Anda di halaman 1dari 13

Abdul Kadir Jaelani tahun 1179-1186 M.

Abdul Hasan Asyadzali tahun 1196-1258 M.


b. Pendidikan dan Kebudayaan
Di Sudan Utara pemerintah mendirikan sekolah-sekolah umum, sekolahsekolah kejuruan, dan pondok-pondok pesantren termasyhur bernama
Mahadul Ilmy tahun 1901 di Umum Darman. Masa belajar 12 tahun.
Ada yang sekolah guru bernama Kulliyatul Muallimin.
Di Sudan Selatan banyak sekolah-sekolah akan didirikan oleh Missi dan
Zending Katolik dan Protestan.
Perguruan Tinggi telah berdiri di Khortum yakni sebuah Universitas yang
mempelajari berbagai ilmu pengetahuan.

2. Etiopia (Habsynia / Habosyah)


Beribukota di Addis Ababa, pada dasarnya agama Islam sudah masuk
ke negeri ini sejak zaman Rasulullah masih hidup, Islam masuk dibawa
15 Muslimin yang hijrah ke negeri itu dipimpin Usnian bin Affan dan
Jafar bin Abi Thalib.
Perkembangan Islam di negeri ini cukup baik, meskipun banyak
hambatan-hambatan. Dakwah Islam sejak abad 17-18 menembus
berbagai rintangan dan agama Kristen. 65% penduduknya beragama
Islam meskipun mayoritas memakai nama-nama Masehi.
Perkembangan agama Islam di negeri ini kini tersaing dengan misi
Kristiani karena maraknya kelaparan.

3. Eritheria
Negara ini sampai saat ini masih dalam kekuasaan Inggris. Namun
perkembangan Islam sejak abad 12-19 cukup baik, hampir seluruh
wilayah di negeri ini masuk dalam agama Islam.
Eritharia terletak di pesisir laut Merah dan ibukotanya di Asmara.
Inggris menjajah sejak tahun 1952, sebelumnya negeri ini dijajah Itali.

4. Uganda
Islam masuk ke Uganda melalui Zanzibar oleh para dai pada masa
pemerintahan Raja Suna pada tahun 1833-1860 M dan pada masa
pemerintahan Raja Munawaja pada tahun 1884-1897 M. Kemudian
agama Islam dijadikan agama resmi negara.
Pada masa Raja Bajaudah terpikat oleh agama Nasrani, terjadi
persaingan hebat antara penyiaran agama Islam dengan Nasrani.
Dalam persaingan penyiaran agama tersebut, Nasrani mendapat
keunggulan dalam hal peralatan dan pembiayaan, namun kekurangan
pendeta. Sedangkan Islam mengalami kekurangan peralatan dan
pembiayaan terutama di bidang pendidikan. Misi kedua agama ini
sama, yakni merebut golongan animisme untuk masuk ke agama
masing-masing.

5. Somalia
Beribu kota di Mugadisyu, pada abad 10 agama Nasrani telah masuk
terlebih dahulu ke negeri ini, disusul masuknya agama Islam pada abad ke
15. Agama Islam masuk ke Somalia Tengah dibawa oleh 44 dai Arab yang
dipimpin Syekh Ibrahim Abu Zarbaza (kota Harra:1430 M)
Pada abad 16 Islam berkembang pesat, hampir semua penduduk Somalia
sudah masuk Islam.
Ada berbagai mazhab yang dianut di negeri ini, di antaranya adalah Syiah
dan Sunni. Ada juga yang menganut ajaran Tasawuf Qadariyah, Shalihiyah
dan Rifaiyah.
Jumlah masjid dan madrasah banyak sekali, terutama di Jibuti. Di antara
masjid yang terkenal adalah Masjid Nur, Majid Qabil, Masjid Hasan, dll.

6. Rodesia (Zimbabwe)
Tahun 1970 agama Islam masuk ke Rodesia dibawa oleh orang-orang
Arab melalui Zanzibar. Masuknya Islam ke Rodesia sempat dihalanghalangi oleh Inggris, namun mereka tidak berhasil. Orang-orang Arab
mulai mengislamkan suku Asyiu dan Asyibita, disusul pendirian
sekolah-sekolah dan masjid-masjid untuk mempelajari Islam.
Akhirnya 15% penduduk Rodesia kini beragama Islam.
Zanzibar merupakan pulau di sebelah Timur Afrika, dan ssebelah
Utara Pulau Pompa. Penduduknya mayoritas bermazhab Syafii,
Sultannya bermazhab Al-Adadiyah.

