Anda di halaman 1dari 14

http://ctb.ku.

edu/en/table-of-contents/assessment/assessing-community-needs-andresources/swot-analysis/main
Pengertian analisis SWOT
Pengertian / definisi analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, dan Threats).
Analisa SWOT adalah suatu metoda penyusunan strategi perusahaan atau organisasi
yang bersifat satu unit bisnis tunggal. Ruang lingkup bisnis tunggal tersebut dapat
berupa domestik maupun multinasional. SWOT itu sendiri merupakan singkatan dari
Strength (S), Weakness (W), Opportunities (O), dan Threats (T) yang artinya kekuatan,
kelemahan, peluang dan ancaman atau kendala, dimana yang secara sistematis dapat
membantu dalam mengidentifikasi faktor-faktor luar (O dan T) dan faktor didalam
perusahaan (S dan W). Kata-kata tersebut dipakai dalam usaha penyusunan suatu
rencana matang untuk mencapai tujuan baik untuk jangka pendek maupun jangka
panjang.
Berikut saya lampirkan pengertiannya menurut salah satu pakar SWOT Indonesia, yaitu
Fredy Rangkuti. Kurang lebih seperti ini :
Analisa SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan
strategi perusahaan. Analisa ini didasarkan pada hubungan atau interaksi antara unsurunsur internal, yaitu kekuatan dan kelemahan, terhadap unsur-unsur eksternal yaitu
peluang dan ancaman.
Petunjuk umum yang sering diberikan untuk perumusan adalah :
1. Memanfaatkan kesempatan dan kekuatan (O dan S). Analisis ini diharapkan
membuahkan rencana jangka panjang.
2. Atasi atau kurangi ancaman dan kelemahan (T dan W). Analisa ini lebih condong
menghasilkan rencana jangka pendek, yaitu rencana perbaikan (short-term
improvement plan).
Tahap awal proses penetapan strategi adalah menaksir kekuatan, kelemahan,
kesempatan, dan ancaman yang dimiliki organisasi. Analisa SWOT memungkinkan
organisasi memformulasikan dan mengimplementasikan strategi utama sebagai tahap
lanjut pelaksanaan dan tujuan organiasasi, dalam analisa SWOT informasi dikumpulkan
dan dianalisa. Hasil analisa dapat menyebabkan dilakukan perubahan pada misi,
tujuan, kebijaksanaan, atau strategi yang sedang berjalan.
Dalam penyusunan suatu rencana yang baik, perlu diketahui daya dan dana yang
dimiliki pada saat akan memulai usaha, mengetahui segala unsur kekuatan yang
dimiliki, maupun segala kelemahan yang ada. Data yang terkumpul mengenai faktor-

