Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

Tugas-tugas perkembangan menurut para ahli

Menurut Havighurst (1961), tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang harus diselesaikan
individu pada fase-fase atau periode kehidupan tertentu; dan apabila berhasil mencapainya
mereka akan berbahagia, tetapi sebaliknya apabila mereka gagal akan kecewa dan dicela orang
tua atau masyarakat dan perkembangan selanjutnya juga akan mengalami kesulitan.
Hurlock (1981) menyebut tugas tugas perkembangan ini sebagai social expectations
yang artinya setiap kelompok budaya mengharapkan anggotanya menguasai keterampilan
tertentu yang penting dan memperoleh pola perilaku yang disetujui oleh berbagai usia sepanjang
rentang kehidupan.
Faktor sumber munculnya tugas tugas perkembangan menurut Havighurst :
1. Adanya kematangan fisik tertentu pada fase perkembangan tertentu
2. Tuntutan masyarakat secara kultural : membaca, menulis, berhitung, dan organisasi
3. Tuntutan dari dorongan dan cita cita individu sendiri (psikologis) yang sedang
berkembang itu sendiri : memilih teman dan pekerjaan
4. Tuntutan norma agama
Dari pendapat-pendapat di atas, bisa di simpulkan bahwa tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang
dilakukan oleh setiap individu atau kelompok yang yang dilaksanakan dan bertujuan untuk memenuhi
seluruh pencapaian yang diinginkan agar berkembang lebih baik, baik itu dari segi keterampilan,
intelegensi, spiritual, emosi, minat atau potensi. Tugas-tugas inilah yang akan berpengaruh pada
perkembangan suatu individu atau kelompok.

BAB II PEMBAHASAN
Tugas-tugas Perkembangan Menurut Sepanjang Rentang Kehidupan Menurut Havgihurst
Masa Bayi dan Awal Masa Kanak-kanak

Belajar memakan makanan padat.


Belajar berjalan.
Belajar berbicara.
Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh
Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya
Mempersiapkan diri untuk membaca
Belajar membedakan benar dan salah, dan mulai mengembangkan hati nurani.
Kesimpulan yang bisa di ambil pada masa ini adalah belajar mengembangkan motorik setiap anak.
Penting sekali untuk mengembangkan motorik anak, karena mereka mulai menggunakan bagian-bagian
tubuh untuk beraktivitas dan bermain. Misalnya belajar memakan makanan padat, itu akan membantu
menguatkan daya gigit pada gigi seorang anak. Intinya semua yang dilakukan anak pada masa ini akan
membantu untuk mengembangkan motorik seorang anak. Keterampilan, penguasaan dan penggunaaan
alat-alat tubuh sangat baik untuk merangsang otot-otot bayi. Tugas orang tua disini adalah
membimbing dan mengarahkan bagaimana fungsi-fungsi anggota badan itu digunakan dengan tepat
dan bijaksana juga mengembangkan keterampilan-keterampilan pada alat-alat tubuh.
Akhir Masa Kanak-kanak

Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan yang umum


Membangun sikap yang sehat mengenal diri sendiri sebagai mahluk yang sedang tumbuh
Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya
Mulai mengembangkan peran social pria atau wanita yang tepat
Mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar untuk membaca, menulis, dan berhitung
Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari
Mengembangkan hati nurani, pengertian moral, dan tata tingkatan nilai
Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga-lembaga
Mencapai kebebasan pribadi
Mendidik moral, spiritual, nilai sosial dan hati nurani sangat baik dikembangkan pada masa ini, karena
mereka masih bisa diberikan respon yang baik dari stimulus yang diberikan oleh orang tua maupun
guru. Untuk itu peran lingkunganpun sangat berpengaruh pada diri individu pada masa ini, dan orang
tua maupun guru harus dapat menyaring hal-hal yang sekiranya baik atau tidak untuk perkembangan
diri peserta didik.
Misalnya : Seorang anak mempunyai bakat yang sudah mulai terlihat di bidang seni melukis, orang tua
dan guru dapat membantu untuk mengembangkannya dengan cara memberikan alat-alat melukis
kemudian biarkan dia mengeksplor imajinasinya dan menuangkannya kedalam lembaran-lembaran
kanvas.

