Anda di halaman 1dari 3

KODE ETIK BIOSTATISTIKA

A. Kode Etik
Kode Etik Dapat diartikan pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam
melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara
sebagai pedoman berperilaku. Dalam kaitannya dengan profesi, bahwa kode etik merupakan
tata cara atau aturan yang menjadi standar kegiatan anggota suatu profesi. Suatu kode etik
menggambarkan nilai-nilai profesional suatu profesi yang diterjemahkan kedalam standar
perilaku anggotanya. Nilai profesional paling utama adalah keinginan untuk memberikan
pengabdian kepada masyarakat. Nilai professional dapat disebut juga dengan istilah asas etis.
(Chung, 1981 mengemukakan empat asas etis, yaitu : (1). Menghargai harkat dan martabat
(2). Peduli dan bertanggung jawab (3). Integritas dalam hubungan (4). Tanggung jawab
terhadap masyarakat.
Pada dasarnya kode etik memiliki fungsi ganda yaitu sebagai perlindungan dan
pengembangan bagi profesi. Fungsi seperti itu sama seperti apa yang dikemukakan Gibson
dan Michel (1945 : 449) yang lebih mementingkan pada kode etik sebagai pedoman
pelaksanaan

tugas

prosefional

dan

pedoman

bagi

masyarakat

sebagai

seorang

professional.Biggs dan Blocher ( 1986 : 10) mengemukakan tiga fungsi kode etik yaitu : (1).
Melindungi suatu profesi dari campur tangan pemerintah. (2). Mencegah terjadinya
pertentangan internal dalam suatu profesi. (3). Melindungi para praktisi dari kesalahan
praktik suatu profesi.
B. Biostatistika
Biostatistika adalah cabang ilmu statistik yang berkaitan dengan apliksai metode
statistik pada persoalan dibidang biologi dan kedokteran. Sedangkan statistika adalah ilmu
pengetahuan tentang pengembagan dan aplikasi metode pengumpulan, pengolahan,
penyajian, analisa/intrepretasi data numerik, sehingga kesalahan dalam pengambilan
keputusan dapat diperhitungkan secara numerik. Biostatistik

sendiri berguna untuk

memberikan informasi tentang karakteristik populasi, hubungan atau pengaruh variabel pada
populasi, membuat perencanaan, memecahkan masalah dan membantu mengambil
keputusan.
Fungsi Statistik Dalam Bidang Kesehatan :
1)

Memeberikan gambaran/keterangan tentang masalah kesehatan

2)

Penentuan prioritas masalah yang perlu ditanggulangi

3)

Bahan yang dapat digunakan untuk perencanaan bidang kesehatan

4)

Dapat membandingkan tingkat kesehatan masyarakat

5)

Menilai dan menganalisa hasil usaha kesehatan

6)

Dapat menentukan kebutuhan dalam bidang kesehatan yang sudah atau belum dipenuhi

7)

Dapat mencari hubungan sebab dan akibat

8)

Dokumentasi data kesehatan masyarakat


Dilihat berdasarkan tahap-tahap kerjanya, maka ruang Lingkup kajian Statistik dapat

dibedakan dalam 2 macam yaitu :


1. Statistik Deskriptif, yaitu suatu statistik yang metode dan prosedur yang dipakai terbatas
pada pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data dan analisa data yang tanpa
perlu adanya peramalan atau pembuktian statistik
2. Statistik Inferensial, yaitu statistik yang metode dan prosedur yang dipakai sama seperti
pada statistik deskriptif namun disertai pengambilan kesimpulan dengan pembuktian
secara statistik terhadap hasil dari sampel atau populasi.
Dalam Ilmu ststistik Data dapat dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Data Kualitatif, data berbentuk kalimat
2. Data Kuantitatif, data berbentuk bilangan atau angka, yang data ini juga dapat dibedakan
menjadi 2, yaitu:
1) Deskrit, data berbentuk bilangan bulat (kunjungan pasien, jumlah anak, dll)
2) kontinu, data berbentuk bilangan pecahan ( BB, TB, dsb)
C. Kode Etik Biostatistika
Berdasarkan beberapa penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kode etik
biostatistika merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku dalam
melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan tentang perkembangan dan aplikasi metode
statistika dalam menganalisa dan memecahkan masalah kesehatan masyarakat maupun
penelitian biomedis, klinis, dan kemasyarakatan serta membantu dalam mengambil
keputusan.

Daftar Referensi
1. Pakgalih. Pengertian dan Fungsi Kode Etik. 2009

2. Isfaniy, Dasar-Dasar Ilmu Biostatistika. 2009


3. Murti, B. Pengantar Biostatistika. Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas
Kedokteran Universitas Sebelas Maret. 2011