faktor internal tersebut merupakan potensi di dalam melaksanakan usaha yang


direncanakan. Dilain pihak perlu diperhatikan faktor-faktor eksternal yang akan dihadapi
yaitu peluang-peluang atau kesempatan yang ada atau yang diperhatikan akan timbul
dan ancaman atau hambatan yang diperkirakan akan muncul dan mempengaruhi
usaha yang dilakaukan.
Dapat disimpulkan bahwa analisis SWOT adalah perkembangan hubungan atau
interaksi antar unsur-unsur internal, yaitu kekuatan dan kelemahan terhadap unsurunsur eksternal yaitu peluang dan ancaman. Didalam penelitian analisis SWOT kita
ingin memproleh hasil berupa kesimpulan-kesimpulan berdasarkan ke-4 faktor dimuka
yang sebelumnya telah dianalisa :
>> Strategi Kekuatan-Kesempatan (S dan O atau Maxi-maxi)
Strategi yang dihasilkan pada kombinasi ini adalah memanfaatkan kekuatan atas
peluang yang telah diidentifikasi. Misalnya bila kekuatan perusahaan adalah pada
keunggulan teknologinya, maka keunggulan ini dapat dimanfaatkan untuk mengisi
segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi dan kualitas yang lebih maju, yang
keberadaanya dan kebutuhannya telah diidentifikasi pada analisis kesempatan.
>> Strategi Kelemahan-Kesempatan (W dan O atau Mini-maxi)
Kesempatan yang dapat diidentifikasi tidak mungkin dimanfaatkan karena kelemahan
perusahaan. Misalnya jaringan distribusi ke pasar tersebut tidak dipunyai oleh
perusahaan. Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah bekerjasama dengan
perusahaan yang mempunyai kemampuan menggarap pasar tersebut. Pilihan strategi
lain adalah mengatasi kelemahan agar dapat memanfaatkan kesempatan.
>> Strategi Kekuatan-Ancaman (S atau T atau Maxi-min)
Dalam analisa ancaman ditemukan kebutuhan untuk mengatasinya. Strategi ini
mencoba mencari kekuatan yang dimiliki perusahaan yang dapat mengurangi atau
menangkal ancaman tersebut. Misalnya ancaman perang harga.
>> Strategi Kelemahan-Ancaman (W dan T atau Mini-mini)
Dalam situasi menghadapi ancaman dan sekaligus kelemahan intern, strategi yang
umumnya dilakukan adalah keluar dari situasi yang terjepit tersebut. Keputusan yang
diambil adalah mencairkan sumber daya yang terikat pada situasi yang mengancam
tersebut, dan mengalihkannya pada usaha lain yang lebih cerah. Siasat lainnya adalah
mengadakan kerjasama dengan satu perusahaan yang lebih kuat, dengan harapan
ancaman di suatu saat akan hilang. Dengan mengetahui situasi yang akan dihadapi,

anak perusahaan dapat mengambil langkah-langkah yang perlu dan bertindak dengan
mengambil kebijakan-kebijakan yang terarah dan mantap, dengan kata lain perusahaan
dapat menerapkan strategi yang tepat. (sumber : e-je.blogspot.com)
Dikutip dari id.wikipedia.org
Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk
mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities),
dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor
itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan
threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau
proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang
tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisa SWOT dapat diterapkan dengan cara
menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya,
kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah
bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari
peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses)
yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada,
selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats)
yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses)
yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah
ancaman baru.

ANALISIS SWOT ORGANISASI KANTOR DINAS KEHUTANAN KABUPATEN MUNA


ANALISIS SWOT ORGANISASI KANTOR DINAS KEHUTANAN KABUPATEN MUNA
OLEH : MOHAMMAD AQSA, S.Hut
I. PENDAHULUAN
Dinas Kehutanan Kabupaten Muna merupakan instansi leading sector dalam
pengelolaan hutan di wilayah Pemerintah Kabupaten Muna. Kehutanan sebagai sektor
andalan dalam pembangunan daerah, perlu mendapat perhatian yang serius dari
Pemerintah Kabupaten Muna. Sehubungan denga itu maka diperlukan adanya
kebijakan Pemda yang mendukung tujuan pengelolaan hutan itu sendiri yaitu
meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan PAD melalui pemanfaatan hutan secara
lestari dan berkelanjutan.
Untuk mendukung pencapaian tujuan pengelolaan hutan tersebut maka salah satunya
diperlukan organisasi pengelolaa hutan yang kuat mulai dari organisasi struktural
maupun organisasi wilayah. Disadari bahwa selama masa pemerintahan Belanda
hingga era otonomi daerah, organisasi pengelolaan hutan di Kabupaten Muna belum
menemukan bentuk atau format yang relevan dengan perkembangan zaman.
Sehubungan dengan itu, diperlukan adanya analisis pengembangan organisasi Dinas
Kehutanan mulai dari organisasi struktural maupun organisasi wilayah.
2. Permasalahan
Permasalahan umum dalam pengelolaan hutan di Kabupaten Muna adalah sebagai
berikut :
Menurunnya produktivitas Hutan Jati
Menurunnya mutu / kualitas kayu jati
Belum optimalnya Pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI) jati
Menurunnya pasokan kayu untuk kebutuhan Indudtri Pengolahan Kayu Hulu (IPKH)
Menurunnya kepercayaan stakeholder terhadap pengelolaan hutan jati
Rendahnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan mengamankan Hutan
tanaman Industri (HTI) jati.
Pengawasan dan penegakan hukum
Tekanan penduduk sehingga terjadi defisit lahan dan defisit pangan
Sarana prasarana operasioanl pengamanan dan pembangunan hutan
Kualitas dan kunatitas SDM yang kurang memadai

