Anda di halaman 1dari 7

BAB II

PEMBAHASAN

Pada hari Kamis tanggal 18 Oktober 2014 praktikan melakukan praktikum


Makropaleontologi dengan acara Echinodermata. Pada praktikum kali ini, praktikan
mendeskripsikan 5 peraga Echinodermata secara megaskopis atau melalui foto lalu
mengidentifikasi taksonomi, morfologi, proses pemfosilan, tipe pemfosilan, umur
geologi dan lingkungan hidup dari masing-masing peraga yang diamati.
Berikut ini adalah pembahasan dari apa yang telah praktikan deskripsi saat
praktikum Makropaleontologi acara Echinodermata:
2.1 Peraga no. FS 005
Peraga FS 005 merupakan salah satu bagian yang telah terpisah oleh
bodi utuhnya sehingga dapat dikatakan bahwa peraga FS 005 merupakan bagian
keras dari suatu organisme. Peraga FS 005 termasuk dalam tipe pengawetan
bagian keras. Bagian keras pada fragmen ini bersifat karbonatan karena tersusun
dari lempengan yang bersifat karbonatan. Pada peraga ini juga terdapat sedimensedimen yang menempel pada permukaan peraga ini yang dapat diinterpretasikan
bahwa sudah mengalami pembatuan bersama peraga ini.
Pengamatan peraga FS 005 dilakukan dengan cara mendeskripsi dari
sebuah foto yang menunjukkan sisi dorsal saja sehingga secara pengamatan
melalui sisi 1 sudut pandang saja, morfologi yang dapat diketahui adalah bentuk
peraga FS 005 merupakan bagian tubuh batang atau stem yang juga tidak utuh
dari sebuah organisme .
Berdasarkan morfologi tubuhnya yang memiliki batang atau stem, peraga
ini merupakan salah satu organisme dari kelas Crinoidea dari Filum
Echinodermata. Kelas Crinoidea ini secara utuh akan memiliki kenampakan
seperti tanaman. Kelas Crinoidea ini memiliki 3 bagian tubuh yang menyusunnya;

Calyx, Stem dan Lengan yang setiap bagian tubuhnya memiliki peranan penting
bagi organismenya untuk hidup. Peraga ini menunjukkan bagian dari Stem atau
batang yang berfungsi untuk berdiri dan menambatkan batangnya ke dasar laut
dengan perantara akar.
Stem pada kelas Crinoidea tersususn dari lempeng-lempeng karbonat yang
jika organisme ini mati, stem akan terkulai di dasar laut dan antar lempeng
penyusunnya akan lepas dan akan bertebaran di dasar laut dan akan mengalami
pembatuan bersama sedimen. Akibat dari lempeng-lempeng pada stem ini bersifat
karbonatan, maka akan lebih mudah menjadi fosil karena sifat karbonatan yang
resistif.
Secara umum, Crinoidea tidak bergerak secara bebas melayang-layang
atau bergerak di dasar laut tetapi Crinoidea menambatkan dirinya ke dasar laut
sehingga dapat disimpulkan bahwa Crinoidea merupakan salah satu benthos sesil.
Crinoidea hidup pertama kali pada zaman Ordovisian dan tetap bertahan
hingga zaman Kuarter, kala holosen yaitu hingga sekarang. Organisme kelas
Crinoid melimpah pada zaman Karbon sehingga zaman Karbon sering disbeut
dengan Age of The Crinoids.
Pada peraga ini, jika dilihat dari

komposisi stemnya yang memiliki

kandungan CaCO3, maka dapat diinterpretasikan peraga ini hidup di air yang
jenuh oleh senyawa karbonat, seperti di air di Laut Dangkal. Pada umumnya,
Crinoid hidup di perairan yang jernih, kadar oksigennya melimpah dan tersedia
mikroplankton yang melimpah sebagai makanannya.
2.2 Peraga no. BK 02
Peraga BK 02 merupakan bodi utuh dari suatu organisme meskipun
bagian dalam organisme ini tidak ada namun peraga ini terbuat secara tidak alami
yaitu dengan tangan manusia dengan cara mencetak sesuai dengan bagaimana

