Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik

: Gout Arthritis

Sub Topik

: Pencegahan dan Pengobatan Gout Arthritis

Waktu / tanggal

: Kamis 3 Juni 2010

Sasaran

: Para lansia

Tempat

: Panti Werdha UPTD Abdi / Dharma Asih Binjai

Wisma

: Anggrek

I. Tujuan
a. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan, pada para peserta (lansia) dapat
mengetahui tentang penyakit Gout Arthritis.
b. Tujuan Khusus
Setelah diadakan penyuluhan 1 x 30 menit, para peserta (lansia) dapat
mengetahui antara lain:

Pengertian Gout Arthritis

Tanda dan gejala Gout Arthritis

Penyebab Gout Arthritis

Cara pencegahan Gout Arthritis

Cara pengobatan Gout Arthritis

II. Materi
a. Pengertian Gout Arthritis
b. Tanda dan gejala Gout Arthritis
1

c. Penyebab Gout Arthritis


d. Cara pencegahan Gout Arthritis
e. Cara pengobatan Gout Arthritis
III. Kegiatan
a. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
b. Langkah-langkah
Kegiatan / Waktu
Pembukaan

Kegiatan
Memberikan salam,

Audiens
Mendengarkan

1 x 5 menit

Memperkenalkan diri

Memperhatikan

Menanyakan pada

Menjawab

para peserta (lansia)

Pertanyaan

apakah sudah tahu


tentang penyakit Gout
Arthritis
Menjelaskan tujuan
Penyajian
1 x 20 menit

penyuluhan
Menerangkan materi

Mendengarkan

penyuluhan penyakit

dan

Gout Arthritis

memperhatikan

Mempersilahkan para

Mengajukan

peserta (lansia) untuk

pertanyaan jika

bertanya

ada yang kurang

Menjawab pertanyaan
Peserta (lansia)
Bersama para peserta

Penutup
1 x 5 menit

dimengerti

Bersama

(lansia) menyimpulkan

menyimpulkan

materi penyakit Gout

seluruh materi

Arthritis

Mengulang

Evaluasi

kembali materi

Memberikan salam

yang disampaikan
Menjawab salam

IV. Evaluasi
Prosedur

: Setelah proses penyuluhan

Waktu

: 5 menit

Bentukj soal

: Lisan

Jumlah soal

: 6 buah

1. Apa pengertian Gout Arthritis ?


2. Apa penyebab Gout Arthritis ?
3. Apa tanda dan gejala Gout Arthritis ?
4. Bagaimana cara penanganan Gout Arthritis ?

V. Lampiran
Materi

VI.

Alat bantu
Poster dan leflet

KONSEP
Gout Arthritis

1. Defenisi
Gout Arthritis adalah penyakit dimana terjadi penumpukan asam
urat dalam tubuh secara berlebihan, baik akibat produksi yang
meningkat, pembuangan melalui ginjal yang menurun atau akibat
peningkatan asupan makanan yang kaya purin. Kristal asam urat
mengendap dalam sebuah sendi yang dapat menyebabkan cacat
persendian tangan dan kaki. Gout Arthritis sering terjadi pada pangkal
ibu jari kaki sebelah dalam (Misdadiarly, 2007 : 9).
Gout

Arthritis terjadi ketika cairan tubuh sangat jenuh akan

asam urat karena kadarnya tinggi. Gout ditandai dengan serangan


Arthritis (peradangan sendi) yang akut kadang - kadang disertai
dengan pembentukan kristal natrium urat besar yang dinamakan
thopus deformitas (kerusakan) sendi secara kronis dan radang pada
ginjal.
Gout Arthritis menurut WHO adalah radang sendi akut yang
disebabkan terlalu banyaknya produksi asam urat yaitu produk
buangan yang menampak pada jaringan tubuh (Kesehatan Alternatif :
2009).

2. Penyebab
Adalah asam urat yang (purin) yang berlebihan didalam sendi
yang rusak didalam tubuh, sehingga menyebabkan gangguan gerakan
5

dan rasa nyeri, kondisi ini sering terjadi pada mereka berusia lanjut
(Brunner and Suddarth, 2002 : 1810).
3. Tanda dan Gejala
Penderita hiperurismia yang akan menderita panyakit Gout
Arthritis akut merupakan manifestasi klinis yang paling sering di
temukan. Sendi metatarsofalangeal pada ibu jari kaki merupakan sendi
yang paling sering terkena (75% dari seluruh pasien) kendati bagian
tarsal, pergelangan kaki atau sendi atau lutut dapat pula menjadi
sasaran. Serangan akut dapat di picu oleh trauma, konsumsi alkohol,
diet yang salah, obat-obatan, stress bedah atau keadaan sakit. Awitan
yang mendadak sering terjadi pada malam hari dan membuat pasien
terbangun dengan rasa nyeri yang hebat, kemerahan, pembengkakan
serta rasa hangat pada sendi yang sakit (brunner and Suddarth, 2002 :
1810).
4. Penatalaksanaan
Tujuan utama penatalaksanaan Gout Arthritis adalah untuk
mencegah peningkatan

asam urat yang berlebih, mencegah

kerusakan, mengurangi nyeri, mencapai remisi secepat mungkin pada


sendi yang terserang, dan mengupayakan agar pasien tetap dapat
bekerjadan hidup seperti sediakala pada prinsipnya,terapi yang
dilakukan meliputi sendi yang sedang meradang diistirahatkan karena

penggunaan sendi yang terkena akan memperberat peradangan (Dr.


Iskandar Junaidi, 2006 : 50).