Sehubungan dengan berbagai permasalahan tersebut di atas maka diperlukan


a. Strategi apa yang ditempuh oleh pemerintah Daerah (Dinas Kehutanan Kabupaten
Muna) dalam dalam rangka mencapai tujuan pengelolaan hutan yang lestari dan
berkelanjutan dan kesejahteraan rakyat.
b. Pilihan faktor pendukung apa yang direkomendasikan mengembangkan Organisasi
Dinas Kehutanan Kabupaten Muna
3. Konsep strategi
Strategi merupakan cara untuk mencapai sasaran jangka panjang. Strategi bisnis dapat
termasuk perluasan geografis, diversifikasi, akuisisi, pengembangan produk, penetrasi
pasar, pengurangan, divestasi, likuidasi dan usaha patungan (David, 2002). Untuk
menganalisis suatu kegiatan dalam satu organisasi agar tercapai tujuan, perlu
menggunakan suatu analisis yang dikenal dengan analisis SWOT (Strength, Weakness,
Opportunities, Threats). Instrumen analisis SWOT sangat banyak digunakan karena
dapat membantu pimpinan / CEO dalam merumuskan masalah, menentukan sasaran
secara terukur dan dapat diuji sesuai kondisi lingkungan organisasi baik secara internal
maupun eksternal.
Setiap organisasi pasti mempunyai empat unsur tersebut di atas sehingga perlu dikenali
memerlukan kehati-hatian dalam pengelolaannya.
1. Strength (kekuatan) merupakan faktor penentu yang dapat mempengaruhi secara
internal maupun secara eksternal dalam mendukung pencapain tujuan organisasi.
2. Weakness (kelemahan) adalah suatu faktor yang perlu dicermati dalam menyusun
program agar tujuan yang telah ditetapkan tidak terlalu jauh menyimpang dari sasaran
yang diharapkan.
3. Opportunities (peluang) adalah unsur yang sangat strategis untuk dikaji secara
mendalam agar semua komponen organisasi dapat memanfaatkan setiap kesempatan
dalam rangka meningkatkan hasil dan pencapaian tujuan organisasi.
4. Threats (ancaman) adalah factor yang dapat mempengaruhi jalannya organisasi
sehingga setiap saat perlu diwaspadai agar organisasi tetap utuh.
4. Manajemen Strategi
Menurut David (2002), mengenali misi, sasaran, strategi organisasi yang telah
diterapkan merupakan titik awal yang logis untuk manajemen strategi. Sehubungan
dengan situasi dan kondisi instansi pemerintah saat ini menghalangi strategi tertentu
dan mungkin bahkan mendikte tindakan tertentu. Setiap organisasi mempunyai misi,
sasaran dan strategi, bahkan sekalipun elemen-elemennya tidak secara sadar didesain,
ditulis dan dikomunikasikan.