Masa Remaja

Mempelajari hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita
Mencapai peran sosial pria, dan wanita
Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif
Mengharapkan dan mencapai perilaku social yang bertanggung jawab
Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang-orang dewasa lainnya
Mempersiapkan karier ekonomi
Mempersiapkan perkawinan dan keluarga
Memperoleh perangkat nilai dan system etis sebagai pegangan untuk berperilaku menembangkan ideologi.
Peran guru dan orang tua disini adalah membangun rasa kepercayaan diri pada seorang individu agar ia
lebih mudah mencapai hasil yang diinginkan. Seperti dalam realita saat ini, masa remaja adalah masa
meniru. Remaja sangat mudah meniru orang-orang yang membuat mereka terinspirasi dan
mencobanya. Pada saat inilah orang tua dan guru mengarahkan mereka agar meniru yang baik dan
pantas untuk di tiru. Berikan perhatian ekstra pada masa ini, karena bimbingan dan didikan sangat vital
bagi individu. Mereka akan merasa nyaman dan merasa di hargai keberadaanya jika orang tua dan guru
membimbingnya dengan penuh kelembutan tetapi tegas dan disiplin.
Contohnya : Seorang siswa yang yang mempunyai keterbatasan fisik yaitu tuna netra bisa
menggunakan tangannya sebagai alat bantu untuk membaca dengan memanfaatkan alat peraba atau
tangannya. Disinilah seorang guru dan orang tua dituntut untuk memberikan rasa percaya diri kepada
siswa tersebut untuk lebih bersikap bertanggung jawab tetapi tetap dibawah bimbingan orang tua dan
guru.
Awal Masa Dewasa

Mulai bekerja
Memilih pasangan
Belajar hidup dengan tunangan
Mulai membina keluarga
Mengasuh anak
Mengelola rumah tangga
Mengambil tanggung jawab sebagai warga Negara
Mencari kelompok social yang menyenangkan
Kesimpulan untuk masa ini adalah pola pikir individu sudah mulai matang. Tingkat kedewasaannya pun
lambat laun semakin bertambah. Mereka mulai bebas memilih apapun yang mereka inginkan dengan
pertimbangan-pertimbangan yang matang. Tanggung jawabnya pun sudah mulai meluas dalam arti
mereka mulai mempertanggung jawabkan sekecil-kecilnya hal. Masa depan sudah dirancang dengan
matang dan mempersiapkan nya dengan hat-hati. Pergaulan-pergaulan mulai mereka pilih yang mana
yang baik dan yang mana yang tidak, yang mana yang harus diikuti dan yang mana yang tidak boleh
diikuti. Pada masa ini orang tua hanyalah pembimbing dan pemberi nasihat kepada individu,
selanjutnya semua keputusan berada di tangan individu itu sendiri.

Masa Usia Pertengahan

Mencapai tanggung jawab sosial dan dewasa sebagai warga Negara


Membantu anak-anak remaja belajar untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung hawab, dan bahagia

Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang untuk orang dewasa


Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu
Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan fisiologis yang terjadi pada tahap ini
Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karier pekerjaan
Menyesuaikan ndiri dengan orang tua yang semakin tua
Masa Tua

Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan


Menyesuaikan diri dengan masa pension dan berkurangnya income (penghasilan) keluarga
Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup
Membentuk hubungan dengan orang-orang yang seusia
Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan
Menyesuiakan diri dengan peran sosial secara luwes.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengasaan Tugas-tugas perkembangan :


Yang Menghalangi :

Tingkat perkembangan yang mundur


Tidak ada kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas perkembanag atau tidak ada bimbingan untuk dapat menguasainya
Tidak ada motivasi
Kesehatan yangburuk
Cacat tubuh
Tingkat kecerdasan yang rendah

Yang Membantu :

Tingkat perkembangan yang normal atau yang diakselerasikan


Kesempatan-kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas dalam perkembangan dan bimbingan untuk menguasainya
Motivasi
Kesehatan yang baik dan tidak ada cacat tubuh
Tingkat kecerdasan yang tinggi
Kreativitas

Tahapan Dalam Rentang Kehidupan

Periode prenatal : konsepsi kelahiran


Bayi : kelahiran sampai akhir minggu kedua
Masa Bayi : akhir minggu kedua sampai akhir tahun kedua
Awal masa kanak-kanak : 2-6 tahun
Akhir masa kanak-kanak : 6-10 tahuin atau 12 tahun
Masa puber atau pramasa remaja : 10 atau 12 13 atau 14 tahun
Masa remaja : 13 atau 14 tahun 18 tahun
Awal masa dewasa : 18 40 tahun
Masa tua atau usia lanjut : 60 sampai meninggal dunia.

