Anda di halaman 1dari 7

Kata Pengantar

Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wataala, karena berkat
rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Kekentalan ini diajukan guna
memenuhi tugas mata kuliah Kimia Analatik 1.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna,
oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi
sempurnanya makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk
pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

BAB I
PENDAHULUAN
I.

LATAR BELAKANG MASALAH


Kekentalan adalah sifat dari suatu zat cair (fluida) disebabkan adanya gesekan antara

molekul-molekul zat cair dengan gaya kohesi pada zat cair tersebut. Gesekan-gesekan inilah
yang menghambat aliran zat cair. Besarnya kekentalan zat cair (kekentalan) dinyatakan
dengan suatu bilangan yang menentukan kekentalan suatu zat cair. Hukum kekentalan
Newton menyatakan bahwa untuk laju perubahan bentuk sudut fluida yang tertentu maka
tegangan geser berbanding lurus dengan kekentalan.
Suatu zat memiliki kemampuan tertentu sehingga suatu padatan yang dimasukkan
kedalamnya mendapat gaya tekanan yang diakibatkan peristiwa gesekan antara permukaan
padatan tersebut dengan zat cair. Sebagai contoh, apabila kita memasukkan sebuah bola kecil
kedalam zat cair, terlihatlah batu tersebut mula-mula turun dengan cepat kemudian melambat
hingga akhirnya sampai didasar zat cair. Bola kecil tersebut pada saat tertentu mengalami
sejumlah perlambatan hingga mencapai gerak lurus beraturan. Gerakan bola kecil
menjelaskan bahwa adanya suatu kemampuan yang dimiliki suatu zat cair sehingga
kecepatan bola berubah. Mula-mula akan mengalami percepatan yang dikarenakan gaya
beratnya tetapi dengan sifat kekentalan cairan maka besarnya percepatannya akan semakin
berkurang dan akhirnya nol. Pada saat tersebut kecepatan bola tetap dan disebut kecepatan
terminal. Hambatan-hambatan dinamakan sebagai kekentalan (kekentalan). Akibaat
kekentalan zat cair itulah yang menyebabkan terjadinya perubahan yang cukup drastic
terhadap kecepatan batu.

II.

RUMUSAN MASALAH
1. Apakah pengertian dari kekentalan?
2. Bagaimana konsep kekentalan?
3. Bagaimana cara mengukur kekentalan?
4. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kekentalan?
5. Bagaimana pengaplikasian kekentalan dalam kehidupan sehari-hari?

III.

TUJUAN MAKALAH
1. Mengetahui pengertian dari kekentalan secara umum dan mater-materi yang

dikandungnya.
2. Mengetahui konsep kekentalan.
3. Mengetahui cara mengukur kekentalan.
4. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kekentalan.
5. Mengetahui penerapan atau pengaplikasian kekentalan dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kekentalan
Kekentalan adalah ukuran kekentalan suatu fluida yang menunjukkan besar kecilnya
gesekan internal fluida. Kekentalan fluida berhubungan dengan gaya gesek antarlapisan
fluida ketika satu lapisan bergerak melewati lapisan yang lain. Pada zat cair, kekentalan
disebabkan terutama oleh gaya kohesi antar molekul, sedangkan pada gas, kekentalan muncul
karena tumbukan antarmolekul. Setiap fluida memiliki besar kekentalan yang berbeda yang
dinyatakan dengan . Kekentalan dapat dengan mudah dipahami dengan meninjau satu
lapisan tipis fluida yang ditempatkan di antara dua leRmpeng logam yang rata. Satu lempeng
bergerak (lempeng atas) dan lempeng yang lain diam (lempeng bawah). Fluida yang
bersentuhan dengan lempeng ditahan oleh gaya adhesi antara molekul fluida dan molekul
lempeng. Dengan demikian, lapisan fluida yang bersentuhan dengan lempeng yang bergerak
akan ikut bergerak, sedangkan lapisan fluida yang bersentuhan dengan lempeng diam akan
tetap diam.
Lapisan fluida yang bergerak mempunyai kelajuan sama dengan kelajuan lempeng yang
bergerak, yaitu sebesar v. lapisan fluida yang diam akan menahan lapisan fluida di atasnya
karena adanya gaya kohesi. Lapisan yang ditahan itu menahan lapisan di atasnya lagi dan
seterusnya sehingga kelajuan setiap lapisan fluida bervariasi dari nol sampai v. Untuk
menggerakkan lempeng diperlukan gaya. Untuk membuktikannya, dapat dicoba dengan
menggerakan sebuah potongan kaca di atas tumpahan sirup. Semakin kental fluida, semakin
besar gaya yang diperlukan untuk mendorong.
B. Konsep Kekentalan
Fluida, baik zat cair maupun zat gas yang jenisnya berbeda memiliki tingkat kekentalan
yang berbeda. Pada umumnya, zat cair lebih kental dari zat gas.
Kekentalan alias kekentalan sebenarnya merupakan gaya gesekan antara molekul-molekul
yang menyusun suatu fluida (zat yang dapat mengalir, dalam hal ini zat cair dan zat gas). Jadi
molekul-molekul yang membentuk suatu fluida saling gesek-menggesek ketika fluida
tersebut mengalir. Pada zat cair, kekentalan disebabkan karena adanya gaya kohesi (gaya