Proses manajemen strategi bersifat dinamis dan berkelanjutan. Suatu perubahan dalam
salah satu komponen utama dalam model dapat memaksa perubahan dalam salah satu
atau semua komponen yang lain. Oleh karena itu, aktivitas merumuskan,
mengimplementasikan dan mengevaluasi strategi harus dilaksanakan secara terusmenerus, bukan hanya di akhir tahun atau setengah tahun sekali. Proses manajemen
strategis tidak pernah benar-benar berakhir.
Menurut sejarah, manfaat prinsip dari manajemen strategis adalah membantu
organisasi membuat strategi yang lebih baik dengan menggunakan pendekatan yang
lebih sistematis, logis dan rasional pada pilihan strategis. Komunikasi merupakan kunci
terhadap keberhasilan dari manajemen strategis karena terlibat dalam proses, manajer
dan karyawan benar-benar bersedia mendukung organisasi. Oleh karena itu, sikap
dalam pelaksanaan manajemen strategis amat penting. Tujuan utama dari proses
adalah mencapai pengertian dan komitmen dari semua pimpinan/manajer dan
karyawan/staf (David, 2002)
Menurut Wahyudi (1995) bahwa manajemen strategik adalah pola pikir strategis yang
terintegrasi dengan fungsi-fungsi manajemen yaitu perencanaan, penerapan dan
pengawasan. Dikatakan juga bahwa manajemen strategik adalah suatu seni dan ilmu
pembuatan (formating), penerapan (implementing) dan evaluasi (evaluating) keputusankeputusan strategis antara fungsi-fungsi yang mendukung sehingga kemungkinan
tujuan organisasi dapat tercapai dimasa yang akan datang. Manfaat yang diperoleh
dalam menerapkan manajemen strategik dalam suatu organisasi adalah sebagai
berikut :
a. Organisasi mampu memberikan arah jangka panjang yang akan dicapai
b. Organisasi mampu beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi
c. Organisasi menjadi lebih efektif
d. Organisasi dapat diidentifikasi keunggulan komparatifnya dalam lingkungan yang
semakin beresiko
e. Kemampuan perusahaan semakin tinggi dengan aktivitas pembuatan strateginya,
sehingga mampu mencegah terjadinya masalah dimasa datang.
f. Pembuatan strategi dilakukan dengan melibatkan karyawan sehingga karyawan
termotivasi dalam tahap pelaksanaanya
g. Kegiatan yang tidak beraturan atau tidak tersusun yang dapat mengakibatkan
tumpang tindih dapat diperkecil.
h. Karyawan yang enggan untuk berubah dapat diperkecil
Menurut Umar (2001) bahwa perencanaan bila dilihat dari sisi tingkatan manajemen
dapat dibagi dua, yaitu perencanaan strategis dan perencanaan operasional.

Perencanaan strategis lebih ditujukan kepada bagaimana manajemen puncak


menentukan visi, misi dan strategi organisasi untuk mencapai tujuan jangka panjang,
sedangkan perencanaan operasional lebih menekankan kepada bidang fungsional dari
organisasi yang berjangka pendek.
5. Matriks Internal Factor Evaluation (IFE), Matriks External Factor Evaluation (EFE)
dan Matriks TOWS
Matriks Internal factor Evaluation atau matriks IFE adalah alat perumusan strategi yang
meringkas dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan utama suatu organisasi atau
perusahaan. Data yang diperoleh dari informasi aspek internal dapat digali dari
beberapa pendekatan yang mencakup aspek manajemen, keuangan, sumber daya
manusia, pemasaran, sistem informasi dan produksi/operasi.
Matrik External Factor Evaluation atau matriks EFE adalah matriks yang digunakan ahli
strategi untuk meringkas dan mengevaluasi faktor-faktor eksternal perusahaan atau
organisasi/instansi. Menurut Umar (2001), data eksternal yang diperoleh dari
pengamatan atau informasi lingkungan eksternal dapat dilakukan dengan pendekatan
ekonomi, sosial, budaya, demografi, lingkungan, politik, pemerintah, hukum, teknologi,
persaingan di pasar industri dimana perusahaan berada. Faktor eksternal merupakan
hal yang penting karena berpengaruhsecara langsung dan tidak langsung terhadap
perusahaan atau organisasi.
Matriks Threats-Opportunities-Weaknesses-Strengths atau dikenal dengan matrik
TOWS adalah alat pencocokan yang penting dalam melakukan pengembangan empat
tipe strategi. Keempat tipe strategi tersebut adalah :
1. Strategi S-O (StrengthsOpportunities) yaitu Ciptakan strategi yang menggunakan
kekuatan internal perusahaan untuk memanfaatkan peluang
2. Strategi W-O (WeaknessesOpportunities) yaitu strategi yang bertujuan memperbaiki
atau meminimalkan kelemahan untuk menanfaatkan peluang eksternal.
3. Strategi S-T (Strengths-Threats) yaitu strategi yang menggunakan kekuatan internal
perusahaan untuk menghindari atau mengurangi dampak ancaman eksternal.
4. Strategi W-T (Weaknesses-Threats) merupakan taktik defensif yang diarahkan untuk
mengurangi kelemahan internal dan menghindari ancaman lingkungan eksternal
6. Quantitative Strategic Planning Matrix
Menurut David (2002), Quantitative Strategic Planning Matrix atau matriks QSPM
adalah teknik analisis yang dirancang untuk menetapkan daya tarik relatif dari tindakan
alternatif yang layak atau secara sasaran menunjukkan strategi alternatif mana yang
terbaik. Matriks QSPM menggunakan hasil pencocockan dari analisis TOWS serta input

