Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM SATUAN PROSES

PEMBUATN GARAM MOHR [ (NH4)2 Fe(SO4)2.6H2O ]


DENGAN CARA KRISTALISASI
SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014
MODUL

: PEMBUATN GARAM MOHR [ (NH4)2


Fe(SO4)2.6H2O] DENGAN CARA KRISTALISASI

PEMBIMBING

: Ir. DWI NIRWANTORO NUR,MT

PEMBUATAN

: 27 MARET 2014

PENYERAHAN

: 8 APRIL 2014

DISUSUN OLEH
KELAS : 1A
KELOMPOK : 7
SIFA FUZI ALLAWIYAH

(131411027)

SITI NURJANAH

(131411028)

SUCI SUSILAWATI

(131411029)

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


2014

LAPORAN PRAKTIKUM SATUAN PROSES


PEMBUATN GARAM MOHR [ (NH4)2 Fe(SO4)2.6H2O]
DENGAN CARA KRISTALISASI
NAMA PEMBIMBING

: Ir. DWI NIRWANTORO NUR, MT

NAMA MAHASISWA

: SIFA FUZI ALLAWIYAH


SITI NURJANAH
SUCI SUSILAWATI

TANGGAL PRAKTEK

: 27 MARET 2014

TANGGAL PENYERAHAN

: 1 APRIL 2014

1.

TUJUAN
1. Membuat besi (II) amonium (NH4)2 (SO4).6H2O atau garam mohr dengan cara
kristalisasi
2. Mempelajari reaksi kimia yang terjadi
3. Mempelajari kondisi proses ; suhu, pengadukan, pH dan derajat lewat jenuh
4. Mempelajari tahapan proses dan opersi antara lain ; pemanasan, penyaringan
(filtrasi), dan pendinginan
5. Menghitung yield produk garam mohr
6. Melakukan analisis kualitatif dan uji mikrobiologi produk garam mohr

2.

DASAR TEORI
Ada dua bijih besi yang terpenting yaitu: hematit (Fe2O3) dan magnetit
(Fe3O4). Dan garam besi (II) yang terpenting adalah garam besi (II) sulfat yang
dibuat dari pelarutan besi atau besi (II) sulfida dengan asam sulfat encer, setelah
itu larutan disaring, lalu diuapkan dan mengkristal menjadi FeSO4.7H2O yang
berwarna hijau. Dalam skala besar garam ini dibuat dengan cara mengoksidasi
perlahan lahan FeS oleh udara yang mengandung air.
Garam garam besi (II) atau fero diturunkan dari besi (II) oksida, FeO dalam
larutan. Garam garam inimengandung kation Fe2+ dan berwarna sedikit hijau.
Ion besi (II) dapat mudah dioksidasikan menjadi besi (III), maka merupakan zat

pereduksi yang kuat. Semakin kurang asam larutan itu, semakin nyatalah efeknya
dalam suasana netral

atau basa bahkan oksigen dari atmosfer akan

memngoksidasikan ion besi (II). Maka larutan besi (II) harus sedikit asam bila
ingin disimpan untuk waktu yang agak lama.
Garam besi (II) sulfat dapat bergabung dengan garam garam sulfat dari
garam alkali, membentuk suatu garam rangkap dengan rumus umum yang dapat
digambarkan sebagai M2Fe(SO4).6H2O, dimana M merupakan symbol dari logam
logam seperti K, Rb Cs dan NH4. Rumus ini merupakan gabungan dua garam
dengan anion yang sama atau identik yaitu M2SO4FeSO4.6H2O.
Untuk garam rangkap dengan M adalah NH4, yang dibuat dengan jumlah mol
besi (II) sulfat dan ammonium sulfat yang sama, maka hasil ini dikenal dengan
garam Mohr. Garam Mohr dibuta dengan mencampurkan kedua garam sulfat dari
besi (II) dan ammonium, dimana masing masing garam dilarutkan sampai jenuh
dan pada besi (II) ditambahkan sedikit asam. Pada saat perbandingan hasil
campuran pada kedua garam di atas akan diperoleh Kristal yang berwarna hijau
kebiru-biruan dengan bentuk monoklin. Garam Mohr tidak lain adalah garam
rangkap besi (II) sulfat dengan rumus molekul (NH4)2FeSO4.6H2O atau
(NH4)2 (SO4).6H2O.
Garam mohr, besi ammonium sulfat, merupakan garam rangkap dari besi
sulfat dan ammonium sulfat dengan rumus molekul [NH4]2[Fe][SO4]2.6H2O.
garam mohr lebih disukai dari pada besi (II) sulfat untuk proses titrasi karena
garam mohr tidak mudah terpengaruh oleh oksigen bebas di udara atau tidak
mudah teroksidasi oleh udara bebas dibandingkan besi (II).
Kristal adalah suatu padatan yang atom, molekul, atau ion penyusunannya
terkemas secara teratur dan polanya berulang melebar secara 3dimensi. Secara
umum zat cair membentuk Kristal ketika mengalami proses pemadatan. Pada
kondisi ideal, hasilnya berupa Kristal tunggal, yang semua atom atom
padanyannya terpasang pada kisi atau struktur Kristal yang sama, tapi secara
umum, kebanyakan Kristal terbentuk secara semiltan sehinggs menghasilkan
padatan polikristalin. Misalnya kebanyakan logam yang kita temu ide sehari hari
merupakan poli Kristal mana yang terbentuk dari suatu cairan tergantung pada
kimia cairannya sendiri, kondisi kita terjafi pengamadatan, dan tekanan ambient.
Proses terbentuknya strukrutr krisnalin dikenal sebagai kristalisasi.