tarik menarik antara molekul sejenis). Sedangkan dalam zat gas, kekentalan disebabkan oleh
tumbukan antara molekul.
Fluida yang lebih cair biasanya lebih mudah mengalir, contohnya air. Sebaliknya, fluida
yang lebih kental lebih sulit mengalir, contohnya minyak goreng, oli, madu dkk. Bisa
dibuktikan dengan menuangkan air dan minyak goreng di atas lantai yang permukaannya
miring. Pasti air mengalir lebih cepat daripada minyak goreng atau oli. Tingkat kekentalan
suatu fluida juga bergantung pada suhu. Semakin tinggi suhu zat cair, semakin kurang kental
zat cair tersebut. Misalnya ketika ibu menggoreng ikan di dapur, minyak goreng yang
awalnya kental menjadi lebih cair ketika dipanaskan. Sebaliknya, semakin tinggi suhu suatu
zat gas, semakin kental zat gas tersebut.
Perlu diketahui bahwa kekentalan alias kekentalan hanya ada pada fluida riil (rill =
nyata). Fluida riil/nyata adalah fluida yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, seperti
air, sirup, oli, asap knalpot, dkk. Fluida riil berbeda dengan fluida ideal. Fluida ideal
sebenarnya tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Fluida ideal hanya model yang digunakan
untuk membantu kita dalam menganalisis aliran fluida (fluida ideal ini yang kita pakai dalam
pokok bahasan Fluida Dinamis). Mirip seperti kita menganggap benda sebagai benda tegar,
padahal dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya tidak ada benda yang benar-benar
tegar/kaku. Tujuannya sama, biar analisis kita menjadi lebih sederhana.
C. Cara Mengukur Kekentalan
Saat ini terdapat beberapa model pengukuran Kekentalan dan secara garis besar dapat
digolongkan sebagai berikut :
1. Falling ball viscometer, mendapatkan nilai kekentalan dengan cara mengukur waktu
yang dibutuhkan oleh suatu bola jatuh melalui sample pada jarak tertentu.
2. Cup-type Viscometer, mendapatkan nilai kekentalan dengan mengukur waktu yang
diperlukan oleh suatu sample untuk mengalir pada suatu celah sempit (orifice).
3. Vibro Viscometer, mendapatkan nilai kekentalan dengan cara mengendalikan
amplitudo sebuah pelat sensor yang dicelupkan ke dalam sample dan mengukur arus
listrik yang diperlukan untuk menggerakkan sensor tersebut.
4. Capillary Tube Viscometer, mendapatkan nilai kekentalan dengan cara membiarkan
sample mengalir di dalam sebuah pipa kapiler dan mengukur beda tekanan di kedua
ujung kapiler tersebut.

5. Rotational Viscometer, mendapatkan nilai kekentalan dengan mengukur gaya puntir


sebuah rotor silinder (spindle) yang dicelupkan ke dalam sample.

D. Faktor-faktor yang mempengaruhi kekentalan

Gaya intermolekuler

Kekentalan juga dihubungkan dengan adanya gaya intermolekuler pada cairan. Jika gaya
intermolekuler kuat, kekentalan akan tinggi. Sebagai contoh, air mempunyai kekentalan yang
lebih tinggi daripada metanol karena gaya intermolekuler air lebih besar daripada metanol.
-

Temperatur

Kenaikan temperatur menyebabkan penurunan kekentalan. Hal ini menyebabkan


kenaikan energi kinetik rata-rata. Maka dari itu gaya intermolekuler dapat ditahan.
-

Ikatan hidrogen

Cairan dengan ikatan hidrogen yang kuat mempunyai kekentalan lebih tinggi karena
peningkatan ukuran dan massa molekul. Sebagai contoh, gliserol dan asam sulfat mempunyai
kekentalan yang lebih tinggi daripada air karena adanya ikatan hidrogen yang lebih kuat.
E. Kekentalan dalam kehidupan sehari-hari
1. Mengalirnya darah dalam pembuluh darah vena.
2. Proses penggorengan ikan (semakin tinggi suhunya, maka semakin kecil kekentalan
minyak goreng ).
3. Mengalirnya air dalam pompa PDAM yang mengalir kerumah -rumah kita.

BAB III
PENUTUP
1.1 Kesimpulan
1. Kekentalan adalah sifat dari suatu zat cair (fluida) disebabkan adanya gesekan antara
molekul-molekul zat cair dengan gaya kohesi pada zat cair tersebut.
2. Fluida, baik zat cair maupun zat gas yang jenisnya berbeda memiliki tingkat kekentalan
yang berbeda. Pada umumnya, zat cair lebih kental dari zat gas.
3. Cara mengukur kekentalan adalah Falling ball viscometer, Cup-type Viscometer, Vibro
Viscometer, Capillary Tube Viscometer, Rotational Viscometer.
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi kekentalan adalah gaya intermolekular, temperatur
dan ikatan hidrogen.
5. Kekentalan dalam kehidupan sehari-hari adalah mengalirnya darah dalam pembuluh
darah vena, proses penggorengan ikan, dan mengalirnya air dalam pompa PDAM yang
mengalir kerumah -rumah kita.