dari analisis SPACE, matrik BCG, matrik IE dan matriks Grand Strategy. QSPM adalah
alat yang memungkinkan ahli strategi untuk mengevaluasi strategi alternatif secara
obyektif.
Secara konsep QSPM menentukan daya tarik relatif dari strategi berdasarkan sejauh
mana faktor-faktor sukses kritis eksternal dan internal dimanfaatkan dan diperbaiki.
Daya tarik relatif dari setiap strategi dalam satu set alternatif dihitung dengan
menetapkan dampak kumulatif dari setiap faktor sukses kritis eksternal dan internal.
Jumlah set strategi alternatif yang dihasilkan dari matriks TOWS dapat dimasukan
dalam QSPM tanpa ada satu batasan jumlah set alternatif yang akan dievaluasi.
Matriks QSPM memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan. Kelebihan matriks QSPM
adalah sebagai berikut :
1. Merupakan satu-satunya teknik analisis yang dirancang untuk menetapkan daya tarik
dan pilihan tindakan alternatif yang layak dikembangkan, serta evaluasi terhadap pilihan
strategi dapat dilakukan secara obyektif.
2. Faktor kunci dan strategi dapat dipertimbangkan secara berurutan atau bersamaan
dengan tidak adanya batasan jumlah strategi yang dievaluasi.
3. Pemaduan faktor-faktor internal dan eksternal yang terkait merupakan dasar
dalamproses pengambilan keputusan.
4. Kemungkinan faktor kunci terabaikan sangat kecil.
5. Dapat diterapkan pada tipe organisasi apapun.
Kelemahan matriks QSPM adalah :
1. Penilaian intuitif sangat diperlukan, tetapi menggunakan asumsi yang beralasan dan
masuk akal
2. Pemberian peringkat dan nilai daya tarik diperoleh secara subyektif, tetapi prosesnya
memerlukan informasi obyektif yang pada akhirnya dapat menimbulkan perbedaan
interpretasi informasi.
3. Konsep QSPM hanya dapat sebaik informasi yang diperlukan dan analisis
pencocokan menjadi landasannya.
7. Tujuan dan Sasaran
Salah satu persoalan penting dalam organisasi adalah bagaimana orang-orang yang
berada dalam suatu organisasi dapat mengalokasikan waktu, tenaga dan pikiran untuk
mencapai tujuan organisasi. Dengan struktur organisasi model pyramid maka akan
tercipta hubungan kerjasama yang baik antara pimpinan dengan staf, antar staf
maupun antara staf dengan public.
Gaya kepemimpinan yang baik bukan berarti dapat mengerjakan pekerjaannya sendiri
dengan baik, akan tetapi bagaimana dapat mengatur orang-orang di bawahnya dalam