7. Tanganyika
Beribukota di Darussalam. Pada tahun 1918 pernah menjadi jahjahan
Jerman. Tanganyika mayoritas penduduknya Islam dan bermazhab
Syafii, yang lain bermazhab Al-Adadiyah dan Islamiyah. Penyebaran
Islam sampai ke Usamabara, Sanjanaja, Ujiji, dsb. Tanganyika akhirnya
memiliki 10 masjid dan 35 buah sekolah.

8. Kenya
Pada tahun 1504 pernah dijajah Somalia. Ibukotanya di Nairabe.
Penduduknya yang beragama Islam sekitar 29,5%
Selain Hindu dan Kristen, agama Islam masuk ke Kenya pada tahun
860 M., dibawa oleh orang-orang Oman melalui Mukodisyir. Muslimin
Kenya berusaha memajukan Islam dengan mendirikan berbagai
Madrasah dan sekolah-sekolah Teknik.
Mazhab yang dianutnya adalah mazhab Syafii.
Islam mampu masuk ke daerah pedalaman oleh Suku Bontu sehingga
dapat mengislamkan suku Masaya.

9. Afrika Selatan
Di negara ini, Islam termasuk agama minoritas. Orang Islam di Afrika Selatan
dikenal sebagai orang Melayu, karena penganut Islam di negara ini kebanyakan
keturunan Melayu, Arab, Srilangka, dan Indonesia. Jumlah muslimin di negara ini
hanya sekitar 2%.
Muslimin di negara ini berusaha mendirikan madrasah-madrasah, menggunakan
bahasa Arab sebagai bahasa keseharian, dan gemar menunaikan ibadah haji ke
Mekah.
Masjid-masjid di Afrika Selatan banyak didirikan, di antaranya:
1. Di kota Kap 23 buah
2. Di kota Warsisyiter 2 buah
3. Di kota Kamberli 2 buah
4. Di kota Durban 1 buah
5. Di kota Manterburg 1 buah

10. Mozambik
Mozambik dari kota Musa bin Baig, seorang Islam yang berpengaruh di
kawasan itu dulunya. Mozambik beribukota di Laurence Morgues.
Mozambik pada awalnya merupakan negeri dengan mayoritas penduduk
muslim, namun sempat dijajah oleh Portugis selama 5 abad lamanya.
Setelah berakhir masa jajahan Portugis (1975), muslim Mozambik
berkurang jumlahnya menjadi sekitar 29% dari keseluruhan penduduk.
Lembaga Islam di Mozambik yang terpenting di antaranya:
1. Communidodo Musulinan Assocoa
2. Islamic Centre

11. Afrika Barat


Beribukota di Dakar, negeri ini terbagi menjadi 8 provinsi, dengan 5
provinsi dikuasai oleh orang-orang Islam, seperti: Mauritania,
Senegal, Sudan Perancis, Gunia, Perancis dan Nigeria. Islam
menguasai daerah-daerah tersebut melalui tiga periode:
1. Bersamaan keluarga Senegal pada abad ke 11
2. Pada masa kekuasaan Azkaya abad ke 14
3. Masa Haji Umar Thal tahun 1855-1898 M
Dakwah Islam di daerah ini cukup aktif, meskipun ada rintangan dan
saingan dan pengembangan agama-agama lainnya seperti Kristen,
Katholik, maupun agama lainnya.

12. Nigeria
Beribukota di Logos, Nigeria baru merdeka pada tahun 1914 M,
sebelumnya negara ini dijajah oleh Inggris. Pada waktu itu, Nigeria sudah
memiliki banyak hubungan dnegan negara-negara Islam. Perkembangan
Islam di Nigeria cukup pesat, kini penduduk Nigeria yang beragama Islam
berjumlah sekitar 75%.
Nigeria dibagi menjadi 3: Nigeria Barat, Timur, dan Selatan. Sedangkan
yang paling maju perkembangannya adalah muslim di Nigeria Selatan,
dengan kegiatan dakwahnya yang dipimpin oleh suku Najuyora yang
bermazhab Qadariyah. Hambatan dakwah yang dialami oleh penduduk
yang beragama Islam di sini adalah banyaknya masyarakat yang masih
berfaham animisme.
Usaha-usaha penduduk Nigeria dalam mengembangkan Islam di antaranya
mendirikan lembaga dakwah, madrasah-madrasah, dsb.