Anda di halaman 1dari 4

MANFAAT BERMAIN UNTUK BAYI DAN ANAK

Bermain adalah aktivitas penting bagi kehidupan anak. Kadang-kadang


malah lebih penting daripada makan dan tidur, atau kadang-kadang bermain itu
amat menyenangkan. Kadang-kadang dengan bermain akan berusaha mencoba
sesuatu yang benar.
Bermain menjadi suatu pekerjaan bagi anak-anak. Bila kita pelajari
pertumbuhan seorang anak, dan memperhatikan mereka bermain, kita akan
mengerti mengapa bermain menjadi amat penting.
Mengapa bermain itu penting?
1. Karena akan membantu anak menjadi kuat dan sehat.
Bila anak berlari, lompat, berputar, melempar dan menangkap, kegiatan ini
dapat membentuk otot-otot mereka. Mereka akan membakar energi yang akan
membuat mereka menjadi lelah dan lapar. Permainan fisik akan meningkatkan
kekuatan, ketahanan dan keseimbangan anak. Permainan fisik akan membantu
anak untuk dapat tidur dan makan lebih baik.
2. Karena anak dapat belajar mengenai sesuatu di dunia ini.
Permainan akan membantu anak mengerti kata-kata seperti berhenti atau
pergi. Bermain dengan pasir dan ember akan membantu anak mengerti arti
penuh atau kosong, belajar mengumpulkan dan mengetahui waktu. Mereka
belajar mengenai seni, pengetahuan, hitungan, alam, binatang dan manusia.
3. Karena dapat membantu anak belajar tentang orang lain.
Mereka bisa mengikuti perasaan, mendengarkan dan bicara pada teman
atau mengikuti peraturan.
Mereka akan mencoba untuk memimpin atau menjadi yang dipimpin dan
mulai mengerti diri mereka dan orang lain. Dengan bermain mereka akan tahu
apa yang mereka sukai dan yang tidak disukai.
Selama bermain mereka dapat berpura-pura untuk menjadi seseorang
seperti pemadam kebakaran, dokter, ibu atau bapak atau menjadi bayi atau
kakek.
a. ACTIVE PHYSICAL PLAY
Anak akan aktif seperti memutar, memotong, loncat dan lari. Mereka
membuat kontes dan balap. Mereka akan membentuk tim atau malah lompat tali
sendiri-sendiri.
Anak membutuhkan ruang yang luasuntuk bermain bola atau bermain
dansa.
b. DRAMATIC, IMAGINATIVE PLAY

Dengan permainan ini akan membuat anak percaya bahwa permohonannya


akan dikabulkan, misalnya saya memohon menjadi ratu, atau saya sekarang
menjadi pemedam kebakaran dan seterusnya. Anak dapat pura-pura menjadi
seseorang, binatang, mobil atau pisang.
c. CREATIVE, EXPRESSIVE PLAY
Anak dibebaskan berkreasi dalam segala macam, seperti menggambar,
mendesign, mengecat, memotong, membayar sesuatu, menulis atau malah
menyanyi atau memukul-mukul drum.
d. SOCIAL PLAY
Anak kecil (<= 2 th) senang main sendiri, tapi sekitar umur 3 th mereka
mulai senang bermain dengan yang lain.
Aktifitas sosial diantaranya : bermain game, balapan, saling bicara melalui
telepon mainan dan main rumah-rumahan. Jadi sosial play adalah interaksi antara
sesama anak.
4. Karena dapat membantu mempelajari cara-cara mendapatkan bantuan
secara baik.
- Anak menikmati bermain akan mudah mempelajari sesuatu dengan
santai apalagi diselingi dengan gerakan.
- Sehingga walaupun bermain dengan berat (permainan keras) anak akan
tetap mendapatkan cara mengatur gerakan-gerakan badan. Mereka
akan berteriak aku berhasil
5. Karena bermain merupakan latihan dari tumbuh kembang mereka.
- Mereka akan belajar memperhatikan dan menunggu pekerjaan,
sehingga dapat mengatasinya jika akan membantu mereka mengenal
hal yang benar dan yang salah.
- Mereka akan belajar menjadi sportif jujur dan tidak licik.
- Dengan bermain akan membangkitkan imajinasi mereka.
PERMAINAN APA SAJA ?
Apakah terpikirkan oleh anda berapa banyak permainan yang berbeda
pada anak ? mungkin kita akan mempunyai daftar yang amat panjang, oleh karena
itu untuk mempermudah mendapatkan kita perlu membaginya ke dalam beberapa
kelompok yaitu :
1. Play and Physical Development ( Bermain dan perkembangan fisik )
Ketika anak bermain mereka belajar memakai otot-ototnya. Otot-otot
besar dipakai untuk permainan kasar (gross motor), sedangkan otot yang
kecil untuk permainan halus (fine motor) misalnya
- otot yang besar ada di lengan dan kaki akan menjadi lebih kuat dan
bekerja lebih baik bila anak berlari, lompat dan naik-naik.

- otot-otot kecil letaknya di jari-jari dan tumit akan lebih terkontrol bila
sering dipakai.
Bila bagian-bagian badan bekerja bersamaan sehingga seluruh tubuh
bergerak dengan lincah hal ini disebabkan oleh koordinasi pada semua
bermain si anak. Misal seorang anak tidak mendapat kesempatan yang
cukup untuk suatu hal (mengecat) maka tidak akan seterampil anak yang
telah melakukan pekerjaan tersebut (berpengalaman).
2. Play and Mental Development ( Bermain dan perkembangan mental)
Saat anak bermain mereka belajar mengingatnya menurut psikolog JEAN
PIAGET anak-anak belajar mengingat melalui panca indera mereka
yaitu dengan pengecapan, mencium, melihat, merasakan dan mendengar
berbagai macam hal yang berbeda saat mereka bermain. Berhitung pada
masa anak-anak membuat mereka mampu berpikir logis di kemudian hari.
3. Play and Social Development ( Bermain dan perkembangan sosial )
Bagaimana anak berhubungan dengan orang lain disebut sebagai
perkembangan sosial yang dapat melalui berbagai cara yang berbeda :
1. early play ( infant )
2. solitary play ( toddler )
3. parallel play ( pre school )
4. associated play ( pre school )
5. cooperative play ( pre school )
6. later play ( school )
4. Play and Emotional Development ( Bermain dan perkembangan emosional
)
Menggambar, mengecat, mendengarkan musik merupakan ekspresi
dari emosi anak. Dengan bermain mereka dapat merasakan kebaikan
dengan cara mengontrol aktifitas dan gerakan mereka misalnya merasa
gembira bila menikmati warna-warna yang indah, melodi musik yang
merupakan ritual dan permainan yang menggembirakan akan membentuk
emosi mereka menjadi terkontrol.
Bila seseorang tidak dapat menemani anak bermain maka dapat
diusahakan pemberian selimut yang familiar atau boneka binatang yang
besar untuk menemani tidur si anak.