menyelesaikan pekerjaanya secara baik sehingga menunjang pencapaian visi misi


organisasi. Untuk mencapai hal tersebut, seorang pengambil keputusan / pimpinan
dituntut untuk memiliki pengetahuan, strategi, metode dan teknik pelaksanaan yang
baik, kemampuan berkomunikasi dengan bawahan, dan kemampuan untuk memahami
masalah organisasi secara menyeluruh serta motivasi yang baik dalam membangun
sebuah organisasi.
Pandangan pimpinan yang ada pada lingkup organisasi Kantor Dinas Kehutanan
Kabupaten Muna bahwa setiap manusia mempunyai karakter, bakat, kemampuan,
keterampilan dan keahlian yang berbeda-beda. Sehubungan dengan itu untuk lebih
berkembangnya sebuah organisasi diperlukan pembagian kerja (staffing) sesuai
dengan latar belakang keahlian masing-masing(the right man on the right place).
Disamping itu adalah diperlukan analisis kebutuhan jumlah personil yang diperlukan
dalam sebuah organisasi. Salah satu alat yang dapat digunakan adalah dengan
menggunakan hukum jenjang pengawasan (span of control).
Untuk dapat memahami dan mengukur sejauh mana kemampuan potensi dan prospek
organisasi di Kantor Dinas Kehutanan Kabupaten Muna dalam rangka pengambilan
keputusan strategis, maka diperlukan analisis yang mendalam sehingga visi dan misi
organisasi yang telah ditetapkan dapat dicapai secara tepat. Salah satu alat analisis
yang dapat dipakai adalah menggunakan analisis SWOT.
Adapun tahap-tahap yang akan dilakukan dalam menggunaka matrik SWOT adalah
sebagai berikut:
1. Membuat daftar peluang eksternal
2. Membuat daftar ancaman eksternal
3. Membuat daftar kekuatan kunci internal
4. Membuat daftar kelemahan kunci internal
5. Mencocokan kekuatan internal dan peluang eksternal serta melakukan pencatatan
terhadap hasil dalam kolom strategi SO
6. Mencocokan kelemahan internal dan peluang eksternal serta melakukan pencacatan
hasil dalam kolom strategi WO
7. Mencocokan kekuatan internal dan ancaman eksternal serta melakukan pencacatan
hasil dalam kolom strategi ST
8. Mencocokan kelemahan internal dan ancaman eksternal serta melakukan
pencacatan hasil dalam kolom strategi WT

Contoh matrik SWOT yang dapat digunakan dapat dilihat pada tabel 1 berikut.
Tabel 1. Matriks SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities,Threats,) Analisis Strategi
Pengembangan Organisasi Kantor Dinas Kehutanan Kabupaten Muna.
Strength (S)
Faktor-faktor Kekuatan internal Weakness (W)
Faktor-faktor kelemahan internal
Strategi SO Strategi WO
Opportunities (O)
Faktor-faktor peluang eksternal Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk
memanfaatkan peluang Ciptakan strategi yang meminimalkam kelemahan untuk
menanfaatkan peluang
Strategi ST Strategi WT
Threats (T)
Faktor-faktor ancaman eksternal
Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman.
Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk
mengatasi ancaman.
Sumber : David, (2002), hal 186
Adapun kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam Organisasi Kantor Dinas
Kehutanan Kabupaten Muna dapat diuraikan sebagai berikut ;
Kekuatan (S) Kelemahan (W) Peluang (O) Ancaman (T)
1. Struktur organisasi yang kuat
2. SDM perencana yang memadai
3. Sarana operasional pelayanan administrasi memadai
4. Adanya aturan disiplin pegawai
1. Tenaga penyidik profesional kurang
2. Kualitas SDM (moral)
3. Sarana operasional pengamanan hutan
4. Kuantitas SDM pengamanan hutan
5. Kepastian kawasan
6. Biaya pembangunan 1. Tersedia Kawasan hutan yang cukup & sesuai
2. Terbukanya akses pasar