bentuk asli dari organismenya yang bertujuan merepresentasikan morfologi tubuh


organisme tersebut. Peraga ini memiliki panjang 3 cm, lebar 2,5 cm dan tinggi 2
cm.
Ketika diamati secara megaskopis, morfologi tubuh yang dapat di
deskripsi adalah mulut, anus dan tuberkel. Pada bagian dorsal atau punggung,
morfologi yang terdeskripsi adalah tuberkel dan anus sedangkan pada bagian
samping atau peripheral, morfologi tubuh yang terdeskripsi adalah tuberkel saja
dan pada bagian ventral atau perut, morfologi tubuh yang terdeskripsi adalah
tuberkel dan mulut. Fungsi dari anus adalah sebagai tempat pembuangan sisa
makanan, mulut adalah sebagai tempat masuknya makanan dan tuberkel sebagai
tempat menancapnya duri-duri di seluruh permukaan tubuhnya, oleh karena itu, di
setiap sudut pandang terdapat tuberkel. Duri-duri yang ada pada permukaan
tubuhnya tersebut akan menjadi alat gerak dari organisme ini
Berdasarkan morfologi tubuhnya yang memiliki tuberkel di seluruh
tubuhnya yang menjadi tempat menancapnya duri-duri di seluruh tubuh, peraga
ini merupakan salah satu organisme dari kelas Echinoidea yang merupakan
bagian dari Filum Echinodermata. Kelas Crinoidea ini secara utuh akan memiliki
kenampakan landak dan berbentuk membulat seperti bola atau berbentuk seperti
cakram. Pada umumnya, Echinoidea memakan rumput laut ataupun hewan yang
telah mati yang menghampirinya akibat terbawa arus. Echinoidea bergerak dan
berpindah di dasar laut sehinggaorganisme Echinoidea dapat disimpulkan sebagai
benthos vagil.
Echinoidea hidup pertama kali pada zaman Ordovisian dan tetap bertahan
hingga zaman Kuarter, kala holosen yaitu hingga sekarang. Organisme kelas
Echinoidea mulai terawetkan dalam jumlah banyak sebagai fosil pada zaman Jura
dan sangat banyak dijumpai pada zaman Kapur. Echinoidea hidup di semua
kedalaman laut, namun sebagian besar hidup di daerah laut dangkal yang hangat.

2.3 Peraga no. FS 006


Peraga FS 006 merupakan cetakan bagian ventral dari suatu organisme.
Seluruh bagian ventral pada peraga ini telah tercetak oleh sedimen yang telah
mengalami pembatuan. Batuan sedimen tersebut mencetak bagian luar permukaan
organisme sehingga menghasilkan kenampakan seperti pada peraga. Oleh karena
itu, dapat diidentifikasikan peraga ini ini merupakan salah satu jenis dari tipe
Mold. Peraga FS 006 ini termasuk dalam tipe pengawetan sisa organisme
karena tidak menunjukkan perwujudan asli organisme namun hanya berupa
cetakan bagian luar yang telah tercetak oleh batuan sedimen saja.
Ketika diamati secara megaskopis, morfologi tubuh yang dapat di
deskripsi pada bagian ventral ini adalah mulut, saluran ambulakral dan kaki
tabung. Fungsi dari mulut adalah sebagai tempat masuknya makanan. Fungsi
saluran ambulakral adalah sebagai tempat menyalurkan makanan dari mulut dan
fungsi dari kaki tabung adalah sebagai alat gerak dari organisme ini, selain itu,
kaki tabung juga sebagai penyimpan saluran ambulakral.
Berdasarkan morfologi tubuhnya yang memiliki berbentuk seperti bintang,
sehingga dapat diinterpretasikan bahwa peraga ini merupakan salah satu
organisme dari kelas Asteroidea yang merupakan bagian dari Filum
Echinodermata. Kelas Asteroidea ini secara utuh akan memiliki kenampakan
bintang yang dilengkapi dengan 5 kaki tabung.
Pada kelas Asteroidea, tubuhnya tersusun oleh lempeng-lempeng karbonat
yang kecil dan setelah mati serta membusuk, lempengan tersebut akan terberai
sehingga sulit dijumpai fosil Asteroidea yang berbentuk utuh, oleh karena itu,
peraga ini hanya dijumpai cetakan bagian tubuh organismenya saja. Asteroidea
adalah predator yang memakan cacing, udang atau hewan-hewan Mollusca.
Asteroidea bergerak dan berpindah di dasar laut sehingga organisme Asteroidea
dapat disimpulkan sebagai benthos vagil.