3.

MEKANISME REAKSI
A. Tahap pembentukan garam FeSO4
Logam Fe + H2SO4 FeSO4 +H2
B. Tahap pembentukan garam (NH4)2Fe (SO4)2. 6H2O
2NH4OH + H2SO4 (NH4)Fe (SO4) + H2O
C. Percampuran panas antar larutan A dan larytan B
FeSO4 + (NH4)2 (SO4) + 6H2O (NH4)2Fe (SO4)2. 6H2O

4.

ALAT DAN BAHAN


Alat

Bahan

Gelas kimia 100 mL dan 250 mL

Serbuk besi 5 gram

Pipet ukur 25 mL dan 10 mL

Asam Sulfat 20%

Filler

Amoniak (NH4OH) 10%

Corong

Akuades

Hot plate
Kertas saring
Timbangan analitik
Termometer
Indikator pH
Batang Pengaduk
Batang Pengaduk
Gelas Kimia 1 Liter
Spatula

5.

FLOWSHEET
Larutan FeSO4
Larutan (NH4)2SO4

Pencampuran panas

Pemanasan 100125 0C

Larutan lewat jenuh

Pendinginan

Kristalisasi

Filtrasi

Kristalisasi garam mohr

Pendinginan pada
suhu ruang

Perhitungan
- analisis
- uji mikrobiologi

Cairan

6.

TABEL DATA PENGAMATAN

7.

Larutan A
No
waktu
5
1
10
2
15
3
20
4
25
5
30
6

Suhu oC
50
51
40
48
52
60

Warna
Ungu
Ungu
Ungu
Ungu
Ungu
Ungu

pH
1
1
1
1
1
1

Larutan B
No
waktu
5
1
10
2
15
3
20
4
25
5
30
6

Suhu oC
80
80
80
82
82
82

warna
Ungu
Ungu
Ungu
Ungu
Ungu
Ungu

pH
1
1
1
1
1
1

PERHITUNGAN
Massa Serbuk Besi

= 5 gram

Ar besi

= 55,85 gram/mol

Mr Mohr

= 392 gram/mol

Menghitung mol garam mohr


FeSO4 + (NH4)2SO4 + 6H2O (NH4)2Fe(SO4)2.6H2O
Mol Fe = mol garam Mohr
Mol Fe = mol (NH4)2Fe(SO4)2.6H2O
Mol Fe =
Mol Fe =
1.

= 0,0895 mol

Massa garam Mohr secara teori


Massa Mohr

= Mol Mohr x Mr Mohr


= 0,0895 mol x 392 gram/mol
= 35,094 gram

2.

Efisiensi/rendemen
=

3.

Kemurnian garam Mohr


Persentase kemurnian =

8.

PEMBAHASAN

Pembahasan oleh Sifa Fuzi Allawiyah


Praktikum ini, melakukan percobaan pembuatan garam Mohr dari Fe, percobaan
dilakukan dibagi tiga. Percobaan pertama melarutkan 5 gram serbuk besi ke dalam 40
mL asam sulfat 20 %, kemudian dipanaskan. Besi akan larut, setelah itu disaring dan
ditambahkan 2 ml

asam sulfat pekat untuk mempertahankan pH larutan tetap 2.

Percobaan yang kedua, yaitu 25 mL H2SO4 dinetralkan (pH = 7) dengan penambahan 35


ml ammonia, kemudian diuapkan hingga menjadi larutan jenuh. Percobaan yang pertama
dan yang kedua dicampur dan didinginkan. Setelah itu disaring, untuk mendapatkan
garamnya, garam yang dihasilkan seberat 1.23 gram sehingga berat redemennya adalah
3,5% dan kemurniannya adalah 96,5%, yang mempengaruhi banyaknya sedikitnya hasil
garam adalah tingkat kejenuhan larutan semakin jenuh larutan maka garam yang akan
dihasilkan akan semakin banyak.