3. Terbukanya industri pengolahan hasil hutan lokal


1. Kurangnya dukungan dari stakeholders
2. Lemahnya pengawasan & penegakan hukum
3. Lemahnya koordinasi (ego sektoral)
4. Tekanan penduduk
5. Defisit pangan
6. Politik lokal
8. Penetapan Alternatif-alternatif Unsur Kompetitif (Competetive Assets)
Kekuatan sesungguhnya merupakan asset kompetitif (Competitive liabilities). Isunya
adalah sejauh mana issu organisasi mampu secara tepat menangani kelemahan dan
tantangan organisasi. Bagaimana memanfaatkan asset yang dimiliki sehingga semakin
kuat kompetitif organisasi dan semakin jauh dari sudut kerugiannya. Kekuatan yang
dimiliki sangat p[enting karena pada dasarnya merupakan batu loncatan strategis dan
merupakan landasan yang diatasnya dap[at dibangun langkah-langkah kompetitif yang
menguntungkan. Kalau kekuatan yang dimiliki sangat sedikit, makan CEO dan para
eksekutif lain hendaknya mencari jalan untuk meningkatkan kemampuan organisasi
agar memungkinkan mereka dapat merumuskan strategi yang kompetitif berdasarkan
perkembangan zaman. Strategi yang baik, sebaiknya dipergunakan untuk memperbaiki
kelemahan-kelemahan yang ada sehingga perlahan menempati posisi yang komptetitif.
Apabila dalam sebuah organisasi memiliki kelemahan yang mendasar, misalnya
lambanya pelayan yang diberikan kepada masyarakat sebagai akibat terbatasnya alat
teklnologi, maka seorang CEO tidak semestinya ,mebiarkan kondisi tersebut berlarutlarut. Strategi itu dapat berupayan suatu program perencanaan pengadaan alat
teknologi (computer), sehingga system pelayanan dapat dilakukan dengan
menggunakan teknologi computer yang mampu memberikan pelayanan yang cepat dan
tepat sehingga dengan sendirinya menjadi kekuatan organisasi.
Aturan sebagai strategi, sebaiknya CEO merumuskan sebuah strateginya sesuai
dengan aturan apa yang paling baik dilakukan serta menghindari suatu strategi yang
bertumpu pada kelemahan organisasi. Untuk keperluan itu, hendaknya diteliti dengan
seksama unsure mana yang betul-betul merupakan satu kekompakan yang bulat.
Apabila unsure-unsur organisasi terpisah satu dengan yang lain, jelas merupakan
kelemahan, tetapi apabila digabungkan dengan yang lain akan menciptakan suatu
keberuntungan yang besar. Hal ini kurang disadari apabila dalam tubuh organisasi
terjadi persaiangan yang tajam antara unit-unit kerja sehingga kekuatan organisasi

secara keseluruhan tidak tampak. Jadi seluruh staf dapat menjadi satu tim yang
tangguh, terampil dan kompak
9. KOMPETENSI DESKRIPTIF KEUNGGULAN KOMPETITIF
Dalam suatu organisasi dikatakan berada dalam sasaran kompetitif apabila ia
mengetahui kepada siapa ia berkompetisi, mempunyai pemahaman dan pengetahuan
tentang visi-misi, tujuan, sasarn dan sumber daya serta apa yang dapat dilakukan oleh
competitor. Evaluasi terhadap suatu arah tujuan dari sasarn kompetitif dapat dilakukan
dengan mengajukan pertanyaan bagaimana pengaruh pimpinan organisasi dengan
efektifitas kinerja bawahan tentang jenius tugas yang dilakukan dalam organisasi yang
dikenal dengan factor internal. Sedangkan factor eksternal antara lain adalah
bagaimana factor politik, ekonomi, social dan budaya yang ditetapkan dalam sebuah
organisasi. Organisasi terbentuk karena orang-orang mempunyai keinginan untuk
mencapau sesuatu, artinya tujuan organisasi untuk meningkatkan kepuasan kerja kerja
karyawan dan meningkatkan produktivitas dan hasil kerja yang baik bertujuan untuk
kesejahteraan bagi semua anggota organisasi.
10. KERANGKA PEMIKIRAN
Dari latar belakang, permasalahan di atas maka disusun kerangka pemikiran
konseptual seperti pada Gambar 1 berikut:
Gambar 1. Kerangka Pemikiran Konseptual Analisis Strategi pengelolaan hutan
Tanaman Industri Jati
11. KESIMPULAN
Berdasarkan latar belakang, permasalahan dan kerangka pemikiran tersebut di atas
maka dapat disimpulkan bahwa untuk membuat sebuah pilihan alternatif Organisasi
Dinas Kehutanan Kabupaten Muna, diperlukan langkah-langkah analisis dengan
menggunakan analisis SWOT sehingga dapat memberikan hasil akhir yang sesuai
dalam rangka mencapai tujuan pengelolaan hutan secara keseluruhan.

Anda mungkin juga menyukai