Asteroidea hidup pertama kali pada zaman Ordovisian dan tetap bertahan
hingga zaman Kuarter, kala holosen yaitu hingga sekarang. Pada umumnya,
Asteroidea hidup di laut dangkal hingga litoral.
2.4 Peraga no. MN 02
Peraga

MN 02 merupakan bodi utuh dari suatu organisme namun

peraga ini terbuat secara tidak alami yaitu dengan tangan manusia dengan cara
mencetak sesuai dengan bagaimana bentuk asli dari organismenya yang bertujuan
merepresentasikan morfologi tubuh organisme tersebut. Peraga ini memiliki
panjang 22 cm, lebar 22 cm dan tinggi 4 cm.
Ketika diamati secara megaskopis, morfologi tubuh yang dapat di
deskripsi adalah hanya kaki tabung yang merupakan bagian dari tubuh organisme
ini yang berfungsi untuk menjadi alat gerak.
Berdasarkan morfologi tubuhnya yang memiliki berbentuk seperti bintang,
sehingga dapat diinterpretasikan bahwa peraga ini merupakan salah satu
organisme dari kelas Asteroidea yang merupakan bagian dari Filum
Echinodermata. Kelas Asteroidea ini secara utuh akan memiliki kenampakan
bintang yang dilengkapi dengan 5 kaki tabung.
Pada kelas Asteroidea, tubuhnya tersusun oleh lempeng-lempeng karbonat
yang kecil dan setelah mati serta membusuk, lempengan tersebut akan terberai
sehingga sulit dijumpai fosil Asteroidea yang berbentuk utuh, oleh karena itu,
peraga ini hanya dijumpai cetakan bagian tubuh organismenya saja. Asteroidea
adalah predator yang memakan cacing, udang atau hewan-hewan Mollusca.
Asteroidea bergerak dan berpindah di dasar laut sehingga organisme Asteroidea
dapat disimpulkan sebagai benthos vagil.

Asteroidea hidup pertama kali pada zaman Ordovisian dan tetap bertahan
hingga zaman Kuarter, kala holosen yaitu hingga sekarang. Pada umumnya,
Asteroidea hidup di laut dangkal hingga litoral.
2.5 Peraga no. MM 58
Peraga no MM 58 merupakan merupakan bodi utuh dari suatu organisme
namun peraga ini terbuat secara tidak alami yaitu dengan tangan manusia dengan
cara mencetak sesuai dengan bagaimana bentuk asli dari organismenya yang
bertujuan merepresentasikan morfologi tubuh organisme tersebut.
Ketika diamati secara megaskopis, morfologi tubuh yang dapat di
deskripsi pada bagian dorsal ini adalah calyx, stem dan lengan. Fungsi dari calyx
adalah sebagai tempat penyimpan organ-organ penting yang tersusun dari
beberapa lempeng-lempeng karbonat. Fungsi dari stem adalah untuk berdiri dan
menambatkan batangnya ke dasar laut dengan perantara akar. Stem pada kelas
Crinoidea tersusun dari lempeng-lempeng karbonat yang jika organisme ini mati,
stem akan terkulai di dasar laut dan antar lempeng penyusunnya akan lepas dan
akan bertebaran di dasar laut dan akan mengalami pembatuan bersama sedimen.
Akibat dari lempeng-lempeng pada stem ini bersifat karbonatan, maka akan lebih
mudah menjadi fosil karena sifat karbonatan yang resistif. Lengan berfungsi
sebagai pembantu dalam pengumpulan makanan dan penyalur makanan karena
didalamnya dilengkapi dengan pinnules dan cilia. Kelas Crinoidea ini intinya
memiliki 3 bagian tubuh yang menyusunnya; Calyx, Stem dan lengan yang setiap
bagian tubuhnya memiliki peranan penting bagi organismenya untuk hidup.
Berdasarkan morfologi tubuhnya yang berbentuk seperti tanaman
sehingga dapat disimpulkan bahwa peraga ini merupakan salah satu organisme
dari kelas Crinoidea dari Filum Echinodermata.

Secara umum, Crinoidea tidak bergerak secara bebas melayang-layang


atau bergerak di dasar laut tetapi Crinoidea menambatkan dirinya ke dasar laut
sehingga dapat disimpulkan bahwa Crinoidea merupakan salah satu benthos sesil.
Crinoidea hidup pertama kali pada zaman Ordovisian dan tetap bertahan
hingga zaman Kuarter, kala holosen yaitu hingga sekarang. Organisme kelas
Crinoid melimpah pada zaman Karbon sehingga zaman Karbon sering disbeut
dengan Age of The Crinoids.
Pada peraga ini, jika dilihat dari

komposisi stemnya yang memiliki

kandungan CaCO3, maka dapat diinterpretasikan peraga ini hidup di air yang
jenuh oleh senyawa karbonat, seperti di air di Laut Dangkal. Pada umumnya,
Crinoid hidup di perairan yang jernih, kadar oksigennya melimpah sehingga akan
tersedia mikroplankton yang melimpah sebagai makanannya.