Pada percobaan kali ini garam yang dihasilkan sangatlah sedikit hal ini
dikarenakan suhu saat pemanasan yang kurang tinggi dan waktu pemanasan yang
kurang lama sehingga larutan tidak cukup jenuh selain itu hal lain yang
mengakibatkan garam yang terbentuk sedikit adalah pH yang didapat pada saat
pencampuran asam sulfat dan ammonia bukanlah 7.
Pembahasan oleh Siti Nurjanah
Pada praktikum kali ini praktikan membuat garam mohr dari campuran larutan FeSO4
dan (NH4)2SO4. Larutan FeSO4 dibuat dengan mencampurkan serbuk besi 5 gram dan
larutan H2SO4 20%. Kemudian dipanaskan bergungsi untuk mempercepat proses
pelarutan serbuk besi menjadi Fe2+. Pemebentukan Fe2+ dapat di identifikasi dengan
perubahan warna larutan dari putih keabu-abuan menjadi hijau dan jika didinginkan
berwarna hijau muda. Kemudian penyaringan dilakukan saat larutan masih dalam kondisi
panas, hal ini dilakukan agar tidak terbentuk kristal sedangkan larutan (NH4)2SO4 dibuat
dengan cara mencampurkan larutan NH4OH 10% dengan larutan H2SO4 20%. Proses ini
merupakan proses penetralan sehingga larutan yang dihasilkan harus mempunyai pH 7,
namun dalam kenyataannya pH larutan yang praktikan dapat sebesar 1. Dalam proses ini
pun dilakukan pemanasan yang bertujuan untuk menguapkan NH3.
Filtrat dari larutan FeSO4 kemudian dicampurkan dengan larutan (NH4)2SO4 dan
dilakukan pemanasan. Setelah 30 menit proses dihentikan dan kemudian larutan
didinginkan untuk mendapatkan garam Mohr yang diinginkan.

Garam mohr yang dihasilkan adalah 1,23 gram sehingga berat redemennya adalah 3,5%
dan kemurniannya adalah 96,5%. Dari hasil ini dapat diketahui bahwa garam yang terbentuk
sangatlah sedikit hal ini bisa disebabkan karena beberapa faktor seperti pH yang kurang dari
7 , suhu pada pemanasan yang kurang panas, kurangnya waktu pemanasan, masih adanya

besi yang belum terlarut, dan adanya zat pengganggu dari luar. Selain itu dari data tersebut
dapat diperoleh hubungan antara rendemen dan kemurnian yaitu semakin kecil nilai
rendemennya maka akan semakin besar pula nilai kemurniannya semakin sedikit garam mohr
yang dihasilkan maka tingkat kemurnian yang didapatkan akan semakin besar. Bentuk kristal
garam mohr adalah monoklin dengan warna hijau muda. Dalam senyawa kompleks
Fe2+berperan sebagai atom pusat dengan H2O sebagai ligannya.
Pembahasan Oleh Suci Susilawati

Pada praktikum kali ini yaitu membuat garam mohr dari campuran larutan FeSO4 dan
(NH4)2SO4. Larutan FeSO4 dibuat dari serbuk besi 5 gram dan larutan H2SO4 20%. Pada saat
pencampuran

serbuk

besi

terbentuk

buih

sehingga

dilakukan

pemanasan

untuk

menghilangkan buih tersebut, selain itu pemanasan juga berfungsi untuk mempercepat proses
pelarutan serbuk besi menjadi Fe2+ . Pembentukan Fe2+ dapat di identifikasi dengan
perubahan warna larutan dari putih keabu-abuan menjadi hijau dan jika didinginkan berwarna
hijau muda. Kemudian penyaringan dilakukan saat larutan masih dalam kondisi panas, hal ini
dilakukan agar tidak terbentuk kristal, sedangkan larutan (NH4)2SO4 dibuat dengan cara
mencampurkan larutan NH4OH 10% dengan larutan H2SO4 20%. Proses ini merupakan
proses penetralan sehingga larutan yang dihasilkan harus mempunyai pH 7, namun dalam
kenyataannya pH larutan yang kami praktikan adalah 1.
Filtrat dari larutan FeSO4 kemudian dicampurkan dengan larutan (NH4)2SO4 dan
dilakukan pemanasan. Setelah 30 menit proses dihentikan dan kemudian larutan didinginkan
untuk mendapatkan garam Mohr yang diinginkan. Setelah mengalami pengecekan 1 minggu
setelah praktek, garam mohr kami masih belum terbentuk hal ini disebabkan kurang jenuhnya
larutan tersebut pada saat proses pemanasan sehingga akhirnya kami panaskan kembali.
Garam mohr yang dihasilkan adalah 1.23 gram sehingga berat redemennya adalah 3,5% dan

kemurniannya adalah 96,5%. Dari hasil ini dapat diketahui bahwa garam yang terbentuk
sangatlah sedikit hal ini dapat disebabkan oleh suhu pada saat pemanasan yang kurang stabil,
pH larutan yang tidak sesuai dengan pH seharusnya.

9.

KESIMPULAN
1. Garam mohr merupakan garam rangkap yang terbentuk dari reaksi besi dengan
asam sulfat dan larutan amoniak.
2. Masa garam mohr yang diperoleh dari praktikum adalah 1,23 gram
3. Kemurnian garam mohr yang diperoleh adalah 3,5 %
4. Persentase rendemen berdasar praktikum sebesar 96,5%
5. . Bentuk kristal garam mohr adalah monoklin dengan warna hijau muda.

10.

DAFTAR PUSTAKA
1.

Manfaati, Rintis dkk. 2012. Praktikum Satuan Proses I. Bandung.