Anda di halaman 1dari 14

GASTRITIS

dr. Qonita Wachidah


PKM 1 Cilongok, 31 Oktober 2014

Definisi
ICD X: K 29.7 Gastritis, unspecified
Gastritis adalah proses inflamasi/peradangan
pada lapisan mukosa dan submukosa lambung
sebagai mekanisme proteksi mukosa apabila
terdapat akumulasi bakteri atau bahan iritan
lain. Proses inflamasi dapat bersifat akut,
kronis, difus, atau lokal.

Penyebab
Penyebab utama gastritis adalah iritasi
lambung misalnya oleh makanan yang
merangsang asam lambung, alkohol, obat atau
stres. Pada keadaan ini terjadi gangguan
keseimbangan antara produksi asam lambung
dan daya tahan mukosa. Penyakit sistemik,
kebiasaan merokok, infeksi kuman
Helicobacter pilori juga berperan dalam
penyakit ini

Anamnesis (subjective)
Keluhan:
Pasien datang ke dokter karena rasa nyeri dan
panas seperti terbakar pada perut bagian atas.
Keluhan mereda atau memburuk bila diikuti
dengan makan, mual, muntah dan kembung.

Anamnesis (subjective)
Faktor risiko:
Pola makan yang tidak baik (waktu makan terlambat,
jenis makanan pedas, porsi makan besar)
Konsumsi kopi, teh, atau alkohol
Infeksi bakteri atau parasit
Konsumsi analgetik atau steroid
Usia lanjut
Stress
Penyakit lain (autoimun, HIV/AIDS, bile reflux, Crohn
disease)

Pemeriksaan Fisik & Penunjang


Sederhana (Objective)
PF Patognomonis:
Nyeri tekan epigastrium dan bising usus
meningkat
Inflamasi berat dapat ditemukan
pendarahan saluran cerna (hematemesis dan
melena)
Biasanya pada pasien dengan gastritis kronis,
konjungtiva tampak anemis.

Pemeriksaan Fisik & Penunjang


Sederhana (Objective)
Pemeriksaan Penunjang:
Tidak diperlukan, kecuali pada gastritis kronis
dengan melakukan pemeriksaan:
1. Darah rutin
2. Untuk mengetahui infeksi Helicobacter
pylori: pemeriksaan breath test dan feses
3. Rontgen dengan barium enema
4. Endoskopi

Penegakan Diagnosis (Assessment)


Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Untuk
diagnosis definitif dilakukan pemeriksaan penunjang
DD:
Kolesistitis
Kolelitiasis
Crohn disease
Kanker lambung
Gastroenteritis
Limfoma
Ulkus peptikum
Sarkoidosis
GERD

Komplikasi
1.
2.
3.
4.

Pendarahan saluran cerna bagian atas.


Ulkus peptikum.
Perforasi lambung.
Anemia.

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)


Tirah baring
Makan teratur dan menghindarkan makanan yang merangsang
Antasida (Al. Hidroksida, Mg Hidroksida), diberikan menjelang tidur,
pagi hari, dan di antara waktu makan
Muntah sampai mengganggu metoklopramid 10
mg, 1 jam sebelum makan
Nyeri hebat kombinasi dengan simetidin 200 mg 2 x sehari
atau ranitidin 150 mg 2 x sehari
Tanda pendarahan seperti hematemesis atau melena segera
rujuk ke rumah sakit karena kemungkinan terjadi pendarahan pada
lambung yang dapat menjadi perforasi

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)


Penatalaksanaan:
Menginformasikan kepada pasien untuk menghindari pemicu
terjadinya keluhan, antara lain dengan makan tepat waktu, makan
sering dengan porsi kecil dan hindari makanan yang meningkatkan
asam lambung atau perut kembung seperti kopi, teh, makanan
pedas dan kol.
Terapi diberikan per oral dengan obat, antara lain:
1. Antasida dosis 3 x 500-1000 mg/hr (menjelang tidur, pagi hari, dan
di antara waktu makan)
2. Nyeri hebat kombinasi dengan H2 Bloker2 x/hari (Ranitidin 150
mg/kali, Famotidin 20 mg/kali, Simetidin 400-800 mg/kali), atau
3. PPI 2x/hari (Omeprazole 20 mg/kali, Lansoprazole 30 mg/kali)
4. Muntah sampai mengganggu metoklopramid 10 mg, 1 jam
sebelum makan

Konseling dan Edukasi


Menginformasikan pasien dan keluarga mengenai
faktor risiko terjadinya gastritis
Kriteria rujukan
1. Bila 5 hari pengobatan belum ada perbaikan.
2. Terjadi komplikasi.
3. Terjadi alarm symptoms seperti perdarahan,
berat badan menurun 10% dalam 6 bulan, dan
mual muntah berlebihan

Prognosis
Prognosis sangat tergantung pada kondisi
pasien saat datang, ada/tidaknya komplikasi,
dan pengobatannya. Umumnya prognosis
gastritis adalah bonam, namun dapat terjadi
berulang bila pola hidup tidak berubah.

Referensi
Sudoyo, A.W. Setiyohadi, B. Alwi, I. Simadibrata,
M. Setiati, S. eds. Buku ajar ilmu penyakit dalam.
4 ed. Vol. III. Jakarta: Pusat Penerbitan
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 2006
Pedoman Pengobatan Dasar Puskesmas. Depkes
RI. 2007.
Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas
Pelayanan Kesehatan Primer. Ikatan Dokter
Indonesia. 2013.