APLIKASI TUGAS PERKEMBANGAN DALAM PENDIDIKAN


Memperhatikan banyaknya faktor kehidupan yang berada di lingkungan, maka pemikiran tentang
penyelenggaraan pendidikan juga harus memperhatikan faktor-faktor tersebut. Sekalipun dalam
penyelenggaraan pendidikan diakui bahwa tidak mungkin memenuhi tuntutan dan harapan seluruh
faktor yang berlaku tersebut.
a)

Pendidikan yang berlaku di Indonesia, baik pendidikan yang di-selenggarakan di dalam sekolah

maupun di luar sekolah, pada umumnya diselenggarakan dalam bentuk klasikal. Penyelenggaraan
pendidikan klasikal ini berarti memberlakukan sama semua tindakan pendidikan kepada semua peserta
didik yang tergabung di dalam kelas, sekalipun masing-masing di antara mereka sangat berbeda-beda.
Pengakuan terhadap kemampuan setiap pribadi yang beranekaragam itu menjadi kurang. Oleh karena
itu, yang harus mendapatkan perhatian di dalam penyelenggaraan pendidikan adalah sifat-sifat dan
kebutuhan umum remaja, seperti pengakuan akan kemampuannya, ingin untuk mendapatkan
kepercayaan, kebebasan, dan semacamnya.
b)

Beberapa usaha yang perlu dilakukan di dalam penyelenggaraan pendidikan, sehubungan dengan

minat dan kemampuan remaja yang dikaitkan terhadap cita-cita kehidupannya antara lain adalah:
1.

Bimbingan karier dalam upaya mengarahkan siswa untuk menentukan pilihan jenis pendidikan dan jenis pekerjaan sesuai
dengan kemampuannya.

2.

Memberikan latihan-latihan praktis terhadap siswa dengan berorientasi kepada kondisi (tuntutan) lingkungan.

3.

Penyusunan kurikulum yang komprehensif dengan mengembangkan kurikulum muatan lokal.

c)

Keberhasilan dalam memilih pasangan hidup untuk membentuk keluarga banyak ditentukan oleh

pengalaman dan penyelesaian tugas-tugas perkembangan masa-masa sebelumnya. Untuk


mengembangkan model keluarga yang ideal maka perlu dilakukan:
1.

Bimbingan tentang cara pergaulan dengan mengajarkan etika pergaulan lewat pendidikan budi pekerti dan pendidikan
keluarga.

2.

Bimbingan siswa untuk memahami norma yang berlaku baik di dalam keluarga, sekolah, maupun di dalam masyarakat. Untuk
kepentingan ini diperlukan arahan untuk kebebasan emosional dari orang tua.

KESIMPULAN
Tugas perkembangan merupakan tugas-tugas yang berkelanjutan bagi setiap individu. Tugas ini
sikerjakan dan dilaksanakan dengan tujuan agar perkembangan individu dapat berjalan sesuai denagn
masanya. Tugas-tugas ini memberikan keluwesan bagi individu untuk berkembang sesuai yang
diinginkan.

Orang tua dan guru disekolah sebagai pembimbing peserta didik untuk mencapai kemandirian,
mengembangkan potensi, minat dan bakat seorang peserta didik. Orang tua dan pendidik harus mampu
memberikan dan dorongan dan stimulus kepada peserta didik agar mereka mampu mengembangkan
sumber daya manusia sesuai dengan tuntutan zaman. Berkspresi, berkreasi, bebas memilih, bebas
berpendapat, bebas mengeksplor keterampilan-keterampilan, bebas mengungkapkan perasaan,
berrtanggung jawab pada setiap hal, mamupu berperan aktif di keluarga, sekolah, maupun dilingkungan
adalah hak-hak yang penting bagi seorang peserta didik. Pendidik dan orang tua hanya mengarahkan
dan membimbing mereka agar lebih terarah. Mengembangkan spiritual adalah tugas yang wajib untuk
peserta didik, karena spiritual adalah faktor penentu keberhasilan selain intelegensi. Orang tua dan
pendidik memberikan arahan bagaimana seharusnya mereka mengenal dan mengatur emosi,
bagaimana mereka bersikap jujur dan bertanggung jawab pada tugas-tugas yang diberikan, bagaimana
seorang peserta didik diajak mengenal Allah, mensyukuri nikmat-nikmat Allah, serta memahami setiap
masalah dengan sikap yang tenang. Agar ini mencapai hasil yang baik perlu adanya contoh teladan dari
orang tua dan pendidik, karena bagaimanapun mereka adalah contoh teladan bagi anak-anaknya.

DAFTAR PUSTAKA
Hurlock B Elizabeth. Psikologi perkembangan Jilid 1 edisi ke 6. Jakarta. Erlangga
Munnir Abdullah. 2009. Spiritual Teaching. Yogyakarta. Pustaka Insan Madani
http://ilmu-psikologi.blogspot.com/2009/05tugas-perkembangn.html
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR.-PEND.-LUAR-SEKOLAH/194412051967101

Anda mungkin juga menyukai