleh
hidrodinamika. Ketika kondisi hidrodinamika mulai membentuk silang siur, kemudian
membentuk dun. Stukur ini merupakan hasil dari pergerakan rejim aliran bawah (lower
flow regim). Sedangkan mulai dari tererosinya dune yang kemudian membentuk plane
bed hingga terbentuknya antidune merupakan pengaruh kecepatan aliran yang terus
bertambah. Stuktur yang terbentuk ini merupakan hasil rejim alir atas (upper flow
regim). Oleh karena itu Lower flow regime yang terjadi pada suatu wilayah akan
membentuk struktur sedimen primer berupa ripples, dunes, cross-lamination, dan cross
bed. Sedangkan higher flow regime akan membentuk struktur sedimen primer berupa
plane bed, antidunes migrate up-stream, silang siur dan planar-antidune.

Gambar 2 . Bed form dan struktur sedimen dalam perbedaan flow regime (Harms dan
Fahnstock, 1965 dan Simon dkk., 1965).

STUDENT CENTER LEARNING INQUIRY AND DISCOVERY

III.PEMBAHASAN

Lokasi fieldwork dilakukan di dua tempat yaitu daerah Sukomoro dan Air batu.
Kedua lokasi ini berada pada formasi talang akar bagian atas yang litologi aslinya terdiri
daeri material pasir halus dan kongkolemerat. Hal ini sesuai dengan kenampakan litologi
batuan yang ditemui dilapangan berupa pasir halus, lanau hingga lempung. Selain itu
pada daerah tersebut juga ditemukan rudaceous rock berupa konglomerat dengan matrik
berupa pasir kuarsa serta fragmen berupa pasir kasar hingga gravel.
Pada lokasi fieldwork, ditemui struktur primer berupa ripple (cross
stratification), cross lamine , cross bedding, dan mud crack. Strukturripplepadadaerah
telitian (Gambar 3) merupakan bentukan suatu struktur yang menunjukkan undulasi
dengan jarak yang teratur. Struktur ini terbentuk pada litologi batuan berupa pasir
(sedangkasar) yang materinya bersifat non kohesiv. Bentukan ripple pada derah ini
terjadi karena adanya pengaruh dari pergerakan arus. Arus tersebut akan mengerosi
bagian stoss side kemudian mendopositkannya pada bagian lee side. Inilah yang
menyebabkanterbentuknyakenampakanripplesepertibergelombang(Gambar3).

Gambar3.Mekanismepembentukanripple(opensource)
Dari kenampakan ripple yang ditemui dilokasi pengamatan, dapat diketahui
bahwaaraharusberasaldariarahtimurmenujuarahbarat.Halinidiinterpretasikandari
kenampakanpadapermukaanbatuanyangmenunjukkanundulasipadasisibaratlebih
menonjolpadaundulasidisisitimur.Kenampakaninimenunjukkanbahwaterjadierosi
padasisitimur(trough)lalumaterialnyadidepositkandisisibarat(crest)(Gambar4).

Gambar4.Mekanismepergerakanaruspadastukturrippledidaerahtelitian.
IV. KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan terhadap kedua lokasi fieldwork sedimentologi, dapat
disimpulkan bahwa Kedua daerah telitian yaitu daerah Sukomoro dan Air batu
merupakandataranfluvial.Halinidikarenakanditemukannyabeberapaindikasiberupa
stukturprimersepertiripplemark,crosslamine,dancrossbeddingyangmenunjukkan
bahwadaerahinidulunyadilaluioleharuspurba.Selainitu,ditemukannyaamber(fosil
getahvegetasi)sertawarnaabuabupadasinggapan(hadirnyahematite)menjadiorganic
meter yang turut memperkuat interpretasi ini. Perselingan litologi batuan yang
didominasi antara batu pasir dan shale menunjukkan bahwa daerah ini merupakan
floodplaindannaturallevee.
Keterdapatanstukturripplemarkpadadaerahtersebutmemberiinformasibahwa
daerah telitian memiliki litologi batuan yaitu pasir (sedangkasar) dan tergolong ke
dalamprodukhasillowerflowregimdenganarahpergerakanaruspaleocurrentdariarah
timurkearahbarat.

KOMENTAR DAN CATATAN PENILAI

Tanda Tangan
Penilai

SUMBER REFERENSI :

STUDENT CENTER LEARNING INQUIRY AND DISCOVERY


Anonim.
2012.

stuktur
sedimen
dan
perlapisan.
http://wingmanarrows.wordpress.com/2012/02/22/struktur-sedimen-dan-perlapisan/
.
Departement of Geology, Royal School of Mines, Imperial College of Science
and Technology, University of London, London
Nichols, Gary. 2009. Sedimentology and Stratigraphy. Willey-blackwell. USA.