Anda di halaman 1dari 3

TEKNIK DISKRIMINASI SKALA

Bagian Triana Nugraheni (G0111081)


Memilih Pernyataan Terbaik
Untuk memilih pernyataan terbaik, nilai S dan nilai r diletakkan kembali
pada table dua sisi. Nilai S diletakkan sepanjang sumbu horizontal dan nilai r
diletakkan pada sumbu vertikal. Setiap nomor pernyataan kemudian diletakkan
pada table tersebut berdasarkan nilai S dan nilai r-nya. Tujuan dari pemilihan
pernyataan terbaik ini adalah penentuan 20 pernyataan yang tertinggi koefisien
r-nya dari masing-masing interval nilai skala. Hal itu dilakukan dengan
mengambil jumlah pernyataan yang sama banyak dari setiap interval nilai S,
sehingga akan diperoleh kumpulan pernyataan yang mempunyai daya beda tinggi
dan mempunyai nilai skala S yang bermacam-macam.
Edward dan Kilpatrick membagi interval nilai S menjadi setengah interval,
sehingga dari 9 kategori diperoleh 18 interval. Ilustrasinya sebagai berikut:

Ilustrasi Kedudukan 36 Pernyataan Menurut Nilai S dan koefisien

Dari ilustrasi di atas juga digambarkan kumpulan pernyataan yang


mempunyai daya beda tinggi dan mempunyai nilai skala S yang bermacammacam, yaitu digambarkan dengan elips-elips diatas.
Selanjutnya kesemua pernyataan yang terpilih itu dijadikan satu dan
disusun kembali membentuk skala sikap yang siap untuk diuji reliabilitasnya dan
siap untuk digunakan.

Pemberian Skor Individual


Setelah kelompok responden menjawab atau memberikan respons
terhadap pernyataan-pernyataan dalam skala sikap dengan menggunakan enam
kategori respons seperti semula. Selanjutnya, skor responden pada setiap
pernyataan ditentukan berdasarkan nilai kategori yang telah ditetapkan melalui
prosedur dikotomisasi sebelumnya. Jadi, setiap pernyataan, walaupun responden
memberikan respons menurut salah satu dari enam kategori skornya tetap hanya
terdiri atas dua macam, yaitu 0 dan 1.
Skor total bagi setiap individu adalah penjumlahan skor seluruh
pernyataan. Dengan demikian, pada suatu skala yang terdiri atas 20 pernyataan,
skor minimal responden adalah 0 dan skor maksimalnya adalah 20.

Interpretasi Skor
Berdasarkan cara penskalaan serta prosedur pemilihan pernyataan yang
melalui dua pendekatan di atas, sekiranya interpretasi skor individual tidaklah
sulit untuk dilakuakan, meskipun Edwards tidak menjelaskan interpretasi skor
individual pada skala sikap yang berdasarkan teknik diskriminasi skala dalam
bukunya.
Karena untuk mendapatkan skor 1 pada suatu pernyataan seorang
responden harus menjawab dengan salah satu kategori jawaban yang berada di

atas garis dikotomisasi, maka skor 1 dapat ditafsirkan sebagai indikasi adanya
sikap favorable, sedangkan skor 0 merupakan indikasi sikap tak-favorabel.
Dengan pernyataan sikap sejumlah k buah, maka skor individual yang
k dapat diartikan adanya sikap yang favorabel, dikarenakan untuk memperoleh
skor sebesar itu seorang responden harus memberikan jawaban favorable pada
setengah atau lebih jumlah pernyataan. Bila terdapat 20 pernyataan, maka skor
yang 10 adalah indikasi yang favorable.
Interpretasi seperti diatas cukup mempunyai alasan yang kuat dan dapat
dipertahankan, karena prosedur perkiraan yang dilakukan oleh kelompok penilai
pada awal prosedur penskalaan telah membentuk interval pada suatu kontinum
psikologis sebagai dasar penentuan kutub favorable dan tak-favorabel suatu
pernyataan. Selain itu, penggunaan garis pemisah guna dikotomisasi skor
memperjelas arti setiap nilai yang diberikan bagi repons individu.